
Mereka pun sampai dirumah sakit. Vandy bergegas membawa istrinya masuk kedalam rumah sakit.
Semua orang kaget melihat Vandy yang hanya memakai kaos oblong dan juga celana pendek. Vandy tidak menghiraukan pandangan orang-orang.
" Dokter!, suster" teriak Vandy.
" Kenapa anda berteriak tuan muda?" tanya Erik. Ya Erik baru selesai memeriksa pasiennya.
" Bagus ada kamu, cepat tolong istri saya. Dia mau melahirkan" titah Vandy.
Erik langsung membawa Anggun keruang persalinan. Kiara dan suaminya menunggu diluar ruang persalinan, sedangkan Vandy masuk kedalam untuk menemani sang istri.
Didalam ruang persalinan rasa sakit dipinggang Anggun hilang.
" Mas"
" Iya sayang"
" Udah nggak sakit lagi" kata Anggun.
" Kamu jangan becanda dong sayang, Mas udah mau mati melihat kamu kesakitan kayak tadi" kata Vandy.
" Benar, sekarang udah nggak sakit lagi" kata Anggun.
Ya allah berikan kesabaran untuk hamba.
" Rik tolong kamu panggilkan dokter Linda kesini"
" Baik tuan muda"
Erik segera keluar dari ruangan persalinan untuk memanggil dokter Linda. Kiara heran melihat Erik keluar dengan tergesa-gesa. Kiara takut terjadi sesuatu pada putri dan calon cucunya.
" Pa, Anggun nggak apa-apa kan?" tanya Kiara pada suaminya.
" Tenang Ma, putri kita pasti baik-baik aja" jawab Wiguna menenangkan sang istri.
Erik pun kembali dengan membawa dokter Linda. Sebelum masuk keruangan persalinan, Linda memberikan salam kepada kedua orangtua Anggun.
Sampai didalam ruang persalinan Linda langsung menghampiri Anggun.
" Coba saya lihat nona, sudah pembukaan berapa" kata Linda.
Sebelum Linda memeriksa Anggun, Vandy menyuruh Erik kuar dari ruangan persalinan. Setelah Vandy memastikan Erik keluar, barulah Vandy memberikan izin pada Linda.
" Aww, Mas sakitnya datang lagi" kata Anggun.
" Sayang kamu jangan bercanda, itu nggak lucu" kata Vandy.
" Aku nggak bercanda Rivandy Putra Dwipangga" teriak Anggun.
Deg.
Vandy kaget karena istrinya memanggil nama lengkapnya. " Cepat periksa istri saya Dok" titah Vandy.
Linda pun melihat sudah pembukaan berapa. " Sepertinya bayinya tidak sabar ingin bertemu kedua orangtua nya" kata Linda.
" Maksud dokter?" tanya Vandy.
" Nona sudah pembukaan 10 tuan" jawab Linda.
" Terus apa hubungannya?" tanya Vandy.
" Itu tandanya istri anda akan segera melahirkan tuan" jelas Linda.
" Tunggu apalagi, cepat lakukan" titah Vandy.
Linda pun menyiapkan alat-alat untuk persalinan. Linda dibantu sama seorang suster.
" Siap nona Anggun, sekarang tarik napasnya dalam-dalam dorong!"
" Aaaarrrrggg" teriak Vandy dan Anggun bersamaan.
__ADS_1
" Kamu kenapa ikut mengejan Mas" kata Anggun.
" Mas bantu kamu sayang" kata Vandy.
Linda pun tersenyum mendengar ucapan Vandy. Setelah itu Linda kembali fokus pada Anggun.
" Kita ulang lagi ya nona" kata Linda.
" Mas jangan ikut mengejan" kata Anggun.
" Iya sayang"
Vandy hanya diam, dan sesekali melap keringat yang ada diwajah sang istri.
" Sedikit lagi nona" kata Linda.
Vandy pun ikut memberikan dukungannya pada sang istri. " Ayo sayang, kamu sama mommy pasti bisa. Daddy dan abang menunggu kamu" kata Vandy.
Anggun pun mengejan sekuat tenaganya yang tersisa. " Aaaarrrggggggg"
" Oek.. oek.. oek.. "
" Alhamdulillah. Terima kasih ya Allah " ucap syukur Vandy.
" Selamat nona, tuan. Bayi nya perempuan dan sangat cantik seperti nona" puji sang dokter.
" Terima kasih Dokter" ucap Vandy.
Linda pun memberikan putri kecil itu pada Vandy. Dengan sangat hati-hati Vandy menggendong malaikat kecilnya itu. Air mata yang dia tahan dari tadi, akhirnya keluar juga.
Vandy tersenyum bahagia melihat malaikat kecilnya itu. Inilah hari yang paling membahagiakan dalam hidupnya. Menybut langsung kehadiran putri kecilnya, Vandy mencium pipi putri kecilnya itu.
" Sayang coba lihat, dia cantik seperti mommy nya" kata Vandy.
Vandy pun mengadzan kan putri kecilnya itu. Setelah itu Vandy memberikan putri kecilnya pada suster untuk dibersihkan.
" Terima kasih sayang sudah melahirkan putri kecil yang cantik" ucap Vandy.
" Dokter, istri saya" kata Vandy khawatir.
" Tenang tuan, nona hanya tertidur karena kelelahan"
" Ah, syukurlah"
"Kami akan pindahkan nona Anggun keruang rawat. Silakan tuan keluar dulu" pinta Linda.
" Baiklah"
Vandy keluar dari ruangan persalinan. Kiara dan Wiguna melihat menantunya keluar langsung menghampiri Vandy.
" Apa Anggun baik-baik saja?" tanya Kiara
" Iya Ma, dia ketiduran karena kelelahan. Dokter dan suster akan memindahkan keruang rawat"
" Alhamdulillah, syukurlah kalau begitu"
" Terus bayi kalian mana?" tanya Wiguna.
" Lagi dibersihkan Pa, nanti sekalian dibawa keruang rawat" jawab Vandy.
Anggun dan bayi nya pun dibawa keruang rawat VVIP. Vandy, mama dan papa mertuanya mengikuti dari belakang. Box Baby Anggun diletakkan disebelah bed Anggun.
Kiara dan Wiguna melihat cucunya. Mata Wiguna berkaca-kaca melihat cucu nya yang sedang terlelap itu.
" Mirip Anggun waktu kecil ya Ma" kata Wiguna.
" Ini perpaduan antara Vandy dan Anggun Pa" kata Kiara.
" Tidak, dia hanya mirip sama mommy nya" kata Wiguna.
" Coba papa lihat baik-baik, dia itu mirip sama aku Pa" kata Vandy.
__ADS_1
" Cucu ku hanya mirip sama mommy nya" kata Wiguna tak mau kalah.
" Mirip mommy sama daddy nya " kata Kiara.
" Papa mau menggendongnya Ma" pinta Wiguna.
" Nanti ya Pa, sekarang cucunya lagi tidur" kata Kiara.
" Baiklah" pasrah.
" Van, kamu sudah hubungi mama kamu?" tanya Kiara mertuanya Vandy.
" Astagfirullah, aku lupa Ma"
" Ya udah, sekarang kamu telepon mereka " kata Kiara.
" Baik Ma, aku mau telepon mereka dulu"
Kiara menganggukkan kepalanya. Vandy pun keluar, untuk menelepon mamanya. Kiara dan Wiguna masih asik melihat cucu mereka yang masih tertidur.
Setelah menelepon mamanya, Vandy masuk kembali kedalam ruang rawat istrinya. Vandy tersenyum melihat kedua mertuanya yang masih setia dekat box bayi nya.
" Van, kamu sudah punya nama untuk cucu kami?" tanya Wiguna.
" Tentu saja sudah Pa, namanya Zanna Kirania Dwipangga " kata Vandy.
" Nama yang cantik seperti wajahnya " puji Kiara.
" Panggilannya siapa?" tanya Wiguna.
" Kiran" jawab Vandy.
" Kenapa nggak Rania aja" usul Wiguna.
" Tidak, aku lebih suka Kiran" kata Vandy.
" Tapi papa suka Rania" kata Wiguna tak mau kalah.
" Mama setuju sama menantu mama, panggilan cucu kita Kiran. Abangnya bernama Kenzo dan adeknya Kiran, sangat cocok" kata Kiara.
" Kok kamu malah setuju sama bocah itu sih" protes Wiguna.
" Karena dia daddy nya, dan mama rasa panggilan itu sangat cocok untuk cucu kita" kata Kiara.
" Tapi aku Opa nya" kata Wiguna.
" Kalau papa suka panggilan itu. Papa boleh kok manggil Kiran dengan Rania" kata Vandy.
" Benarkah" kata Wiguna senang.
" Tentu saja, karena papa Opa nya" kata Vandy lagi.
" Tumben kamu pintar" ledek Wiguna.
" Aku udah pintar dari lahir kali Pa"
" Ya.. ya kau memang pintar, tapi lebih pintar Kenzo" kata Wiguna.
" Sudah-sudah, nanti cucuku terbangun karena kalian berdua" kata Kiara.
Vandy dan Wiguna pun diam, karena mama mertuanya itu sama dengan istrinya kalau sudah ngamuk. Jadi Vandy memilih untuk diam, dan beristirahat disofa yang ada disana.
To be continue..
Jangan lupa tinggalkan jejak sayang kalian..
Welcome baby Zanna Kirania Dwipangga
Happy Reading Guys.. 😉😉
__ADS_1