Pelabuhan Cinta CEO Arrogant

Pelabuhan Cinta CEO Arrogant
Season 2


__ADS_3

Vanya dan Marko baru selesai makan siang. Mereka berdua tidak langsung pergi, karena tidak baik selesai makan langsung dibawa jalan.


" Kak"


" Hhmmm"


" Sekarang ceritakan bagaimana bisa kamu tau Kenzo jadi model"


" Emang kamu masih penasaran sayang"


" Iya, makanya buruan cerita "


" Pasang telinga baik-baik ya" kata Marko.


" Ini juga sudah terpasang dari tadi"


" Ngomong nya nggak usah ngegas gitu juga dong"


" Mau cerita nggak nih" kata Vanya yang sudah mulai kesal.


" Mau sayang, ambekkan banget sih istri aku"


Marko pun mulai menceritakan waktu dia bertemu Kenzo direstoran waktu itu. Marko menceritakan semuanya, tanpa ada yang terlewatkan.


" Wah keponakan aku memang paling top" kata Vanya setelah mendengarkan cerita suaminya tadi.


" Tapi aku belum pernah melihat foto dia sayang" kata Marko.


" Kenapa belum?" tanya Vanya.


" Gimana mau lihat, baru buka majalah aja udah dibilang melihat foto cewek-cewek seksi"


Vanya teringat akan satu hal. " Jadi waktu itu kakak mau melihat foto Kenzo"


" Iya, aku kan juga sudah bilang, kamu nya aja yang nggak percaya" kesal Marko.


" Uluh.. uluh, suami aku bisa kesal juga ternyata, Gemes banget deh" kata Vanya sambil mencubit kedua pipi suaminya.


" Pulang yuk" ajak Marko.


" Yuk"


Marko pun membayar pesanan mereka tadi. Mereka berdua berjalan menuju parkiran. Marko mebukakan pintu untuk sang istri. Setelah itu barulah dia masuk kedalam mobil. Marko pun melajukan perjalanannya menuju kediaman mertuanya.


🍁🍁🍁


Perusahaan lion entertainment.


Fotografer dibuat menyerah oleh Vandy dan Aldi. Bagaimana tidak, dari tadi sang fotografer sudah memberikan contoh berpose didepan kamera, tapi mereka berdua malah asik berantem.


" Stop!" teriak Anggun.

__ADS_1


Vandy dan Aldi langsung berhenti. Nyali mereka seketika menciut melihat tatapan sang ratu singa. Suasana studio pun berubah menjadi horor gegara ratu singa.


" Kalian berdua itu bisa nggak satu hari aja nggak bikin onar?!" kata Anggun.


" Aldi yang mulai duluan sayang" kata Vandy.


" Enak aja loe nyalahin gue. Loe tu yang mulai duluan" kata Aldi tak mau kalah.


" Kalian berdua itu sama aja. Kalau kalian berdua masih berantem maka akan aku kirim kalian ke kutub utara" kata Anggun.


Sinta dan yang lain pun susah payah menahan tawa mereka melihat tingkah Vandy dan Aldi yang tak berdaya dihadapan ratu singa.


" Sekarang cepat lakukan pemotretannya" kata Anggun pada sang fotografer.


Setelah singa betina bertindak, akhirnya sesi pemotretan pun dilanjutkan kembali. Vandy, Aldi dan Gio pun mengambil posisi mereka masing-masing.


Cekrek..cekrek.. cekrek


Terdengar bunyi jepretan kamera sang fotografer. Beberapa foto tiga sekawan itu pun berhasil diabadikan.


" Sekarang tuan Vandy sendiri, tapi pakai kemeja saja. Terus nanti kita kasih sentuhan air " kata sang fotografer.


Vandy pun mengikuti saran sang fotografer. Vandy memakai kemeja warna putih, setelah itu mereka membuat hujan buatan, sehingga kemeja Vandy basah.


Anggun terpesona melihat suaminya, apalagi kemeja yang dipakai suaminya agak tipis, jadi menampakkan roti sobek milik suaminya. Anggun tidak rela jika cewek lain melihat tubuh suaminya.


" Yang lain boleh keluar dulu" kata Anggun.


Sekarang yang tersisa didalam studio cuma Anggun dan sang fotografer. Pemotretan pun dilanjutkan.


Cekrek..cekrek.. cekrek..


Terdengar kembali bunyi jepretan sang fotografer. Setelah mengambil beberapa foto, akhirnya sesi pemotretan pun selesai.


" Akhirnya selesai juga" kata Vandy.


Vandy pun mengganti bajunya yang basah tadi. Kalau tidak cepat diganti, bisa-bisa nanti dia masuk angin.


Setelah Vandy pergi keruang ganti, Anggun menghampiri sang fotografer.


" Saya tidak ingin foto yang tadi disebarkan" kata Anggun.


" Kenapa nona?" tanya sang fotografer.


" Saya tidak ingin orang lain melihat tubuh suami saya" jawab Anggun.


" Terus kenapa nona tidak menghentikan saya tadi"


" Karena saya ingin foto itu untuk saya cetak sendiri" kata Anggun.


" Untuk koleksi ya nona" goda sang fotografer.

__ADS_1


" Bu-bukan"


Sang fotografer tersenyum melihat Anggun yang gugup. " Nanti akan saya berikan fotonya sama nona"


Vandy pun selesai mengganti baju, mereka pun keluar dari studio. Mereka bergabung kembali sama yang lain.


Mereka semua melihat hasil jepretan sang fotografer. Mereka semua fokus melihat layar besar yang ada didepan mereka.


" Waww daddy terlihat keren disana" puji Kenzo.


" Makasih sayang" kata Vandy.


" Ternyata suamiku berbakat jadi model" kata Sinta.


" Tentu saja honey " kata Aldi.


" Pasti kalian akan jadi idola baru nanti" kata Anggun.


" Apa kamu tidak suka sayang?" tanya Vandy.


" Aku nggak suka aja melihat wanita lain menatap kamu dengan tatapan ingi memangsa" kata Anggun.


" Tenang saja sayang, aku hanya mau dimangsa sama kamu" goda Vandy.


Seketika wajah Anggun pun memerah mendengar ucapan suaminya itu. Vandy tersenyum melihat istrinya yang malu-malu seperti itu.


Ingin sekali aku memakan kamu sekarang sayang.


Sang fotografer memberikan foto Vandy yang diminta Anggun tadi. Setelah itu Anggun meminta sang fotografer untuk menghapus foto Vandy yang pakai kemeja basah tadi.


Karena waktu jam makan siang sudah hampir lewat, dan semua urusan mereka pun sudah selesai, Vandy dan yang lain pun pamit undur diri.


" Apa kalian tidak makan siang disini saja" tawar Rangga.


" Makasih atas tawarannya Pak Rangga, tapi maaf untuk kali ini kami tidak bisa menerima tawaran anda. Mungkin lain waktu kami akan terima tawaran anda" kata Vandy


" Baiklah tuan" kata Rangga.


" Kalau gitu kami pamit dulu" kata Vandy.


" Iya tuan"


Rangga mengantarkan tamu terhormatnya sampai kelobi. Rangga sangat senang bisa mengenal ketiga lelaki hebat seperti tiga sekawan itu.


To be continue...


Hasil jepretan yang diminta Anggun tadi..



__ADS_1


Happy Reading Guys.. 😉😉😉


__ADS_2