
Jarum jam sudah menunjukkan pukul 12 Siang. Vandy menyimpan semua kerjaan nya didalam lemari yang ada diruangan nya. Setelah selesai menyimpan dokumen, Vandy mengambil kunci mobilnya.
Vandy berjalan menuju lift, dijalan menuju lift Vandy berpapasan dengan Aldi.
" Hallo bos"
" Hhhmmm"
" Mau makan siang dimana ni?" tanya Aldi
" Kenapa nanya-nanya" jawab Vandy ketus
" Ya elah ketus amat jawab nya, lagi dapet ya"
" Gue lagi hemat bicara"
" Ck... dasar muka datar"
" Apa lo bilang, ulang lagi"
" Gue nggak ada bilang apa-apa"
" Al, bisa nggak dimajuin waktu kunjungan proyek nya?" tanya Vandy
" Gue liat nanti. Kenapa lo pengen dimajuin?" tanya balik Aldi
" Karena kalau bulan besok usia kandungan istri gue udah 9 bulan. Gue pengen dampingi istri gue saat melahirkan Al" jawab Vandy
" Harus itu, ntar gue lihat bisa atau nggak nya"
Ting
Pintu lift pun terbuka.
Aldi dan Vandy pun keluar dari lift dan berjalan menuju parkiran. Mereka pun berpisah diparkiran dan masuk kemobil mereka masing-masing.
Vandy memacu mobilnya menuju rumah, sedangkan Aldi memacu mobilnya menuju restoran dimana istri dan sahabatnya sudah menunggu.
Sampai direstoran Aldi memakirkan mobilnya. Aldi masuk kedalam restoran. Aldi melihat kiri dan kanan, mata nya menyusuri restoran itu. Tak berapa lama Aldi menemukan istri dan sahabatnya.
Aldi berjalan mengahampiri sang istri. " Sorry ya telat" kata Aldi.
" Emang kenapa kamu bisa telat Bee?" tanya Sinta.
" Biasa bos ngajak ngobrol dulu tadi, auto telat deh datang nya" jawab Aldi
Karena Aldi sudah datang, mereka pun mulai memesan makanannya.
" Bulan depan kan Anggun ulang tahun, kita kasih surprise yuk buat dia" usul Sinta
" Setuju" kata Sisil
" Apa kita nggak diskusi sama Vandy juga" kata Gio
" Iya, itu tugas kalian untuk ngasih tau ke Vandy" kata Sinta
__ADS_1
" Ok, ntar gue sama Aldi yang bilang sama Vandy"
Pesanan mereka pun datang. Pelayan memaruh hidangan mereka diatas meja. Mereka berempat pun mulai menikmati pesanan mereka dengan hikmat.
Vandy baru nyampe dirumahnya. Vandy memakirkan mobilnya disebelah mobil sang adik. Selesai memakirkan mobilnya, Vandy masuk kedalam rumah.
" Assalamualaikum" ucap Vandy
" Wa'alaikum salam" jawab bik Mirna
" Nona mana Bik?" tanya Vandy
" Tidur Den, mungkin kelelahan habis belanja sama non Vanya tadi" jawab bik Mirna
Vandy pun berjalan menuju kamarnya, untuk melihat keadaan sang istri. Vandy berjalan menghampiri tempat tidur. Vandy membelai rambut sang istri.
Saat mata Vandy mau mengelus perut istrinya, tiba-tiba mata Vandy tertuju pada kaki istrinya. Vandy kaget melihat kaki sang istri bengkak, Vandy bergegas keluar kamar nya.
" Bik!" teriak Vandy
Bik Mirna yang sedang mengiris bawang pun kaget mendengar teriakan tuannya. Untung aja tangan nya tidak ikut teriris pisau tadi. Mirna bergegas menghampiri tuannya.
" Ada apa Den"
" Bik, kok kaki istri saya bisa bengkak kek begitu?" tanya Vandy cemas
" Itu biasa terjadi sama ibu yang sedang hamil Den" jawab Mirna
" Ada cara buat ngurangin bengkak nya itu nggak Bik?" tanya Vandy lagi
" Tolong siapin air hangat nya ya Bik"
" Baik Den"
Mirna berjalan kedapur untuk mengambil air hangat untuk tuannya. Sampai didapur Mirna mengambil baskom kecil untuk tempat air hangat nya.
Selesai mengisi baskom kecil itu dengar air hangat. Mirna pun memberikan baskom kecil itu kepada tuannya.
" Ini Den air hangat nya"
" Makasih ya Bik"
Vandy kembali kekamarnya dengan membawa baskom kecil yang telah diisi dengan air hangat.
Sampai dikamar Vandy menaruh baskom kecil itu diatas meja. Vandy membangunkan istrinya dengan membelai pipi lembut sang istri.
" Sayang bangun"
Anggun merasa pipi nya dielus pun mulai membuka matanya. Saat matanya terbuka, Anggun melihat sang suami tersenyum manis padanya.
" Mas sudah pulang?" tanya Anggun dengan suara khas bangun tidurnya.
" Iya sayang. O iya hampir lupa, sayang duduk dulu yuk"
Anggun pun duduk seperti titah sang suami. Setelah Anggun duduk Vandy mengambil baskom kecil yang sudah diisi air hangat tadi. Vandy menaruh nya dibawah.
__ADS_1
" Sayang, angkat kaki kamu bentar" titah Vandy
Anggun pun mengangkat kakinya. Vandy menggeser baskom kecil tadi tepat dibawah kaki sang istri.
" Udah turunkan kakinya"
Kaki Anggun pun masuk kedalam baskom kecil itu. Setelah kaki istrinya masuk Vandy mulai memijat kaki sang istri.
Anggun kaget melihat suaminya memijat kakinya.
" Mas kamu udah beralih propesi menjadi tukang pijit ya?" tanya Anggun
" Hu'um, untuk melihat kamu bahagia Mas rela jadi tukang apa aja sayang" gombal Vandy
" Ck.. gombal banget"
" Gombal sama istri sendiri nggak apa-apa kan" ucap Vandy menaik turunkan alisnya.
" Emang kalau dipijit kek gini supaya apa Mas?"
" Supaya bengkak dikaki kamu berkurang sayang"
Anggun terharu mendengar ucapan sang suami. Dia nggak menyangka suami nya akan memperhatikan hal sekecil itu.
" Mas tau dari mana kalau ini bisa mengurangi bengkak di kaki aku?"
" Tadi Mas tanya sama bik Mirna"
Anggun mencium bibir suaminya sekilas. " Makasih Mas"
" Apapun akan Mas lakukan untuk kamu dan calon anak kita sayang" kata Vandy
Anggun benar-benar bersyukur memiliki suami yang sangat perhatian, seperti suaminya itu.
Setelah air didalam baskom sudah tidak hangat lagi, Vandy pun menyudahi memijit kaki sang istri.
" Selesai, sekarang kamu udah boleh mengankat kaki kamu"
Anggun pun mengangkat kakinya dari dalam baskom. Anggun melihat bengkak dikaki nya sudah agak berkurang.
" Makasih Mas"
" Sama-sama sayang, itu sudah menjadi tugas Mas"
" Mas sudah makan siang?" tanya Anggun
" Belum sayang" jawab Vandy
" Ya udah, sekarang kita makan siang dulu yuk, kasian cacing-cacing diperut Mas udah pada minta makan"
Vandy dan Anggun berjalan keluar kamar. Anggun berjalan lebih dulu dari sang suami, Vandy mengikuti sang istri dari belakang sambil membawa baskom tadi.
To be continue
Happy Reading Guys.. 😉😉
__ADS_1