
Sinta dan Sisil menghampiri Anggun yang sedang berpelukan dengan seorang cowok didepan pintu bioskop. Sinta dan Sisil kaget melihat dua orang pria disamping Vandy.
" Bee" ucap Sinta sambil membuka masker yang dipakai Aldi.
" Oppa" ucap Sisil sambil membuka masker yang dipakai Gio.
Aldi dan Gio tersenyum kikuk karena ketahuan sama istri mereka.
" Kalian menguntit?" tanya Sinta.
" Nggak. Kita cuma nonton" jawab Aldi.
" Kalau mau nonton kenapa harus pakai masker" kata Sisil.
" Kita takut dilirik sama cewek-cewek nakal. Secara kan suami kalian ini tampan" ucap Aldi.
" Ck.. alasan bilang aja kalian mau nguntit kita?" ucap Sinta.
" Van udah dong peluk-pelukannya. Kita keluar yuk" kata Aldi.
Vandy melepaskan pelukannya dari sang istri, kemudian Vandy menggandeng tangan istrinya keluar dari bioskop diikuti sama kedua sahabatnya.
" Gagal deh acara nonton kami gara-gara kalian" kata Sisil.
" Iya mengganggu saja" tutur Sinta.
" Terus kita mau ngapain lagi nih?" tanya Sisil.
" Pulang" jawab Aldi.
" Kok pulang sih" kata Sinta.
Anggun dan Vandy hanya jadi pendengar yang baik.
" Iya karena besok kita kerja" kata Aldi.
" Kalau mau nonton pas hari weekend aja" kata Gio.
" Sekarang kita pulang" kata Aldi.
Mereka pun memutuskan untuk pulang. Walaupun Sinta dan Sisil masih kesal tapi mereka tetap mengikuti suami mereka pulang.
ππPagi hariππ
Vandy bangun dari tidurnya dan buru-buru menuju kamar mandi. Anggun heran melihat suaminya yang buru-buru pergi kekamar mandi.
" Kenapa dia buru-buru gitu seperti dikejar setan aja."
Anggun merapikan tempat tidur dan mengganti sprei yang lama dengan yang baru. Selesai merapikan tempat tidurnya Anggun turun kebawah untuk memasak sarapan untuk suaminya.
Sampai didapur Anggun menyiapkan bumbu untuk nasi gorengnya. Ya hari ini Anggun akan membuat nasi goreng untuk sarapan mereka.
Bik Mirna baru bangun tidur. Bik Mirna melihat nonanya pagi-pagi sudah berada didapur untuk memasak. Bik Mirna jadi tak enak hati.
" Nona kenapa pagi-pagi sudah berada didapur."
" Aku mau bikin nasi goreng buat Mas Vandy Bik."
" Nona kan bisa suruh Bibik bikinin nya."
" Nggak apa-apa Bik lagian ini cuma nasi goreng kok."
" Ada yang bisa Bibik bantu non?."
" Makasih Bik tolong taruh kepiring dan tata dimeja makan ya Bik. Anggun mau kekamar dulu."
__ADS_1
" Iya nona."
Anggun berlalu pergi kekamarnya untuk membersihkan dirinya yang udah lengket karena karingat habis masak tadi. Anggun membuka pintu kamarnya. Saat pintu kamar sudah terbuka, Anggun melihat suaminya sudah tampan dan rapi dengan pakaian kantornya.
Anggun mengambil handuk dan berlalu kekamar mandi untuk membersihkan dirinya. Sampai dikamar mandi Anggun masuk kedalam bathtub dan merendamkan tubuhnya.
Anggun keluar dari kamar mandi dan berjalan menuju walk in closet untuk memakai pakaiannya. Anggun keluar dengan pakaian kantornya.
Vandy tersenyum kearah istrinya itu. Walaupun sedang berbadan dua tapi istrinya itu tetap mempesona. Vandy menghampiri istrinya.
" Pesonamu mengalihkan dunia ku" ucap Vandy.
" Ck...pagi-pagi udah gombal kamu Mas."
" Itu bukan gombal sayang tapi lagi merayu."
" Sama saja."
Vandy memeluk istrinya menyalurkan perasaannya kepada sang istri. Anggun membalas pelukan suaminya.
" Sampai kapan mau berpelukannya? ntar telat kekantor loh?."
Vandy melepaskan pelukannya.
" Yuk turun kita sarapan" kata Anggun.
Anggun berjalan keluar kamar sambil menggandeng tangan sang suami. Mereka berjalan menuruni tangga. Bik Mirna tersenyum melihat tuan dan nona muda nya jalan bergandengan tangan. Bik Mirna ikut bahagia melihat nona dan tuannya yang selalu rukun.
Sampai dimeja makan seperti biasa Anggun mengambilkan nasi goreng yang dia buat tadi. Vandy menikmati suapan demi suapan nasi gorengnya. Satu piring nasi goreng pun habis tak bersisa.
Anggun tersenyum bahagia melihat piring suaminya sudah kosong. Itu artinya suaminya suka dengan nasi goreng buatannya. Selesai makan Anggun membawa piring kotor dan mencuci bersih piring itu.
" Sayang ntar kekantor sama Sinta dan Sisil aja ya. Soalnya Mas mau ketemu klien pagi ini sama Aldi juga."
Vandy mengantarkan istrinya kerumah Sinta sekalian dia menjemput Aldi. Sampai didepan pintu gerbang rumah Aldi, Vandy membunyikan klakson mobilnya.
Satpam membuka pintu gerbang. Mobil Vandy melaju masuk kedalam rumah Aldi. Vandy memakirkan mobilnya disebelah mobil Aldi.
Ting nong.
Bik Sum membukakan pintu buat tamu nyonya nya.
" Assalamualaikum Bik" ucap Anggun.
" Wa'alaikum salam. Silakan masuk nona, tuan."
Anggun dan Vandy masuk kedalam dan duduk disofa ruang tamu. Tak berapa lama Sinta dan Aldi datang.
" Udah lama bro datangnya?" tanya Aldi.
" Baru datang" jawab Vandy.
" Mau langsung berangkat atau minum kopi dulu" tawar Aldi.
" Berangkat aja."
Vandy dan Aldi berpamitan pada istri mereka.
" Sayang Mas berangkat dulu?."
" Hati-hati ya Mas."
" Sin tolong jaga istri gue ya" kata Vandy.
__ADS_1
" Pasti kok Van" ucap Sinta.
Setelah berpamitan dengan istri mereka. Vandy dan Aldi pun masuk kedalam mobil. Mobil Vandy pun melaju pergi meninggalkan kediaman Aldi. Mobil Aldi melaju dengan sangat lancar karena Pagi itu belum banyak kendaraan berlalulalang.
Mobil Vandy pun sampai disebuah restoran. Vandy memakirkan mobilnya. Vandy dan Aldi pun turun dari mobil dan masuk kedalam restoran.
Pelayan restoran mengantarkan Vandy dan Aldi keruangan VIP yang ada direstoran itu.
" Maaf telah membuat anda menunggu" kata Vandy.
" Nggak masalah tuan. Kami juga baru nyampe" kata Ronal.
Vandy dan Aldi duduk berseberangan dengan Ronal dan sekretarisnya.
" Sebelumnya saya mau berterimakasih kepada tuan karena sudah mau kerja sama dengan perusahaan saya."
" Sama-sama Pak. Saya mau menerima kerja sama ini karena saya yakin perusahaan Pak Ronal mampu melakukannya" tutur Vandy.
Mereka pun membahas proyek kerja sama yang akan dilakukan oleh kedua perusahaan itu. Vandy dan Aldi menyimak poin-poin yang disampaikan oleh Ronal dan keuntungan apa yang akan dia berikan untuk perusahaan Vandy.
Setelah semuanya disampaikan dan Vandy juga mengerti dan cukup puas dengan poin-poin yang disampaikan Ronal tadi. Vandy menandatangani dokumen kerja samanya.
" Apa anda tidak takut bekerja sama dengan perusahaan yang mau bangkrut tuan?" tanya Ronal.
" Tidak. Anda cukup membuktikan kemampuan perusahaan anda dan saya yakin setelah ini para investor akan menanamkan modal kembali ke perusahaan anda" kata Vandy panjang lebar.
" Sekali lagi terimakasih tuan. Saya pasti akan membuktikan kepada anda kalau perusahaan saya mampu" kata Ronal.
" Bagus saya suka semangat anda. Kalau tidak ada yang mau dibahas lagi saya mau pamit undur diri dulu" kata Vandy.
" Saya rasa sudah tidak ada tuan" ucap Ronal.
Mereka pun saling bersalaman. Vandy dan Aldi pun berlalu pergi meninggalkan ruang VIP restoran itu dan pergi keparkiran. Aldi melajukan mobilnya menuju perusahaan Dwipangga Group.
" Van apa benar Adek lo pacaran sama Marko?" tanya Aldi.
" Nggak tau juga sih Al. Karena yang gue liat cuma Adek gue yang suka sama Marko" jawab Vandy.
" Masa sih. Tapi gue liat Marko juga punya rasa sama Vanya."
" Entalah Al. Gue takutnya Marko masih menyimpan perasaan buat istri gue."
" Maksud lo Marko suka sama Anggun?."
" Hmmmm."
" Ngaco lo mana mungkin dia suka sama istri lo."
" Kalau lo nggak percaya ya udah. Jangan tanya-tanya lagi."
" Cie elah ngambekan banget lo jadi cowok."
" Iya gue lagi sensitif sekarang?."
" Ck.. dasar es balok muka datar."
" Apa lo bilang es balok?!."
" Kagak lo salah dengar kali."
" Berani lo bilang gue kayak gitu lagi. Gue potong gaji lo 50%."
" Waah benar-benar bos nggak ada akhlak lo. Suka banget menindas karyawan."
Vandy tersenyum penuh kemenangan karena berhasil membuat Aldi kesal.
__ADS_1
To be continue...
Happy Reading Guys..πππ