Pelabuhan Cinta CEO Arrogant

Pelabuhan Cinta CEO Arrogant
Season 2


__ADS_3

Pesawat pun mendarat dengan aman di bandara Soekarno-Hatta. Kenzo cs pun turun dari pesawat, diikuti sama Rangga dan yang lainnya.


" Alhamdulillah sampai juga, di negara tercinta " ucap Kenzo cs.


Keluarga mereka sudah menunggu di luar pintu keberangkatan. Kenzo tidak sabar bertemu dengan keluarganya. Baru 3 har pergi, tapi serasa bertahun.


Kenzo tersenyum melihat keluarganya, begitu juga dengan Gian dan Tristan. Mereka bertiga menghampiri keluarganya.


Anggun memeluk tubuh putranya itu. Rasa syukur tidak henti dia ucapkan, karena Allah sudah membawa putranya kembali dengan selamat.


Kenzo beralih memeluk daddy nya, dengan senang hati Vandy membalas pelukan sang putra. Setelah itu Kenzo memeluk adek kesayangannya.


" Princes abang" kata Kenzo sambil memeluk adiknya.


Kiran pun membalas pelukan abangnya. " Adek kangen sama abang" ucap Kiran saat di dalam pelukan Kenzo.


" Abang juga kangen sama princes"


Rangga tersenyum melihat kehangatan keluarga Kenzo cs. Rangga berjalan menghampiri Vandy.


" Tuan"


" Eh!, kamu Ngga"


" Saya sudah memenuhi janji saya, untuk menjaga putra anda tuan"


" Terima kasih Ngga, tapi itu kan emang tugas kamu sebagai bos mereka"


" Iya tuan, kalau gitu saya permisi pulang dulu tuan"


" Baiklah Nggak. Hati-hati di jalan"


Setelah berpamitan dengan Vandy dan yang lainnya, Rangga dan karyawan yang lain pun pamit undur diri, meninggalkan keluarga yang harmonis itu.


" Princes" panggil Tristan sambil merentangkan tangannya.


" Abang Tian" balas Kiran sambil berjalan kearah Tristan.


Belum sampai Kiran di tempat Tristan, Daffin sudah lebih dulu menghalangi Kiran.


" Affin minggir!" kata Kiran.


" Kiran nggak boleh ke tempat abang Tian" kata Daffin.


" Heh bocah!, berani sekali kau melarang princes menemuiku" kata Tristan.


Saat Daffin lengah, Kiran pun menggunakan kesempatan itu untuk lari. Kiran berlari ke arah Tristan.


" Kiran!"


Tristan memeluk Kiran. " Princesnya abang Tian"


" Kiran kangen sama abang"


" Abang juga kangen sama princes"


Daffin berjalan menghampiri Tristan dan Kiran. Daffin berdiri di depan Tristan denga melipat kedua tangannya di dadanya.


" Abang Tian" panggil Daffin.


" Hhmm "


" Mulai besok, abang nggak boleh ketemu sama Kiran lagi" kata Daffin.


" Kenapa?" tanya Tristan.


" Kiran itu calon istri aku"


" Ck..bocah ini, masih kecil sudah bilang istri"


" Aku sudah besar tau!" protes Daffin.


Kenzo dan Gian hanya menggelengkan kepala mereka, melihat perdebatan antara Daffin dan Tristan. Ya Tristan dan Daffin selalu berantem dalam hal menyangkut Kiran.

__ADS_1


Setelah menyaksikan perdebatan antara Tristan dan Daffin, mereka pun memutuskan untuk pulang kerumah masing-masing.


Mobil mewah Vandy pun sudah memasuki pekarangan rumah utama. Kenzo turun dari mobil, diikuti sama Anggun dan Kiran di belakang.


Kenzo masuk kedalam rumah. Dia sangat senang karena bisa kembali pulang. Kenzo menjatuhkan tubuhnya di sofa yang ada di ruang tamu.


Anggun duduk di samping putranya. Kenzo menyandarkan kepalanya di bahu sang mommy.


" Capek banget ya Bang"


" Dikit Mom"


" Kalau ngantuk kenapa nggak tidur di kamar aja Bang" kata Vandy yang baru masuk.


" Abang nggak ngantuk Dad"


" Jangan manja Bang" kata Vandy sambil mengangkat kepala putranya dari bahu sang istri.


" Daddy ganggu aja " kesal Kenzo.


" Kamu udah gede Bang, jadi jangan sok manja"


" Biaran. Bilang aja daddy cemburu" kata Kenzo.


" Ck..bocah ini"


" Biarkan saja Mas. Lagi pula abang lagi capek"


Vandy pun pasrah, dia pun membiarkan putranya bermanja dengan istrinya. Anggun tersenyum melihat tingkah absurd suaminya itu.


Sama putranya sendiri dia masih saja cemburu.


Setelah puas bermanja dengan mommy nya, Kenzo pergi kemarnya. Sampai di kamarnya, Kenzo langsung membaringkan tubuhnya di atas kasur empuknya.


" Ternyata kasur sendiri jauh lebih empuk, dari kasur mana pun"


Tak berapa lama Kenzo pun merasa ngantuk. Kenzo memejamkan matanya. Tak butuh waktu lama Kenzo pun sudah berada di dunia mimpi.


Malam hari.


Sedang asik bercerita, tiba-tiba Gian dan Tristan datang.


" Assalamualaikum " ucap mereka berdua.


" Wa'alaikum salam"


" Kalian" kata Kenzo.


" Kenapa wajah lo kek nggak senang gitu" kata Gian pada Kenzo.


" Karena gue merasa terganggu, sama kehadiran makhluk astral kek kalian berdua " kata Kenzo.


" Wah.. benar-benar anak sultan nggak ada akhlak lo" kata Gian.


" Ngapain kalian berdua kesini? " tanya Kenzo.


" Kita mau kasih oleh-oleh untuk princes " jawab Tristan.


" Adek" panggil Kenzo.


" Hhhmm" sahut Kiran, tanpa mengalihkan pandangannya dari tv.


" Ada abang Tian sama abang Ian nih"


Kiran pun langsung bangkit dari duduknya, kemudian berjalan menghampiri Tristan dan juga Gian.


" Hai Abang Tian, abang Ian"


" Hai princes"


" Princes mau hadiah nggak?" tanya Tristan.


" Kiran kan nggak lagi ulang tahun abang Tian" kata Kiran.

__ADS_1


" Iya, tapi hadiah itu di kasih bukan saat ulang tahun aja. Jadi princes mau nggak, hadiahnya? " tanya Trista.


" Mau?!" jawab Kiran antusias.


Gian dan Tristan menyerahkan paper bag berukuran besar pada Kiran.


" Ini untuk Kiran semua?" tanya Kiran.


Tristan dan Gian menganggukkan kepala mereka secara bersamaan. Kiran pun membuka paper bag yang ada di hadapannya.


Mata Kiran berbinar melihat isi dari paper bag yang diberikan. " Makasih abang Tian, abang Ian" ucap Kiran sambil memeluk dan mencium pipi Tristan dan Gian bergantian.


" Princes suka hadiahnya?" tanya Tristan.


" Suka banget" jawab Kiran.


Tristan pun tersenyum dan membelai lembut kepala Kiran. Tidak sia-sia dia membeli boneka itu kemarin.


" Abang mana hadiahnya untuk Kiran?" tanya Kiran pada Kenzo.


" Ada di kamar" jawab Kenzo.


" Sekarang princes tidur ya, udah malam" kata Tristan.


" Ok abang Tian"


Setelah berpamitan pada semua orang, Kiran pergi ke kamarnya, diikuti sama Bik Mirna dari belakang.


Kenzo mengajak kedua sahabatnya, keruang keluarga. Karena mommy dan daddy nya sudah pergi ke kamar mereka.


" Besok lo jangan telat lagi bangunnya" kata Gian pada Kenzo.


" Gue nggak pernah telat bangun tidur Ian" kata Kenzo.


" Ya.. ya, lo emang nggak pernah telat. Btw gantungan kunci yang lo beli kemarin untuk siapa?" tanya Gian.


" Pasti untuk Melodi " jawab Tristan.


Pletak..


" Gue nanya nya sama Kenzo, bukan sama lo Munaroh" kata Gian.


" Gue mewakili Kenzo ngomong " kata Tristan.


" Apa benar Ken, yang di bilang sama Tristan tadi " kata Gian.


" Hhhmm"


" Apa!" kata Gian


Sontak Kenzo dan Tristan menutup telinga mereka, karena mendengar teriakan cempreng Gian.


" Lo mau bikin gendang telinga kita pecah" kata Kenzo.


" Habisnya lo bikin kaget gue" kata Gian.


" Yang bikin kaget itu elo, bukan gue" kata Kenzo.


" Jadi lo beneran suka sama Melodi?" tanya Gian dan Tristan.


" Kenapa kalian nanya gitu" kata Kenzo


" Kita tanya, dia malah balik nanya" kata Tristan.


" Gue nggak ada perasaan apa-apa sama dia" kata Kenzo.


" Terus kenapa lo beliin dia gantungan kunci" kata Gian.


" Hanya ingin saja" kata Kenzo.


Gian dan Tristan yakin kalau Kenzo memang ada rasa sama Melodi. Kenzo hanya belum menyadari perasaannya itu.


To be continue..

__ADS_1


Happy Reading..😚😚


__ADS_2