Pelabuhan Cinta CEO Arrogant

Pelabuhan Cinta CEO Arrogant
Season 2


__ADS_3

Anggun dan para sahabatnya sedang menikmati makanan yang mereka beli tadi. Sedangkan suami mereka masih asik mencari makanan yang akan mereka santap.


" Anak-anak kita tadi pada kemana ya?" kata Sinta sambil mengunyah bakso dalam mulutnya.


" Mungkin lagi cari makanan juga" kata Anggun.


" Mood mereka udah rusak karena kita" kata Sisil.


Mereka bertiga pun tertawa bersama. Ya ketiga wanita cantik itu tau kalau anak-anak mereka itu tidak bersemangat lagi untuk pergi kefestival, dan itu semua karena mereka yang mengacaunya.


Vandy dan kedua sahabatnya masih mencari makanan yang akan mereka santap. Entah makanan atau jajanan seperti apa yang mereka inginkan.


Setelah lama berkeliling akhirnya mereka menjatuhkan pilihan mereka ke soto betawi. Selesai memesan Vandy dan kedua sahabatnya duduk di kursi yang tidak jauh dari stand itu.


" Asik juga ya sekali-kali pergi keacara festival kek gini" kata Aldi.


" Iya, untung ada anak-anak kita, jadi kita tau acara festivalnya" kata Tristan.


" Walaupun mereka agak kesal sama kita" kata Vandy.


" Gian sampe bilang gue sama mamanya tua" kata Aldi.


" Kenzo juga bilang gitu sama gue" kata Vandy.


" Tristan juga gitu" kata Gio.


" Apa kita perlu melakukan perawatan?" tanya Aldi pada kedua sahabatnya.


" Gue rasa begitu" kata Vandy.


" Padahal wajah kita nggak ada keriputnya dan garis-garis halusnya, tapi anak-anak kita malah bilang kita tua" kata Gio.


Pesanan mereka pun datang. Pelayan itu meletakkan pesanan mereka di atas meja, setelah itu dia undur diri.


Vandy dan kedua sahabatnya mulai menyantap soto betawi yang mereka pesan tadi. Karena rasa sotonya enak mereka bertiga pun makan dengan lahapnya.


Jam sudah menunjukkan pukul 5 Sore. Mereka memutuskan untuk pulang kerumah. Begitu juga dengan Kenzo cs, mereka juga ikut pulang.


Anggun dan kedua sahabatnya membelikan beberapa makanan dan juga jajanan untuk para pelayan mereka yang ada di rumah.


Mereka pun meninggalkan tempat festival. Suasana jalan cukup rame, jadi Vandy melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


Vandy mengantarkan para sahabatnya dulu kerumah mereka masing-masing. Setelah itu barulah dia menuju kediamannya. Sedangkan Kenzo dan Kiran lebih dulu sampai dirumah.


Kiran di bantu abangnya turun dari motor, karena motor Kenzo lumayan tinggi. Mereka berdua pun masuk kedalam rumah. Sampai di dalam rumah Kenzo dan Kiran di kagetkan sama Oma, Opa dan paman kecilnya.

__ADS_1


" Oma, Opa, Paman kecil" kata Kenzo dan Kiran.


" Ucap salam dulu, adek sama abang" kata sang Oma.


" O iya lupa. Assalamualaikum " ucap Kenzo dan Kiran.


" Wa'alaikum salam"


Kenzo mencium tangan Oma, Opa dan paman kecilnya bergantian , diikuti sama Kiran. Mereka semua pun duduk di ruang keluarga.


" Oma, Opa, sama paman kecil kapan datangnya? " tanya Kenzo.


" Baru aja sayang" jawab Kiara sang Oma.


" Abang sama adek darimana?" tanya Wiguna sang Opa.


" Dari festival kuliner Opa" jawab Kiran.


" Kok nggak ngajak-ngajak Opa" kata Wiguna pura-pura sedih.


" Maaf Opa, lain kali kalau Kiran pergi kesana lagi, Kiran pasti ajak Opa" kata Kiran.


" Benaran ya" kata Wiguna.


" Hhhmm" kata Kiran sambil menganggukkan kepalanya.


" Paman lagi sibuk kuliah, di tambah lagi kerjaan di kantor tambah banyak" kata Aska.


" Itu makanya abang nggak suka jadi pebisnis" kata Kenzo.


" Kenapa?" tanya Aska.


" Karena sibuk ngurus kerja, dan abang nggak suka itu" kata Kenzo.


Aska hanya tersenyum mendengarkan jawaban keponakannya itu. Tak berapa lama Anggun dan Vandy pun datang.


" Assalamualaikum " ucap Vandy dan Anggun.


" Wa'alaikum salam" jawab mereka semua.


" Mama, papa, adek. Kalian datang" kata Anggun sambil bersalaman dengan kedua orangtuanya bergantian , diikuti sama Vandy.


Aska juga bersalaman sama kakak dan abang iparnya bergantian.


" Bocah ini juga jarang kesini?" kata Vandy sambil mengacak rambut Aska.

__ADS_1


" Abang!, jangan di acak-acar gitu, ntar kusut tau?!" kata Aska sambil mengerucutkan bibirnya.


" Kenapa nggak kabarin dulu kalau mau kesini?" tanya Anggun.


" Kami kesininya juga mendadak sayang" kata Kiara.


" Mendadak gimana Ma?" tanya Anggun.


" Iya, papa kamu tadi bilang kangen sama cucunya, jadi selesai mandi papa langsung ngajak mama dan adek kamu kesini" kata Kiara.


" Bukan cuma itu aja, tapi papa mau bicara hal yang penting sama kalian berdua" kata Wiguna.


" Hal penting apa Pa?" tanya Anggun.


" Besok papa akan memperkenalkan Aska sebagai CEO Perusahaan kita" kata Wiguna.


" Bagus dong Pa, aku setuju. Lagi pula adek sudah menunjukkan kemampuannya dengan beberapa kali menang tender besar" kata Anggun.


" Aku nggak pantas Pah mendapatkan jabatan itu. Kakak lah yang lebih pantas mendapatkan posisi itu" kata Aska.


" Kamu juga pantas kok Dek. Karena itu kakak, bukan cuma kakak, tapi kami semua percaya sama kemampuan kamu" kata Anggun.


" Tapi aku kan cuma anak angkat papa dan mama " kata Aska.


" Hei! kamu itu bukan anak angkat, tapi kamu anak kandung kami. Selamanya akan tetap jadi anak kandung kami, jangan pernah bicara seperti itu lagi" kata Wiguna.


" I-iya Pah. Maafkan Aska" jawab Aska sambil menangis.


Anggun memeluk adik kesayangannya itu. Anggun menepuk pelan punggung Aska, dia berusaha menenangkan adiknya itu.


" Kamu cengeng banget sih Dek" kata Anggun.


Bukan meredah, tapi tangis Aska malah tambah kencang.


" Terima kasih" ucap Aska masih dalam tangisnya.


" Terima kasih utuk apa, hhmm?" kata Anggun.


" Karena kakak, mama dan papa sudah mau menyayangi aku" kata Aska.


" Adek tidak perlu berterima kasih, karena kita adalah keluarga, jadi sudah seharusnya kami menyayangi kamu" Kata Anggun.


" Karena Aska anak mama dan papa" kata Kiara dan Wiguna sambil memeluk putra dan putri mereka.


Vandy menitikkan air matanya. Dia ikut bahagia melihat keluarga istrinya. Vandy merasa bangga pada mertuanya itu. Vandy juga menjadikan papa mertuanya sebagai panutan, walau terkadang mereka juga sering berdebat.

__ADS_1


To be continue...


Happy Reading.. 😚😚


__ADS_2