
Aldi benar-benar bersyukur karena sahabatnya sudah bangun dari koma nya. Saat mereka sedang mengobrol Gio dan Sisil pun datang.
" Assalamualaikum" ucap Gio dan Sisil
" Wa'alaikum salam" jawab mereka berempat
Langkah Gio terhenti melihat sosok yang selama ini mereka rindukan. Kaget sekaligus bahagia melihat sahabatnya sudah bangun dari koma.
" Kenapa lo masih disana? apa lo nggak kangen sama gue?" tanya Vandy
Tanpa menjawab ucapan Vandy, Gio langsung memeluk sahabatnya itu. " Terimakasih lo udah kembali, kita disini sangat merindukan lo" ucap Gio sambil menangis
" Gue juga sangat merindukan kalian. Terpaksa ganti baju deh, karena baju ini sudah kotor karena ingus" ledek Vandy
" Ck.. ternyata sifat lo nggak berubah walaupun udah tertidur cukup lama" kesal Gio
" Emang lo pikir gue power ranger bisa berubah" ucap Vandy
" Nggun kita bikin koma lagi aja suami lo" kesal Gio
Para istri hanya bisa menggelengkan kepala mereka, melihat perdebatan suami mereka, tapi mereka juga bahagia karena mereka bisa berkumpul lagi.
" Al, Yo, makasih karena selama gue koma kalian udah ngurusin perusahaan gue" ucap Vandy
" Sama-sama Van, itu udah tugas kita sebagai asisten, sahabat dan juga keluarga lo" ucap Aldi dan Gio
" Sebagai ungkapan rasa terimakasih gue sama lo berdua, maka gue akan naikin gaji kalian" ucap Vandy
" Beneran Van?" tanya Gio dan Aldi
" Hhhmmm"
" Makasih bos" ucap mereka berdua sambil memeluk Vandy
" Senang dan bahagia rasa nya melihat mereka bisa berkumpul lagi" ucap Sinta
" Iya, tapi cuma suami gue yang belum gendong baby" kata Sisil
" Sabar nggak lama lagi Gio juga bakal gendong bayi" kata Anggun
" Sekarang lo aja dulu Sil yang digendong Gio" tutur Aldi
" Kalau itu mah selalu" kata Sisil
" Lo, masih sering nengokin baby nggak?" tanya Vandy ke Gio
" Udah jarang Van" jawab Gio
" Kalian mah enak masih bisa, gue masih puasa" ucap Aldi
" Kasihan banget puasa" kata Vandy
" Emang lo nggak" kata Aldi
" Nggak, cuma gangguan yang banyak" kesal Vandy
" Emang siapa yang ganggu?" tanya Gio
__ADS_1
" Noh si Kenzo" jawab Vandy
" Kok bisa?" tanya Aldi
" Tadi Pagi gue udah mau siap tempur, eh tau nya dia nangis, pas udah di gendong sama istri gue baru tenang, dan yang parah nya setiap mau diboboin di box nya, dia kembali menangis, padahal punya gue udah tegang lagi" tutur Vandy
" Alhasil kerja sendiri deh" kata Aldi dan Gio sambil ketawa
" Bearti Kenzo bakal jadi saingan terberat lo" ucap Aldi
" Seperti nya begitu" kata Aldi
Saat mereka sedang asik mengobrol dan bercanda, tiba-tiba baby Gian menangis. Sinta bergegas kekamarnya untuk menenangin baby Gian.
Sinta kembali bersama baby Gian. Aldi menggendong baby nya.
" Mirip banget sama lo Al" ucap Vandy
Vandy membelai lembut pipi baby Gian. " Semoga menjadi anak yang sholeh" ucap Vandy sambil mengecup pipi Gian
" Aamiin, makasih doa nya Van" ucap Aldi
" Bearti tinggal nunggu Gio" kata Vandy
" Iya Van, gue nggak sabar mau lihat baby gue lahir" kata Gio
Seketika wajah Vandy berubah sedih. Sontak Aldi dan yang lain menoleh ke Vandy.
" Lo kenapa?" tanya Aldi
" Gue sedih Al, karena diantara kalian cuma gue yang nggak nemenin istri gue saat melahirkan" jawab Vandy
Anggun menghampiri suaminya. " Mas itu bukan kemauan kamu, jadi jangan sedih lagi, Yang penting sekarang kamu sudah bersama kami" ucap Anggun sambil memeluk suaminya
Vandy pun memeluk istrinya. " Makasih sayang"
" Dari pada kita sedih, mending kita nonton drakor aja" usul Sisil
" Setuju" ucap Sinta dan Anggun
" Mas tolong boboin Kenzo ya, aku mau nonton dulu" kata Anggun sambil menyerahkan baby Kenzo kepada suaminya.
" Kamu juga Bee, boboin Gian"
Mereka bertiga langsung pergi meninggalkan suami mereka. Vandy dan yang lain hanya bisa menggelengkan kepala.
" Jadi daddy sitter deh gue" kata Vandy
" Kayak nya pamor kita masih kalah sama drakor" ucap Aldi
" Iya, apa kita tutup saja stasiun tv nya" tutur Vandy
" Ide bagus" ucap Aldi
" Terus gue ngapain?" tanya Gio
" Lo boboin anak gajah aja" jawab Vandy
__ADS_1
" Ogah gue, yang ada gue yang tidur selama nya ntar karena keinjak Mak nya" kata Gio
Mereka bertiga berjalan menuju kamar tamu, karena mereka akan membobokan Kenzo dan Gian. Sampai dikamar Vandy dan Aldi membaringkan anak mereka diatas kasur dan diberi guling di sisi kanan dan kiri nya.
Mereka bertiga duduk disofa yang ada dikamar itu.
" Van, kapan lo mulai kerja lagi?" tanya Aldi
" Besok Al" jawab Vandy
" Kaki lo udah gimana? " tanya Gio
" Alhamdulillah udah kayak biasa sih Yo, udah nggak kaku lagi" jawab Vandy
" Tapi gue salut sama istri lo, disaat Dokter udah menyerah untuk kesembuhan lo, tapi istri lo tetap yakin kalau lo akan sadar" ucap Aldi
" Iya, bahkan Anggun nggak pernah lelah buat merawat lo" kata Gio
" Gue bersyukur pada Allah, karena sudah memberikan gue wanita yang cantik, baik, dan kuat seperti istri gue" tutur Vandy
" Lo benar Van, istri gue aja belum tentu bisa sekuat Anggun" kata Gio
" Lo mau coba nggak?" tanya Aldi pada Gio
" Coba apa?" tanya balik Gio
" Koma kayak Vandy, jadi lo bisa tau Sisil kuat apa nggak?" jawab Aldi
" Sialan lo, benar-benar teman nggak ada akhlak" kata Gio
" Gue yakin kok Yo, istri lo juga kuat" kata Vandy
" Iya kuat, kuat atas ranjang" ucap Aldi sambil tertawa
Karena ketawa Aldi gede banget, sehingga membangunkan Kenzo dan Gian yang lagi tidur. Bayi itu pun menangis karena tidur mereka terganggu. Sontak Vandy memberikan tatapan tajam pada Aldi.
Vandy dan Aldi menggendong bayi mereka.
"Cup.. cup Kenzo sayang" ucap Vandy menengkan sang bayi. Tapi bukan nya diam Kenzo malah tambah menangis
Begitu juga dengan Aldi. Dia menimang-nimang bayi nya sambil menyanyikan lagu nina bobo, bukan nya anteng baby Gian malah tambah menangis.
Gio tertawa melihat Vandy dan Aldi yang kesusahan menenangkan anak mereka. " Kalau baby kalian ikut lomba nangis, kira-kira yang menang siapa ya" kata Gio
" Diam!" teriak Vandy dan Aldi berbarengan
Sontak Gio pun menutup mulutnya dengan membuat gerakan mengunci mulut.
" Gimana ini Van, tangis mereka nggak berhenti, malah tambah kencang" ucap Aldi
" Kita bawa ketempat istri kita aja" kata Vandy
Vandy dan Aldi bergegas membawa baby mereka keluar dan memberikan kepada istri mereka. Karena mereka tidak bisa menenangkan Kenzo dan Gian.
To be continue...
Jangan lupa tinggalkan jejak sayang nya buat Author, dengan cara like, komen dan kalau bisa vote nya juga ya... terimakasih 🙏🙏🙏
__ADS_1
Happy Reading Guys.. 😉😉