
Mendengar ucapan Vandy membuat Kia tambah sakit hati dan kecewa.
" Aku nggak akan melepaskan kamu buat wanita lain gumam Kia dalam hati".
" Aku mau pulang dulu, kalau aku lama-lama disini nggak baik ucap Vandy".
" Apa kamu benar-benar tidak mencintai ku lagi?".
" Maaf kan aku Kia, jujur perasaan aku ke kamu sudah benar-benar hilang".
" Terus bagaimana dengan janji kamu yang tidak akan meninggalkan aku..!!".
" Kamu yang pertama kali melanggar janji itu, jadi jangan pernah kamu menyalahkan aku".
Vandy pun berlalu meninggalkan Kia sendiri di Apartemennya.
Diperjalanan menuju Apartemen nya Vandy mencoba menghubungi Anggun, tapi nomor Anggun tidak bisa dihubungi.
" Sayang maafkan aku, sudah membuat kamu sedih batin Vandy".
Pagi hari.
Suasana pagi hari itu di rumah Anggun sangat sepi, karena mama dan papa Anggun belum pulang dari luar kota.
" Pagi bik sapa Anggun".
" Pagi non".
" Bibik masak apa hari ini?".
" Udang saos padang, plecing kangkung sama cumi crispy".
" Ok, Anggun bantu masak nya bik, biar cepat selesai".
Anggun pun mencuci bersih udang, kangkung dan cumi nya, dan melanjutkan masak-memasak nya sama bibik.
Setelah semuanya selesai, Anggun dan bibik menata semua masakan tadi dimeja.
" Anggun ke atas dulu ya bik, mau bangunin Aska dan sekalian mau mandi ucap Anggun".
Anggun pun berlalu dari dapur, dan pergi keatas untuk membangunkan adek tersayangnya.
Tok tok tok
Anggun mengetuk pintu kamar adek nya.
" Dek, kakak masuk ya ucap Anggun".
Anggun pun masuk ke kamarnya, tapi Aska tidak ada di kasur nya, Anggun pun mendengar suara gemercik air dari arah kamar mandi.
" Dek, habis mandi langsung kebawah ya, untuk sarapan ucap Anggun".
" Siaap kak ucap Aska".
Setelah mendengar suara Aska, Anggun pun berlalu menuju kamarnya untuk membersihkan badan nya yang lengket.
Di Apartemen.
Sinta dan Sisil sedang sibuk memasak untuk sarapan nanti, saat mereka asyik memasak, tiba-tiba terdengar suara bel berbunyi.
" Siapa sih pagi-pagi udah datang ucap Sisil".
" Coba kamu liat sana ucap Sinta".
Dengan malasnya Sisil membuka pintu.
Ceklek.
Saat pintu terbuka petapa kagetnya Sisil melihat siapa yang datang.
" Siapa Sil yang datang? tanya Sinta dari dalam.
" Tukang bubur ayam Sin " jawab Sisil asal.
"Tukang bubur ayam, emang lo pesan bubur tadi? tanya Sinta.
" Nggak, kata mas nya sih mereka nyasar kesini" jawab Sisil.
" Ya udah suruh masuk, kasih minum mana tau mas nya haus"
Tanpa menunggu jawaban Sisil Aldi dan Gio pun langsung masuk kedalam.
" Anggun mana Sil? tanya Aldi.
__ADS_1
" Anggun nginap di Apartemen Vandy, duduk dulu yuk" ucap Sisil.
" Kalian aja deh, gue mau lihat Sinta masak" ucap Aldi.
Aldi pun berlalu menuju dapur, Aldi yang melihat Sinta pakai apron pun tersenyum, kemudian Aldi menghampiri Sinta.
Sinta yang sedang asyik memasak tidak menyadari kalau Aldi sudah berada dibelakang nya.
" Calon istri idaman" bisik Aldi ditelinga Sinta.
Sinta pun menoleh dan..
Cup
satu ciuman mendarat dibibir Sinta, sontak Sinta kaget dan memegang bibirnya.
" Bee...!!!" teriak Sinta.
" Iya Honey, kenapa teriak-teriak?" ucap Aldi.
" Kamu mengambil ciuman pertama aku" ucap Sinta.
Aldi yang mendengar ucapan Sinta pun tersenyum bangga, karena dialah orang pertama yang mencium Sinta.
" Kok malah senyum sih".
" Senang karena aku orang yang pertama mencium kamu".
" Ada apa pagi-pagi kesini?".
" Aku kangen sama kamu" ucap Aldi sambil memeluk Sinta.
" Bee nanti Sisil liat" ucap Sinta.
" Nggak bakal, Sisil lagi nemenin Prince nya".
Akhirnya Sinta pun menyerah, dia pun melanjutkan masak nya dengan Aldi yang masih menempel pada Sinta.
Di tempat lain.
Hari ini Vandy akan menemui Anggun untuk menjelaskan semuanya. Vandy mengambil kunci mobil nya dan berangkat menuju Apartemen pujaan hati nya.
Pagi itu belum begitu banyak kendaraan yang berlalu lalang, jadi tak butuh waktu lama untuk Vandy sampai di Apartemen Anggun.
Sesampai di depan pintu Apartemen Anggun,Vandy memencet bel Apartemen Anggun.
Ting nong.
Sinta yang mendengar bunyi bel pun melepaskan pelukan Aldi.
" Mau kemana tanya Aldi".
" Bukain Pintu bee".
" Biar aku aja, kamu lanjutin masak nya".
Aldi pun berlalu dari dapur dan membukakan pintu untuk tamu.
Ceklek
"Lo sendiri Van, Anggun mana?" tanya Aldi.
" Maksud lo? tanya balik Vandy.
" Nggak usah pura-pura beg* lo, kemaren lo jalan sama Anggun kan?"
" Iya, gue kemarin jalan sama Anggun dan Aska"
" Terus Anggun sama Aska masih di Apartemen lo"
" Anggun nggak di Apartemen gue" ucap Vandy.
Sisil yang mendengar ucapan Vandy pun menghampiri Vandy dan Aldi.
" Apa maksud kamu van, kalau Anggun nggak ditempat kamu"
" Kemaren i-itu" ucap Vandy gugup.
" Apa jawab yang benar" ucap Sisil yang mulai emosi.
Sinta yang mendengar suara Sisil pun, menghampiri Sisil.
" Ada apa ini Sil? tanya Sinta.
__ADS_1
" Anggun nggak ada ditempat Vandy Sin".
" Apaaa...!!, terus dia kemana?"
" Maksud kalian Anggun nggak pulang kesini? tanya Vandy.
" Kenapa kamu bertanya sama kami bukannya Anggun sama kamu kemaren?!" tanya Sinta.
" Anggun nggak pulang sama aku kemarin Sin. Dia pergi gitu aja"
" Apa kalian berantem?" tanya Sisil.
" Aku nggak berantem, tapi dia salah paham sama aku" jawab Vandy.
" Mendingan kita masuk dan duduk dulu yuk" ajak Gio.
Mereka pun masuk kedalam dan duduk di sofa.
" Coba lo ceritain sama kita kejadian yang sebenarnya?" tanya Aldi.
Vandy pun mulai menceritakan kan semua kejadian kemarin di mall tanpa ada yang dia tutupi.
Setelah mendengar cerita Vandy tadi Sinta pun menangis.
" Kalau terjadi sesuatu sama Anggun, gue nggak bakal maafin lo Van!" ucap Sinta dengan emosi.
" Honey tenang dong" ucap Aldi menenangkan Sinta.
" Gimana mau tenang, gara-gara kebodohan teman kamu ini Anggun menghilang, apa yang akan aku katakan pada orangtuanya" ucap Sinta.
" Coba telepon nomornya dulu" usul Gio.
" Nomor nya nggak Aktif, gue udah coba hubungi Anggun dari tadi" ucap Vandy.
" Apa Anggun ke rumah nya Sin, secara kan dia bawa Aska" ucap Sisil.
" Mungkin juga, coba kita liat ke sana" ucap Sinta sambil mengambil kunci mobilnya.
" Gue ikut sama kalian" ucap Vandy.
" Nggak, lo udah nyakitin dia"
" Honey biarkan Vandy ikut, ini masalah mereka, jadi biarkan mereka menyelesaikannya" usul Aldi.
" Iya Sin, lagian Anggun cuma salah paham" ucap Gio.
" Baiklah" ucap Sinta.
Mereka pun pergi ke rumah Anggun, dengan membawa satu mobil, ya mereka pergi dengan mobilnya Sinta.
Tidak butuh waktu lama mereka pun sampai di gerbang rumah Anggun.
" Honey bukankah ini rumahnya Pak Wiguna? tanya Aldi.
" Iya, siapa bilang ini rumah kamu Bee" jawab Sinta.
" Hais.. kamu masih aja bercanda Honey" ucap Aldi.
" Udah diam, dan duduk manis" ucap Sinta.
Kemudian Sinta membunyikan klakson mobilnya. Pak Ujang pun melihat siapa yang membunyikan klakson.
" Eh non Sinta" sapa Pak Ujang".
" Iya, Anggun nya ada nggak Pak? tanya Sinta.
" Oh Nona muda, ada non" ucap Pak Ujang sambil membukakan pintu gerbang.
Mobil Sinta pun masuk kedalam Halaman rumah Anggun.
" Woooooww... gila bagus banget nih rumah" ucap Gio dan Aldi.
" Rumah sultan memang tiada duanya" ucap Aldi.
" Kenapa Anggun bisa disini Sin? tanya Gio.
" Ya bisa lah, wong ini rumahnya dia" jawab Sinta.
" apa...!!!!" teriak Vandy, Aldi dan Gio.
To be continue
Hy readers ku semua, aku udah UP 2bab ya hari ini, jadi jangan lupa tinggalin jejak kalian dengan cara Like, komen dan Voteππ
__ADS_1
HAPPY READING GUYS... πππ