
Setelah selesai membayar, Kenzo membawa barang belanjaannya pergi meninggalkan tempat kasir. Dia berjalan menghampiri mommy dan yang lainnya.
Ibuk-ibuk itu masih diam mematung, mereka begitu shock melihat black card milik Kenzo. Mereka saja dari kalangan atas tidak mempunyai black card, tapi kenapa wanita itu punya.
" Yuk Mom, kita pulang" kata Kenzo.
" Yuk, sini mommy bantu bawa satu"
" Nggak usah Mom, Abang masih kuat bawanya"
Anggun berjalan keluar supermarket, diikuti sama pasukannya dibelakang. Kenzo pergi mengambil mobil ke tempat parkir. Anggun dan yang lain menunggu di depan supermarket.
Ibuk-ibuk itu masih penasaran dengan Anggun. Mereka berdiri tidak jauh dari tempat Anggun berdiri sekarang. Mereka berpikir Anggun mungkin bekerja jadi pelayan orang kaya.
Tidak berapa lama mobil mewah berhenti tepat di depan Anggun. Ibuk-ibuk itu kaget sampai mulut mereka terbuka. Bagaimana tidak, mobil yang hanya di produksi 5 di dunia itu ternyata berhenti di depan Anggun.
Anggun menyadari ibuk-ibuk julid tadi berdiri tidak jauh dari tempatnya berdiri sekarang, dia berjalan menghampiri ibuk-ibuk itu.
" Sepertinya ibuk-ibuk ini sangat perhatian sekali sama saya. Sampai-sampai rela mengikuti saya sampai ke sini?" kata Anggun.
" Siapa yang memperlihatkan kamu, kami hanya melihat mobil mewah itu" jawab salah satu ibuk-ibuk itu.
" Oh ya? Bay the way mobil yang kalian lihat itu punya saya"
" Jangan ngaku-ngaku kamu"
" Saya tidak suka mengakui barang yang bukan milik saya. Kalau kalian memang berasal dari keluarga kaya, maka kalian pasti tau siapa saya? atau jangan-jangan kalian ini orang-orang yang mengaku kaya?" kata Anggun.
" Tentu saja kami orang kaya sesungguhnya, kalaupun mobil itu punya kamu. tapi kami yakin kalau kami lebih kaya dari kamu"
" Benarkah itu?"
" Tentu saja"
" Sekarang coba kalian baca majalah bisnis, atau cari di internet, istri dari Rivandy Putra Dwipangga maka kalian akan tau siapa wanita yang ada di hadapan kalian sekarang ini?"
Ketiga ibuk itu langsung mengambil ponsel mereka dan mengetik nama yang disebutkan Anggun tadi. Tidak butuh waktu lama, foto Vandy dan Anggun pun muncul di sana.
Mulut ketiga ibuk itu terbuka karena kaget melihat dan juga membaca tulisan yang ada di layar ponsel mereka.
" Ka-kamu istrinya tuan Vandy dan itu artinya kamu putri tuan Wiguna"
" Baguslah kalau kalian sudah tau siapa saya. Jadi kalian pasti sudah tau seberapa kayanya keluarga saya"
Anggun sebenarnya tidak ingin sombong, tapi ketika wanita paruh baya itu sudah sangat keterlaluan. Jadi mau tidak mau Anggun harus melakukan itu.
" Jangan pernah melihat orang dari sampul luarnya. Karena sejatinya sebuah sampul tidak bisa menentukan isi di dalamnya" kata Anggun sambil berlalu pergi meninggalkan ibuk-ibuk itu.
Anggun masuk kedalam mobilnya. Setelah mommy-nya masuk, Kenzo melajukan mobilnya meninggalkan supermarket itu.
" Mommy tadi ngapain sama ibuk-ibuk itu?" tanya Kenzo.
" Nggak ada, cuma ngasih pelajaran sedikit untuk mereka"
Kenzo tidak bertanya lagi, dia tau maksud ucapan mommy-nya itu. Karena mommy-nya tidak akan pernah mengusik kalau bukan orang itu yang mengusik duluan.
Mobil yang di kendarai Kenzo sudah sampai di pintu gerbang rumahnya. Satpam yang melihat mobil milik majikannya langsung membukakan pintu gerbang.
" Makasih Pak" ucap Kenzo.
" Sama-sama Den"
Kenzo melajukan kembali mobilnya menuju rumah utama. Desa di rumah utama, Kenzo langsung memarkirkan mobilnya.
__ADS_1
Anggun, Melodi, Kiran dan El turun dari mobil, kemudian masuk kedalam rumah utama. Sedangkan Kenzo mengambil barang belanjaan di dalam bagasi mobil.
Kenzo membawa barang belanjaannya kedalam rumah, dengan di bantu sama kang Tito. Kenzo membawa barang belanjaan itu langsung ke dapur.
Sesampainya di dapur, Kenzo menyerahkan barang belanjaannya pada sang mommy. Setelah itu dia duduk di kursi yang ada di sana.
Anggun mulai menyusun barang belanjaannya, di bantu sama Melodi dan Bik Mirna. Kiran sedang asik bermain ponsel sang mommy, sedangkan El bermain ponsel Kiran.
Kiran mencoba menghubungi paman kecilnya. Karena dia sudah lama tidak mendengar suara paman kecilnya itu. Tak berapa lama telpon pun tersambung.
" Assalamualaikum paman"
" Wa'alaikum salam princess "
" Paman lagi dimana? restoran ya?"
" Paman lagi di warung tenda, adek lagi apa?"
" Kiran lagi bantuin mommy"
" Oh ya, bantu ngapain?"
" Susun belanjaan. Oh ya, disini ada baby El paman"
" El bukan bayi lagi princess"
" Bagi Kiran El itu masih baby"
" Mommy mana?"
" Lagi sibuk pisah-pisah in daging untuk di bakar nanti malam. Paman sama siapa di sana?"
" Sama calon Tante "
Tampak wanita cantik di seberang sana.
" Hallo Tante cantik"
" Ha-hallo juga adek cantik"
" Apa Tante pacarnya paman?"
Belum sempat wanita itu menjawab, ponselnya sudah mengarah kembali pada pamannya.
" Princess, paman mau makan dulu ya. Ntar kita sambung lagi ya"
" Ok, selamat makan paman. Assalamualaikum"
" Wa'alaikum salam"
Panggilan pun berakhir.
Selesai menelpon sang paman, Kiran segera menghampiri mommy-nya. Karena tadi dia bermain di ruang tamu sama El.
" Mommy" panggil Kiran.
" Iya sayang"
" Tadi adek ngomong sama Tante cantik"
Anggun mengeyitkan alisnya karena bingung mendengar ucapan putrinya itu. Dia tidak tau siapa Tante cantik yang di maksud sama putrinya itu.
" Tante cantik yang mana sayang?" tanya Anggun.
__ADS_1
" Pacar paman kecil, mommy" jawab Kiran.
" Apa!, maksud adek paman kecil sudah punya pacar begitu?"
" Hhmm" sambil menganggukkan kepalanya.
" Coba hubungi paman lagi, mommy juga pengen liat Tante cantiknya?"
" Paman bilang mau makan siang, jadi kita nggak boleh ganggu"
Ternyata adek kecilku itu sudah punya kekasih, tapi dia tidak memberitahu kakaknya ini. Tunggu nanti malam akan aku interogasi dia.
Sore hari.
Vandy baru pulang dari kantor. Sebelum masuk ke dalam rumah utama, dia pergi ke taman dulu untuk melihat persiapan untuk acara barbeque nanti malam.
Sampai di taman, Vandy melihat para pelayan laki-laki sedang sibuk memasang tenda di taman. Karena taman itu akan di pakai untuk acara barbeque nanti malam. Jadi mereka harus cepat menyelesaikan pekerjaannya.
" Udah hampir selesai ya Kang?" tanya Vandy pada kang Tito.
" Iya Den, tinggal pasang lampu-lampu kelap-kelip untuk menambah kesan wow-nya" jelas kang Tito.
" Ok. Silakan di lanjutkan lagi Kang kerjaannya. Aku mau ke dalam dulu"
" Siap Den"
Setelah melihat pekerjaan kang Tito, Vandy masuk kedalam rumah utama.
" Assalamualaikum"
" Wa'alaikum salam, Daddy sudah pulang"
" Eh, ada El. Sejak kapan El ngungsi ke rumah Daddy?"
" El bukan ngungsi Daddy"
" Terus apa? numpang makan?"
" Mommy, coba liat Daddy" adu El pada Anggun.
" Mas, jangan ledekin El terus"
" Iya sayang. El sama siapa kesini?" tanya Vandy.
" Sama Abang Ken"
" Kok bisa sama Abang, emang mama El kemana?"
" Mama tadi lagi pergi sama nenek"
" Berarti El nginap disini?"
" Sepertinya nggak, soalnya besok El mau liburan sama mama dan papa"
" Wah enak dong bisa liburan, daddy ikut boleh nggak?"
" Daddy mau numpang jajan sama El?"
Anggun tersenyum mendengar ucapan El. Akhirnya suaminya itu kena batunya juga. Vandy hanya bisa menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Dia tidak menyangka bocah kecil itu membalikkan ucapannya tadi.
To be continue.
Cie yang nunggu acara barbeque, sabar ya😉😉.
__ADS_1
Happy Reading 😚😚