Pelabuhan Cinta CEO Arrogant

Pelabuhan Cinta CEO Arrogant
Season 2


__ADS_3

Kenzo tidak menyangka adeknya yang manja itu ternyata punya sisi menakutkan juga. Mungkin aura yang dimiliki adeknya itu lebih menyeramkan dari yang dimiliki dirinya dan juga Daddy-nya.


Sudut bibir Kenzo terangkat membentuk senyuman. Dia masih teringat kejadian di gudang tua tadi. Adeknya itu mampu membuat ayah dan anak itu ketakutan setengah mati.


Abang yakin saat dewasa nanti kamu akan menjadi sosok wanita yang kuat seperti mommy.


Anggun menatap wajah putri kecilnya itu. Anggun tersenyum pada putri kesayangannya itu. Kiran pun membalas senyuman sang mommy.


" Mommy nggak menyangka kalau adek bisa memainkan senjata, seperti pisau?"


Mata Kiran membulat dengan sempurna. Darimana mommy-nya bisa tau kalau dia bisa beladiri. Apa mommy-nya akan memarahinya?, apa mungkin mommy juga kecewa padanya?.


Begitu banyak pertanyaan bermunculan di kepala gadis kecil itu. Dia takut mommy-nya akan marah dan juga kecewa padanya. Kiran menatap mommy-nya dengan mata yang sudah mulai berkaca-kaca.


" A-apa mommy marah?"


Anggun tau putrinya sedang takut saat ini. Dia membelai lembut kepala putri kecilnya itu. Memberikan keterangan untuk sang putri tercinta.


" Mommy nggak marah sama adek. Justru mommy bangga sama adek"


Kiran mendongakkan kepalanya, dia memberanikan diri menatap wajah sang mommy. " Benarkah mommy tidak marah?"


" Benar sayang. Dengan adek bisa beladiri seperti sekarang ini, adek jadi bisa melindungi diri adek dari orang-orang yang ingin berbuat jahat sama adek"


" Terima kasih mommy"


" Tapi ingat, jangan gunakan kekuatan adek untuk menindas dan mencelakai orang. Gunakan kekuatan adek untuk membantu orang-orang. Satu lagi, jangan perlihatkan kelebihan kita pada orang lain" nasihat dan pesan sang mommy.


" Baik mommy, adek akan selalu ingat semua nasihat mommy"


" Ngomong-ngomong adek belajar beladiri darimana?" tanya Anggun.


Hening.


Seperkian menit Kiran belum juga menjawab pertanyaan mommy-nya. Anggun mengerti kalau putri kecilnya itu belum siap untuk bercerita sekarang.


" Nggak apa-apa kalau emang adek belum siap untuk bercerita sekarang. Kapan adek mau bercerita mommy siap untuk mendengarkan"


" Terima kasih mommy"


Anggun memang tidak pernah memaksa anak-anaknya. Dia akan menunggu sampai anak-anaknya mau bercerita sendiri tanpa ada ada paksaan.


Kenzo cs berpamitan pada orang tua mereka untuk pergi makan malam dengan kekasih mereka. Vandy dan kedua sahabatnya memberikan izin kepada putra mereka, dengan catatan jangan pulang larut malam.


Setelah mendapat izin dari orang tua mereka, Kenzo cs dan pasangannya keluar dari ruang rawat inap Anggun. Mereka berjalan beriringan menuju lift.


Ting.


Pintu lift terbuka, Kenzo cs berjalan menuju lobi rumah sakit. Mereka akan mencari restoran halal yang ada di sekitar rumah sakit tempat mommy-nya di rawat.


" Kita makan di resto itu aja yuk" ajak Dira.


" Boleh, kita di outdoor aja" kata Melodi.

__ADS_1


Tiga pasang remaja itu menyeberang jalan menuju resto itu. Ya restorannya berada di seberang jalan. Sesampainya di resto itu, mereka langsung mencari tempat duduk yang kosong.


Pelayan memberikan buku menu pada mereka. Mereka semua mulai menu yang tertera di buku menu itu. Setelah menemukan menu yang akan di pesan, mereka langsung memberi tau pelayan.


Setelah mencatat semua pesanan mereka, pelayan itu pamit undur diri. Sambil menunggu pesanan mereka datang mereka mengobrol santai.


" Yank" panggil Melodi.


" Hhmm"


" Berarti kita nggak jadi pulang besok ya?"


" Sepertinya begitu"


" Gue nggak nyangka wanita itu bisa melakukan hal bodoh seperti itu" kata Dira.


" Iya, gue juga nggak habis pikir sama wanita itu" kata Keyra.


" Kalau aku yang kena tembak kek gitu kamu sedih nggak my love ?" tanya Dira pada Tristan.


" Nggak, senang malah" kata Tristan.


Dira dan yang lain kaget mendengar jawaban yang keluar dari mulut Tristan.


" Tian, lo nggak salah ngomong?" tanya Gian.


" Salah minum obat ni Tian" kata Kenzo.


Bukannya menjawab pertanyaan dari kekasihnya Tristan malah bertanya balik pada kekasihnya. " Emang kamu nggak bahagia aku tembak kemarin?"


Kenzo dan yang lain mengerti maksud ucapan Tristan, Mereka langsung menghajar Tristan membabi buta. Bagaimana tidak, lagi ngomong serius Tristan malah bercanda.


" Kenapa kalian mukul pacar aku?" kata Dira.


" Karena pacar lo ini emang pantas untuk di hajar, biar otaknya berfungsi dengan baik" kata Gian.


" Ay sakit" adu Tristan pada kekasihnya.


" Hueeek" Kenzo dan Gian langsung mual mendengar ucapan Tristan barusan.


" Jijik banget gue denger omongan lo Maisaroh" kata Gian.


" Bilang aja lo berdua syirik ama gue" kata Tristan.


" What!, syirik sama lo. Mimpi!" kata Kenzo.


" Kamu dengarkan Ay, mereka selalu menindas kekasih kamu ini" rengek Tristan.


" Tian stop!, tambah mual perut gue melihat tingkah lo yang sok manja dan gemulai begitu" kata Gian.


" Kalau orang iri memang begitu, mual melihat rumput tetangga yang sedang bermesraan" kata Tristan.


" Ogah gue iri sama rumput kering kek Lo" kata Gian.

__ADS_1


" Udah sesama kering jangan menghina. Gue yang subur kek gini santai aja" kata Kenzo.


" Wah..wah anak sultan emang beda, kata-kata mutiaranya langsung bikin orang down" kata Gian.


" Iya, kata-katanya lebih pedas dari BonCabe"


Pesanan mereka pun datang. Para pelayan itu menyajikan makanan itu di atas meja. Setelah selesai, pelayan itu pun pamit undur diri. Mereka semua mulai menyantap makanan yang ada di hadapan mereka.


Selesai makan, mereka tidak langsung pergi dari resto itu, mereka mengistirahatkan perut mereka terlebih dahulu.


" Besok malam kita pergi ke Namsan tower, yuk?" ajak Melodi.


" Setuju" kata Keyra dan Dira antusias.


" Semangat kali kalian" kata Kenzo.


" Apa kalian janjian juga sama Oppa-Oppa gaje kalian di sana?" tanya Gian.


" Nggak honey" jawab Keyra.


"Kalau kalian nggak izinin, kita nggak akan pergi" kata Melodi.


" Baiklah, besok malam kita pergi ke Namsan tower" kata Kenzo.


" Beneran yank?" tanya Melodi.


" Hhmm"


" Oh ya, tadi papi kamu nonton video apa si Ay?" tanya Dira pada kekasihnya.


" Jangan diingat lagi" jawab Tristan.


Melodi dan Keyra tersenyum menahan tawanya. Ya mereka masih ingat bagaimana ekspresi papi Tristan tadi.


" Ternyata papi kamu juga takut nonton film horor" kata Dira.


" Takut-takut gitu dia calon mertua kamu lo, Ay" kata Gian.


" Cie.. cie calon mertua ni ye" ledek Melodi dan Keyra.


" Roma, sepertinya Maisaroh udah kebelet kawin " kata Gian.


" Kawin, lo kate gue kucing" kata Tristan.


" Kalau nggak kawin terus apa namanya?" tanya Gian.


" Nikah, N.I.K.A.H" kata Tristan sambil mengeja.


Kenzo hanya bisa menghela nafasnya, melihat tingkah absurd kedua sahabatnya itu. Dia juga bingung kenapa dia bisa mempunyai sahabat yang kurang akhlak kek begitu.


To be continue..


Happy Reading 😚😚

__ADS_1


__ADS_2