
Setelah begitu lama mencari akhirnya jalanya ketemu juga, tapi jalanya sedikit robek karena tersangkut diterumbu karang. Vandy memberikan kembali kepada sang Bapak.
" Maaf Pak jalanya sedikit rusak" kata Vandy
" Nggak apa-apa Nak, nanti Bapak perbaiki"
Vandy merasa tidak enak pada Bapak itu, Vandy memberikan beberapa uang kepada Bapak itu, tapi Bapak itu menolak uang yang diberikan Vandy.
" Terima aja Pak uangnya, jadi nanti Bapak bisa beli jala yang baru" kata Anggun
" Terima kasih nak, tapi jalanya masih bisa diperbaiki kok"
Sekian lama Vandy dan Anggun membujuk akhirnya Bapak itu mau menerima uangnya. Tapi dengan syarat mereka harus membawa pulang ikan yang ditangkap Bapak tadi.
Anggun dan Vandy pun menyanggupi syarat yang diberikan Bapak itu. Anggun mengabil sedikit ikan yang ditangkap Bapak itu.
" Makasih ya Pak" ucap Anggun
" Sama-sama Nak"
Mereka pun berpamitan pada Bapak nelayan itu. Kenzo sangat senang mendapatkan ikan yang langsung ditangkap dari laut. Ya walaupun bukan daddy nya langsung yang menangkap, tapi Kenzo senang.
" Mommy, abang mau bakar ikan ini nanti" kata Kenzo
" Tentu nanti kita bakar ikannya bersama-sama" kata Anggun.
" Sayang, bagaimana kalau buat kolam ikan dirumah kita nanti" usul Vandy
" Bukannya kolam ikan udah ada ya Mas" kata Anggun.
" Iya, tapi jenis ikannya beda sayang. Ini kolam ikan khusus untuk dikonsumsi" kata Vandy.
" Boleh juga"
" Ok, nanti aku sama kang Tito yang bikin" kata Vandy antusias.
Mereka bertiga pun sampai di vila. Aldi dan yang lain sudah menunggu mereka bertiga. Aldi dan yang lain kaget karena Vandy datang dalam keadaan basah kuyup.
" Lo kenapa Van basah kuyup begitu?" tanya Aldi.
" Habis nyelam gue" jawab Vandy.
" Wah, abang Ken beli ikan dimana?" tanya Aldi
" Bukan beli, tapi tangkap dilaut" jawab Kenzo.
" Mas ganti baju dulu ya sayang" kata Vandy pada istrinya.
" Iya Mas"
" Siapa yang tangkap ikannya Bang?" tanya Gio.
" Kakek nelayan" kata Kenzo.
Vandy pergi kekamarnya untuk membersihkan diri, karena dia cukup lama berendam dengan air laut. Sampai dikamarnya Vandy langsung menuju kamar mandi.
Anggun membersihkan ikan yang dibawa tadi, sedangkan Anggun dan Sinta menyiapkan bumbum untuk ikan bakarnya. Aldi dan Gio sedang menyiapkan tempat panggangannya.
Setelah semuanya selesai, ketiga wanita cantik itu membawa kedepan. Ya mereka akan membakar ikannya didepan vila, yang langsung mengarah kelaut.
Suasana divila itu sangat sejuk, jadi sangat bagus untuk acara bakar-bakar ikan. Setelah semuanya siap, Anggun dan kedua sahabatnya mulai membakar ikannya.
Aroma wangi dari ikan bakarnya sudah tercium memenuhi rongga hidung mereka. Perut mereka juga sudah pada konser minta diisi.
__ADS_1
" Mommy masih lama ya?" tanya Kenzo
" Sebentar lagi sayang, abang sudah lapar ya" kata Anggun.
" Iya mommy" kata Kenzo
" Tian juga udah lapar" kata Tristan
" Ian juga udah lapar mama" kata Gian
" Sabar ya, sekarang abang, Gian, dan Tristan cuci tangan dulu, setelah itu duduk yang manis di atas tikar yang ada disana" kata Anggun.
Ketiga anak tampan itu bergegas mencuci tangan mereka. Mereka mencuci tangannya pakai sabun, setelah selesai mereka bertiga duduk atas ditikar.
Vandy yang baru turun dari kamarnya langsung bergabung bersama para sahabatnya. Vandy duduk disamping putranya.
Ikan bakar pun sudah matang. Ketiga wanita cantik itu mulai menghidangkan ikan bakar dan juga nasi dan juga sayuran untuk pelengkapnya.
Mereka mulai menyantap makanan sambil menikmati indahnya pemandangan vila itu. Para suami dan anak mereka makan dengan lahapnya, bahkan mereka sampai nambah.
Selesai makan, para istri minta tolong pada pelayan untuk membereskan piring kotor. Saat para pelayan membereskan piring kotor, Mereka semua pindah duduk digazebo.
" Enak banget ya tinggal disini" kata Sinta
" Iya Sin, alamnya juga masih asri" kata Anggun.
" Coba bisa lebih lama lagi tinggal disini" kata Sisil.
" Iya, rasanya enggan untuk kembali " kata Sinta
" Mau gimana lagi, suami kalian hanya bisa libur 3 hari" kata Aldi.
" Apa kerjaannya nggak bisa dikerjakan disini aja" kata Anggun.
" Nggak bisa sayang, minggu depan Mas juga mau berangkat keluar negeri" kata Vandy
" Satu minggu sayang" jawab Vandy.
" Lama banget Mas" kata Anggun
" Mau gimana lagi sayang, itu udah tuntutan kerjaan" kata Vandy.
Saat sedang asik mengobrol tiba-tiba HP Vandy berbunyi. Vandy mengambil HPnya dicelana. Vandy melihat nama yang tertera dilayar HPnya disana terlihat nama Adik kesayangan. Vandy segera mengeser tombol hijau yang ada disana.
" Kak" terdengar suara tangisan diseberang telpon.
" Kamu kenapa nangis Dek?"
" Hallo Van, ini gue Marko"
" Kenapa adek gue nangis, lo apain adek gue, huh!"
" Lo tenang dulu, gue nggak ngapa-ngapain adek lo"
" Terus kenapa adek gue nangis"
" Sekarang gue, mama sama Vanya lagi dirumah sakit"
" Ru-rumah sa-sakit?"
" Iya Van, papa kecelakaan"
Deg
__ADS_1
Sontak HP yang dipegang Vandy jatuh. Anggun pun mengambil HP suaminya.
" Hallo Vanya, ini kak Anggun"
" Hallo Nggun"
" Eh kak Marko, ada masalah apa Kak disana?"
" Papa kecelakaan"
" Apa? kapan kejadiannya, terus gimana keadaan papa sekarang?"
" Kami juga belum tau Nggun, Papa masih diruang ICU"
" Gimana dengan mama?"
" Mama tadi pingsan dan udah dibawa keruang rawat"
" Kami akan berangkat sekarang Kak, tolong jagain mama sama Vanya"
" Iya Nggun"
Panggilan pun berakhir.
" Ada masalah apa Nggun?" tanya Sinta
" Papa mertua gue kecelakaan Sin. Kami harus balik" kata Anggun
" Kita semua akan balik" kata Aldi.
" Ya udah, aku membereskan pakaian dulu, titip suami sama anak gue Al" kata Anggun
" Siap Nggun"
Anggun pun bergegas kekamarnya untuk mengemaskan mereka. Diikuti sama Sinta dan Sisil.
Aldi dan Gio berusaha menghibur sahabatnya. Saat ini Vandy membutuhkan dukungan dari sahabatnya itu.
" Sabar Van, kita berdoa aja semoga bokap lo baik-baik aja" kata Aldi
" Iya Van, kita semua disini ada buat lo" kata Gio
" Iya, lo lihat Kenzo. Dia juga ikut menangis, karena melihat lo nangis" kata Aldi.
Vandy segera menghapus air matanya, dia nggak boleh lemah. Vandy memeluk putranya. Aldi dan Gio pun memeluk Vandy.
Setelah mengemaskan semua pakaiannya, Anggun bergegas turun kebawah, diikuti para sahabatnya.
" Maaf ya liburan kita harus berakhir dengan cepat" kata Anggun
" Nggak apa-apa Nggun, Sekarang mertua lo lagi butuh lo dan Vandy. Kita akan selalu ada buat lo" kata Sinta
" Thank's ya Sin,Sil "
Semua pelayan memasukkan semua koper kedalam mobil. Setelah semuanya selesai, mobil pun melaju menuju bandara. Vandy menyuruh sopir agak ngebut, karena Vandy benar-benar khawatir dengan keadaan papanya.
Sopir pun menambah laju kecepatan mobilnya. Setelah menempuh perjalanan selama 15 menit mereka pun sampai dibandara.
Mereka bergegas menuju pesawat jet. Para pelayan membawakan koper majikan mereka kepesawat jet. Mereka pun sampai ditempat pesawat jet.
Pilot yang sudah diberi tau sama Aldi, sudah menyambut kedatangan mereka. Mereka semua masuk kedalam pesawat jet. Setelah semuanya masuk. Pesawat pun mulai lepas landas meninggalkan bandara kota B.
To be continue...
__ADS_1
Jangan lupa like, komen dan votenya ya..
Happy Reading Guys... 😉😉