Pelabuhan Cinta CEO Arrogant

Pelabuhan Cinta CEO Arrogant
Season 2


__ADS_3

Sepanjang perjalanan Vandy hanya diam. Dia tidak ingin berbicara saat ini. Anggun juga diam, Anggun hanya bisa berdoa semoga papa mertuanya baik-baik saja.


Kenzo yang mengerti kalau daddy nya lagi bersedih,memilih duduk dipangkuan Aldi. Sedangkan Gian dan Tristan duduk bersama Sisil dan Gio.


Setelah 2 jam berada diudara, akhirnya pesawat jet mendarat dibandara internasional Soekarno-Hatta. Vandy bergegas turun dari pesawat. Saat turun dari pesawat mobil jemputan sudah menunggu disana.


Tanpa menunggu istri dan anaknya, Vandy masuk kedalam mobil. Vandy memerintahkan sopir untuk langsung berangkat menuju rumah sakit, tempat papanya dirawat.


Anggun sedikit sedih karena sikap suaminya. Tapi Anggun mencoba mengerti kondisi suaminya saat ini. Anggun naik mobil satu lagi bersama yang lain.


Kenzo yang melihat mommy nya bersedih langsung memeluk Anggun. Kenzo berusaha menghibur Anggun supaya tidak bersedih. Anggun tersenyum kepada putranya itu.


" Mommy baik-baik aja sayang" kata Anggun.


" Abang tau, mommy adalah mommy terkuat yang abang miliki"


Anggun membelai rambut putranya. Anggun merasa beruntung memiliki putra seperti Kenzo. Walaupun umur putranya belum genap 4 tahun, tapi Kenzo mengerti dengan situasi daddy nya.


Akhirnya mobil yang membawa Vandy pun sampai dirumah sakit. Diikuti sama mobil yang lain. Vandy bergegas masuk rumah saki dan mencari ruang ICU.


Aldi dan yang lain memaklumi Vandy, tapi tidak seharusnya juga dia mengacuhkan istri dan putranya. Karena disini mereka juga tau kalau Anggun juga bersedih.


" Lo nggak apa-apa Nggun?" tanya Sinta


" Tenang aja, gue baik-baik aja Sin" jawab Anggun.


Anggun dan yang lain pun masuk kerumah sakit, menyusul Vandy yang sudah duluan masuk kerumah sakit.


Sepanjang perjalanan, Kenzo selalu mengenggam tangan mommy nya. Kenzo berusaha memberikan kekutan untuk mommy nya.


Vandy sampai didepan ruang ICU, didepan pintu sudah ada mama, adik dan adik iparnya. Vandy mempercepat langkahnya menghampiri mamanya.


" Ma"


Sontak Diana, Vanya dan Marko menoleh kearah suara. Diana memeluk putranya, dan menangis dalam pelukan Vandy.


" Papa pasti baik-baik aja kok Ma" kata Vandy menghibur mama nya. Walaupun dia juga sangat khawatir dan juga bersedih, tapi dia tidak boleh menunjukkan itu kepada mama dan adiknya.


Vandy harus kuat untuk mama dan juga adiknya. Kalau dia ikut sedih, maka siapa yang akan menghibur mama dan adiknya.


" Istri sama anak kamu mana sayang?" tanya Diana sambil melepaskan pelukannya dari Vandy.


Vandy pun baru tersadar kalau dari tadi dia tidak bersama istri dan anaknya. Vandy merasa bersalah telah mengabaikan istri dan anaknya.


Astagfirullah, kenapa gue bodoh banget sih. Kenapa gue mengabaikan istri dan anak gue. Kalau terjadi sesuatu sama mereka gimana.

__ADS_1


" Van, kenapa kamu cuma diam aja" kata Diana.


Belum sempat Vandy menjawab, Anggun dan yang lainnya pun sampai diruang ICU. Anggun menghampiri mama mertuanya.


Diana memeluk menantu kesayangannya itu. Anggun membalas pelukan mertuanya. Anggun mengelus lembut punggung mertuanya. Memberikan semangat untuk mertuanya itu.


" Mama yang sabar ya, papa pasti baik-baik aja kok. Kita semua berdoa untuk papa" kata Anggun.


" Terima kasih sayang. Abang sini peluk nenek" kata Diana pada Kenzo.


Kenzo pun memeluk neneknya dan menghapus air mata Diana. " Nenek nggak boleh sedih. Kakek pasti baik-baik aja" kata Kenzo sambil tersenyum.


Diana tersenyum kepada cucu laki-laki nya itu. " Nenek nggak sedih lagi kok"


Anggun memeluk adik iparnya, memberikan kekuatan untuk adik iparnya itu. Vanya membalas pelukan dari kakak iparnya itu. Mereka saling memberikan kekuatan.


Kenzo memeluk aunty nya, sama seperti memeluk neneknya tadi. Kenzo juga berusaha menghibur Vanya.


" Aunty jangan nangis lagi. Kalau aunty nangis lagi, nanti aunty berubah jadi jelek, dan om Marko akan ninggalin aunty" kata Kenzo.


" Ck.. bocah berani sekali kamu bicara seperti itu kepada aunty mu. Asal kamu tau, om kamu itu tidak pernah bisa meninggalkan aunty" kata Vanya


" Siapa bilang nggak bisa, mana mau om punya istri yang sudah tidak cantik lagi" kata Kenzo.


" Tentu saja mau" kata Vanya


Karena suasana sudah tidak setegang tadi lagi. Aldi dan yang lain pun pamit pulang kerumah mereka.


" Tante, kita pamit dulu ya. Nanti kita kesini lagi" kata Aldi


" Ya Al, makasih ya"


" Sama-sama tante"


Sinta dan Sisil berpamitan pada Anggun. Mereka berdua memberikan semangat untuk sahabatnya itu. Begitu juga dengan Aldi dan Gio, mereka memberikan semangat untuk Vandy.


Setelah berpamitan Aldi dan yang lainnya pun pulang kerumah mereka masing-masing. Sepeninggal teman-temannya Anggun menghubungi orangtuanya.


Selesai menelpon orangtuanya, Anggun hanya diam. Vandy merasa bersalah pada istrinya itu. Vandy melirik istrinya, saat Vandy akan membelai rambutnya, Anggun segera menepis tangan Vandy.


Vandy kaget melihat reaksi istrinya. Vandy tidak menyangka istrinya akan menolak belaiannya. Vandy menurunkan tangannya kembali.


" Abang sama nenek dulu, mommy mau ketoilet dulu" kata Anggun pada Kenzo.


" Iya mommy"

__ADS_1


" Aku temenin sayang" kata Vandy


Anggun hanya diam, dia tidak mengacuhkan ucapan suaminya. Saat Anggun mau berdiri, tiba-tiba perut Anggun terasa sakit.


" Aww" Anggun meringis memegang perutnya.


" Sayang" kata Vandy panik


" Kamu nggak apa-apa Nak" kata Diana khawatir.


" Aku nggak apa-apa kok Ma. Titip Kenzo bentar ya Ma"


" Iya sayang" kata Diana.


Anggun pun pergi ketoilet. Belum sampai ditoilet, perut Anggun sakit lagi. Anggun mengurungkan niatnya untuk pergi ketoilet. Anggun pergi keruangan dokter kandungan. Anggun takut terjadi sesuatu dengan kandungannya.


Anggun pun sampai diruangan dokter Linda. Anggun langsung masuk kedalam ruangan dokter Linda. Tanpa Anggun sadari Vandy mengikuti kemana Anggun pergi.


Kenapa dia malah keruangan dokter Linda, apa terjadi sesuatu dengan bayi kami.


" Selamat sore nona Anggun"


" Sore Dok"


" Apa nona datang sendiri?" tanya Linda


" Iya Dok"


Linda melihat wajah Anggun yang pucat dan juga berkeringat.


" Apa nona baik-baik saja?"


" Perut saya sakit Dok"


" Coba berbaring disana, saya periksa"


Anggun pun berbaring dibed yang ada disana. Linda mulai memeriksa kondisi Anggun. Sementara diluar Vandy terlihat panik dan juga khawatir. Ya Vandy menguping pembicaraan istrinya dan dokter Linda.


Vandy berdoa mudah-mudahan calon bayinya baik-baik saja. Keadaan papanya belum tau gimana, sekarang keadaan istri dan calon bayinya juga tidak baik.


Sayang kamu harus bertahan didalam perut mommy ya. Daddy yakin kamu kuat sayang, jangan tinggalkan kami. Karena kami semua menanti kehadiran kamu, jadi daddy mohon kamu baik-baik disana.


To be continue..


Jangan lupa, like,komen dan vote nya ya..

__ADS_1


Happy Reading Guys.. 😉😉


__ADS_2