
Hari demi hari, minggu demi minggu begitu cepat berlalu. Sekarang usia kandungan Anggun sudah 8 bulan. Kakek dan nenek Slamet sudah 1 bulan tinggal disana.
Hari ini Anggun, suami dan para sahabat akan mengantarkan kakek Slamet kerumahnya. Karena rumah kakek sudah selesai direnovasi.
Kakek dan nenek memang memilih tetep tinggal dirumah mereka, karena rumah itu penuh dengan sejarah hidup mereka.
Semua orang sudah masuk kedalam mobil, mereka berangkat dengan membawa dua mobil. Mobil yang dikendarai Vandy dan Gio pun melaju meninggalkan rumah Anggun.
Sebelum masuk kekawasan tempat nenek dan kakek Slamet tinggal, mereka mampir sebentar ke supermarket. Mereka akan membeli keperluan buat nenek dan kakek Slamet.
Anggun membawa nenek dan kakek Slamet masuk kedalam supermarket. Saat mereka masuk, banyak pasang mata yang menatap kagum sama kecantikan Anggun dan para sahabat, begitu juga dengan suami mereka.
Ketiga cewek cantik itu pun memulai asik belanja mereka. Sedangkan para suami membawa troli untuk mempermudah membawa barang belanjaan mereka.
Nenek dan kakek Slamet hanya mengikuti Anggun dan yang lainnya. Anggun juga akan bertanya barang apa atau makanan apa yang ingin dibeli sama kakek dan nenek Slamet.
Setelah 30 menit mereka pun menyudahi acara belanjanya. Para suami berjalan dengan membawa troli ke tempat kasir. Sedangkan para istri menunggu diluar.
Ketiga bumil cantik, nenek dan kakek Slamet duduk dikursi dibawah pohon menunggu ketiga suami tampan itu. Tak berselang lama ketiga suami tampan mereka keluar dengan menenteng kantong kresek ditangan mereka.
Mereka pun melanjutkan perjalanan mereka kembali. Setelah menempuh perjalan selama 2 jam akhirnya mereka sampai dirumah kakek dan nenek Slamet.
Vandy memakirkan mobilnya dibawah pohon mangga diikuti sama mobil Gio. Mereka semua turun dari mobil dan berjalan menuju rumah kakek dan nenek Slamet.
Saat memasuki perkarangan rumah kakek dan nenek Slamet kaget sekaligus senang. karena pagar yang biasanya dari bambu sekarang sudah berganti dengan pagar besi.
Disana juga ditaman berbagai macam jenis sayur. Jadi kalau nenek ingin masak sayur tinggal ambil aja. Ada juga beberapa bunga ditanam disana.
Sampai didepan rumahnya kakek dan nenek Slamet merasa takjub dengan rumahnya. Rumah yang dulu nya reot sekarang berganti dengan rumah yang bagus. Rasa syukur tak henti-hentinya keluar dari mulut mereka.
" Nak Anggun ini beneran rumah kakek?" tanya kakek Slamet
Anggun tersenyum mendengar pertanyaan kakek Slamet. " Iya kek, ini rumah kakek dan nenek" jawab Anggun
" Yuk Nek, Kek, sekarang kita masuk kedalam" aja Vandy
Anggun membuka handle pintu rumah kakek Slamet.
" Assalamualaikum " ucap mereka semua
Nenek dan kakek Slamet sangat senang dan bahagia melihat rumah mereka yang sekarang. mereka bersujud syukur karena melihat rumah mereka yang sekarang. Anggun dan yang lain ikut bahagia melihat kakek dan nenek Slamet.
" Sekarang kita lihat kamar nenek dan kakek" ucap Anggun
Saat pintu kamar terbuka tampaklah kamar yang bernuansa warna coklat dan putih, sangat bagus dan nyaman.
" Masya Allah bagus nya Pak kamar kita"
" Iya Buk"
__ADS_1
Setelah melihat kamar, sekarang mereka melihat dapur dan kamar mandi. Selesai berkeliling melihat rumah baru kakek Slamet, mereka pun duduk disofa ruang tamu.
" Terimakasih untuk semua kebaikan kalian pada kami, semoga gusti Allah membalas semua kebaikan kalian" ucap Slamet
" Aamiin, sama-sama Kek" balas Vandy
Anggun dan kedua sahabatnya menyusun barang belanjaan tadi, setelah selesai mereka membuatkan minuman untuk suami, nenek dan kakek Slamet.
Anggun dan kedua sahabat nya bergabung sama suaminya dengan membawa nampan berisi minuman. Vandy yang melihat istrinya membawa nampan berisi minuman pun dengan sigap membantu sang istri.
" Biar Mas aja yang bawanya Sayang"
" Makasih Mas"
Mereka duduk dan mengobrol sambil menikmati teh dan juga kue yang sudah dihidangkan dimeja.
Hari sudah mulai Siang. Anggun dan kedua sahabatnya masak untuk makan siang mereka bersama. Ketiga wanita cantik itu langsung menuju dapur.
Mereka memulai kegiatan masak mereka. Karena Anggun sudah tidak bisa berdiri terlalu lama, jadi dia hanya bisa membantu memotong sayuran.
Setelah 1 jam lamanya, akhirnya masakan mereka jadi. Anggun dan kedua sahabatnya menata masakan mereka dimeja. Selesai menata nya, mereka memanggil suami serta nenek dan kakek Slamet.
" Waah kayak nya enak nih" puji Gio
" Pasti dong" kata ketiga cewek cantik itu
Anggun mengambilkan nasi serta lauk untuk kakek dan nenek Slamet, setelah itu baru mengambil kan untuk suaminya. Mereka berdoa dulu sebelum makan, setelah itu mereka pun mulai menyantap makanan yang ada dimeja.
Selesai mencuci piring, mereka kembali bergabung bersama suami, kakek dan nenek Slamet.
Karena sudah Sore Vandy dan yang lainya pamit pulang.
" Nek, Kek, kami pamit dulu ya" ucap Vandy
" Kalian sudah mau pulang?" tanya Slamet
" Iya Kek, kapan-kapan kami main lagi kesini" jawab Vandy
" Baiklah" kata Slamet
Anggun bersalaman serta mencium punggung tangan kakek dan nenek Slamet, diikuti sama yang lainnya.
" Jaga kesehatan nenek sama kakek ya" ucap Anggun
" Iya Nak, kalian juga ya dan semoga proses melahirkan nya lancar, ibu dan bayi nya selamat " kata Slamet
" Aamiin, terimakasih Kek doa nya" ucap Anggun
" Kami pergi dulu Kek, Nek, Assalamualaikum " ucap Mereka semua
__ADS_1
" Wa'alaikum salam, hati-hati dijalan" kata Slamet
" Insya allah Kek"
Vandy, istri dan para sahabatnya masuk kedalam mobil. Sebelum mobil melaju Vandy membuka kaca mobilnya, begitu pun dengan Gio. Mereka semua melambaikan tangan kepada kakek dan nenek Slamet.
" Sampai jumpa Nek" ucap mereka semua
Mobil pun melaju meninggal kan kediaman kakek Slamet. Istri Slamet menangis melepas kepergian Anggun dan yang lainnya. Entah kapan lagi mereka bisa bertemu.
Setelah menempuh perjalanan selama 2 jam, akhirnya mobil yang dikendarai Vandy pun sampai dirumah mereka. Anggun turun dari mobil, setelah istrinya turun, Vandy memasukan mobil nya kedalam garasi.
Anggun dan Vandy masuk kedalam rumahnya. Saat mau menaiki tangga mereka berpapasan dengan bik Mirna.
" Nona sama Aden kapan pulang?" tanya bik Mirna
" Baru aja Bik, kita keatas dulu ya Bik mau istirahat dulu" jawab Anggun
" Iya nona, selamat beristirahat"
" Makasih Bik"
Anggun dan Vandy pun pergi kekamarnya. Baru beberapa menaiki anak tangga Anggun sudah mulai kelelahan. Vandy merasa kasihan pada sang istri. Vandy pun menggendong istri nya kekamar.
" Mas turunin, aku masih bisa jalan"
" Nggak, cepat pegangan ntar jatuh"
Anggun pun menurut. Anggun mengalungkan tangan nya dileher sang suami.
" Apa nggak berat Mas"
" Nggak sayang"
Sampai didepan pintu kamar, Anggun membuka pintu kamarnya. Vandy membaringkan tubuh istrinya dengan hati-hati diatas kasur.
Setelah itu Vandy membaringkan tubuhnya disamping sang istri. Anggun memiringkan padannya karena posisi seperti itulah yang nyaman untuk nya sekarang.
" Sayang, besok kita tidurnya dikamar bawah aja ya, Mas nggak tega liat kamu naik turun tangga"
" Iya Mas, terimakasih"
" Sekarang kita tidur ya"
Anggun mengangguk kan kepalanya.
Vandy memeluk tubuh istrinya dari belakang. Anggun selalu nyaman dipeluk sama suaminya. Tak berapa lama mereka pun terlelap.
To be continue
__ADS_1
Happy Reading Guys... 😉😉😉