
Malam hari.
Vandy menemani putri kecilnya bermain. Sedangkan istri dan sang putra sudah sampai kedunia mimpi. Baby Kiran masih betah membuka matanya.
" Princes daddy belum mau bobok ya?, besok daddy mau kerja, dan lagi mata daddy sudah 5 watt nih?"
Kiran hanya mengedipkan matanya mendengar omelan daddy nya itu. Kiran masih memandangi wajah tampan daddy nya itu. Vandy sangat gemas melihat putri kecilnya itu.
" Coba lihat mommy sama abang, mereka berdua sudah sampai didunia mimpi. Jadi princes daddy bobok ya, biar kita juga cepat nyusul mommy dan abang kedunia mimpi"
Rasa kantuk semakin mendera, Vandy melirik putri kecilnya, ternyata baby Kiran juga sudah mulai mengantuk. Vandy pun menina bobokkan Kiran, supaya Kiran cepat tertidur.
Setelah beberapa menit, barulah Kiran tertidur. Vandy menidurkan Kiran di box bayinya. Selesai menidurkan Kiran, Vandy mematikan lampu yang ada di kamarnya, kemudian mengganti nya dengan lampu tidur yang ada di atas nakas.
Vandy membaringkan tubuhnya disamping sang istri. Vandy memeluk tubuh sang istri, tak butuh waktu lama Vandy pun sudah masuk kedunia mimpi.
Pagi hari.
Suara kokok ayam sudah terdengar, dan membangunkan sang empunya kamar. Anggun pun mulai membuka matanya. Dia melirik dua orang lelaki tampan yang sama-sama memeluk dirinya.
Anggun melepaskan pelukan suami dan putranya itu. Tapi tidak semudah yang dipikirkan Anggun. Kedua tangan itu menempel seperti tetangkel gurita.
Beberapa menit kemudian barulah Anggun bisa terlepas dari tentangkel gurita yang menempel tadi. Anggun berjalan menuju kamar mandi, untuk membersihkan dirinya.
Selesai mandi, Anggun masuk kedalam walk in closet. Setelah memakai pakaiannya, Anggun menghampiri box bayinya. Anggun melihat putrnya masih tertidur lelap.
Anggun membangunkan suami dan putranya itu. Anggun mencium kening kedua lelaki hebat didepannya itu.
" Mas bangun, ntar telat kekantor loh?"
" Ntar lagi deh sayang, Mas masih ngantuk "
" Sekarang Mas, masa kamu kalah sama ayam sih"
Vandy mengucek matanya, dengan perlahan dia membuka matanya. Vandy melihat sang istri duduk disampingnya. Vandy bangun dari tidurnya.
Cup
satu kecupan mendarat dibibir Anggun.
"Morning kiss mommy" kata Vandy dengan suara khas bangun tidur.
Vandy berjalan menuju kamar mandi. Setelah suaminya menghilang kedalam kamar mandi, Anggun membangunkan Kenzo.
" Abang bangun sayang" kata Anggun sambil mencium kening putranya itu.
Kenzo membuka matanya, dia melihat mommy nya sedang tersenyum kepadanya. Kenzo memeluk mommy nya. " Morning mommy " kata Kenzo.
" Morning sayang"
Kenzo melepaskan pelukannya dari mommy nya, kemudian dia bangun dari tidurnya. Kenzo keluar dari kamar mommy nya dan pergi kekamarnya.
Kenzo mengambil handuk dan segera pergi kekamar mandi untuk membersihkan dirinya. Sampai dikamar mandi Kenzo memulai acara mandinya.
Anggun membuatkan susu coklat hangat untuk Kenzo, dan membuatkan teh untuk suaminya. Anggun meletakkan susu dan juga tehnya diatas meja.
Kenzo dan Vandy turun kebawah untuk sarapan bersama. Sampai diruang makan, mereka langsung duduk dikursi masing-masing.
Kenzo meminum susu coklat hangatnya, begitu juga dengan Vandy, dia meminum teh yang dibuat istrinya. Anggun mengambilkan nasi dan juga lauk untuk suami dan putranya.
__ADS_1
Mereka bertiga pun mulai menyantap sarapan mereka. Tidak ada yang berbicara saat makan, mereka menikmati sarapan dengan hikmat.
Sehabis sarapan Anggun mengantarkan suami dan anaknya kedepan. Sampai didepan Kenzo berpamitan sama mommy nya, dengan mencium punggung tangan mommy nya.
Selanjutnya giliran Anggun. Dia mencium punggung tangan suaminya, kemudian Vandy mengecup kening sang istri.
" Daddy berangkat dulu. Mommy baik-baik dirumah sama dedek ya" kata Vandy.
" Iya Mas"
" Assalamualaikum " ucap Vandy dan Kenzo.
" Wa'alaikum salam, hati-hati dijalan"
Vandy melajukan mobilnya menuju sekolah Kenzo. Tempat sekolah Kenzo masih sama, yang membedakannya hanya gedung saja, karena sekarang Kenzo sudah duduk dibangku Sekolah Dasar.
" Nanti abang ada pemotretan?" tanya Vandy.
" Iya daddy" jawab Kenzo.
" Pulangnya jam berapa?" tanya Vandy lagi.
" Mungkin agak telat dari hari biasa, soalnya ada yang mau dibahas sama Om Rangga" kata Kenzo.
Tak terasa mereka pun sudah sampai. Kenzo turun dari mobil setelah berpamitan sama daddy nya. Vandy melajukan mobilnya meninggalkan sekolah Kenzo.
Vandy sampai diperusahaannya, dia memarkirkan mobilnya ditempat biasa. Vandy berjalan dengan penuh wibawa. Sampai di lobi para karyawan membungkuk badan, memberi hormat pada CEO mereka.
Vandy masuk kedalam lift khusus CEO. Lift pun naik menuju lantai 30.
Ting.
Vandy berjalan menuju ruangannya. Vandy duduk di kursi kebesarannya. Sebelum memulai pekerjaannya Vandy menghubungi Aldi.
" Hallo Van"
" Lo udah dimana?"
" Di hotel "
" Ngapain lo dihotel pagi-pagi gini. Jangan bilang lo habis.. "
" Kagak, pagi-pagi pikiran lo udah jelek aja sama gue"
" Terus ngapain lo kesana kalau bukan mau check in"
" Check in gundul mu!"
" Heh!, sembarangan lo kalau ngomong. Gue masih punya rambut ya. Terus ngapain lo kesana?"
" Lo pikun atau gimana?, gue ke hotel mau jemput tuan Mike"
" Oh bilang dong?!"
" Gimana mau bilang lo nyerocos dari tadi, kek petasan bulan puasa tau nggak lo"
" Apa!, berani lo bilang gitu lagi. Gue potong gaji lo"
" Ya elah gitu banget lo ah"
__ADS_1
" Buruan kekantor, gue mau kerja dulu"
" Siap Bos"
Panggilan pun berakhir.
Vandy menyimpan ponselnya kembali, dan mulai mengerjakan pekerjaannya yang menumpuk.
Aldi, Mike dan asistennya sudah berada dijalan menuju perusahaan Dwipangga Group. Tak berapa lama mereka pun sampai di depan perusahaan Vandy.
Mike takjub melihat gedung pencakar langit yang ada dihadapannya sekarang. Mereka bertiga masuk kedalam perusahaan. Para karyawan memberi hormat pada Aldi.
Ya mereka juga menghormati kaki tangan CEO mereka. Tidak hormat pada Aldi sama juga dengan tidak menghormati Vandy. Begitulah pentingnya kedudukan Aldi diperusahaan itu.
Sebelum membawa Mike keruangan Vandy. Aldi membawa Mike keliling kantor. Melihat seperti apa kinerja orang-orang yang ada diperusahaan itu.
Mike sangat senang melihat para karyawan yang ada diperusahaan Vandy. Sekarang mereka berada diruang direktur desain, atau lebih tepatnya diruangan Gio.
Aldi pun mengenalkan Mike pada Gio.
" Pak Gio perkenalan ini tuan Mike, dan tuan Mike ini Gio direktur desain diperusahaan kami" kata Aldi.
" Gio"
" Mike"
Setelah memperkenalkan diri, Aldi dan Mike melanjutkan kembali berkeliling perusahaan. Setelah melihat semua divisi, Aldi membawa Mike keruangan Vandy.
Tok
Tok
Tok
" Masuk"
Aldi masuk kedalam ruangan Vandy, diikuti sama Mike dan juga asistennya.
" Selamat datang diperusahaan Dwipangga" ucap Vandy.
" Terima kasih tuan Vandy"
Mereka duduk dikursi yang ada diruangan Vandy.
" Apakah anda sudah berkeliling perusahaan tuan?" tanya Vandy pada Mike.
" Sudah tuan, kami baru saja selesai berkeliling" jawab Mike.
" Bagaimana menurut anda tuan?" tanya Vandy lagi.
" Perusahaan anda sangat besar tuan. Bahkan lebih besar dari perusahaan saya " puji Mike.
" Anda terlalu memuji tuan " kata Vandy.
Sekretaris Vandy datang membawa kopi untuk CEO dan tamunya. Setelah meletakkan kopinya, sekretaris Vandy pun pamit undur diri.
Mike melihat ruangan Vandy, ruangannya sangat luas. Mata Mike tiba-tiba terpaku melihat foto besar yang ada di diding dibelakang kursi kebesaran Vandy.
To be continue..
__ADS_1
Happy Reading.. 😚😚