
Aldi masih saja menempel pada Vandy, dan itu membuat Vandy resah. Vandy berusaha melepaskan diri dari Aldi.
" Sin, jangan-jangan suami lo ngidam" kata Anggun
" Ngidam?" tanya Sinta
" Iya"
" Tapi gue nggak lagi hamil Nggun" kata Sinta
" Benar juga, tapi sikap Aldi hari ini benar-benar aneh Sin. Apa lo nggak coba cek aja " usul Anggun
" Ntar gue coba deh Nggun, mudah-mudahan apa yang lo bilang benar"
" Mommy" panggil Kenzo
" Iya sayang"
" Kenapa Om Aldi peluk daddy?" tanya Kenzo
" Om Aldi lagi kangen sama daddy" jawab Anggun
Kenzo mencoba melepaskan Aldi dari daddy nya. Kenzo melihat daddy nya seperti tersiksa karena dipeluk oleh Aldi.
" Lepasin daddy " kata Kenzo sambil menarik tangan Aldi
Kenzo kesusahan melepaskan tangan Aldi dari daddy nya. Kenzo memukul-mukul tangan Aldi. Tapi usahanya sia-sia, karena tangan Aldi sudah seperti tentakel gurita nempel banget.
" Papa lepasin daddy nya Ken" kata Gian pada Aldi
Aldi melepaskan Vandy sebentar, saat Aldi mau memeluk Vandy lagi Kenzo dengan cepat memeluk daddy nya.
" Ken minggir" kata Aldi
" No ini daddy abang, jadi yang boleh meluk daddy cuma abang dan mommy"
Akhirnya selamat juga.
" Sin, mending lo bawa suami lo kerumah sakit" kata Vandy
" Gue nggak sakit" kata Aldi
" Tapi menurut gue lo itu lagi sakit Al" kata Vandy
" Ck.. emang lo pikir gue gila" kata Aldi
" Bukan, lo sakit kelainan Al" kata Vandy
" Sialan lo" umpat Aldi
" Sekarang om pulang" usir Kenzo
" Nggak, om mau tidur sama daddy Ken" kata Aldi
" Nggak boleh, om punya aunty. Jadi tidur sama aunty"
" Tapi om mau nya sama daddy Ken, boleh ya" bujuk Aldi
Kenzo melirik daddy nya, Vandy menggelengkan kepala nya kepada Kenzo, sebagai isyarat kalau dia tidak mau tidur dengan Aldi.
Sialan si Aldi. Dia kesambet demit dimana sih. Pasti demit nya cewek ni, makanya dia pengen nempel terus sama gue.
" Sin bukan maksud gue ngusir kalian ni ya dari rumah gue, lebih baik lo mandi Aldi dulu gih. Mandiin pake kembang 7 rupa" kata Vandy
__ADS_1
" Kenapa harus pake kembang Mas?" tanya Anggun
" Biar demit yang nempel di tubuh Aldi pergi sayang" jawab Vandy
" Emang lo pikir gue kesambet apa" kata Aldi
" Kurang lebih begitu Al" kata Vandy sambil cengengesan
" Sialan lo, teman nggak ada akhlak lo" umpat Aldi
" Yang nggak ada akhlak itu lo, masa lo meluk-meluk gue, atau jangan-jangan lo udah nggak normal" kata Vandy
" Gue masih normal kali Van" kata Aldi
" Tapi kok gue ragu ya" kata Vandy
" Nggak usah ragu, junior gue nggak bereaksi saat dekat lo" kesal Aldi
" Terus bereaksi nya sama siapa?" tanya Vandy
" Sama istri gue lah" jawab Aldi
" Terus kenapa lo mau nempel sama gue terus?" tanya Vandy
" Ya pengen aja Van" jawab Aldi santai
" Ya udah Nggun, kami pamit pulang dulu" kata Sinta
" Iya Sin, jangan lupa yang gue bilang tadi" kata Anggun
" Ok, ntar gue coba" kata Sinta
" Coba apa Honey?" tanya Aldi
" Sama suami sendiri nggak boleh main rahasia" kata Aldi
" Tapi sama suami tetangga boleh" kata Vandy
" Wah parah lo Van, ngajarin istri gue yang nggak bener lo" kata Aldi
Setelah berpamitan, Sinta dan keluarga kecilnya pulang. Vandy pun bisa bernapas lega, karena terbebas dari Aldi.
" Sayang, kita kedalam yuk" ajak Vandy
" Yuk"
Mereka bertiga pun masuk kedalam rumah, karena hari sudah siang juga, udah waktunya Kenzo istirahat. Mereka langsung menuju kamar mereka.
Anggun menidurkan Kenzo terlebih dahulu. Setelah Kenzo tidur barulah Anggun masuk kedalam kamarnya. Sampai dikamarnya, Anggun melihat suaminya sudah tidur.
Anggun ikut berbaring disamping suaminya. Tapi Anggun tidak bisa tidur. Anggun mengambil HP nya dan mencari nama Vanya disana, setelah ketemu Anggun langsung menghubungi adik iparnya itu.
"Assalamualaikum Kak" terdengar suara dari seberang telpon
" Wa'alaikum salam, lagi apa Dek"
" Lagi nyantai aja nih Kak"
" Gimana semalam, berhasil nggak?"
" Berhasil Kak, tapi pinggang aku terasa mau patah"
" Hahaha, Kak Marko nggak kasih kendor ya Dek"
__ADS_1
" Iya Kak, aku nggak mau ngikutin saran mama lagi"
" Maksud mama baik Dek, biar kamu cepat ngisi nya"
" Iya Kak, tapi badan aku terasa mau remuk"
" Remuk nya bikin nagih kan Dek"
" Iya Kak, sampe lingerie nya dirobek sama dia"
" Nggak sabaran banget suami kamu Dek"
" Mungkin udah nggak tahan melihat tubuh molek istrinya Kak"
" Benar juga itu, jadi kita sebagai istri harus pinter-pinter merawat dan memanjakan suami, kalau tidak dia bisa mencari kehangatan diluar"
" Iya betul itu Kak, zaman sekarang kan banyak pelakor. Seandainya Kak Vandy selingkuh gimana Kak"
" Coba saja kalau berani, Kakak potong pusaka nya"
" Wah sadis banget kakak ipar"
" Kita sebagai istri harus sadis, jadi pelakor nggak bisa berkeliaran dekat suami kita Dek"
" Setuju kakak ku. O iya keponakan aku yang tampan kemana Kak? "
" Tidur Dek, ini kan jam tidur siangnya Kenzo"
" Iya juga sih, terus suami kakak?"
" Sama, tidur juga dia"
" Kakak kenapa nggak ikut tidur juga"
" Nggak bisa tidur kakak Dek"
" Sama Kak, aku juga nggak bisa tidur"
" Udah dulu ya Dek, kakak mau cari cemilan dulu"
" Iya Kak"
" Assalamualaikum"
" Wa'alaikum salam"
Sambungan telepon pun berakhir.
Anggun meletakkan kembali HP nya diatas nakas. Setelah itu Anggun pergi kedapur untuk mengambil buah.
Anggun mengambil buah jeruk, apel, sama buah persik yang dibeli kemarin. Anggun pergi keruang keluarga dengan membawa buah yang dia ambil tadi.
Anggun menyalakan TV, kemuadian Anggun mencari drakor kesukaannya. Anggun nonton sambil menikmati buah yang dia bawa tadi.
To be continue...
Ini yang minta visual Aska kemarin ya...
Jangan lupa, like, komen dan vote nya..
Happy Reading Guys.. 😉😉
__ADS_1