
Setelah mengantarkan kepergian suami mereka, Anggun dan Sinta pun berangkat kekantor dengan memakai mobil Anggun. Sinta melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
" Gimana kabar baby lo?" tanya Sinta.
" Alhamdulillah baby nya sehat Sin dan sekarang dia udah mulai menendang" jawab Anggun.
" Waah benarkah itu. Aunty pengen juga dong ngerasain ditendang baby" kata Sinta.
" Boleh, tapi baby gue lebih aktifnya ketika Mas Vandy ngajak dia bicara Sin."
" Kok gitu? emang kalau lo yang ajak bicara dia nggak nendang?" tanya Sinta.
" Nendang, tapi nggak seaktif ketika bersama Daddy nya" jawab Anggun.
Tanpa terasa mereka pun sampai dikantor. Sinta memakirkan mobilnya. Mereka pun bejalan masuk kedalam kantor. Seperti biasa para karyawan akan menundukkan badan kalau bertemu dengan Anggun.
" Coba liat mereka" bisik Anggun ke Sinta.
" Kenapa dengan mereka?" tanya Sinta.
" Setiap berpapasan sama gue selalu menunduk gitu" jawab Anggun.
" Bagus dong, itu tandanya mereka menghormati lo."
" Iya tapi gue risih Sin."
" Ya udah nggak usah dipeduliin."
Mereka pun masuk kedalam lift menuju ruangan mereka. Sampai dilantai 20 Anggun dan Sinta masuk keruangannya. Mereka berjalan sambil bercanda.
Tidak lama lagi tawamu itu akan berganti dengan tangis.
Anggun duduk dan mulai mengerjakan pekerjaannya. Begitupun dengan Sinta dan Sisil.
Ditempat lain.
Selama diperjalan Vandy selalu kefikiran sama istrinya. Entah kenapa perasaannya tidak tenang seperti akan terjadi sesuatu hal yang buruk pada istrinya.
" Lo kenapa dari tadi gue perhatiin nggak tenang gitu?" tanya Aldi.
" Nggak apa-apa Al. Gue cuma kepikiran sama istri gue" jawab Vandy.
" Sabar bro, kita cuma satu hari disana?."
" Gue harap nggak sampai satu hari deh Al. Jujur perasaan gue nggak enak banget."
" Berdoa aja bro mudah-mudahan istri dan calon anak lo baik-baik aja."
" Pasti Al. Gue juga berharap mereka baik-baik aja."
Ya Allah lindungilah istri dan calon anak hamba.
Perjalanan masih satu jam lagi. Vandy mencoba memejamkan matanya berharap rasa gelisah yang tadi dia rasakan akan menghilang.
Setelah menempuh perjalanan selama 3 jam. Vandy dan Aldi pun sampai dihotel tempat mereka menginap. Vandy dan Aldi masuk kedalam hotel untuk check in. Setelah check in Vandy dan Aldi berjalan menuju kamar mereka.
Kamar hotel yang dipesan Vandy tipe presidential suite, kamar yang mewah dengan tarif yang sangat fantastis.Vandy membaringkan tubuhnya diatas kasur yang sangat empuk itu. Vandy mengambil HP nya dan menghubungi sang istri.
" Assalamualaikum Mas" terdengar suara lembut istrinya.
" Wa'alaikum salam sayang."
" Mas udah nyampe?."
__ADS_1
" Baru aja nyampe sayang. Kamu lagi apa sayang?."
" Kerja, Mas nggak capek?."
" Capek Mas hilang setelah mendengar suara kamu sayang?."
" Gombal banget sih kamu Mas."
" Gombalin istri sendiri kan nggak masalah. Sayang dari tadi perasaan Mas nggak tenang?."
" Kenapa?."
" Mas kepikiran kamu sama calon anak kita."
" Aku sama dedek bayi nggak apa-apa kok Mas, jadi Mas fokus sama kerjaan disana aja ya."
" Mas harap juga gitu. Ya udah Mas mau istirahat sebentar, sebelum pergi meninjau proyek pembangunan hotelnya."
" Iya Mas, selamat beristirahat love you Hubby."
" Makasih sayang, love you more sayang."
Sambungan telpon pun berakhir.
Setelah menelpon istrinya, Vandy beristirahat sebentar untuk menghilangkan rasa capeknya.
Siang hari.
Vandy sudah bersiap untuk pergi meninjau proyek pembangunan hotelnya. Vandy keluar dari kamarnya. Saat membuka pintu Vandy kaget karena Aldi berdiri tepat didepan pintu.
" Astagfirullah, lo ngagetin gue aja sih Al."
" Seharusnya gue yang bilang begitu."
Pletak
" Lo apa-apaan sih Van, main pukul kepala gue."
" Lo itu ya, udah salah bukannya minta maaf, malah ngomel-ngomel kayak ibuk-ibuk kontrakan."
" Emang gue salah apa?."
" Lo itu udah bikin gue kaget, apa lo pengen liat gue mati muda."
" Ck..lebay banget sih lo. Baru gitu aja udah kaget. Yuk buruan ntar keburu Sore."
" Waah berani banget lo merintah gue. Udah bosan hidup lo?."
" Sabar bro, gue masih ingin menikmati hidup."
Vandy dan Aldi pun pergi keparkiran. Aldi memacu mobilnya menuju tempat proyek pembangunan hotel.
Diperusahaan Dwipangga Group.
Gio sedang mengerjakan pekerjaannya yang menumpuk. Ya Vandy memberikan kerjaan yang begitu banyak buat Gio, tapi tugas yang lebih penting diberikan Vandy adalah menjaga istrinya.
Gio mengerjakan tugasnya sambil memantau CCTV yang berada diruang desain. Sambil memantau istri sahabatnya, Gio juga bisa melihat istrinya.
" Sebenarnya apa yang dipikirkan Vandy, kenapa dia meminta gue memantau istrinya?" Gio bermonolog.
Gio melanjutkan kerjaannya memeriksa dokumen yang menumpuk diatas mejanya itu.
Diruang Desain.
__ADS_1
Setelah menerima telpon dari suaminya tadi Anggun melanjutkan pekerjaannya kembali.
" Nggun ntar kita mau makan siang dimana?" tanya Sinta.
" Dikantin kantor aja Sin, lagian kita juga jarangkan makan disana." jawab Anggun.
"Iya juga sih, jadi kita makan dikantin kantor aja ni" kata Sinta.
" Hhhhmm."
Anggun kembali fokus kelayar monitor yang ada didepannya itu. Anggun ingin cepat-cepat mengerjakan pekerjaannya supaya nanti bisa sedikit bersantai.
Jam sudah menunjukkan pukul 12 Siang. Semua karyawan menghentikan kerjaan mereka sesaat. Para karyawan pergi mengisi cacing-cacing yang ada diperut mereka. Tak terkecuali Anggun dan kedua sahabatnya itu.
Anggun dan kedua sahabatnya pergi menuju kantin kantor. Dikantin kantor sangat ramai, banyak karyawan yang makan siang disana.
" Kok rame banget sih" kesal Sinta.
" Iya, mau duduk dimana kita" ucap Sisil.
" Kita duduk disana aja yuk" ajak Anggun.
Mereka duduk dikursi paling ujung. Ya karena cuma kursi itu yang masih kosong. Sisil pergi memesan makanan untuk mereka. Anggun dan Sinta mengamankan kursi buat Sisil. Karena kalau nggak diamankan ntar diambil sama yang lain.
Sisil datang bersama pelayan membawa makanan pesanan mereka. Mereka pun mulai menyantap makanan yang mereka pesan tadi. Saat mau memasukan suapan pertamanya tiba-tiba HP Anggun berbunyi. Anggun melihat HP nya dan tersenyum melihat nama yang tertera dilayar HP nya.
" Assalamualaikum sayang" terdengar suara sang suami dari seberang telpon.
" Wa'alaikum salam Mas."
" Lagi apa sayang?."
" Lagi makan siang, Mas udah makan siang?."
" Ni lagi sedang makan siang juga sayang. Sayang bisa serahin HP nya ke Sinta sebentar?."
" Sin suami gue mau ngomong" kata Anggun sambil menyerahkan HP nya ke Sinta.
" Hallo Van" ucap Sinta.
" Sin tolong jagain istri gue dengan benar, firasat gue nggak enak dari tadi."
" Siap bos, tanpa lo minta gue pasti akan jagain istri lo kok."
" Makasih, lo mau ngomong sama Aldi?."
" Boleh deh."
" Hallo Honey" kata Aldi.
" Bee, kamu makan yang banyak ya jangan sampai sakit. Satu lagi jangan selingkuh, kalau sampai kamu selingkuh disana aku potong cumi kamu itu Bee" tutur Sinta.
" Kejam banget sih Honey, ntar kalau cumi aku dipotong kamu juga yang susah loh?."
" Iya juga ya."
" Aku tutup dulu telponnya ya Honey. Aku mau jalan lagi. Miss you Honey."
" Miss you to Bee."
Panggilan pun berakhir.
Sinta mengembalikan HP kepada Anggun. Mereka pun menikmati pesanan mereka kembali. Tak berselang lama makanan itu pun telah berpindah kedalam perut mereka.
__ADS_1
To be continue
Happy Reading Guys... 😉😉