Pelabuhan Cinta CEO Arrogant

Pelabuhan Cinta CEO Arrogant
Season 2


__ADS_3

Malam hari.


Anggun makan malam bersama kedua anaknya. Sedangkan sang suami belum pulang dari kantor. Ya hari ini Vandy lembur, jadi dia tidak bisa makan malam bersama keluarga kecilnya.


Selesai makan, seperti biasa Anggun membawa piring kotor kedapur. Setelah itu Anggun mencuci bersih piring-piring kotor tadi. Sedangkan Kiran dan Kenzo pergi keruang keluarga.


" Daddy masih lama ya Bang pulangnya?" tanya Kiran.


" Nggak, ntar lagi daddy juga pulang" kata Kenzo sambil menenangkan sang adik.


Ya Kiran memang lebih dekat sama daddy nya, tapi bukan berarti dia nggak dekat dengan mommy nya.


Selesai mencuci piring, Anggun menghampiri kedua buah hatinya. Anggun duduk di samping putri kecilnya itu.


" Adek udah mau bobok?" tanya Anggun.


" Belum mommy"


" Masih nunggu daddy pulang?" tanya Anggun lagi.


" Hhmm"


Tak berapa lama Kiran mendengar suara mobil. Kiran segera bangkit dari tempat duduknya, Kiran berlari menuju pintu utama. Ya Kiran tau itu suara mobil milik daddy nya.


Vandy tersenyum melihat putri kecil dan istrinya sudah menyambut kepulangannya. Rasanya lelahnya hilang seketika.


" Assalamualaikum"


" Wa'alaikum salam"


Anggun mengambil tas kerja suaminya.


" Daddy capek ya?" tanya Kiran.


" Rasa capek daddy sudah hilang karena melihat princes daddy " kata Vandy.


Mereka bertiga pun masuk kedalam rumah.


" Mas mau mandi dulu atau makan dulu?"


" Mandi dulu deh sayang"


" Aku siapkan air untuk mandi Mas dulu"


" Hhhmm"


Anggun pergi kekamarnya untuk menyiapkan air untuk mandi sang suami. Sedangkan Vandy menemani kedua anaknya.


" Abang giman sekolahnya?" tanya Vandy setelah duduk di sofa.


" Lancar Dad, seperti biasanya"


" Adek bentar lagi tidur ya " kata Vandy sama putri kecilnya.


" Hhhmm"


Anggun kembali kebawah untuk menemui suami dan kedua anaknya.


" Mas, airnya udah siap"


" Makasih sayang"

__ADS_1


Vandy bangkit dari duduknya, begitu juga dengan Kiran dan Kenzo. Mereka pergi kekamar masing-masing untuk beristirahat.


Sesampainya di kamar, Vandy langsung menuju kekamar mandi, untuk membersihkan tubuhnya yang sudah lengket karena keringat.


Setelah suaminya masuk kekamar mandi, Anggun menyiapkan baju ganti untuk suaminya itu. Anggun meletakkan bajunya di atas tempat tidur.


Setelah 10 menit Vandy keluar dari kamar mandi dengan memakai handuk yang melilit sempurna di pinggangnya. Roti sobek pun terpampang nyata di sana.


Anggun susah payah menahan salivanya. Tubuh suaminya benar-benar menggoda untuk di sentuh. Apalagi dengan rambut yang masih basah, menambah kesan seksi.


Seperti ada magnet yang menarik, Anggun berjalan menghampiri suaminya yang masih memakai handuk. Anggun menyentuh roti sobek yang dari tadi menggodanya.


Vandy kaget dan juga heran melihat istrinya sudah menyentuh tubuhnya. Tapi Vandy merasa senang, karena jarang istrinya berinisiatif seperti ini.


Vandy membiarkan saja istrinya bermain-main dengan tubuhnya. Dia ingin tau sampai dimana keberanian sang istri untuk menggodanya.


Entah sadar atau tidak, Anggun mengalungkan tangannya di leher sang suami. Perlahan Anggun mengecup bibir suaminya. Mata Vandy membulat dengan sempurna, karena kaget.


Seperkian detik Anggun tersadar. Seketika wajah Anggun berubah menjadi merah bak kepiting rebus. Anggun merutuki tindakannya tadi.


" M-mas"


" Hhmm"


" Pakai bajunya" kata Anggun sambil melepaskan tangannya dari leher sang suami.


Vandy menahan tangan sang istri. " Mau kemana?, menggoda itu jangan tanggung-tanggung dong. Selesaikan sampai tuntas. Lanjutkan" bisik Vandy di telinga sang istri.


Wajah Anggun semakin merah, dia merutuki dirinya. Karena telah tergoda melihat tubuh sang suami. Vandy tersenyum melihat wajah istrinya.


" Kenapa diam sayang"


" A-aku mau tidur"


Vandy mengangkat dagu sang istri, perlahan tapi pasti bibir Vandy pun sudah menempel dengan sang istri. Vandy ******* bibir merah sang istri.


Anggun pun membalas ciuman suaminya. Kini kedua bibir itu saling *******. Anggun membuka sedikit mulutnya supaya suaminya bisa mengabsen rongga mulutnya.


Setelah seperkian menit, mereka menyudahi ciumannya, karena pasokan oksigen mereka sudah menipis.


" Aku mau kamu sayang"


Tanpa menunggu jawaban dari sang istri, Vandy langsung menggendong tubuh istrinya. Vandy membaringkan tubuh sang istri di atas kasur.


Vandy menciumi seluruh wajah istrinya. Mulai dari kening, turun ke mata, hidung, pipi dan terakhir di bibir merah sang istri. Vandy memberikan sentuhan-sentuhan lembut pada istrinya.


Anggun menikmati setiap sentuhan yang diberikan suaminya. Anggun mengakui kehebatan suaminya itu. Entah sedari kapan tubuh Anggun sudah polos, tanpa memakai sehelai benang pun.


Setelah tubuh istrinya rileks, barulah Vandy membuka handuk yang melilit di pinggangnya. Sekarang tubuh mereka sama-sama polos.


Vandy mengabsen setiap inci tubuh sang istri. tidak lupa Vandy memberikan stempel kepemilikan di tempat favoritnya. Setelah memberi banyak stempel, barulah Vandy memulai penyatuan mereka.


Walaupun suaminya tidak muda lagi, tapi tenaganya masih hot, dan terbukti dia mampu membuat Anggun mengeluarkan suara-suara yang merdu. Mereka berdua merasa seperti pengantin baru.


Setelah satu jam melakukan olahraganya, akhirnya Vandy pun tumbang di samping istrinya. Vandy mengecup kening sang istri.


" Makasih sayang"


" Sama-sama Mas"


Vandy memeluk tubuh sang istri. " Tidurlah" kata Vandy sambil menyelimuti tubuh mereka berdua dengan selimut.

__ADS_1


Anggun yang memang sudah lelah akibat kegiatan mereka tadi akhirnya pun terlelap. Vandy juga mulai memejamkan matanya. Tak butuh waktu lama dia pun menyusul sang istri kealam mimpi.


Pagi hari.


Mata hari sudah menampakkan dirinya. Sinarnya pun perlahan masuk melalui cela gorden. Tapi tidak mampu membangunkan pasutri itu dari mimpinya.


Tok..


Tok..


Tok..


" Mommy, daddy wake up!" teriak Kiran di depan pintu kamar Anggun.


" Biarkan saja Dek, mungkin mommy sama daddy masih ngantuk.Yuk kita sarapan, ntar telat"


" Hhhmm"


Kenzo dan Kiran pun turun kebawah untuk sarapan. Sesampainya di ruang makan, Kenzo dan Kiran di layani sama Bik Mirna. Mereka pun mulai menyantap sarapan mereka.


Selesai sarapan mereka langsung berangkat. Kenzo mengantarkan adiknya kesekolahnya terlebih dahulu, tapi sebelum itu dia mengabari kedua sahabatnya untuk tidak menunggu, karena dia mau mengantarkan Kiran dulu.


" Adek udah siap"


" Siap!"


Kenzo melajukan motornya meninggalkan rumahnya. Kenzo melajukan motornya dengan kecepatan sedang. Karena sekolah Kiran satu arah dengan sekolahnya, jadi Kenzo tidak capek-capek mutar nanti.


Mereka pun sampai di pintu gerbang sekolah. Kiran turun dari atas motor abangnya. Kiran mencium tangan abangnya.


" Adek belajarnya yang rajin ya"


" Ok bos"


Kiran pun masuk kedalam sekolahnya. Setelah memastikan adek kecilnya masuk kedalam sekolah, barulah Kenzo melanjutkan perjalanannya menuju sekolahnya.


Kenzo melajukan motornya dengan kecepatan tinggi. Tak butuh waktu lama Kenzo pun sampai di sekolahnya.


Sampai di parkiran Kenzo sudah di tunggu sama kedua sahabatnya. Setelah memarkirkan motornya, mereka bertiga langsung menuju kelas mereka.


" Tumben lo ngantarin princes kesekolah?" tanya Gian.


" Bokap gue belum bangun tadi, Om Tito juga lagi sibuk dengan kerjaannya"


" Besok-besok biar gue yang ngantrin princes kesekolah" kata Tristan.


" Lo mau jadi ojek pribadi princes gitu"


" Boleh juga tu ide lo"


" Besok lo antarkan aja lamarannya kerumah gue" kata Kenzo.


" Serius lo Ken" kata Tristan.


" Kalau daddy gue ngizinin sih"


Seketika wajah Tristan menjadi murung, bagaiman tidak, Tristan tau bagaimana posesifnya daddy Kenzo.


Ah pupus sudah harapan gue. Mana berani gue melawan raja singa.


To be continue..

__ADS_1


Happy Reading..


__ADS_2