
Malam hari.
Vanya sedang memikirkan ucapan kakak iparnya tadi sore. Gimana cara mengatakanya pada suaminya. Dia merasa malu untuk mengatakan hal seperti itu.
Aku harus lebih agresif supaya kecambahnya kak Marko cepat jadi.
Vanya mengambil lingerie didalam lemari pakaiannya. Vanya bergegas memakai lingerie nya, sebelum suaminya keluar dari kamar mandi.
Selesai memakai lingerie, Vanya merebahkan tubuhnya diatas kasur empuknya. Vanya menutup tubuhnya dengan selimut.
Marko baru keluar dari kamar mandi. Dia keluar hanya memakai handuk yang dililitkan dipinggangnya, sehingga roti sobeknya terekspos dengan sempurna.
Air yang menetes dari rambutnya yang masih basah, terlihat seksi dimatanya. Vanya susah payah menahan saliva nya, karena melihat pemandangan yang ada dihadapan matanya.
Ya Allah sungguh indah ciptaanmu.
Marko tau istrinya pura-pura tidur, maka dari itu dia sengaja mengibas ngibaskan rambutnya yang masih basah itu.
Mari kita lihat seberapa kuat kamu menahan pesona aku.
Marko berjalan mendekati ranjangnya, supaya Vanya bisa melihat lebih jelas rotik sobek miliknya.
Ini maksudnya apa?, kenapa dia berdiri lama-lama disana?, Apa dia sengaja menggoda ku. Baiklah mari kita lihat siapa yang masuk perangkap duluan.
Vanya bangun dari tidurnya, kemudian berdiri tepat didepan sang suami. Marko mundur kebelakang karena kaget melihat penampilan sang istrinya.
Vanya maju satu langkah, hingga nggak ada jarak diantara mereka. Vanya mengalungkan tangannya dileher sang suami. Vanya meniup telinga Marko, membuat bulu roma Marko berdiri.
Marko memejamkan matanya saat tangan istrinya mulai membelai wajahnya. Marko menikmati setiap sentuhan yang diberikan istrinya itu.
Vannya tersenyum karena merasakan junior sang suami bereaksi. Vanya mengecup bibir suaminya sekilas. Setelah misi menggoda nya berhasil, Vanya pun menghentikan aksinya.
" Pakai pakaiannya dulu Kak" bisik Vanya ditelinga suaminya.
Marko tidak terima karena sang istri menghentikan aksinya. Marko menarik pinggang Vanya, hingga tubuh Vanya membentur dada bidang sang suami.
" Kamu sudah berani membangunkan juniorku, terus kamu mau pergi gitu aja, tidak semudah itu ya yank"
Marko mencium bibir istrinya, lama kelamaan ciuman itu berganti dengan ******n lembut. Vanya pun membalas ciuman sang suami. Walaupun Vanya tidak bisa mengimbangi permainan sang suami.
__ADS_1
Setelah pasokan oksigen mereka berkurang, barulah mereka melepaskan ciumannya.Marko menatap mata sang istri, begitu juga dengan Vanya.
" Kamu yang mulai ya yank, jadi jangan salahkan aku" kata Marko.
Marko membaringkan tubuh sang istri dengan sangat hati-hati. Marko membuka lingerie yang dipakai sang istri. Tak butuh waktu lama untuk Marko membuka lingerie sang istri.
Kini Vanya sudah polos, tanpa memakai sehelai benang pun. Marko memberikan sentuhan-sentuhan lembut pada sang istri. Marko mengabsen setiap inci tubuh sang istri.
Marko juga banyak meninggalkan jejak kepemilikan dileher dan juga dada sang istri. Suara desahan pun lolos dari mulut Vanya. Mendengar suara desahanan sang istri, membuat hasrat Marko memuncak.
Marko pun memulai penyatuan mereka. Vanya sangat menikmati permainan suaminya. Kamar mereka sudah dipenuhi oleh suara merdu Vanya.
Setelah mencapai puncaknya, Marko memasukan banyak sekali bibit kecambah kedalam rahim sang istri. Marko mengelus perut sang istri.
" Mudah-mudahan cepat jadi" kata Marko yang akhirnya tumbang disamping sang istri.
Vanya tersenyum mendengar ucapan suaminya tadi. Vanya juga berharap akan segera hadir buah cinta mereka didalam perutnya.
" Makasih istriku" ucap Marko sambil mengecup kening sang istri.
" Sama-sama suamiku"
Marko pun memeluk tubuh istrinya, begitu pun dengan Vanya. Karena kelelahan mereka berdua pun terlelap dengan saling berpelukan.
Pukul 3 dini hari.
Vandy terbangun karena mendengar tangisan putri kecilnya. Vandy tidak ingin membangunkan sang istri. Vandy berjalan menghampiri box baby nya. Vandy memeriksa popok sang bayi, ternyata tidak basah.
" Bearti princes nya daddy lapar, tunggu sebentar ya sayang"
Vandy mengambil botol susu yang sudah diisi asi sang istri, kemudian memberikannya pada putri kecilnya. Vandy tersenyum melihat putri kecilnya mengisap dotnya.
Setelah kenyang Kiran tidak tidur, matanya masih terbuka. Vandy meletakkan botol susunya di atas nakas. Vandy menggendong putri kecilnya itu.
" Princes daddy mau main ya"
Vandy mengajak ngobrol baby mungilnya itu. Sesekali Vandy mencium pipi putrinya itu. Kiran masih betah membuka matanya. Dia merasa nyaman dalam gendongan daddy nya.
Tak berapa lama terdengar suara tangis putra Aldi. Vandy pun membuka sedikit gordennya. Vandy melihat Aldi terbangun dan memberikan susu untuk putranya.
__ADS_1
Sama seperti Kiran, baby Daffin juga tak mau tidur, alhasil Aldi pun harus siap untuk bergadang menjaga putra kecilnya yang tidak mau tidur.
" Daffin nggak mau tidur juga Al?" tanya Vandy.
" Iya ni Van, mamanya malah enak-enakan tidur lagi" gerutu Aldi.
" Biarkan saja, lagian mereka juga capek dari tadi ngurus sikecil"
" Iya sih"
Vandy dan Aldi duduk disofa yang ada disana. Mereka berdua sama-sama bergadang untuk menemani anak mereka.
" Van, gimana kalau kita jodohkan saja mereka" usul Aldi.
" Gil* loe, anak gue masih bayi. loe malah bahas perjodohan" kata Vandy.
" Ya nggak apa-apa kali Van. Masa loe nggak mau besanan sama gue" kata Aldi.
" Gue nggak mau jodoh-jodohin anak gue Al"
" Kenapa?, gue yakin putri loe nggak nyesal nikah sama anak gue" kata Aldi.
" Dia emang nggak, tapi gue merasa rugi besar kalau besanan sama loe"
" Ayolah Van, mau ya.. ya"
" Kita lihat nanti aja deh Al, lagian gue nggak mau ngambil keputusan sendiri"
" Bearti loe setuju kan mereka berdua dijodohkan" kata Aldi.
" Nggak, lagian gue nggak mau putri gue tersakiti nanti " kata Vandy.
" Gue jamin putra gue nggak bakal nyakitin putri loe" kata Aldi.
" Kita bicarakan ini lain waktu aja ya Al" kata Vandy sambil meninggalkan Aldi.
" Kamu dengar ya Nak, nanti kalau kamu sudah gede, kamu harus bisa menjaga Kiran ya. Papa harap kalian berdua berjodoh" kata Aldi.
Karena Kiran sudah tidur, Vandy pun membaringkan Kiran di boxnya. Vandy kembali kesofa untuk beristirahat. Vandy mulai memejamkan matanya, tak berapa lama Vandy pun terlelap.
__ADS_1
To be continue...
Happy Reanding Guys.. 😉😉