Pelabuhan Cinta CEO Arrogant

Pelabuhan Cinta CEO Arrogant
Season 2


__ADS_3

Siang hari Kenzo, Gian dan Tristan sudah sampai dikantor Rangga. Mereka bertiga masuk kedalam studio, Kia dan Alex juga sudah berada disana.


Seperti biasa, Alex menatap mereka dengan tanjam. Alex tidak suka kalau mereka bertiga selalu berada diatas dia. Alex ingin dialah yang selalu jadi pusat perhatian orang-orang, bukan mereka bertiga.


" Hai anak-anak, kalian sudah sampai?" tanya Riska.


" Iya tante" jawab Gian.


" Sekarang kalian ganti baju dulu ya, habis itu baru di make up" kata Riska.


Mereka bertiga masuk kedalam ruang ganti. Disana sudah ada baju yang disediakan untuk mereka pakai untuk pemotretan nanti. Kenzo dan kedua sahabatnya mengambil salah satu baju yang ada disana.


Selesai mengganti pakaian, mereka bertiga pergi keruang make up. Mereka bertiga pun mulai di make up. Saat Kenzo sedang di make up, Kia dan Alex datang.


" Hei kamu" panggil Kia ke salah satu wanita yang lagi make up wajah Kenzo.


" Ya mbak" balas wanita itu.


" Tolong kamu make up anak saya dulu" titah Kia.


" Tunggu sebentar ya mbak, saya lagi make up in Kenzo" tolak wanita itu dengan halus.


" Berani sekali kamu membantah perintah saya!, kamu sudah bosan bekerja?" tanya Kia pada wanita itu.


" Maaf mbak, saya memang nggak tau siapa mbak, tapi saya disini bekerja dengan Pak Rangga, bukan sama sama mbak" jawab wanita itu.


" Ck.. saya bisa saja membuat kamu dipecat dari sini!, hanya karyawan rendahan, tapi sudah belagu" ejek Kia.


Sahabat dari wanita itupun geram mendengar ucapan Kia tadi. Saat mereka mau membantu sahabatnya itu, Wanita itu melarang kedua sahabatnya untuk membantu.


Kenzo, juga tidak tega melihat karyawan wanita itu direndahkan.


" Kak, aku nanti aja di make up nya" kata Kenzo.


" Tapi riasan kamu belum selesai" kata wanita itu.


" Nggak apa-apa Kak, aku nanti aja" kata Kenzo.


Kenzo beranjak dari tempat duduknya, dan pindah duduk disofa yang ada diruangan itu. Sambil menunggu gilirannya, Kenzo memainkan game yang ada di HP nya.


Kamu memang pantas jadi bintang Ken.


Gian dan Tristan sudah selesai di make up, mereka pun menghampiri Kenzo. Gian duduk disamping Kenzo, begitu juga dengan Tristan, jadilah Kenzo berada ditengah-tengah mereka.


" Gue nggak suka banget liat tu bocah" kata Gian.


" Kau juga bocah" kata Kenzo.


" Setidaknya aku lebih gede daripada dia" kata Gian.


" Sepertinya dia lebih gede daripada kita" kata Kenzo.


" Iya, tapi kan nggak seharusnya dia ganggu kita" kata Tristan.


" Biarkan saja dia terus menggonggong " kata Kenzo.

__ADS_1


" Kalau dia akan menggigit barulah kita akan memukulnya" kata Gian.


" Aku juga nggak suka sama sifatnya dia, sok berkuasa banget " kata Tristan.


Setelah Alex selesai di make up, barulah Kenzo melanjutkan make up nya yang tertunda tadi. Tidak butuh waktu lama Kenzo pun selesai di make up.


Kenzo dan kedua sahabatnya masuk kedalam studio. Disana Kenzo melihat Alex sedang melakukan pemotretan.


" Alex coba gaya nya jangan terlalu kaku, rileks saja" kata sang fotografer.


Alex merasa kesal sama sang fotografer. Tapi walaupun dia sangat kesal, tapi dia mencoba menahan rasa kesalnya itu. Setelah beberapa kali mencoba akhirnya selesai juga.


Sekarang giliran Kenzo dan kedua sahabatnya untuk melakukan pemotretan. Mereka bertiga sudah sangat terampil dalam berpose. Fotografer tidak susah untuk mengambil foto mereka bertiga.


" Bagus anak-anak, kalian bertiga melakukannya dengan baik" puji sang fotografer.


" Terima kasih Om" ucap mereka bertiga.


Alex tambah panas mendegar pujian untuk Kenzo dan kedua sahabatnya. Alex pun tidak tahan mendengar pujian yang diberikan untuk mereka bertiga, dia pun pergi meninggalkan studio itu.


Kenzo sudah menganti pakaiannya, begitu juga dengan Gian dan Tristan. Mereka bertiga pergi keruangan Rangga ditemani sama sekretaris Rangga.


Tok


Tok


Tok


" Masuk"


" Kalian sudah siap pemotretan?" tanya Rangga.


" Baru aja selesai Om" kata Gian.


" Kenapa Om manggil kami kesini?" tanya Kenzo.


" Kalian mendapatkan tawaran iklan" kata Rangga.


" Iklan!" kata mereka bertiga.


" Iya iklan, tapi itu terserah kalian sih mau ambil atua tidak" kata Rangga.


" Kalau iklan otomatis wajah kami akan ditampilkan di TV ya Om" kata Kenzo.


" Ya betul, wajah kalian akan muncul disana" kata Rangga.


" Wah bagus itu, kita akan tambah terkenal" kata Tristan antusias.


Sontak Kenzo dan Gian menatap tajam kepada Tristan. Tristan yang mendapatkan tatapan tajam langsung menundukkan kepalanya.


" Kalau untuk iklan, untuk saat ini kita nggak terima dulu deh Om" kata Kenzo.


" Kenapa?" tanya Rangga.


" Karena kami tidak ingin orangtua kami tau, kalau kami jadi model" kata Kenzo.

__ADS_1


" Jadi kalian belum ngasih tau orangtua kalian" kata Rangga.


" Belum Om " kata Gian.


" Ya ampun kalian ini, seharusnya kalian memberi tau orangtua kalian soal ini" kata Rangga.


" Kami sedang mencari waktu yang tepat, jadi Om tidak perlu khawatir" kata Kenzo.


" Ya udah terserah kalian aja, tapi jangan lama-lama membohongi orangtua, itu tidak baik" nasihat Rangga.


" Iya Om" jawab mereka bertiga.


" Baiklah, nanti Om akan hubungi perusahaan yang akan memakai kalian. Kalau kalian menolak kontrak nya" kata Rangga.


" Om berikan aja kontrak pada Alex" usul Kenzo.


" Mereka ingin kalian yang jadi model iklannya, tapi ntar Om coba deh" kata Rangga.


" Kalau nggak ada lagi, kami pamit dulu Om" kata Kenzo.


" Tunggu dulu, bagaimana kalau kita makan siang bareng" tawar Rangga.


Ketiga anak kecil itu berpikir, tak berapa lama mereka bertiga pun menganggukkan kepala tanda setuju dengan tawaran Rangga.


" Yuk berangkat" ajak Rangga.


Mereka berempat pun keluar dari ruangan Rangga. Mereka berjalan menuju lift khusus Presiden Direktur. Mereka masuk kedalam lift, Rangga menekan tombol 1. Lift pun turun kebawah.


Ting


Pintu lift terbuka, mereka berempat keluar dari lift. Mereka berjalan beriringan, sampai dilobi, lagi-lagi mereka bertiga jadi pusat perhatian orang-orang.


Rangga melirik ketiga anak kecil itu, Rangga tersenyum melihat sikap cuek ketiga anak kecil itu. Apalagi saat melihat Kenzo, bocah itu berjalan dengan wajah datarnya, tanpa mempedulikan tatapan orang-orang yang mengaguminya.


Mereka berjalan menuju parkiran, Sampai dimobil, Rangga membukakan pintu untuk ketiga anak kecil itu. Setelah itu barulah dia masuk kedalam mobil.


Mobil pun melaju meninggalkan perusahaan. Siang ini suasana jalan tidak terlalu padat. Jadi tidak butuh waktu lama, mereka pun sampai disalah satu restoran ternama.


Rangga memarkirkan mobilnya, setelah itu mereka pun masuk kedalam restoran. Rangga mencari tempat duduk yang nyaman untuk mereka.


Pelayan pun menghampiri meja mereka, dan memberikan buku menu. Mereka melihat buku menu dan mereka pun mulai memesan makanan yang akan mereka santap.


Setelah pelayan itu mencatat pesanan mereka, dia pun pamit dari meja Rangga.


" Om ke toilet bentar ya" kata Rangga.


" Iya Om" kata Tristan.


Sambil menunggu pesanan dan Rangga datang, Kenzo, Gian dan Trista memilih bermain game di HP mereka. Saat sedang asik main game, tiba-tiba ada suara yang memanggil Kenzo.


" Abang"


To be continue..


Jangan lupa like, komen dan vote nya ya...

__ADS_1


Happy Reading Guys.. 😉😉


__ADS_2