Pelabuhan Cinta CEO Arrogant

Pelabuhan Cinta CEO Arrogant
Membangunkan macan tidur


__ADS_3

Semua mobil rombongan Aldi sudah sampai dikediaman Sinta atau lebih tepatnya dikediaman Pak Rahman. Para rombongan turun bergantian. Dwipangga dan istrinya turun dari mobil. Kemudian diikuti sama Kiara dan Wiguna.


" Waah bukankah itu dua macan Asia?" kata tamu A.


" Iya benar. Walaupun mereka sudah berumur tapi masih terlihat tampan. Apalagi istri mereka cantik banget" ucap tamu B.


" Tuan muda Vandy dan istrinya kok nggak keliatan ya" kata tamu C.


Serta masih banyak lagi kata-kata yang mereka dengar dan itu semua ucapan pujian yang mereka dengar. Pak Rahman dan istrinya menyambut kedatangan kedua keluarga besar itu. Mereka pun masuk kedalam rumah Pak Rahman.


Vandy, Anggun, Aska, Aldi dan Gio pun keluar dari mobil. Mereka berjalan bak model profesional. Semua mata tamu undangan pun tertuju pada mereka.


" Tuan muda Vandy sangat tampan dan istrinya juga sangat cantik" kata tamu A.


" Iya, mereka serasi banget ya, tapi tuan Aldi dan Gio juga tampan" ucap tamu B.


" Waah yang kecil itu siapa? dia tampan sekali" kata tamu C.


" Itukan Adiknya nona Anggun" ucap tamu D.


Begitu banyak ucapan para tamu yang mereka dengar tapi mereka cuma membalas dengan senyuman. Mereka pun masuk kedalam rumah Sinta diikuti para pelayan yang membawa seserahan pernikahan.


Sisil berjalan membawa Sinta keruang tamu. Sinta terlihat cantik dengan kebaya warna putihnya. Aldi yang baru pertama kali melihat Sinta pakai kebaya pun terpesona sama kecantikan Sinta.



" Tutup tu mulut nanti dimasuki lalat" bisik Vandy.


Sontak Aldi menutup mulutnya. Vandy yang melihat tingkah konyol Aldi pun tertawa.


" Sialan lo Van."


Acara pun dimulai dengan menyerahkan seserahan pernikahan kepada Sinta. Setelah acara penyerahan seserahan para orang tua membahas tanggal pernikahan Aldi dan sinta. Tanggal dan hari pun sudah ditentukan. Serangkaian acara inti sudah dilaksanakan.


Para tamu undangan pun mulai mencicipi hidangan yang telah disediakan oleh keluarga Sinta. Para orangtua menikmati makan malamnya ditempat yang sudah disiapkan. Sedangkan Vandy dan yang lain memilih tempat yang agak pojok untuk menikmati hidangan yang ada disana.


" Kamu cantik banget Sin" ucap Anggun.


" Makasih sayangnya aku" kata Sinta."

__ADS_1


" Aldi aja liat lo sampe nggak berkedip Sin" ucap Vandy.


Seketika wajah Sinta berubah menjadi merah mendengar ucapan Vandy tadi. Sisil memperhatikan Anggun yang dari tadi memakan Cake.


" Nggun tumben makan cake nya banyak banget" kata Sisil.


Semuanya pun melihat kearah Anggun.


" Iya, biasanya lo nggak sebanyak itu makan cake nya" ucap Sinta.


" Nggak tau Sin lagi pengen aja." kata Anggun.


" Enak banget ya sayang."


" Iya. Mas mau."


" Buat kamu aja sayang. Jangan terlalu banyak ya makannya."


" Hhhmmm."


" O iya lo kapan mau melamar Sisil?" tanya Vandy pada Gio.


" Rencananya lusa Van" jawab Gio.


" Mas aku mau makan buah" ucap Anggun.


" Tunggu disini biar Mas ambilin."


" Aku aja deh Mas yang ngambil nya."


Belum sempat Vandy menjawab Anggun sudah berjalan duluan.


" Anggun kemana tu Van" tanya Aldi.


" Ngambil buah" jawab Vandy.


" Belum kenyang juga dia" ucap Sinta.


" Mungkin belum" kata Vandy.

__ADS_1


Mereka pun melanjutkan obrolan ringan mereka. Sesekali diselingi dengan perdebatan kecil.


Anggun sedang asik memilih berbagai macam buah. Saat Anggun mau mengambil buah melon. Tangan Anggun tak sengaja menyenggol gelas yang berisi jus dan mengenai gaun seorang wanita.


" Lo punya mata nggak si!!!" teriak wanita itu.


" Maaf mbak saya nggak sengaja" ucap Anggun sambil membersihkan gaun sang wanita dengan tisu.


" Jauhkan tangan kotor lo dari gaun gue!!."


Wanita itu melihat penampilan Anggun dari atas sampai bawah.


Plaaak..


Satu tamparan cukup keras mendarat dipipi mulus Anggun. Semua orang kaget mendengar bunyi tamparan itu. Anggun memegang pipinya yang panas akibat ditampar tadi.


" Dasar orang miskin tidak berguna!!. Lo tau nggak beli gaun gue ini berapa. Huh!!!."


Anggun masih diam dan tidak menjawab ucapan wanita itu. Karena Anggun tidak menjawab wanita itu semakin emosi. Saat wanita itu akan menampar Anggun kembali dengan sigap tangan Anggun menangkap tangan wanita itu.


" Berani kau menyentuh pipi ku lagi dengan tangan kotor mu itu akan ku patahkan tangan kau" ucap Anggun sambil menghempaskan tangan si wanita.


" Punya nyali juga lo buat ngelawan gue. Emang lo nggak tau keluarga gue itu siapa."


" Saya nggak peduli anda berasal dari keluarga mana."


Wanita itu pun bertambah emosi melihat Anggun yang tidak takut sama keluarganya. Wanita itu menelpon bodyguard nya. Tak butuh lama datang para lelaki berbadan tegap dan berpakaian serba hitam.


Sontak kehadiran para lelaki yang bebadan tegap itu menjadi pusat perhatian semua orang. Tak terkecuali Wiguna Dwipangga dan Vandy.


Para lelaki berbadan tegap itu pun menghampiri wanita itu.


" Seret wanita miskin ini keluar."


Kedua laki-laki itu menghampiri Anggun. Saat tangan mereka mau menyentuh Anggun. Tiba-tiba suara bariton mengagetkan mereka.


Kira-kira suara siapa ya itu...


To be continue....

__ADS_1


Jangan lupa tinggalin jejak sayang kalian buat Author... 😘😘😘


HAPPY READING GUYS... 😉😉😉


__ADS_2