Pelabuhan Cinta CEO Arrogant

Pelabuhan Cinta CEO Arrogant
Season 2


__ADS_3

Kenzo cs baru sampai di sekolah. Setelah memarkirkan motornya, ketiga cowok tampan itu berjalan menuju kelas mereka.


Sepanjang jalan banyak yang menatap heran, mereka seperti melihat ada yang kurang dengan ketiga cowok tampan itu.


" Coba liat, kenapa Kenzo cs berjalannya cuma bertiga?


" Iya ya, biasanya mereka selalu bersama pasangan mereka"


" Mungkin Kenzo cs udah bosan, jadi mereka memutuskan kekasihnya"


" Wah kalau gitu kita punya peluang dong untuk mendekati mereka"


" Iya, kita punya peluang besar nih kayaknya"


Kenzo cs hanya diam, mereka males meladeni cewek-cewek centil itu. Ketiga cowok tampan itu tidak menghiraukan ucapan mereka, yang penting hubungan mereka dengan sang kekasih baik-baik aja.


Mereka pun sampai di depan kelas. Kenzo cs masuk kedalam kelas mereka. Di dalam kelas para kekasih mereka sudah menunggu kedatangan ketiga cowok tampan itu.


" Pagi Yank" sapa Kenzo setelah duduk di bangkunya.


" Pagi juga sayang"


" Udah siap untuk mengikuti ujian?"


" Insya Allah siap. Kamu?"


" Insya Allah siap juga"


Dira melirik kekasihnya itu. " Ay" panggil Dira.


" Hhmm"


" Semalam kamu belajar nggak?"


" Belajar dong, kamu?"


" Belajar juga, tapi nggak konsen"


" Kenapa?"


" Kepikiran kamu terus"


" Kok bisa sama sih" kata Tristan.


" Emang kamu gitu juga?"


" Iya, malahan aku nekad mau hubungi kamu. Tapi dihalangi sama demit berdua itu"


" Demit?"


" Iya Kenzo sama Gian"


Kenzo dan Gian yang mendengar namanya disebut pun menoleh kearah Tristan.


" Napa lo nyebut nama kita berdua?" tanya Gian.


" Lo salah dengar kali" kata Tristan.


" Kuping gue masih normal ya, suara semut aja gue bisa denger"


" Emang suara semut itu kek gimana?" tanya Tristan.


" Nggak usah mengalihkan pembicaraan. Cepat bilang kenapa lo sebut nama kami berdua?"


" Tian bilang kamu dan Kenzo demit" Jawa Dira.


" Apa!" teriak Gian.


" Ay, kok di kasih tau sih" bisik Tristan.


" Eh Maisaroh, berani sekali lo bilang gue dan Kenzo demit" kata Gian.


" Iya, lagian mana ada demit tampan kek kita berdua" kata Kenzo.


" Kita apakan nih bocah ya, Ken?" tanya Gian.

__ADS_1


" Bikin pergedel aja " jawab Kenzo.


Tristan susah payah menelan ludahnya mendengar ucapan kedua sahabatnya. Saat Kenzo dan Gian mau menghukum Tristan, tiba-tiba bel berbunyi.


Selamat, terima kasih ya Allah.


" Jangan senang dulu, waktu masih panjang bro" kata Kenzo.


" Betul, jadi bersiap-siaplah menerima hukuman dari kita berdua" kata Gian.


Guru masuk ke dalam kelas dengan membawa soal-soal ujian. Para siswa sudah mulai tegang, kecuali Kenzo cs dan pasangannya. Mereka terlihat santai dan rileks.


" Selamat pagi anak-anak"


" Pagi Buk"


" Siap untuk melaksanakan ujian?"


" Siap Buk"


" Sebelum kita mulai ujiannya, tolong mejanya di kasih jarak satu sama lainnya"


Semua murid pun menggeser posisi meja mereka. Setelah meja mereka sudah berjarak satu sama lain, guru mulai membagikan soal ujian dan lembaran jawaban untuk masing-masing siswanya.


" Sudah dapat semuanya"


" Sudah Buk"


" Silakan kerjakan, waktu kalian 60 menit dan good luck "


Para murid mulai mengerjakan soal-soal ujian itu. Kenzo tersenyum melihat soal-soal yang ada di depannya itu. Nggak sia-sia semalam dia menghafal, karena jawaban soal-soal itu sudah ada di kepalanya.


Tristan melirik kekasihnya itu yang tampak fokus menatap soal-soal ujiannya. Dia tersenyum menatap sang kekasih.


" Ay" bisik Tristan.


" Hhmm"


" Ay" panggil Tristan lagi.


Semua murid sontak menatap tajam kearah Dira. Sedangkan yang di tatap hanya cengengesan.


" Sorry guys" ucap Dira.


Setelah Dira minta maaf, teman-temannya kembali fokus sama soal-soal ujian. Dira menatap tajam kekasihnya yang sudah menyebabkan konsentrasinya buyar.


" Gara-gara kamu nih, semua hafalan aku semalam jadi hilang?" kata Dira.


" Kok aku sih"


" Iya kamu, yang manggil-manggil aku tadi kan kamu"


" Aku cuma mau nanya?"


" Nggak usah nanya-nanya. Kalau kamu panggil aku lagi, aku nggak mau ngomong sama kamu lagi" ancam Dira.


" Kejam amat"


" Bodo"


Dira kembali fokus pada soal-soal ujiannya, dia tidak menghiraukan panggilan sang kekasih. Akhirnya Tristan pun menyerah, dan segera menyelesaikan jawaban soal-soal ujiannya.


Kenzo sudah selesai mengerjakan semua soal ujiannya. Dia menyerahkan lembar jawabannya pada guru. Para murid lain kaget melihat Kenzo mengumpulkan lembar jawabannya.


" Gila, cepat banget tuh si Kenzo mengerjakan soal-soalnya"


" Paling dia cuma asal isi aja"


Selesai menyerahkan lembar jawabannya Kenzo kembali ke tempat duduknya. Gian dan Melodi menyusul Kenzo menyerahkan lembaran jawabannya. Di susul sama Tristan dan Keyra.


Dira melihat para sahabatnya sudah mengumpulkan lembaran jawabannya, dia pun bertambah semangat untuk segera menyelesaikan jawaban soal-soal ujiannya.


Akhirnya Dira berhasil mengerjakan semua soal-soal ujiannya, Dia menyerahkan lembar jawabannya ke pada gurunya. Setelah itu dia kembali ke mejanya.


Teeeet..

__ADS_1


Bel sekolah berbunyi menandakan ujian pertama telah selesai. Siap tidak siap para murid harus mengumpulkan semua lembaran jawabannya.


Guru meninggalkan kelas. Semua murid pergi ke kantin sekolah untuk mengisi tenaga mereka yang terkuras tadi. Begitu juga dengan Kenzo cs dan pasangannya.


" Gimana para ladies, bisa mengerjakan soal-soal ujian tadi?" tanya Gian.


" Bisa, walaupun tadi ada sedikit suara yang menggangu" kata Keyra sambil melirik kearah Dira.


" Lo kenapa tadi Dir?" tanya Melodi.


" Noh pacar gue biang keroknya" jawab Dira.


" Aku tadi kan cuma mau tanya aja, Ay" bela Tristan.


" Tapi kamu tanyanya di saat yang tidak tepat. Apa kamu nggak liat aku lagi konsentrasi gitu" kata Dira.


" Iya maaf" kata Tristan.


" Atau kamu nggak suka, kalau aku dapat nilai yang bagus?" tanya Dira.


" Suka, malahan aku orang yang pertama yang ingin mendapatkan kamu nilai yang bagus" kata Tristan.


" Bohong itu Dir" kata Gian.


" Lo jangan kompor dong Ian" kata Tristan.


" Biar panas dikit Tian" kata Gian.


" Ucapan lo nggak panas lagi, tapi udah mau meledak" kata Tristan.


" Kita kesini mau makan, bukan mau mendengar perdebatan kalian" kata Kenzo.


" Diam!" kata Tristan dan Gian berbarengan.


Kenzo menatap tajam kedua sahabatnya itu. Berani sekali mereka berteriak kepadanya. Gian dan Tristan menyadari hawa di sekitar mereka sudah mulai horor.


" Gue pesan makanan dulu. Yuk Ay" ajak Tristan pada sang kekasih.


Tristan dan Dira segera beranjak dari duduknya. Mereka pergi memesan makanan untuk para sahabatnya itu. Sedangkan Gian hanya tersenyum kikuk pada Kenzo.


Melodi dan Keyra susah payah menahan tawanya melihat ekspresi Gian. Sedangkan Kenzo belum juga menormalkan tatapannya. Membuat Gian juga belum bisa bicara normal.


" Yank" panggil Melodi pada kekasihnya.


" Hhmm"


" Tatapan elangnya di sembunyikan dulu napa, kasian Gian tu ketakutan"


Sepertinya hanya Melodi yang bisa menyelamatkan Gian. Buktinya Kenzo sudah tidak menatap tajam lagi. Gian pun bisa bernapas lega.


" Nah kalau gitu kan lo tambah cakep, Roma" kata Gian.


" Diam!"


Sekarang giliran Gian yang kaget mendengar intonasi bicara Kenzo yang meninggi.


" Astagfirullah" ucap Melodi, Keyra dan juga Gian.


" Enak banget ya bisa bales dendam" kata Kenzo tanpa ada rasa bersalah.


" Kamu bikin aku jantungan tau nggak yank" kata Melodi.


" Hehehe, maaf yank" ucap Kenzo cengengesan.


Dira dan Tristan kembali dengan membawa makanan dan juga minuman untuk para sahabatnya itu. Mereka pun menyudahi perdebatan yang tidak berfaedah tadi.


Mereka mulai menyantap makanan yang sudah dipesankan sama Tristan dan Dira tadi. Mereka makan dengan sangat hikmat.


To be continue..


Maaf ya Reader terzayang kemarin nggak up.


Gomawo untuk kalian yang masih mau menunggu kelanjutan cerita Kenzo cs. Saranghaeee 😘😘


Happy Reading 😚😚

__ADS_1


__ADS_2