
Mobil Vandy terparkir cantik didepan rumah sakit. Vandy membukakan pintu untuk istrinya. Pasutri itu jalan sambil bergandengan tangan masuk kedalam rumah sakit. Vandy mengambil nomor antrian mereka. Pasutri itu mendapatkan nomor antrian 10.
" Sayang inikan rumah sakit milik kita kenapa harus ngambil nomor antrian. Kita bisa langsung ketemu sama dokternya."
" Walaupun ini rumah sakit milik kita.Tapi kita tidak boleh menjadikan itu alasan untuk kita bisa masuk duluan. Kasihan orang yang sudah capek mengantri dari tadi. Coba Mas lihat kesana mereka itu sudah hamil besar. Apa Mas tega membiarkan mereka menunggu lama karena kita."
" Nggak sayang Mas tidak tega melihatnya. Mas bayangin kamu kayak gitu sedih rasanya."
" Sekarang Mas mengertikan."
"Hmmmm."
Vandy dan Anggun menunggu giliran nama mereka dipanggil. Sambil nunggu giliran Vandy membaca artikel seputar kehamilan. Saat membaca artikel tentang ngidam Vandy begitu kaget. Karena diartikel itu tertulis permintaan orang ngidam itu aneh-aneh. Tapi permintaan aneh itu harus dipenuhi sama sang suami.
" Untung istri aku nggak ngidam yang aneh-aneh."
Setelah menunggu sekian lama akhirnya nama Anggun dipanggil juga. Vandy dan Anggun masuk kedalam ruangan dokter. sebelum masuk mereka membaca tulisan yang ada dipintu masuk ada nama Dokternya dan juga gelar sang Dokter. Vandy membuka handle pintu. Saat pintu terbuka tampaklah sosok Dokter cantik.
Dokter itu tersenyum ramah kepada Anggun. Walaupun umurnya sudah kepala empat tapi masih terlihat muda dan cantik.
" Silakan duduk" ucap sang dokter.
Anggun dan Vandy pun duduk dikursi yang sudah disediakan disana.
" Ada keluhan apa nona Anggun."
" Saya mau periksa kandungan saya Dokter."
" Silakan berbaring disana nona."
Anggun membaringkan tubuhnya diatas tempat tidur yang ada diruangan itu. Vandy ikut menemani istrinya.
Dokter mengoleskan gel keperut Anggun. Setelah itu Dokter pun mulai melakukan USG. Saat alat itu bekerja mata Vandy dan Anggun sangat fokus melihat monitor yang ada disana.
" Dokter yang bulat kecil itu apa?" tanya Vandy.
" Itu calon bayi anda tuan. Itu artinya nona memang sedang hamil dan usia kandungannya sudah mau jalan 4 minggu."
Vandy sangat bahagia melihat calon anaknya yang terlihat dilayar monitor yang ada diruangan itu.
" Apa kondisi bayi kami sehat Dok?" tanya Anggun.
" Sangat sehat nona."
Anggun dan Vandy tersenyum bahagia mendengar bayi mereka sehat.
" Apa kita bisa melihat jenis kelaminnya."
" Untuk melihat jenis kelaminnya kita bisa melihatnya saat usia kandungan nona sudah 5 bulan."
" Kenapa lama sekali."
Anggun dan Dokter tersenyum melihat Vandy yang kecewa lantaran tidak bisa melihat jenis kelamin Bayinya. Dokter membersihkan gel yang ada diperut Anggun.
" Dokter kenapa istri saya muntah-muntah?" tanya Vandy.
" Itu biasa terjadi pada wanita hamil tuan" jawab Dokter.
" Tapi saya tidak tega melihat istri saya seperti itu. Apa ada obat buat menghilangkan mual?."
" Ada. Nanti akan saya berikan obat sama vitamin juga."
" Dokter apa saat hamil seperti itu boleh melakukan hubungan intim?."
Anggun sangat malu mendengar pertayaan suaminya. Bisa-bisanya suaminya itu menanyakan hal seperti itu.
"Boleh asalkan melakukannya dengan pelan dan tidak terlalu kencang. Tapi saya sarankan jangan dulu sebab nanti beresiko menyakiti janin."
" Kapan saya bisa melakukan itu tapi tetap membuat istri dan calon anak saya aman."
__ADS_1
" Setelah usia kandungan 3 bulan."
" Apa?!. Kenapa lama sekali."
Anggun menutup wajahnya dengan kedua tangannya karena malu melihat tingkah suaminya itu.
" Gil* gue harus puasa selama dua bulan dong. Kasian kamu tong."
Dokter menulis resep dan juga vitamin buat Anggun. Setelah semua selesai Anggun dan Vandy pun undur diri pada Dokter Linda. Selama perjalanan kepakiran Anggun hanya diam saja.
Mobil Vandy melaju meninggalkan rumah sakit. Anggun masih tetap diam tak bersuara.
" Sayang kamu kenapa dari tadi kok diam aja?."
Anggun masih diam tak menjawab pertanyaan suaminya itu. Vandy melirik kearah istrinya itu. Vandy menepikan mobilnya kepinggir jalan.
" Sayang liat Mas sini."
Anggun menoleh kearah suaminya itu.
" Sayang kamu kenapa? habis pulang dari rumah sakit tadi kamu cuma diam aja?."
" Aku kesal sama kamu Mas."
" Emang Mas ngapain sayang."
" Kenapa Mas nanya kayak gitu sama Dokter Linda."
" Nanya apa sayang."
" Itu."
" Apa?" mulai mendekatkan wajahnya kepada istrinya.
" Kan bagus Mas tanya gitu jadi kita bisa tau. Coba kalau Mas nggak nanya gitu tadi dan kita melakukan hubungan intim dan Mas melakukannya tidak pelan kan bisa bahaya."
Anggun memikirkan ucapan suaminya itu. Benar sih yang dibilang sama suaminya itu.
" Maaf Mas."
Vandy tersenyum mendengar ucapan maaf dari istrinya itu.
" Sayang ini sama-sama pengalaman pertama buat kita dan Mas nggak mau menyakiti kamu dan bayi kita. Apapun akan Mas lakukan demi kamu dan Dedek yang ada disini" mengelus perut istrinya.
" Makasih karena sudah memberikan cinta yang besar buat aku" menangis.
Vandy memeluk istrinya itu dan memberikan kecupan dikening istrinya itu. Setelah istrinya mulai tenang barulah Vandy melepaskan pelukannya.
" Sekarang kita mau langsung pulang atau kemana dulu?" tanya Vandy.
" Pulang aja Mas."
Vandy melaju kan mobilnya dan melanjutkan perjalanan mereka kembali. Diperjalan pulang Anggun melihat penjual sate.
" Mau makan sate?" tanya Vandy.
" Mau" jawab Anggun dengan nada manja.
Vandy tersenyum tipis melihat istrinya. Vandy menepikan mobilnya dan memakirkan mobil dipinggir jalan. Saat Anggun turun dari mobil Anggun mencium aroma sate Anggun pun menelan salivanya. Vandy hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah istrinya itu.
" Yuk masuk" tawar Vandy.
Mereka pun masuk kedalam warung sate.
" Sayang mau sate apa daging ayam atau daging sapi?."
" Campur aja Mas. Sate daging ayam 15 tusuk sate daging sapi 15 tusuk."
__ADS_1
Setelah memesan sate buat dia dan istrinya Vandy mencari tempat duduk yang agak pojokan. Sambil menunggu pesanan mereka datang Vandy memeriksa email yang dikirim Aldi ke HPnya. Sedangkan Anggun sibuk makan kerupuk.
Pesanan mereka pun datang. Vandy dan Anggun mulai mencicipi sate yang mereka pesan tadi. Vandy melihat istrinya begitu lahap memakan sate-sate itu. Tak butuh lama 30 tusuk sate tadi sudah berpindah kedalam perut Anggun.
" Apa Mommy sama Dedek udah keyang?" tanya Vandy
" Sudah Daddy" jawab Anggun sambil mengelus-elus perutnya.
Vandy membayar pesanan mereka tadi. Saat akan menuju mobilnya Vandy dan istrinya dicegat sama Ibuk-ibuk dan anaknya yang sedang hamil.
" Maaf Buk saya dan istri saya mau lewat?."
" Tidak boleh" jawab Ibuk itu.
" Kenapa?!" mulai kesal.
" Saya ingin sebelum kamu pergi kamu mengelus perut anak saya."
" Gil* bener nih Ibuk-ibuk masa nyuruh gue ngelus perut anaknya."
" Saya nggak mau" tolak Vandy.
" Ayolah tuan bantu saya?."
" Saya nggak mau Buk. Kenapa nggak suruh Bapak bayi itu aja yang ngelus."
" Nona tolong bujuk suami anda. Kasihan anak saya. Dia ngidam ingin dielus sama cowok tampan nona?."
" Jadi maksud Ibuk suami saya tampan?" tanya Anggun.
" Sangat tampan nona" jawab Ibuk itu.
" Mas kamu dengarkan anak Ibuk itu lagi ngidam jadi kamu harus ngabulin permintaan Ibuk itu nggak boleh nolak."
" Tapi sayang."
" Nggak ada tapi-tapian cepak elus."
Vandy mulai mengelus perut anak Ibuk itu.
" Terimakasih tuan. Boleh Ibuk minta foto?."
" Apa Ibuk ngidam juga."
" Bukan cuma pengen berfoto saja sama artis."
" Tapi saya bukan artis Buk."
" Tuan ganteng seperti Oppa-oppa Korea."
Mendengar kata Oppa-oppa Korea Vandy pun menyanggupi permintaan Ibuk itu. Anggun yang melihat suaminya berubah hanya karena mendengar nama Oppa-oppa Korea pun hanya bisa menggelengkan kepalanya.
Vandy dan Ibuk itupun mulai berfoto. Entah sudah berapa banyak gaya yang mereka ambil fotonya ada yang mengedipkan mata sebelah dan banyak lagi. Sampai Anggun bosan menunggu mereka.
" Sudah-sudah. Apa kalian akan berfoto sampai sore. huh?!."
Vandy melihat istrinya yang mulai kesal menghentikan kegiatan foto-fotonya.
" Sekali lagi terimakasih tuan dan nona" ucap Ibuk itu.
" Hhhmmm."
Ibu dan anak itu pun pergi meninggalkan Anggun dan Vandy.
" Pulang!!" teriak Anggun.
To be continue...
Happy Reading Guys... 😉😉
__ADS_1