Pelabuhan Cinta CEO Arrogant

Pelabuhan Cinta CEO Arrogant
Season 2


__ADS_3

Vandy masih ragu untuk kasih liat istrinya tentang video yang di kirim sama Aldi tadi. Vandy menguatkan hatinya untuk bisa memberi tau sang istri.


" Sayang"


" Hhmm"


" Mas mau kasih liat kamu sesuatu"


" Apa?"


Vandy mengambil ponselnya, kemudian dia memberikan ponselnya pada sang istri. Anggun pun menerima ponselnya suaminya.


" Kamu nggak selingkuh beneran kan Mas?"


" Ya nggak lah sayang, lagipula nggak ada yang lebih cantik dan baik dari kamu"


" Ck.. gombal"


" Buruan liat videonya"


Anggun langsung memencet tombol play di ponsel suaminya. Mata Anggun fokus menatap layar ponsel suaminya itu.


" Wow adek keren juga"


Vandy kaget melihat reaksi sang istri. Dia sudah takut setengah mati membayangkan sang istri akan mengamuk, tapi ternyata reaksi istrinya sungguh diluar dugaan.


" Sayang"


" Ssstt, jangan berisik. Aku lagi liat aksi putri kecilku"


" Ingat luka kamu sayang"


" Iya tau, lagi pula aku kan nggak banyak gerak"


Vandy terpaksa melihat sang istri yang sedang nonton video putri kecil mereka. Vandy akhirnya bisa tenang, karena dia tidak perlu capek-capek memikirkan kata-kata untuk mengatakan pada sang istri tentang putri mereka.


Setelah puas melihat video aksi sang putri, Anggun memberikan ponsel suaminya kembali. Vandy meletakkan ponselnya di atas nakas yang ada di sana.


" Aku nggak sabar ingin bertemu putri kecilku"


" Kamu nggak marah sayang?"


" Tidak, aku justru bangga padanya. Dia akan menjadi wanita yang kuat jika sudah besar nanti. Dia juga tidak akan bisa ditindas sama orang lain nantinya"


" Tentu saja, dia kan putri kita" kata Vandy.


" Apa Kiran sedih saat melihat keadaan ku?"


" Awalnya dia berusaha untuk tidak menangis. Terus Mas bilang sama dia. ' Adek kalau mau nangis, nangis aja sayang, jangan di tahan. Setelah itu dia baru menangis"


" Kasihan putri kecilku, di paksa nangis sama daddy-nya"


" Mas nggak paksa dia sayang"


Aldi sang rombongannya sampai di parkiran rumah sakit. Setelah dia memarkirkan mobilnya, Aldi berserta rombongan langsung masuk ke dalam rumah sakit.


Setelah dari gudang tua tadi, Aldi pergi menjemput keluarga kecilnya, Gio dan yang lainnya. Setelah itu barulah mereka berangkat ke rumah sakit.


Mereka semua sudah sampai di depan ruang rawat inap Anggun. Kenzo menggenggam tangan adiknya. Kenzo tau kalau sekarang adiknya itu sedang gugup.


Tok..


Tok..

__ADS_1


Tok..


Vandy yang mendengar pintu diketuk segera bangkit dari duduknya, kemudian dia berjalan untuk membukakan pintu untuk sang tamu.


Ceklek.


" Kalian sudah datang, mari masuk" kata Vandy.


" Assalamualaikum" ucap mereka semua.


" Wa'alaikum salam"


Kenzo dan Kiran tersenyum melihat mommy mereka. Anggun merentangkan kedua tangannya. Kenzo dan Kiran langsung memeluk tubuh sang mommy.


" Kesayangan mommy" kata Anggun sambil mencium pucuk kepala anaknya secara bergantian.


" Apa mommy sudah baik-baik aja?" tanya Kiran.


" Alhamdulillah sudah"


" Adek takut mommy meninggalkan kami"


" Tidak akan"


" Terima kasih karena sudah kembali" ucap Kenzo.


Anggun tersenyum mendengar ucapan putranya. Ucapannya sama persis seperti Daddy-nya.


Setelah puas memeluk sang mommy, Kenzo bergabung para sahabatnya. Ya sekarang para laki-laki duduk di sofa yang ada di sana.


Kedua sahabat Anggun berjalan menghampiri bed Anggun. Sinta dan Sisil langsung memeluk sahabatnya itu.


" Lo bikin kita khawatir tau nggak" kata Sinta dan Sisil.


" Sorry" ucap Anggun.


Sinta dan Sisil memeluk sahabatnya itu. Setelah Melodi cs, . Anggun sangat bahagia karena di kelilingi sama orang-orang yang baik dan juga sayang kepadanya.


" Lo udah liat video yang gue kirim tadi?" tanya Aldi.


" Video apa tu ?" tanya Gio.


" Anak di bawah umur nggak boleh tau" jawab Aldi.


" Ck.. ingat umur, udah tua masih aja nonton video begituan" kata Gio.


" Bilang aja Lo iri sama kita" kata Aldi.


" Gue nggak perlu nonton video begituan, gue langsung praktek aja" kata Gio.


" Kita sedang membicarakan video Kiran, bukan video enak-enak" kata Vandy.


" Emang Kiran ngapain?" tanya Gio.


" Kepo" jawab Vandy dan Aldi berbarengan.


" Dasar sahabat nggak ada akhlak kalian berdua"


Aldi mengambil ponselnya. Aldi tersenyum licik, dia mulai mencari video yang ada di ponselnya. Aldi memberikan ponselnya pada Gio.


" Lo liat sendiri nih. Tapi sebelum liat lo harus pake headset dulu" kata Aldi.


" Kenapa harus pake headset?" tanya Gio.

__ADS_1


" Pake aja, jangan protes" kata Aldi.


Gio memangsa headset ketelinganya. Gio agak ragu memutar video itu, takut dia di prank sama Aldi.


" Kenapa belum di putar?" tanya Aldi.


" Lo nggak ngerjain gue kan?" tanya balik Gio.


" Kagak"


Gio mulai memutar video yang ada di ponsel Aldi. Gio sangat fokus menatap layar ponsel itu. Detik demi detik sudah berlalu, tapi Video itu masih saja gelap. Semenit kemudian.


" Aaaa" teriak Gio sambil melemparkan ponsel Aldi.


Semua orang di ruangan itu kaget dan menoleh kearah ketiga cowok tampan itu.


" Aldi kamvret!" umpat Gio.


Tawa Aldi langsung pecah melihat ekspresi Gio yang ketakutan. Vandy hanya menggelengkan kepalanya melihat kedua sahabatnya itu. Sudah menjadi bapak-bapak sikap mereka masih saja tidak berubah.


" Kamu kenapa Pih, teriak-teriak kek di hutan gitu?" tanya Sisil.


" Aldi sialan ini Mih, kasih liat video yang nggak bener sama papi"


Sinta langsung menatap tajam suaminya itu. Aldi susah payah menelan ludahnya karena mendapatkan tatapan tajam dari sang istri.


" Coba liat video apa" kata Sinta sambil mengambil ponsel suaminya.


" Nggak video aneh-aneh kok Mah" kata Aldi.


" Coba liat sini"


Aldi pun memberikan ponselnya pada sang istri.


" Awas ya Pah, kalau video aneh-aneh. Mama kuliti papa"


Sinta memutar video yang di tonton Gio tadi. Kening Sinta berkerut karena di video itu hanya gelap aja. " Video apaan gelap begini?"


" Liat terus, ntar juga ada terangnya" kata Aldi.


Detik demi detik muncullah sosok yang ditakuti Gio tadi. Tawa Sinta pun pecah, dia tau kenapa Gio bereaksi seperti tadi.


" Kok lo ikutan tertawa sih Sin" kata Sisil.


" Giman gue nggak tertawa, laki lo takut sama video hantu" kata Sinta.


Melodi cs ikut tertawa mendengar ucapan Sinta tadi. Mereka teringat kejadian di bioskop waktu itu. Melodi cs langsung menatap kearah Kenzo cs.


Kenzo cs hanya menggaruk tengkuk mereka yang tidak gatal. Mereka benar-benar kehilangan muka gara-gara ulah papi Tristan.


Setelah drama video horornya selesai. Barulah Aldi kasih liat video Kiran yang asli pada Gio. Gio fokus melihat video Kiran yang ada di ponsel Aldi.


Mata Gio membulat dengan sempurna. Dia tidak menyangka kalau putri kecil sahabatnya itu memiliki aura yang sama seperti Vandy.


" Gila!, auranya sama persis kek lo. Van" kata Gio setelah menonton video itu.


" Tentu saja, diakan putriku" kata Vandy.


Gio menatap gadis kecil yang sedang bermanja-manja dengan mommy-nya itu. Dia tidak menyangka gadis kecil itu mempunyai aura seperti Daddy-nya.


Keturunan Vandy dan Anggun memang the best.


To be continue..

__ADS_1


Follow IG Feby ya: @febrita_nengsi


Happy Reading 😚😚


__ADS_2