Pelabuhan Cinta CEO Arrogant

Pelabuhan Cinta CEO Arrogant
Kalah telak


__ADS_3

Anggun yang mendengar ucapan Vandy pun terharu, dia nggak menyangka Vandy akan melamarnya di acara pesta ulang tahun perusahaan.


" Sayang aku udah capek nih, berikan jawaban kamu" ucap Vandy.


Anggun pun tersadar dari lamunannya, Anggun melihat Vandy yang sedang menunggu jawabannya.


" Yes.. I Will" ucap Anggun.


Vandy pun memasangkan cincin kejari manis Anggun dan sekita itu pun lampu hidup dan kelopak bunga mawar berjatuhan menimpah Anggun dan Vandy.


Semua orang yang melihat adegan lamaran itupun hanyut dalam suasana romantis yang diciptakan pasangan itu.


Dwipangga dan Wiguna yang melihat anak mereka pun tersenyum bahagia. Kedua lelaki itu yang sudah tampak tidak muda lagi tapi tidak mengurangi ketampanan mereka menghampiri Anggun dan Vandy.


" Waah berani sekali ya kamu melamar anak saya tanpa sepengetahuan saya" ucap Wiguna pura-pura marah.


Deg


Anggun dan Vandy pun kaget mendengar ucapan papa Anggun.


" Ma-maaf Om, ini memang surprise saya buat Anggun" ucap Vandy gugup.


" Kamu jangan bikin anak saya takut begitu dong" ucap Dwipangga.


Wiguna yang melihat wajah Vandy yang sudah berkeringat dingin pun tertawa.


" Hahaha, maaf Om cuma becanda kamu jangan tegang begitu dong" ucap Wiguna.


" Iiih.. papa becanda nya nggak lucu" ucap Anggun.


" Sayang papa cuma menguji calon mantu papa" ucap Wiguna.


Sinta, Sisil, Aldi, dan Gio pun menghampiri Anggun dan Vandy untuk mengasih selamat kepada mereka.


" Selamat ya sayang nya aku, sekarang hubungan udah lanjut ketahap berikut nya" ucap Sinta.


" Makasih ya sin, lo nggak mau dilanjutin ketahap yang lebih juga?" tanya Anggun.


" Gue mah tergantung pihak cowok nya sih nggun" jawab Sinta.


" Tu kode buat lo Al, kalau Sinta mau dilanjutin ketahap yang lebih serius juga" ucap Vandy.


" Tunggu ya Honey, aku lagi ngumpulin pundi-pundi rupiah dulu buat mahar sama rumah buat kita nanti" ucap Aldi.


" Waaah so sweet banget sih kamu Al" ucap Anggun.


" Ck.. apa nya yang so sweet baru gitu doang, aku sanggup beliin kamu sebuah pulau, itu baru so sweet" ucap Vandy kesal.


" Kamu itu ya Bunny nggak romantis banget" ucap Anggun sambil berlalu meninggal kan Vandy.


" Sayang mau kemana, jangan tinggalin aku dong."


Dwipangga, Wiguna, sahabat Anggun dan Vandy pun tertawa melihat tingkah bucinnya Vandy.


"Dasar cowok Arrogant, nggak ada romantis-romantis nya" gerutu Anggun di sepanjang jalan.


Dari kejauhan Kia yang melihat Vandy pun menghampiri Vandy.


" Van aku mau ngomong sama kamu sebentar" ucap Kia.


" Antara kita tidak ada yang perlu dibicarakan lagi" ucap Vandy sambil berlalu pergi.


" Tapi ini tentang cewek kampung itu" ucap Kia.


Mendengar ucapan Kia pun Vandy menghentikan langkahnya.


" Apa maksud kamu?!"


" Aku tau rahasia cewek kampung itu."


" Jaga ucapan kamu Kia, kamu tidak pantas bicara seperti itu kepada calon istri saya" ucap Vandy dengan menekankan kata calon istri.


Kia yang mendengar ucapan Vandy itu pun merasa sakit hati dan kecewa.

__ADS_1


" Kalau tidak ada hal yang penting yang mau kamu bicarakan, aku permisi" ucap Vandy.


" Tunggu, ini sangat penting dan aku ingin papa kamu juga tau" ucap Kia.


" Baiklah".


Vandy membawa Kia ketempat papa dan juga sahabatnya. Sesampai disana, papa Vandy langsung menatap tajam Kia.


" Se.. selamat malam om sapa" Kia gugup.


Dwipangga tidak menjawab sapaan Kia padanya.


" Kenapa kamu bawa perempuan ini kesini?" tanya Dwipangga.


" Maaf pah, dia bilang mau ngomong sesuatu sama papa."


Dari kejauhan mama Vandy yang melihat Kia menemui suaminya pun pergi menghampiri suami nya dan tak lupa dia mengajak Kiara mama nya Anggun.


" Cepat katakan saya tidak punya banyak waktu" ucap Dwipangga.


" Sebelumnya saya mau meminta maaf kepada om dan juga keluarga, karena kejadian tiga tahun yang lalu" ucap Kia.


Ditempat lain.


Anggun berjalan dari tadi pun tiba-biba menghentikan langkahnya.


" Kok Bunny nggak ngejar aku lagi, bukan nya tadi dia masih ngikutin aku" gumam Anggun.


Anggun pun duduk ditaman hotel sambil bersenandung.


Vanya yang kebetulan lewat taman melihat Anggun yang asyik bersenandung.


" Itu bukannya kak Anggun, ngapain dia di sana?" gumam Vanya.


Vanya pun datang menghampiri Anggun.


" Hai kak Anggun" sapa Vanya.


" Kakan ngapain sendirian disini?."


" Lagi nenangin pikiran aja, kamu sendiri ngapain disini?" tanya balik Anggun.


" Vanya bosan didalam kak" jawab Vanya.


Vanya dan Anggun pun asyik mengobrol sambil becanda gurau.


" O iya kak, masuk yuk ntar Vanya kenalin sama kakak nya Vanya."


Vanya pun menarik tangan Anggun masuk kedalam hotel.


Didalam Hotel.


Kia masih meminta maaf atas nama keluarga besarnya karena sudah membuat malu keluarga Dwipangga.


Papa Vandy yang sudah mulai bosan pun mendengar kata maaf dari Kia pun pergi meninggalkan Kia, namun langkahnya terhenti karena tangan nya di cekal oleh Wiguna.


" Mau pergi kemana, kasian anak orang kamu tinggal gitu aja" ucap Wiguna.


Huuh Dwipangga pun menghela nafasnya dengan kasar.


" Langsung saja keinti nya, kalau emang nggak ada yang penting kamu bisa pergi dari sini" ucap Dwipangga.


Kia yang mendengar ucapan Papa Vandy pun sedih, sebegitu dalam kah luka yang keluarga nya berikan.


" Aku cuma mau kasih tau keburukan calon menantu Om" ucap Kia.


" Oh ya, keburukan apa yang dilakukan calon mantu saya?" tanya Dwipangga.


" Dia itu bukan cewek baik-baik Om" ucap Kia.


Sebelum Dwipangga menjawab, tiba-tiba suara Anggun mengagetkan orang yang berada disana.


" Hal buruk apa yang saya lakukan Nona, sehingga Anda capek-capek mau mengatakan pada calon mertua saya?" tanya Anggun.

__ADS_1


" Bagus kalau lo ada disini perempuan kampung" ucap Kia.


Papa Anggun mengepalkan tangan nya menahan emosi karena mendengar ucap Kia pada anak kesayangan nya.


" Makanya cepat kasih tau kesemua orang yang ada disini tentang keburukan saya" ucap Anggun.


Kia yang merasa tertantang karena mendengar ucapan Anggun pun, memutar rekaman suara yang ada di HP nya.


Semua orang disana pun mendengarkan rekaman suara yang diputar Kia, Sinta dan Sisil pun tersenyum mendengar isi rekaman itu.


" Benar-benar bod*h tuh mbak parasit" ucap Sinta.


"Dia benar-benar menggali kuburan nya sendiri" ucap Sisil.


Setelah semua orang yang ada disana mendengar rekaman suara yang diputar sama Kia tadi pun menunjukkan ekspresi yang tak bisa dibayangkan.


" Om sudah dengar kan, cewek kampung ini nggak baik Om, dia cuma mau harta keluarga Om aja" ucap Kia.


Vandy dan kedua sahabatnya sudah susah payah menahan tawanya.


" Saya tidak keberatan kalau harta saya akan dihabiskan sama calon mantu saya" ucap Dwipangga.


Kia pun kaget mendengar ucapan papa Vandy, bagaimana bisa keluarga Vandy tidak mempermasalahkan itu.


Anggun yang melihat ekspresi Kia pun tersenyum licik.


" Calon suamiku, setelah kamu mendengar rekaman suara itu apa kamu masih mau menikah sama aku?" tanya Anggun dengan manja.


" Tentu sayang, jangan kan harta, nyawaku pun akan aku berikan padamu" jawab Vandy.


" Kamu sudah gil* van, bagaimana kamu bisa dibutakan sama cewek kampung ini" ucap Kia emosi.


" Kamu benar, aku sudah gil* dan juga buta oleh cinta nya Anggun."


Kia yang tambah emosi mendekati Anggun dan mendorong Anggun hingga jatuh.


Wiguna yang melihat anak nya terjatuh didorong Kia pun tidak dapat lagi menahan emosi nya.


" Berani sekali tangan kotor mu menyakiti putri ku...!" teriak Wiguna.


Semua tamu undangan pun kaget mendengar suara tuan Wiguna tak terkecuali Kia. Wiguna pun berjalan mendekati Kia.


" Aku sudah cukup bersabar dari tadi mendengar ucapan kau yang merendahkan putri ku!" ucap Wiguna dengan emosi.


" Si-siapa yang Om maksud putri Om?" tanya Kia gugup.


" Kau masih bertanya siapa putri ku?!, wanita yang kau dorong itu adalah putri ku!"


" Bagaimana mungkin cewek kampung itu putri Om?" tanya Kia.


Anggun yang mendengar ucapan Kia pun tersenyum dan berjalan mendekati Kia.


" Tentu saja mungkin, apa kau belum tau nama ku, atau kau tak pernah mencari tau nama saya?. Akan saya beri tau dan kau dengar baik-baik, nama ku Anggun Ariana Wiguna putri satu-satunya keluarga Wiguna" ucap Anggun lantang.


Deeeerrrr


Bagai disambar petir Kia mendengar ucap Anggun.


Anggun pun mendekati Kia dan berbisik ditelinga Kia. " Saya sudah memperingatkan anda kemarin waktu di restoran kalau saya bukan wanita yang lemah dan gampang ditindas apa anda sudah melupakan kata-kata saya itu?" tanya Anggun.


Kia pun tersenyum licik. " Lo pikir lo sudah menang?" kata Kia sambil berjalan mendekati mama Vandy.


" Tante tidak akan merestui hubungan mereka kan Tante?" tanya Kia.


" Tentu saja saya.... ???


to be continue..


Hai kezayangannya Author jangan lupa tinggalin jejak cinta kalian ya... 😘😘😘


Vote.... Vote..... Vote.....Vote...


HAPPY READING GUYS...... 😉😉😉

__ADS_1


__ADS_2