Pelabuhan Cinta CEO Arrogant

Pelabuhan Cinta CEO Arrogant
Kehilangan


__ADS_3

Sinta pun berlalu untuk pergi menjemput teman baru mereka. Ya teman yang baru mereka kenal beberapa jam yang lalu.


Tidak berapa lama Sinta pun datang dengan seorang cowok tampan, dia tinggi berkulit putih, Aldi yang melihat Sinta berjalan bersama cowok itu pun kesal.


Anggun pun tersenyum kearah Bryan dan itu tidak luput dari pandangan Vandy.


" Berani sekali kamu senyum kepada cowok lain, awas kamu nanti sayang aku kasih hukuman gumam Vandy."


Kia kaget melihat cowok yang ada disebelah Sinta. Anggun yang melihat ekspresi kaget Kia pun tersenyum.


" Hai Anggun sapa Bryan sambil mengulurkan tangan kepada Anggun."


" Hai jawab Anggun." Ketika Anggun akan menjabat tangan Bryan dengan cepat Vandy menahan tangan Anggun.


Anggun yang kaget karena Vandy tiba-tiba memegang tangan nya.


Bryan pun tertawa melihat keposesifan Vandy.


Anggun pun memperkenalkan Bryan kepada orang-orang disana, dan saat akan berjabat tangan dengan seseorang yang lagi dekat dengan nya Bryan pun tersenyum.


" Bryan gumam Kia yang masih bisa didengar sama orang."


" Jadi anda mengenal Bryan juga nona Kia tanya Anggun."


Kia pun terdiam, lidah nya begitu keluh untuk menjawab pertanyaan Anggun.


" Kamu mengenal wanita ini Bryan tanya Anggun."


" Iya, bahkan sangat mengenal dia."


" Waah... benarkah itu ucap Anggun pura-pura kaget."


" Ya, bahkan kami akan segera menikah, bukan begitu sayang ucap Bryan."


Semua orang yang ada disana kaget mendengar ucapan Bryan tadi, bagaimana tidak baru saja Kia ingin merebut Vandy dari Anggun, dan tiba-tiba sekarang ada cowok yang bilang mereka akan menikah.


" Aku tidak akan menikah sama kamu, karena aku cuma mau menikah sama Vandy, Aku tau ini rencana kamu kan sama perempuan kampung itu ucap Kia."


Vandy dan yang lain pun kaget mendengar ucapan Kia.


" Sayang kamu harus jelaskan ini nanti sama aku ucap Vandy."


" Jelasin soal apa, emang Bunny percaya sama omongan dia?."


" Nggak, aku cuma mau tau kamu kenal dimana sama cowok itu."


" Iya nanti aku ceritain."


Bryan pun mulai emosi mendengar ucapan Kia tadi kepadanya.


" Aku nggak pernah bersekongkol sama Anggun, kalau kalian tidak percaya, saya punya rekaman Video saat saya dan orang tua saya datang melamar Kia ucap Bryan."


Bryan pun memperlihatkan Video lamarannya kepada Vandy.

__ADS_1


Vandy pun tambah menyesal karena pernah kenal dan jatuh cinta sama Kia.


Kia yang melihat ekspresi Vandy pun, tidak tau harus berbicara apalagi.


Papa Vandy yang cuma jadi penonton dari tadi pun akhirnya angkat bicara.


" Kalau perempuan ini memang calon istri anda, tolong bawa dia dari sini, karena acara saya jadi rusak karena ulah dia ucap Dwipangga."


Bryan pun menarik tangan Kia keluar dari hotel tapi sebelum keluar dia meminta maaf kepada Keluarga Vandy dan juga Anggun sebagai teman yang baru dia kenal.


" Maaf atas semua kekacauan yang telah diperbuat oleh calon istri saya, terutama buat kamu Anggun, maaf karena Kia sudah menyakiti kamu ucap Bryan dengan tulus."


" Nggak apa-apa kok Bryan, aku sudah memaafkan Kia, dan semoga pernikahan kalian lancar nanti nya dan selalu bahagia ucap Anggun."


Bryan yang mendengar ucapan doa dari Anggun pun tersenyum bahagia, Bryan pun berpamitan sama keluarga Vandy dan Anggun. Mereka pun pergi meninggalkan hotel Dwipangga.


Akhirnya acara pun sudah selesai walaupun tadi terjadi sedikit drama, tapi tidak membuat kekacauan yang parah. Tamu-tamu pun sudah meninggalkan hotel, begitu juga orangtua Anggun dan Vandy.


Sekarang hanya tinggal mereka berenam, dan mereka sedang menikmati beberapa makanan, cake dan juga buah.


" Sayang coba ceritain gimana kalian bisa kenal sama Bryan ucap Vandy."


Anggun pun menceritakan kepada Vandy, Aldi dan Gio gimana mereka mengenal Bryan.


Flash On.


Anggun dan kedua sahabatnya sedang diperjalanan menuju lokasi pesta, saat diperjalanan Anggun melihat Kia sedang berantem dengan seorang cowok.


" Sin berenti bentar deh ucap Anggun."


" Kenapa lo suruh kita berhenti disini nggun tanya Sinta."


" Noh lo liat kedepan ucap Anggun."


Sinta dan Sisil pun melihat kedepan sesuai arahan Anggun.


" Bukannya itu mbak parasit, sama siapa tuh dia tanya Sisil."


" Mana gue tau sil jawab Sinta."


" Kayak nya mereka punya hubungan deh ucap Anggun."


" Kayak nya tuh mbak parasit mau pergi ke hotel Dwipangga juga deh ucap Sinta."


" Mungkin, gue takut dia buat masalah lagi ucap Sisil."


Tak begitu lama Kia pun pergi meninggalkan cowok itu sendirian.


Anggun pun tidak menyia-nyiakan kesempatan, dengan langkah cepat Anggun menghampiri cowok itu dan diikuti sama kedua sahabatnya.


" Hai sapa Anggun."


Cowok itu pun terpesona sama kecantikan Anggun, sampai mata cowok itu tidak berkedip melihat Anggun.

__ADS_1


Sinta dan Sisil yang melihat ekspresi cowok itu pun tersenyum.


" Maaf, kalau boleh tau apa hubungan anda dengan wanita yang baru pergi tadi tanya Anggun."


" Dia calon istri saya, dan anda siapa tanya sang cowok."


" Oh iya, saya Anggun dan ini kedua sahabat Sinta dan Sisil."


Mereka pun saling berkenalan satu sama lain.


" Oh ya Bryan kalau boleh tau Kia mau pergi kemana ya tanya Sisil."


" Dia mau pergi ke acara pesta dihotel Dwipangga jawab Bryan."


Anggun dan kedua sahabatnya yang mendengar ucapan Bryan pun tersenyum.


" Maaf sebelumnya, apakah kalian tadi berantem tanya Sinta."


" Sedikit, apa kalian melihatnya tanya Bryan malu."


" Sedikit, kalau boleh tau karena masalah apa yah tanya Sisil."


" Cuma karena masalah kecil, dia nggak mau mengajak aku kesana, kalau boleh tau kalian mau kemana tanya Bryan."


" Kami juga mau kehotel Dwipangga jawab Anggun."


" Benarkah, apakah aku bole ikut dengan kalian?."


" Oh tentu, kamu ikuti mobil kami dari belakang ya ucap Anggun."


Mereka pun pergi menuju hotel Dwipangga.


Flash Off.


" Pasti karena ngobrol lama dengan tuh cowok kalian jadi telat datang ucap Aldi."


" Iya gitu deh ucap Anggun, Sinta dan Sisil barengan."


Mereka pun mengobrol dan diselangi juga dengan canda tawa.


" Bunny aku ketoilet bentar ya ucap Anggun."


Vandy pun cuma menganggukan kepala nya.


Dikejauhan orang bayaran Dona melihat target mereka, dan mereka pun bersiap-siap untuk melaksanakan tugas mereka.


Penjahat itu pun memakai topeng mereka dan mengikuti kemana Anggun pergi, dan disaat sudah ditempat sepi, penjahat itu pun membungkam mulut Anggun.


Setelah tidak ada pergerakan dari Anggun, penjahat itu pun mengangkat tubuh Anggun dan menaikan kedalam mobil, dan mereka pun pergi meninggalkan hotel Dwipangga.


To be continue....


Haii Readers ku tersayang, Author udah up 1 bab lagi nih. Jadi tinggalin jejak sayang kalian buat Author yah, biar Author semangat nulisnya, dengan cara Like, Komen dan Vote nya yaaaah... 😘😘😘

__ADS_1


HAPPY READING GUYS... 😉😉


__ADS_2