
Para siswa dan siswi itu masih menatap Gilang. Mereka masih tidak percaya dengan apa yang mereka dengar tadi. Gilang meminta maaf pada mereka.
" Kau juga harus minta maaf pada kami" kata teman-teman yang membantu Gilang kemarin.
Semua siswa dan siswi itu pun menoleh ke arah suara. Mereka kaget melihat salah satu teman Gilang memakai gips di tangannya. Mereka berpikir apakah Gilang yang melakukan itu.
Wajah Gilang seketika berubah menjadi pucat, dia tidak ingin teman-temannya itu membocorkan kalau dia berniat mencelakai Kenzo dan kedua sahabatnya.
" Apa kalian semua tidak ingin tau apa yang telah dilakukan Gilang" kata salah satu teman Gilang.
" Emang apa yang dilakukan Gilang?" tanya Rizki.
" Gilang menyuruh kami mengeroyok Kenzo dan kedua sahabatnya di gudang sekolah" jawab teman Gilang itu.
Semua orang yang ada di sana kaget, mereka tidak menyangka Gilang bisa berbuat sejahat itu. Gilang bahkan rela menyakiti adik kelasnya sendiri.
Semua siswa berbisik-bisik, mereka semua membicarakan keburukan Gilang. Kenzo melihat keadaan Gilang ikut prihatin, tapi mau Gimana lagi, itu semua karena ulah Gilang sendiri.
Indira kasihan melihat kekasihnya itu. Indira berjalan menghampiri Gilang. Indira membantu Gilang berdiri, kemudian dia membawa Gilang pergi dari sana.
Setelah Gilang pergi, para siswa dan siswi kembali kekelas mereka masing-masing. Kenzo dan kedua sahabatnya juga pergi, mereka akan menemui orangtua mereka.
Vandy dan yang lainnya menunggu anak mereka di taman sekolah.
" Al, lo udah lakuin yang gue pinta tadi kan?" tanya Vandy.
" Sudah Van, gue sudah menarik investasi dan juga membatalkan kontrak kerja sama kita, gue juga sudah menyebarkan kecurangan yang dilakukan perusahaan sigit" kata Aldi.
" Bagus, besok kita tunggu kabar kebangkrutan perusahaan mereka" kata Vandy.
Kenzo dan kedua sahabatnya sampai di taman sekolah. Mereka bertiga duduk di kursi yang kosong.
" Abang bisa jelaskan sama daddy apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Vandy.
" Bisa Dad" jawab Kenzo.
Kenzo menceritakan kejadian kemarin malam pada daddy nya. Vandy dan yang lain mendengarkan dengan saksama. Tidak lupa Kenzo menceritakan juga kejadian waktu di gudang sekolah.
" Untung dia anak di bawah umur, kalau tidak sudah habis dia di tanganku" kata Vandy.
" Dia benar-benar memanfaatkan kekuasaan orangtuanya" kata Aldi.
" Benar, bahkan kesannya orangtua nya tidak peduli akan semua yang di lakukan putranya" kata Gio.
" Mungkin dia mencari perhatian orangtuanya" kata Sisil.
__ADS_1
" Itu semua hasil dari didikan yang salah. Anak apabila melakukan kesalahan kita sebagai orangtua wajib menegur dan menasihatinya, bukan malah membenarkan tindakannya yang salah, dan bahkan menutupi kesalahannya. Kita sebagai orangtua juga harus bisa menjadi pendengar yang baik untuk anak kita. Disaat anak kita ingin bercerita tentang kejadian yang dia alami, di saat itu kita di tuntut menjadi pendengar yang baik" kata Anggun panjang lebar.
" Untuk kalian bertiga, jangan pernah tutupi hal sekecil apapun dari kami. Kalian mengerti?!" kata Vandy.
" Mengerti " jawab Kenzo, Gian dan Tristan.
" Sekarang kalian kembali kekelas, kami mau pulang dulu" kata Vandy.
Kenzo dan kedua sahabatnya kembali kekelasnya. Vandy dan yang lainnya pun memutuskan untuk pulang kerumah mereka masing-masing.
Papa Gilang segera pergi keperusahaan. Karena dia mendapatkan telepon dari asistennya, kalau para investor menarik saham mereka dari perusahaan.
Sang asisten juga bilang kalau bukti-bukti kecurangan yang dilakukan perusahaannya juga sudah tersebar luas di kalangan rekan bisnis dan investor.
" Apa kita akan jatuh miskin Pah?" kata mama Gilang.
" Kemungkinan iya Ma, karena para investor menarik saham mereka dari perusahaan kita"
Sigit tidak akan membiarkan perusahaan yang dia bangun susah payah akan hancur begitu saja. Dia harus mencari cara supaya perusahaannya itu tidak hancur.
Sigit pun sampai di perusahaannya. Sigit segera masuk perusahaannya, sampai di lobi Sigit langsung di sambut sama asistennya.
" Bagaimana semua ini bisa terjadi?" tanya Sigit pada asistennya.
Mereka pun masuk kedalam lift menuju lantai 15. Setelah memencet angka 15, lift pun berjalan naik membawa mereka kelantai 15.
Ting
Pintu lift terbuka, Sigit dan sang asisten keluar dari lift, dan langsung menuju keruang meeting, karena dewan direksi sudah menunggu mereka.
Sesampainya di ruang meeting, Sigit melihat wajah dewan direksi yang tidak bersahabat. Sigit langsung duduk di kursi kebesarannya.
" Selamat Siang semuanya " ucap Sigit.
" Tidak perlu berbasa-basi, kenapa para investor mencabut semua saham mereka?" tanya salah satu dewan direksi.
" Karena data-data kecurangan perusahaan kita sudah bocor keluar" kata Sigit.
" Apa!, bagaimana mungki bisa bocor?" tanya salah dewan direksi.
" Mungkin di antara kalian ada yang berkhianat" kata Sigit.
Para dewan direksi melirik satu sama lain. Mereka mulai meragukan satu sama lainnya. Sigit merasa lega, karena dia tidak akan disalahkan dalam hal ini.
" Tuan harga saham kita semakin turun" kata sang asisten.
__ADS_1
" Saya sudah hancur, perusahaan yang saya rintis dari nol, sekarang sudah tidak bisa tertolong lagi"
Sigit keluar dari ruangan, dia akan meminta bantuan kepada istri Vandy, karena dia tau kalau Vandy pasti tidak akan menolak keinginan istrinya.
***
Indira membawa Gilang ke apartemen. Indira tidak tau apa yang terjadi, kenapa Gilang bisa berlutut di depan semua orang, sambil meminta maaf, hal yang paling tabu Gilang lakukan.
" Sayang, kamu mau makan?" tanya Indira.
Gilang menjawab dengan hanya menggelengkan kepalanya. Indira pun juga tak ingin memaksa sang kekasih. Mungkin Gilang masih sedih.
" Istirahatlah, aku akan temani kamu" kata Indira.
Tiba-tiba Gilang memeluk tubuh Indira, kemudian dia menangis. " Apa ini karma untuk aku yank" kata Gilang dalam tangisnya.
" Mungkin, tapi aku senang melihat kamu meminta maaf pada mereka semua. Aku juga bukan cewek yang baik Gilang, Aku juga angkuh. Terkadang aku juga menghina dan merendahkan martabat orang lain. Tapi aku sadar, aku tidak harusnya seperti itu"
Gilang menatap kekasihnya itu. " Apa wanita yang sekarang ada di hadapanku, masih Indira kekasihku?" tanya Gilang.
" Tentu saja, emang kau pikir siapa lagi"
Gilang pun tersenyum mendengarkan jawaban kekasihnya. " Sejak kapan kamu menyadari kesalahan Mu?" tanya Gilang.
" Tadi, saat kamu berlutut di depan semua orang. Aku berpikir suatu saat nanti aku pasti akan melakukan hal yang sama. Kita sudah terlalu banyak menyakiti orang lain"
" Kamu benar, mungkin karma sudah datang kepadaku" kata Gilang.
" Mari kita sama-sama berubah, kita harus perbaiki hubungan persahabatan kita dengan Rizki dan yang lainnya"
Gilang menganggukkan kepalanya tanda setuju. Indira memeluk kekasihnya itu, Gilang membalas pelukan kekasihnya itu.
" Terima kasih karena kamu selalu bersama aku, di saat suka dan duka" ucap Gilang dengan tulus.
" Sama-sama, aku mencintai kamu Gilang. Jadi mana mungkin aku meninggalkan kamu di saat kamu terpuruk seperti ini"
Gilang mempererat pelukannya. Dia beruntung memiliki kekasih seperti Indira. Gilang berjanji pada mulai hari ini dia akan berubah. Dia juga akan meminta maaf pada Kenzo cs dan juga keluarganya. Gilang yakin pasti ada pelangi setelah hujan.
To be continue...
Mari Readers kita dukung Gilang sama Indira untuk berubah.. 😉😉
Author ucapkan Gomawo, karena kalian masih mau membaca karya Author yang receh ini, Saranghaeeee.. 😘😘
Happy Reading..😚😚
__ADS_1