Pelabuhan Cinta CEO Arrogant

Pelabuhan Cinta CEO Arrogant
Season 2


__ADS_3

Kenzo cs sedang asik bermain game di ponsel mereka masing-masing. Jadwal pemotretan pun juga kosong. Jadi hari ini mereka memutuskan untuk berleha-leha.


" Pesan burger kita yuk" ajak Tian.


" Boleh, lagian kita juga jarang makan junk food" kata Kenzo.


" Ya udah tunggu apalagi, pesan lha" kata Gian.


Tristan mengambil ponselnya, kemudian dia memesan 5 burger melalui aplikasi yang ada di ponselnya. Setelah itu dia melanjutkan kembali memainkan gamenya.


" Saroh, lo pesan burger berapa?" tanya Gian.


" Lima" jawab Tristan.


" Kita cuma bertiga, kenapa Lo pesan lima?"


" Mana tau nanti kalian mau nambah"


" Satu aja udah bikin kenyang, mana bisa lagi gue nambah"


" Ia kasih sama si Roma aja, perut dia kan agak gedean tu" kata Tristan.


Buk.


Bantal sofa melayang tepat di kepala Tristan. Siapa lagi pelakunya kalau bukan anak sultan.


" Lo apa-apaan sih Ken" protes Tristan.


" Ngomong sekali lagi, bukan batal lagi yang melayang" kata Kenzo.


" Terus?"


" Sofanya"


" Idih sadis amat nih bocah"


" Yang bocah di sini tu elo Saroh" kata Gian.


" Elo kok ikut-ikutan si Ani, ini urusan gue sama anak sultan"


" Suka-suka gue dong, mulut-mulut gue "


" Kalian berdua emang sama-sama menyebalkan" kata Tristan.


" Emang" jawab Kenzo dan Gian berbarengan.


Tristan langsung melemparkan bantal pada kedua sahabatnya itu. Kenzo dan Gian tidak tinggal diam. Akhirnya aksi lempar bantal pun terjadi.


Bantal yang tadi tersusun rapi, sekarang sudah berserakan di lantai gazebo itu. Mereka bertiga masih saling lempar bantal.


Buk.


Satu bantal mendarat di kepala singa jantan penguasa rumah itu. Ketiga cowok tampan itu langsung diam membeku di tempat mereka masing-masing.


" Da-daddy"


" O-om"


" Kalian bertiga tidak ada kerjaan, sehingga main lempar bantal gitu!"


" Nggak Om" jawab Tristan sambil menutup mulutnya.


" Karena kalian bertiga tidak ada kerjaan, sekarang kalian bersihkan kolam ikan yang ada di sebelah sana " titah Vandy.


" Abang punya kerjaan lho Dad" kata Kenzo.


" Aku juga Om. Jadi biar Tian sendiri aja yang bersihin kolamnya" kata Gian.


" Bertiga, jangan protes lagi. Kalau tidak saya kirim kalian ke kutub Utara"

__ADS_1


" Sadis amat sih Om" kata Gian.


Saat Vandy akan bicara, tiba-tiba kang Tito datang dengan membawa paper bag yang berisi burger pesanan ketiga cowok tampan itu.


" Misi tuan muda"


" Ada apa Kang?"


" Ini, ada paket makanan untuk Den Kenzo"


" Makanan?"


" Iya Tuan"


Vandy melirik ke tiga cowok tampan itu. " Sini kasih saya, Kang"


Kenzo menggelengkan kepalanya pada Kang Tito. Dia tidak ingin Kang Tito memberikan paper bag itu pada sang daddy.


" Cepetan Kang"


" I-iya tuan"


Kang Tito memberikan paper bag itu pada tuan mudanya, setelah itu dia pamit undur diri. Sepeninggal Kang Tito, Vandy membuka paper bag itu.


" Wah..kayaknya enak nih?" kata Vandy sambil mengambil satu burger, kemudian memasukan burger itu kedalam mulutnya.


" Dad" panggil Kenzo.


" Hhhmm"


" Bagi napa?"


" Iya Om, kita kan juga mau" kata Gian.


" Kalau kalian mau, cepat bersihkan kolam ikan itu dulu" titah Vandy.


" Makan dulu dong Om, setelah itu baru kita bersihkan kolamnya" kata Tristan.


" Ya elah Om tega bener" kata Gian.


" Udah cepat bersihkan kolamnya"


" Iya Om, ni kita juga mau jalan " kata Tristan.


Ketiga cowok tampan itu berjalan menuju kolam ikan yang tidak jauh dari gazebo. Sesampainya di pinggir kolam, Kenzo cs langsung masuk kedalam kolam ikan itu.


" Tian lo tangkap ikan-ikan nya, gue sama Ian yang nguras airnya"


" Kenapa nggak Ian aja yang nangkap ikannya" protes Tristan.


" Yang paling kecil di sini itu siapa?" tanya Gian.


" Gue, emang kenapa?"


" Karena lo yang paling bontot di sini, jadi kita kasih kerjaan yang gampang buat Lo" kata Gian.


" Gampang apaan"


" Ya gampang lha, pas air kolamnya udah mulai susut, lo baru mulai tangkap ikannya. Gampang kan?"


" Ia juga ya"


" Tapi hati-hati nangkapnya, karena ikan di dalam sini mehong semua dan lagi ada ikan kesayangannya princess" pesan Kenzo.


" Ia tau"


" Baiklah demi burger, cepat selesaikan pekerjaan kita" kata Gian.


Kenzo dan Gian mulai menguras isi air kolam itu. Sedangkan Tristan mengambil ember untuk meletakkan ikan-ikan nanti.

__ADS_1


Dari jauh Vandy memantau kerjaan ketika remaja tampan itu. Tiba-tiba muncul ide jahilnya. Dia mengambil selang air yang biasa di pakai putri kecilnya untuk menyiram bunga. Dia menarik selang itu sampai ke kolam.


Ketiga cowok tampan itu tidak melihat, karena posisi mereka membelakangi Vandy. Vandy memasukkan selang itu kedalam kolam, setelah itu dia menyalakan kran air yang ada di sana.


Vandy kembali duduk di sofa yang ada di gazebo. Sedangkan Kenzo dan Gian sudah kelelahan karena air yang ada di kolam itu tidak berkurang-kurang.


" Perasaan gue nih air kolam, bukannya berkurang tapi kok malah kek bertambah gitu ya" kata Gian.


" Ia, padahal kita nguras nya udah dari tadi lho?" kata Kenzo.


Vandy susah payah menahan tawanya. Bagaimana mau berkurang air di dalam sana, kalau terus di tambah sama air yang mengalir dari selang.


" Abang udah siap belum?" tanya Vandy pada sang putra.


" Bentar lagi Dad" jawab Kenzo.


Kenzo dan Gian cepat-cepat mengeluarkan air yang ada di kolam itu lagi. Mereka sudah hampir kelelahan, tapi air di kolam itu masih saja belum berkurang.


" Udah ah, capek gue" kata Gian sambil duduk di pinggir kolam.


" Sama gue juga" kata Kenzo.


" Kalian kenapa berhenti, cepat kerjakan lagi" kata Tristan.


" Lo aja deh yang kuras, gue sama kenzo yang tangkap ikan-ikannya" kata Gian.


" Kalau gue sendiri yang mengurasnya kapan kelarnya" kata Tristan.


" Ya udah, kita kerjakan bertiga aja biar cepat selesai" kata Kenzo.


" Ok, setelah itu baru kita ambil ikan-ikannya"


Mereka melanjutkan kembali pekerjaan mereka. Sudah setengah jam mereka menguras air yang ada di kolam ikan itu, tapi airnya tetap saja segitu-gitu juga.


" Kayaknya ada yang nggak beres deh ama nih kolam" kata Gian.


" Ia, jangan-jangan ada demit nya" kata Tristan.


pletak.


" Lo pikir rumah gue ada penunggunya begitu" kata Kenzo setelah memukul kepala Tristan.


" Ia, coba lo liat. Udah setengah jam kita menguras nih kolam, tapi airnya masih aja nggak berkurang" kata Tristan.


" Gue rasa Maisaroh bener " kata Gian.


" Ngaco lo berdua"


Kenzo melihat sekeliling kolam itu. Tiba-tiba matanya tertuju pada selang yang ada di belakang mereka. Sekarang dia mengerti kenapa air di dalam kolam itu tidak berkurang-kurang.


" Gue tau kenapa air di kolam ini nggak pernah berkurang"


" Apa?" tanya Gian dan Tristan berbarengan.


" Noh, liat di belakang kalian"


Tristan dan Gian menoleh kebelakang. Mereka melihat ada selang di sana.


" Pantas saja, airnya nggak mau berkurang. Rupanya kerjaan ular tak bersisik" kata Gian


" Tapi siapa yang melakukan ini ya?" tanya Tristan.


" Pasti--" Ketiga cowok tampan itu langsung melirik ke arah Vandy.


" Daddy!"


Tawa Vandy pecah melihat ekspresi ketiga cowok tampan itu. Dia sangat bahagia bisa mengerjai Kenzo cs. Kapan lagi bisa mengerjai tiga model tampan itu, begitulah pikirnya.


To be continue.

__ADS_1


Detik-detik mau End 😉😉


Happy Reading 😚😚


__ADS_2