Pelabuhan Cinta CEO Arrogant

Pelabuhan Cinta CEO Arrogant
Season 2


__ADS_3

" Abang!" teriak Daffin.


Gian pun terbangun mendengarkan teriakan sang adik. " Kamu apa-apaan si Daffin, teriak-teriak kek di hutan"


" Kenapa Abang tidur di kasur aku?!"


Mamp*s gue, seharusnya gue lebih dulu bangun tadi.


" I-itu apa namanya, semalam kamar Abang di pinjam sama makhluk halus" kata Gian.


" Jangan bohong"


" Beneran"


" Baiklah, kali ini aku maafkan. Tapi ada syaratnya" kata Daffin.


" Kenapa harus pake syarat segala"


" Harus dong, kalau nggak aku nggak akan maafkan"


" Baiklah, katakan?"


" Kasih uang 500 ribu"


" Apa!, untuk apa uang sebanyak itu sama anak kecil kek kamu"


" Umurku sudah 8 tahun, jadi aku bukan anak kecil lagi. Itung-itung itu biaya sewa Abang tidur semalam di kamar aku"


" Nanti Abang kasih. Tapi untuk apa sama kamu uang sebanyak itu?"


" Ssstt, nggak boleh kepo" kata Daffin.


" Ck.. dasar bocah"


Gian bangkit dari tidurnya, dia keluar dari kamar adiknya, dan kembali melanjutkan tidurnya di kamarnya. Sampai di depan pintu kamarnya, Gian berpapasan dengan mama dan papanya.


" Gian, yuk ikut jogging " ajak sang mama.


" Malas Ma, aku mau lanjut tidur aja"


" Kamu itu gimana sih, jadi cowok kok pemalas banget" kata sang papa.


" Biarin, lagipula aku jarang tidur sampe siang"


" Oh iya, kamu kenal sama pacarnya Kenzo?" tanya Sinta.


" Kenal, emang kenapa?" tanya balik Gian.


" Nggak apa-apa, mama cuma kasihan sama kamu" kata Sinta.


" Kasihan kenapa?"


" Masih betah menjomlo"


" Siapa bilang aku jomlo, aku juga sudah punya pacar kali" kata Gian keceplosan.


Sinta dan Aldi hanya ber oh ria. Mereka berdua belum mencerna ucapan sang putra, namun seperkian detik.


" Apa!" kaget Aldi dan Sinta.


" Astagfirullah, mama dan papa kenapa kek orang kesurupan gitu sih" protes Gian.


" Kamu bilang apa tadi?" tanya Sinta.


" Nggak bilang apa-apa" kata Gian.


" Bohong, tadi mama dengar kamu bilang nggak jomlo. Jadi siapa calon mantu mama itu?" tanya Sinta.


" Emang ada aku bilang gitu?"


" Ada Ian, mama sama papa dengar "


" Nanti mama sama papa juga tau" kata Gian.


" Kenapa nggak sekarang aja"


" Kalau sekarang aku mau tidur, lagian mama sama papa juga mau jogging kan"


" Oh iya, hampir saja lupa. Yuk Pa kita jalan"

__ADS_1


" Yuk, Vandy dan yang lain pasti sudah menunggu kita" kata Aldi.


Gian masuk kedalam kamarnya, kemudian melanjutkan tidurnya kembali. Baru saja Gian mau memejamkan matanya, tiba-tiba ponselnya berdering.


" Siapa sih telpon pagi-pagi, ganggu gue mau tidur aja"


Gian mengambil ponselnya dia atas nakas. Senyumnya mengembang melihat nama yang tertera di layar ponselnya.


" Hallo, Assalamualaikum" terdengar suara lembut di seberang sana.


" Wa'alaikum salam"


" Masih tidur ya honey?"


" Nggak kok, emang kenapa?"


" Aku mau ngajak kamu jogging, Melodi sama Dira juga ikut "


" Jogging dimana?"


" Melodi bilang di taman Blok D"


Itu kan taman kompleks perumahan sini. Sial, berarti mama sama keluarga Om Vandy juga ke sana.


" Honey, kamu masih di sana kan?" tanya suara lembut di seberang sana.


" Masih honey "


" Gimana?, mau ikut nggak?"


" Mau dong, banget malah"


" Ya udah sampai ketemu di sana ya"


Panggilan pun berakhir.


Kantuk yang dia rasakan tadi hilang seketika, karena mendengar suara kekasih hatinya. Gian bergegas ke kamar mandi, untuk menggosok gigi dan membersihkan wajahnya.


Setelah selesai Gian langsung mengambil baju olahraganya. Gian menyisir rambutnya dengan rapi. Hari ini dia harus membuat sang kekasih hanya menatap wajahnya.


Gian keluar dari kamarnya, Gian bersenandung ria menuruni anak tangga. Bik Yum tersenyum melihat tuan mudanya bernyanyi seperti itu.


" Pagi Bik"


" Bahagia banget Den"


" Kan hari-hari aku emang selalu bahagia Bik"


Gian teringat akan Keyra, dia bergegas menuju rumah Kenzo. Karena kalau telat, bisa-bisa dia di tinggal sama rombongannya.


Bik Yum hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan tuan mudanya. Setelah tuannya menghilangkan dari pintu utama, Bik Yum pun kembali ke dapur untuk melanjutkan pekerjaannya.


Kediaman Vandy.


Kenzo sudah siap untuk pergi jogging bersama mommy, Daddy dan juga adeknya. Kenzo berjalan menuruni anak tangga rumahnya.


" Katanya nggak mau ikut?" kata Vandy.


" Abang bilang ikut, daddy aja yang nggak denger"


" Maksud kamu daddy tuli begitu?"


" Tu daddy yang bilang sendiri ya" kata Kenzo.


" Sudah-sudah, kalau kalian berdua masih ribut, mending nggak usah ikut" kata Anggun.


Anggun dan Kiran berjalan keluar rumah. Di depan pintu utama Aldi dan keluarga kecilnya sudah menunggu, begitu juga dengan keluarga kecil Gio.


" Loh Gian mana Sin?" tanya Anggun.


" Tidur Nggun"


" Yuk, kita jalan" ajak Vandy yang muncul tiba-tiba.


" Mereka semua naik ke atas mobil, kecuali Kenzo dan Tristan. Karena mereka akan pergi sama motor.


Mobil Anggun pun melaju meninggalkan kediamannya. Diikuti sama Kenzo dan Gian di belakang. Sampai di gerbang, Kenzo dan Tristan berpapasan dengan Gian.


" Stop" kata Gian sambil merentangkan tangannya di depan motor Kenzo.

__ADS_1


Ciiit..


Kenzo merem mendadak motornya. " Lo apa-apaan si Ian"


" Gue nebeng sama Lo" kata Gian sambil naik ke atas motor Kenzo.


" Ck.. menyusahkan saja"


Kenzo dan Tristan pun melanjutkan kembali perjalanan mereka menuju taman kompleks.


" Lain kali jangan bangun kesiangan" kata Kenzo.


" Aku bangunnya pagi kali"


" Buktinya Lo telat"


" Tadi Bik Yum ngajak gue ngobrol dulu"


" Alasan Lo banyak banget"


" Terserah Lo deh ah"


Mobil Vandy pun sampai di taman kompleks, diikuti sama motor Kenzo dan Tristan. Mereka semua turun dari dalam mobil.


" Bukannya kamu tidur Ian?" tanya sang papa.


" Nggak, buktinya sekarang aku ada disini"


Vandy mencari keberadaan keluarga Agatha. Setelah ketemu, Vandy mengajak rombongannya menemui Keynan Agatha.


" Eh calon besan sudah datang" kata Keynan.


Sinta dan Sisil melihat ketiga cewek cantik berdiri di hadapan mereka.


" Yang mana nih, calon Kenzo?" tanya Sinta dan Sisil.


" Coba kalian tebak yang mana" kata Anggun.


" Jangan-jangan ketiga-tiga nya lagi" kata Sinta.


" Mana mungkin" kata Gian.


" Kenapa nggak mungkin?" tanya Sinta.


" Karena yang di sebelah kiri itu pacar aku" kata Gian.


Keyra tersipu malu mendengar jawaban Gian. Dia hanya bisa menundukkan wajahnya.


" Kamu bohong sama mama kan?, mana mungkin cewek cantik ini mau sama kamu" kata Sinta.


" Mama tanya aja sama Dia"


" Apa benar yang di bilang sama putra Tante sayang?" tanya Sinta pada Keyra.


" B-benar Tante" jawab Keyra.


" Apa aku aku bilang" kata Gian dengan bangga nya.


" Kamu nggak salah ngomong kan sayang?, masa iya kamu suka sama putra Tante yang nggak ada tampan-tampannya itu" kata Sinta.


" Mama?!" rengek Gian.


" Abang nggak malu, udah gede masih nangis" ledek Daffin.


" Diam kau bocah!"


Semua orang di sana tertawa, tak terkecuali Keyra. Dia tidak menyangka Gian bisa bersikap kekanak-kanakan juga.


To be continue..


Abang Kenzo.



Abang Gian.



Abang Tristan.

__ADS_1



Happy Reading 😚😚


__ADS_2