Pelabuhan Cinta CEO Arrogant

Pelabuhan Cinta CEO Arrogant
Suka Duka 2


__ADS_3

Setelah drama panjang menyalahkan api selesai. 3 wanita cantik itu pun mulai memasak. Tak berapa lama satu menu pun sudah selesai. Sekarang masak menu yang kedua. Baru setengah mateng masakan mereka, api nya mati.


Vandy pun meniup bara api, saat meniup abu dan asapnya mengenai wajah Vandy. Alhasil wajah Vandy pun jadi hitam kena abu dan asap tadi.


Semua pun tertawa karena melihat wajah Vandy yang hitam. Anggun merasa kasihan sama suaminya itu. Anggun memgambil tisu basah dan melap wajah suaminya pake tisu basah itu.


" Habis ini Mas mandi ya?"


" Hmmmm"


Selesai membersihkan wajah suaminya. Anggun melanjutkan acara masaknya. Akhirnya semua masakan mereka pun mateng.


Anggun dan para sahabatnya tersenyum, karena masakan mereka akhirnya selesai. Walaupun butuh perjuangan, dan wajah mereka pun sudah berkeringat. Karena didapurnya kakek Slamet sangat panas, ditambah hawa panas dari kayu bakar. Tapi mereka merasa bahagia.


Para suami menggelar tikar dibawah pohon mangga. Ya mereka akan makan dibawah pohon mangga. Selesai menggelar tikarnya, para istri menata makanan yang mereka masak tadi.


Nasi, lauk, buah-buahan sudah tertata rapi diatas tikar tadi. Mereka pun mengajak kakek dan nenek Slamet duduk di atas tikar yang sudah mereka gelar tadi.


" Sebaiknya kalian mandi dulu" kata Nenek


Mereka melihat satu sama lain. Ya memang benar, mereka sangat gerah dan wajah mereka juga sudah kucel karena masak tadi.


" Tapi kita nggak bawa baju ganti Nek" ucap Anggun.


" Tenang, Nenek punya baju daster dan baju nya masih terlihat bagus" kata Nenek


Anggun dan kedua sahabatnya pun mengikuti Nenek. Sampai dikamar mandi milik Anggun dan kedua sahabatnya takjub. Walaupun kamar mandi itu tidak mewah, tapi bersih dan wangi.


Nenek memberikan handuk, tiga stel baju daster, dan baju basahan buat mandi. Anggun dan para sahabatnya pun menerima daster yang diberikan oleh nenek.


Mereka bertiga pun memakai kain basahan untuk mandi. Anggun melihat air pancuran yang ada disana. Air nya bersih dan tidak berbau. Anggun, Sinta dan Sisil pun memulai acara mandi mereka.


" Waah air nya segar banget, betah ni gue berlama-lama disini" ucap Anggun

__ADS_1


" Iya Nggun, sama" kata Sinta.


Selesai mandi, mereka memakai baju daster yang diberikan nenek tadi. Baju daster nya pas untuk mereka.


" Waah ternyata baju daster nya masih bagus ya" ucap Sisil.


Mereka pun keluar dari kamar mandi. Dengan wajah yang sudah bersih dan segar.


Vandy dan para sahabatnya terpesona melihat istri mereka. Walaupun hanya memakai daster rumahan, tapi tidak mengurangi kadar kecantikan mereka.


Vandy menghampiri istrinya dan membawa istrinya duduk diatas tikar. Begitu juga Aldi dan Gio, mereka juga membawa istri mereka duduk diatas tikar yang ada disana.


" Waah Buk, seperti nya masakan yang dibuat para cucu-cucu kita ini lezat" ucap Slamet


" Iya Pak"


" Kenapa nggak dicoba aja Kek" tawar Anggun


" Yuk Kek, kita coba" ucap Aldi


" Mas mau disuapin kamu aja sayang"


" Mulai lagi manja nya" ucap Aldi


" Bilang aja lo iri, karena Sinta nggak mau manjain lo" kata Vandy


Anggun dan yang lain hanya menggelengkan kepala mereka melihat perdebatan Vandy dan Aldi. Walaupun mereka seperti tom and jerry kalau ketemu, tapi itulah bentuk kepedulian mereka satu sama lain.


Mereka pun menikmati makan siang mereka dengan sangat hikmat. Slamet dan istrinya pun sangat bahagia bisa mengenal Anggun dan yang lainnya.


Selesai makan Anggun dan kedua sahabatnya membereskan piring kotor dan mencuci bersih piring tersebut. Setelah selesai mencuci piring, Anggun dan sahabatnya kembali bergabung sama suami mereka.


Mereka pun mengobrol, dan sesekali juga bercanda sama kakek dan nenek Slamet. Mereka pun menikmati kebersamaan mereka sama kakek dan nenek Slamet. Karena hari ini mereka akan kembali kerumah mereka.

__ADS_1


Karena keasikan ngobrol mereka jadi lupa sama waktu. Hari sudah mulai sore mereka pun berpamitan kepada kakek dan nenek Slamet.


" Kek, Nek, kita pamit dulu ya" ucap Anggun


" Apa kalian akan pulang hari ini" kata Slamet sedih


" Iya Kek, soal nya besok suami kita udah mulai kerja" ucap Anggun


Raut wajah kakek dan nenek Slamet pun berubah sedih. Anggun pun ikut sedih, tapi mau gimana lagi, karena besok mereka harus bekerja.


" Lain waktu kita bakal kesini lagi kok Kek, Nek" ucap Sinta.


Anggun dan kedua sahabatnya memeluk kakek dan nenek itu. Mereka pun menangis bersama. Sebenarnya mereka juga tidak tega meninggalkan kakek dan nenek Slamet.


" Kalian pulang nya hati-hati, jangan lupain nenek sama kakek" ucap Slamet


" Iya Kek" ucap mereka berenam


Anggun menyerahkan amplop kepada kakek Slamet.


" Ini ada sedikit uang untuk kakek sama nenek, jadi kakek nggak perlu jualan talas lagi" ucap Anggun


" Terimakasih Nak" ucap Slamet dan istrinya


Sinta dan Sisil pun memberikan amplop kepada kakek Slamet.


" Terimakasih, semoga gusti Allah membalas semua kebaikan kalian Nak"


" Aamiin, makasih Kek untuk doa nya" ucap Anggun.


Mereka pun berpamitan sama kakek dan nenek Slamet. Anggun bersalaman dan mencium punggung tangan kakek dan nenek Slamet, diikuti sama yang lain.


Mereka pun masuk kedalam mobil. Kakek dan nenek Slamet masih menangis melepas kepergian mereka. Mobil Vandy pun melaju pergi meninggalkan kediaman kakek dan nenek Slamet dan Entah kapan mereka bisa bertemu lagi.

__ADS_1


To be continue


Happy Reading Guys... 😉😉


__ADS_2