
Malam Hari.
Kenzo cs sudah bersiap mau pergi ke Namsan tower. Ya mereka akan mengajak kekasih mereka melihat indahnya tower itu pada malam hari.
" Senangnya bisa pergi tanpa di ganggu orang tua" kata Tristan.
" Betul sekali, jadi kita bisa menikmati kencan kita dengan indah" kata Gian.
" Ntar kita kencannya misah?" tanya Tristan.
" Ya iyalah misah. Lagian mana ada kencan dempet-dempetan" kata Gian.
" Siapa tau lo masih mau nempel ama gue dan Kenzo" kata Tristan.
" Najis banget berdempetan ama kalian berdua" kata Gian.
" Sekarang bilang najis, kemarin peluk-peluk gue nyaman banget" kata Tristan.
" Itu kan lagi tidur, jadi mana nyadar lah" protes Gian.
" Nggak nyadar aja udah peluk-peluk, apalagi kalau udah sadar. Bisa-bisa di sosor kita" kata Kenzo.
" Betul itu" kata Tristan.
" Ngaco Lo berdua, mana mau bibir gue yang masih bersegel perjaka ini nyosor cowok kek kalian berdua" kata Gian.
" Ck.. dari jauh aja lo udah ngiler liat bibir seksi gue" kata Kenzo.
Refleks Gian mengusap sudut bibirnya. Seketika tawa Kenzo dan Tristan pun pecah.
Wajah Gian langsung memerah karena malu. Dia tidak menyangka akan masuk dalam jebakan sahabatnya itu.
" Roma!, kamu sungguh terlalu" kata Gian.
" Gue nggak nyangka, lo bisa ngiler liat bibir gue" kata Kenzo.
" Untung nggak langsung di sosor bibir lo ama si Ian" kata Tristan.
" Itu nggak akan terjadi, lagi pula bibir gue masih normal" kata Gian.
" Yuk cabut, ntar kemalaman" kata Kenzo.
Ketiga cowok tampan itu keluar dari kamar hotel. Mereka akan menjemput ketiga cewek cantik yang berhasil menaklukkan hati mereka. Tidak butuh waktu lama mereka pun sampai di depan pintu kamar sang kekasih.
Tok..
Tok..
Tok..
Keyra yang mendengar bunyi pintu di ketuk, segera membukakan pintu untuk para lelaki tampan itu.
Ceklek..
Gian terpesona melihat kecantikan kekasihnya. Tanpa menunggu lama, Gian langsung menghampiri kekasihnya itu.
" You so beautiful" puji Gian.
" Makasih" ucap Keyra.
" Cuma makasih doang"
" Terus?"
" Puji balik napa"
" Ya elah maunya di puji juga" kata Kenzo.
__ADS_1
" Udah Key puji balik, daripada dia mewek ntar" kata Tristan.
Kenzo dan Tristan juga terpesona melihat kekasih mereka. Melodi dan Dira tersenyum kepada pujaan hati mereka.
" Kamu udah datang, yank?" kata Melodi.
" Hhmm"
" Kalian udah siap dandannya?" tanya Tristan.
" Udah dong Ay, emang kamu nggak liat aku udah cantik kek gini" kata Dira.
" Yuk jalan, ntar keburu malam" ajak Kenzo.
" Yuk"
Mereka berjalan beriringan menuju lift. Didalam lift, ketiga cowok tampan itu tak melepaskan pandangan mereka dari sang kekasih.
" Boleh khilaf megang tangan nggak, yank" kata Kenzo pada Melodi.
" Jangankan khilaf megang, khilaf nyosor juga boleh" jawab Gian.
" Sesama jenis nggak boleh saling sosor" kata Tristan.
" Andai mengubur orang hidup-hidup nggak dosa, udah gue kubur lo berdua" kata Kenzo.
" Roman-romannya ada yang kesal ni" ledek Gian.
" Bentar lagi meledak tu lahar panas dari kepalanya" kata Tristan.
" Berisik!" kata Kenzo.
Melodi menggenggam tangan kekasihnya itu. Dengan senang hati, Kenzo membalas genggaman tangan kekasihnya. Mereka pun saling lirik, kemudian tersenyum.
Ting.
Pintu lift terbuka. Mereka keluar dari lift secara bergantian. Kenzo dan Melodi masih bergandengan tangan berjalan keluar hotel. Gian dan Tristan juga tidak mau kalah, mereka berdua pun menggandeng tangan kekasihnya.
Karena tidak ada kendaraan umum untuk menuju kawasan Namsan tower. Alhasil mereka pun berjalan kaki. Lumayan untuk berolahraga.
Mereka tidak berjalan langsung menuju Namsan tower, Melainkan berjalan menuju stasiun kereta gantung.
" Ok guys, siap untuk menaklukkan tangga ini" kata Gian.
" Siap!"
Mereka mulai menaiki anak tangga itu satu persatu. Melodi cs sangat excited menaiki anak tangga itu. Ketiga cewek cantik itu sudah tidak sabar melihat view yang ada di atas sana.
Kata orang-orang emang lebih bagus perginya malam hari, karena view-nya lebih bagus pada malam hari dibandingkan siang hari.
Walaupun kaki sudah mulai pegal, tapi tidak menyurutkan semangat ketiga cewek cantik itu. Sedangkan ketiga cowok tampan itu belum terlihat lelah sama sekali.
" Mau aku gendong, yank?" tawar Kenzo.
" Makasih deh yank, tapi aku masih kuat jalan kok" kata Melodi.
" Baiklah, tapi kalau emang nggak kuat lambaikan tangan ke kamera ya" kata Kenzo.
" Emang mau ikut uji nyali " kata Melodi.
" Ya kan sama juga" kata Kenzo.
" Ya deh, terserah kamu aja" kata Melodi pasrah.
Akhirnya mereka pun sampai di stasiun kereta gantung. Mereka harus antre, karena banyak orang yang mau naik. Jadi mereka harus bersabar untuk bisa naik keatas.
Tibalah giliran Kenzo cs dan pasangannya untuk menaiki kereta gantung. Melodi cs sudah tidak sabar ingin segera sampai di puncak, tempat dimana tower berada. Kereta gantung mulai bergerak naik keatas.
__ADS_1
Dari kejauhan sudah nampak lampu menara itu. Mata ketiga cewek cantik itu tidak berkedip melihat lampu menara yang berkelap-kelip itu. Warna cahaya lampu itupun warna-warni nampak sangat indah.
Mereka pun sampai di Namsan Seoul tower. Ketiga cewek cantik itu tak kuasa menahan air mata haru mereka. Biasanya mereka hanya bisa melihat di dalam drama-drama. Sekarang mereka bisa melihat secara nyata ikon dari kota Seoul itu.
" Kok kalian nangis?" tanya Tristan pada ketiga cewek cantik itu.
" Ini tangisan kebahagiaan Ay" jawab Dira.
" Sebahagia itukah kalian melihat menara itu?" tanya Kenzo.
" Hhmm, sangat bahagia malah" jawab Melodi.
Ketiga cewek cantik itu langsung mengabadikan momen itu dengan kamera ponsel mereka. Kenzo cs ikut bahagia melihat kekasih mereka bahagia.
Melodi cs menarik tangan kekasih mereka masing-masing. Mereka mencari view yang bagus untuk berselfi. Mau tak mau Kenzo cs pun mengikuti kekasih mereka.
" Yank senyum donk" pinta Melodi pada Kenzo saat mereka sudah menemukan view yang bagus.
" Ini juga udah senyum, yank"
" Bukan senyum serem kek gitu yank, tapi senyum manis " kata Melodi lagi.
" Baiklah" pasrah.
" Siap ya. Three, two, one. S**mile "
Cekrek...
Beberapa foto berhasil diambil Melodi. Dia sangat puas dengan hasil jepretannya.
" Satu kali lagi ya, yank"
" Hhhmm"
" Three, two, one"
Cup.
Satu kecupan mendarat di pipi Melodi. Melodi kaget sampai mulutnya terbuka, dan momen itu terabadikan kamera ponselnya.
" Sayang!" teriak Melodi.
" Sorry yank sengaja" kata Kenzo.
" Dasar mesum" kata Melodi sambil memukul lengan kekasihnya.
" Aw..sakit yank"
" Biarin, siapa suruh mesum"
" Tapi hasil fotonya bagus "
Melodi melirik foto yang dia ambil tadi. Benar apa yang di bilang kekasihnya itu, foto itu terlihat lucu dan menggemaskan.
" Aku jadiin wallpaper ponsel aku ya" kata Kenzo.
" Jangan!"
" Kenapa?"
" Malu yank"
" Ngapain malu, lagian yang liat cuma aku" kata Kenzo.
" Ya udah, kalau aku yang ini aja untuk wallpaper di ponsel aku"
Melodi mengunggah foto dia dengan sang kekasih. Tapi bukan foto saat Kenzo mencium pipinya tadi. Sedangkan Kenzo langsung mengubah wallpaper ponselnya dengan foto yang diambil khilaf tadi.
__ADS_1
To be continue..
Happy Reading 😚😚