
Hari demi hari berlalu, tak terasa kandungan Anggun sudah 9 bulan. Waktu pemeriksaan kemarin dokter bilang HPL Anggun 1 minggu lagi.
Vandy bertambah was-was menjelang istrinya lahiran. Vandy tidak ingin kejadian 6 tahun lalu terulang lagi. Dimana dia kehilangan momen saat istrinya berjuang untuk melahirkan buah cinta mereka.
Vandy tidak ingin meninggalkan sang istri sedetik pun. Tapi tidak dengan Anggun, dia sangat resah, karena suaminya dari tadi selalu saja mengikutinya.
Seperti sekarang ini, suaminya itu mengikutinya sampai ke dalam toilet.
" Mas"
" Hhmm"
" Aku mau pup "
" Ia pup aja sayang"
" Aku nggak bisa pup kalau kamu masih disini" kata Anggun sambil menatap tajam sang suami.
" Ah baiklah, Mas akan tunggu diluar"
" Nggak perlu "
" Pokoknya Mas tunggu diluar"
" Terserah "
Anggun pun menutup pintu dan menguncinya.
" Sayang jangan dikunci pintunya, nanti kalau kamu kenapa-napa Mas susah masuk"
Anggun tidak mendengarkan ucapan suaminya. Anggun benar-benar kesal sama suaminya itu.
" Kenapa sih dia itu selalu ngekorin aku. Oke kalau dia ngikutin aku karena khawatir sama aku, tapi nggak harus ngikutin aku sampai ke toilet " gerutu Anggun.
" Sayang, apa kamu udah selesai. Kok lama banget"
Coba lihat itu, aku aja baru mau mulai, tapi dia udah manggil lagi. Apa nggak bisa aku tenang sedikit. Apa ini efek waktu dia koma dulu.
Setelah 5 menit Anggun pun keluar dari kamar mandi. Benar saja suaminya itu masih setia menunggunya didepan pintu.
" Sayang kenapa lama sekali?, apa ada yang sakit?"
" Sssttt " kata Anggun sambil menempelkan jari telunjuknya dibibir suaminya.
Seketika Vandy pun berhenti berbicara. Dia tidak ingin membuat istrinya marah. Anggun berjalan melewati suaminya itu, Vandy dengan setia mengekor dibelakang.
Anggun mendudukkan tubuhnya disofa yang ada dikamarnya. Vandy pun ikut duduk disamping sang istri. Anggun mengelus perutnya yang sudah membesar itu.
" Tidak lama lagi kami akan bertemu dengan kamu sayang" kata Anggun pada calon bayinya.
Anggun senang mengajak calon baby nya itu bicara, begitu juga dengan Vandy. Ada kebahagiaan tersendiri ketika sang baby menendang.
" Abang masih lama ya pulangnya?" tanya Anggun.
" Sebentar lagi, soalnya Rangga bilang pemotretannya cuma 1 lokasi " kata Vandy.
" Kalau abang tidak mau jadi pebisnis gimana?" tanya Anggun lagi.
" Tidak masalah, Mas akan selalu mendukung apapun impian dan cita-citanya. Karena kebahagiaan abang jauh lebih dari segalanya"
" Kamu benar Mas, aku juga nggak tau kenapa dia mempunyai cita-cita jadi model" kata Anggun.
" Mungkin karena dia melihat Mas sibuk dengan kerjaan dan jarang ada waktu untuk mengajak kalian liburan. Makanya dia memilih jadi model, karena tidak terlalu menyita waktu" tutur Vandy.
" Mas tetap suami dan juga daddy terbaik untuk aku dan Kenzo "
" Makasih sayang "
" Apa Mas sudah jadi bikin rekening atas nama Kenzo?" tanya Anggun.
" Sudah sayang, uang gaji yang dia dapat sudah Mas masukin juga kesana"
__ADS_1
" Nggak nyangka sikecil kita udah punya tabungan sendiri. Yang hebatnya hasil jerih payah sendiri lagi" kata Anggun.
" Ia, Mas sangat bangga padanya "
Saat Anggun dan Vandy masih asik membicarakan putranya. Orang yang disebut dari tadi pun datang.
" Mommy" panggil Kenzo sambil berjalan menghampiri mommynya.
" Abang sudah pulang "
" Hhhmm"
" Pasti capek ya"
" Nggak juga "
" Ehem!. ' Apa kalian berdua melupakan daddy" kata Vandy.
" Eh!, ada daddy ternyata. Sejak kapan daddy ada disini?"
" Ck.. sudah dari tadi, emang kamu sengaja kan?"
" Maaf Abang baru liat " kata Kenzo.
" Sudah lupakan. Daddy punya sesuatu ni untuk abang" kata Vandy.
" Benarkah, apa?"
" Ni kartu debit abang" kata Vandy sambil menyerahkan kartu berwarna gold pada Kenzo.
" Ini untuk apa daddy?" tanya Kenzo.
" Kartu yang bisa abang gunakan untuk berbelanja. Uang hasil pemotretan abang sudah daddy masukkan kedalam kartu debit ini" kata Vandy.
" Hhhmmm, tapi abang belum perlu kartu itu, jadi daddy simpan aja dulu. Abang pamit mau mandi dulu" kata Kenzo.
" Hhmm"
Selesai mandi Kenzo memakai pakaiannya, setelah itu dia merebahkan tubuhnya diatas kasur empuknya. Kenzo memejamkan matanya, tak berapa lama Kenzo pun terlelap.
Malam hari.
Selesai makan malam Anggun merasakan sakit dipinggangnya. Tapi setelah beberapa menit sakit itu hilang lagi.
Apa dedek udah mau keluar ya, tapi dokter bilangkan satu minggu lagi. Mungkin ini hanya kontraksi palsu.
Vandy yang melihat istrinya berkeringat seperti menahan sakit pun bertanya.
" Sayang, kamu sakit?" tanya Vandy.
" Aku nggak apa-apa kok Mas" jawab Anggun sambil tersenyum pada suaminya.
" Tapi kenapa kamu berkeringat?, apa dedeknya udah mau keluar?" tanya Vandy lagi.
" Belum, cuma tadi dedek nendangnya agak kuat" jawab Anggun.
Vandy mengelus perut istrinya. " Sayang, jangan terlalu kuat nendang mommy, nanti mommy nya kesakitan" kata Vandy.
Vandy mengantarkan istrinya kekamar untuk beristirahat. Setelah istrinya terlelap Vandy menghubungi mama dan mama mertuanya. Vandy meminta mereka untuk segera datang.
" Apa mommy baik-baik saja daddy?" tanya Kenzo.
" Abang jangan khawatir ya, mommy baik-baik saja. Sekarang abang ridur ya, kan besok sekolah" kata Vandy sambil tersenyum pada putranya itu.
" Abang tidur dulu daddy"
" Iya sayang "
Setelah berpamitan dengan daddy nya, Kenzo pun pergi kekamarnya. Sedangkan Vandy duduk disofa sambil menunggu mama dan mama mertuanya datang.
Kiara dan suaminya sampai dirumah anaknya, begitu juga dengan Diana dan suaminya. Mereka berempat pun masuk kedalam rumah.
__ADS_1
Vandy mencium punggung tangan kedua orangtua dan mertuanya secara bergantian.
" Sekarang menantu kami dimana Nak? " tanya diana.
" Anggun lagi istirahat Ma" jawab Vandy.
" Apa udah ada tanda-tanda mau melahirkan?" tanya Kiara mama mertua Vandy.
" Untuk sekarang sih belum Ma" jawab Vandy.
" Kamu harus selalu siaga disamping istri kamu" nasihat Dwipangga.
" Pasti Pa, aku akan selalu disamping istri aku" kata Vandy.
" Bagus, itu baru suami yang hebat" puji Dwipangga.
" Mending kalian istirahat dulu, aku juga mau nemenin Anggun dulu" kata Vandy.
Mereka semua pun pergi kekamar masing-masing untuk beristirahat. Vandy masuk kekamarnya, dan berbaring disamping istrinya.
Ya Anggun tidur dengan membelakangi suaminya, karena untuk sekarang ini dia kesulitan untuk mencari posisi yang enak untuk tidur.
Vandy memeluk tubuh istrinya, walaupun sudah agak susah memeluk sang istri karena terhalang perut besarnya. Vandy memejamkan matanya, tak berapa lama Vandy pun sudah sampai kedunia mimpi.
Pukul tiga dini hari. Anggun terbangun dari tidurnya, karena rasa sakit dipinggangnya. Anggun tidak tega membangunkan suaminya itu. Anggun menahan rasanya, dengan meremas selimutnya.
Vandy terbangun karena mendengar suara rintihan. Vandy kaget melihat istrinya berkeringat seperti menahan sakit.
" Sayang, kita kerumah sakit ya" kata Vandy khawatir.
Vandy langsung mengendong istrinya ala bridal style. Dia tidak memikirkan penampilannya sekarang yang hanya memakai celana pendek.
Vandy juga tidak kepikiran memencet tombol yang ada disamping kiri ranjangnya. Kepintaran Vandy hilang saat itu juga.
" Ma.. mama!" teriak Vandy memanggil mamanya.
Semua orangpun terbangun karena mendengarkan teriakan Vandy. Mereka kaget melihat Vandy menggendong Anggun.
" Istri kamu kenapa?" tanya mereka semua serentak.
" Anggun mau melahirkan Ma" jawab Vandy.
" Tunggu apa lagi, cepat bawa istri kamu kerumah sakit" kata Diana.
Vandy bergegas membawa istrinya kedalam mobil.
" Biar papa aja yang nyetir, kamu temenin istri kamu" kata Wiguna.
" Baik Pa"
Diana dan Dwipangga tinggal, karena mereka akan menemani Kenzo dirumah. Besok pagi baru mereka menyusul kerumah sakit.
Didalam mobil Anggun menangis menahan rasa sakit dipinggangnya.
" M-mas sa-sakit" isak Anggun.
" Sabar sayang, bentar lagi kita sampai" kata Vandy berusaha menenangkan istrinya.
Vandy memijat punggung istrinya, dan itu berhasil mengurangi rasa sakit sang istri. Entah mengapa laju mobil terasa sangat lambat.
" Pa, bisa lebih cepat lagi nggak bawa mobilnya. Istri aku kesakitan Pa" kata Vandy.
" Ini juga sudah cepat!, kamu pikir papa nggak khawatir juga" kata Wiguna.
" Sudah-sudah kalian berdua jangat ribut.Kasihan Anggun tambah sakit karena mendengarkan perdebatan kalian" kata Kiara.
Vandy dan Wiguna pun diam. Vandy kembali fokus pada sang istri, sedangkan Wiguna kembali fokus menyetir.
To be continue..
Jangan lupa vote nya ya...
__ADS_1
Happy Reading Guys.. 😉😉