Pelabuhan Cinta CEO Arrogant

Pelabuhan Cinta CEO Arrogant
Derita Sang Suami


__ADS_3

Malam hari Aldi sedang menikmati waktu santainya bersama sang istri. Aldi menemani istrinya menonton drakor kesukaannya. Aldi melihat istrinya yang tidak berhenti memakan cemilan.


" Honey udah dong makan snack nya ntar kamu gendut loh?."


" Emang kenapa kalau aku gendut kamu mau ceraiin aku gitu" mulai kesal.


" Nggak Honey mana mungkin aku ceraiin kamu hanya karena kamu gendut?."


" Bohong!."


" Kok bohong sih? apa kamu meragukan cinta aku Honey?."


" Iya. Kalian para laki-laki kan seperti itu kalau istri sudah gendut dan tidak cantik lagi kalian pasti akan melirik wanita lain" omel Sinta.


" Aku bukan laki-laki seperti itu Honey."


" Sekarang iya nggak, tapi besok siapa tau kan?."


Kok Dia jadi marah-marah gini sih sama gue.


" Kenapa diam? nggak bisa jawab kan?."


Sinta berdiri dari duduknya. Dia sudah tidak mood lagi menonton gara-gara suaminya itu.


" Mau kemana?."


" Tidur?!."


" Ikut."


" Nggak usah. Kamu tidur aja sama wanita cantik diluar sana."


Braaak


" Astagfirullah."


Aldi kaget karena suara pintu yang dibanting istrinya.


Tok


Tok


Tok


" Honey buka pintunya dong?."


" Kamu tidur dikamar tamu atau sofa sana?!."


" Kok kamu tega sih Honey suruh aku tidur diluar."


" Bodo."


Aldi melangkahkan kakinya menuju sofa. Aldi membaringkan badannya disofa ruang tamu. Aldi mulai memejamkan matanya. Tak berapa lama Aldi pun mulai terlelap.


Pagi hari Sinta udah bangun dari tidurnya. Sinta melihat kesamping ternyata suaminya tidak ada " Kemana dia?".


Sinta melangkahkan kakinya kekamar mandi. Sampai dikamar mandi Sinta mengisi air dalam bathtub nya. Setelah bathtub itu terisi air Sinta pun masuk kedalam bathtub dan membenamkan dirinya disana.


Setelah 20 menit berendam dalam bathtub Sinta memakai handuknya dan keluar dari kamar mandi. Sinta mengambil pakaian kantornya. Selesai berpakaian Sinta belum juga melihat batang hidung suaminya.


Sinta keluar dari kamar dan berjalan menuruni anak tangga. Saat melewati ruang tamu Sinta melihat suaminya tidur disana.


" Apa dia tidur disofa semalam?" Sinta bermonolog.


Sinta berjalan menghampiri suaminya itu. Sinta tersenyum melihat suaminya yang masih terlelap itu. Sinta membelai pipi suaminya. Sinta mengagumi ketampanan suaminya itu.

__ADS_1


" Bee bangun?."


Aldi mendengar suara orang yang dia cintai perlahan membuka matanya. Saat mata Aldi sudah terbuka dia melihat senyum indah istrinya. Aldi membalas senyuman istrinya itu.



" Kenapa kamu tidur disofa Bee?."


" Emang kamu nggak ingat?."


" Ingat apa?."


" Kan kamu yang suruh aku tidur diluar."


" Jangan ngaco kamu Bee."


Apa istri gue amnesia.


" Benar Honey kamu suruh aku tidur disofa semalam. Kamu nggak tau betapa tersiksanya aku tidur disofa."


" Nggak usah lebay cepat mandi ntar telat pergi kekantorya."


" Iya. Morning kiss dong Honey."


Sinta mencium bibir suaminya sekilas.


" Makasih Honey."


Setelah mendapatkan Vitamin dari istrinya Aldi melangkah kakinya menaiki tangga menuju kamarnya. Aldi masuk kedalam kamar dan langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Selesai Mandi Aldi memakai pakaian kantornya tidak lupa Aldi juga menyemprotkan parfum yang dibelikan oleh istrinya itu. Aldi berjalan menuruni tangga menuju dapur. Aldi melihat istrinya sedang menikmati sarapannya. Aldi menghampiri istrinya itu.


" Stop jangan maju" ucap Sinta.


" Kenapa Honey."


" Parfum yang sering kamu beliin Honey" jawab Aldi.


" Tapi kok bau nya aneh banget bikin perut aku mual" tutur Sinta.


Aldi mencium aroma parfum yang ada ditubuhnya.


Wangi seperti biasa, tapi kenapa bikin istri gue mual ya.


" Kamu ganti baju dulu deh Bee tapi jangan pake parfum yang tadi."


" Iya Honey."


Aldi pun kembali kekamarnya untuk mengganti baju sesuai permintaan istrinya. Sesampainya dikamar Aldi mengganti bajunya, tapi dia tidak memakai parfum lagi. Aldi merasa ada yang aneh dengan sikap istrinya itu.


Aldi berjalan menuruni tangga dan kembali bergabung bersama istrinya untuk sarapan bersama. Sinta melayani suaminya dengan telaten.


" Kamu kok cuma makan roti aja Honey?" tanya Aldi.


" Lagi males makan nasi Bee" jawab Sinta.


Aldi pun tidak bertanya lagi. Mereka menikmati sarapan dengan hikmat tanpa ada yang bersuara. Selesai sarapan mereka berangkat kekantor bersama.


Kediaman Vandy.


Anggun baru bangun dari tidurnya. Mereka telat bangun gara-gara semalam Vandy pengen nengokin dedek bayi. Anggun melihat kesamping tampaklah wajah tampan sang suami. Anggun tersenyum melihat suaminya yang masih setia memejamkan matanya.


Anggun bangun dari tidurnya dan berjalan menuju kamar mandi. Anggun mengisi bathtub nya dengan air. Setelah itu Anggun masuk kedalam bathtub dan merendamkan tubuhnya disana.


Setelah berendam selama 15 menit Anggun memakai handuknya dan keluar dari kamar mandi. Anggun melihat suaminya masih tertidur. Anggun menghampiri suaminya itu.

__ADS_1


" Mas bangun kita udah telat ni?."


" Mmmmm bentar lagi sayang."


" Sekarang Mas."


Vandy pun membuka matanya. Anggun mencubit gemas hidung suaminya.


" Buruan mandi kita udah telat" ucap Anggun.


" Emang udah jam berapa sayang?."


" Jam 8 Pagi Mas."


" Kenapa kamu nggak bangunin dari tadi."


Vandy bergegas menuju kamar mandi. Anggun hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah suaminya itu. Anggun menyiapkan pakaian suaminya. Setelah itu dia pun memakai pakaian kantornya.


Anggun udah siap dengan pakaian kantornya. Tak berapa lama Vandy pun keluar dari kamar mandi. Vandy memakai pakaian yang sudah disiapkan istrinya tadi.


Vandy dan Anggun memutuskan untuk sarapan dikantor. Karena mereka sudah telat. Vandy memacu mobilnya menuju perusahaannya.


Gara-gara macet Vandy dan Anggun nyampe jam 9 dikantor. Anggun bergegas masuk keruangannya. Saat berjalan menuju meja kerjanya tiba-tiba Cindy menghadang langkah Anggun.


" Apaan sih lo halangin jalan gue" ucap Anggun.


" Enak banget lo bisa datang telat kekantor" kata Cindy.


" Gue mau telat atau nggak kekantor nggak ada urusannya sama lo" kata Anggun.


" Tentu saja ada urusannya sama gue" kata Cindy.


Sinta dan Sisil melihat Anggun dihadang Cindy langsung membantu sahabatnya itu.


" Apa maksud lo ngehadang jalan Anggun?" tanya Sinta.


" Kalian nggak usah ikut campur urusan gue sama dia" jawab Cindy.


" Jelas kita ikut campurlah Anggun itu sahabat kita" ucap Sisil.


" Minggir lo" kata Sinta.


Cindy tak bergeming dia masih berdiri dihadapan Anggun.


" Gue lagi males berantem, jadi buruan minggir" kata Anggun.


" Kalau gue nggak mau lo mau apa? ngelaporin gue ke Pak Gio?" kata Cindy.


" Buat membereskan orang seperti lo gue nggak perlu bantuan Pak Gio" ucap Anggun.


Anggun mendorong tubuh Cindy kesamping. Tubuh Cindy pun bergeser dari hadapan Anggun.


" Lo lihat sendirikan gue nggak butuh bantuan siapapun buat membereskan wanita kayak lo" ucap Anggun.


Anggun berjalan menuju meja kerjanya. Cindy mengepalkan tangannya karena menahan emosi. Cindy pun kembali ketempat duduknya.


Awas lo Nggun gue akan bikin perhitungan sama lo.


" Waah sahabat gue yang satu ini bener-bener hebat" puji Sinta.


" Lo terlalu memuji gue Sin. Yuk lanjut kerja" kata Anggun.


Mereka pun melanjutkan kerjaan mereka kembali.


To be continue

__ADS_1


Happy Reading Guys.. 😉😉


__ADS_2