Pelabuhan Cinta CEO Arrogant

Pelabuhan Cinta CEO Arrogant
Season 2


__ADS_3

Pagi hari Anggun membangunkan para kesayangannya. Ya semalam Kenzo tidur bersama mommy dan daddy nya. Cukup susah membangunkan Vandy dan Kenzo.


" Abang, daddy bangun" ucap Anggun sambil mengecup kening para kesayangannya itu.


Kenzo pun bangun karena sudah mendapatkan kecupan dari mommynya. Anggun tidak bisa membayangkan kalau nanti Kenzo sudah besar, apa cara membangunkannya akan tetap sama.


Kenzo sudah bangun, tapi bayi besarnya masih tetap memejamkan matanya. Anggun terpesona melihat suami nya itu. Tidur saja terlihat tampan dan menggoda. Wajar saja banyak wanita diluarsana yang menginginkan suaminya.


" Daddy bangun" kata Anggun sambil menarik selimut yang dipake suami nya tadi.


" Mmmmm bentar lagi sayang"


Anggun mencium bibir suaminya sekilas, berharap suaminya itu akan bangun seperti biasanya, tapi pagi ini seperti nya tidak mempan Vandy masih terlelap.


Anggun pergi kekamar mandi dengan membawa gelas ditangannya. Sampai dikamar mandi, Anggun mengisi gelas itu dengan air.


Anggun membawa gelas berisi air tadi ketempat suaminya. Anggun memercikkan air itu kewajah Vandy. Tapi Vandy cuma bereaksi sebentar, habis itu dia tidur lagi.


" Maaf ya Mas " bisik Anggun ditelinga Vandy


Anggun pun menyiramkan air yang digelas tadi kewajah Vandy. Sontak Vandy terbangun dari tidurnya.


" Banjir... banjir!" teriak Vandy


Anggun kaget melihat reaksi sang suami. Dia tidak menyangka reaksi suaminya akan selebay ini. Tapi itu menjadi hiburan tersendiri buat Anggun dipagi ini.


" Sayang kita harus cepat mengungsi "


" Sepertinya kamu belum bangun ya Mas. Apa aku harus menyiram kamu pake air sekali lagi" kata Anggun


" Sekali lagi?" tanya Vandy


" Hhhmm"


" Jadi air tadi bukan karena banjir"


" Ya bukanlah, tadi itu kamu susah dibangunin. Jadi aku siram pake air deh"


" Wah, kamu mau jadi istri durhaka sayang"


" Nggak lah, tadi sebelum menyiram kamu, aku sudah minta maaf duluan" kata Anggun


" Kok Mas nggak dengar"


" Kalau Mas nggak dengar, bukan salah aku dong"


" Iya deh, kamu menang ratuku" kata Vandy mencium bibir istrinya sekilas.


Vandy mengambil handuk, kemudian langsung menuju kekamar mandi. Setelah suaminya masuk kekamar mandi. Anggun merapikan tempat tidurnya.


Selesai merapikan tempat tidurnya, Anggun menyiapkan pakaian untuk suaminya. Setelah semuanya selesai, Anggun pergi kekamar putranya. Sampai dipintu kamar Kenzo.


Tok


Tok


Tok


" Abang, udah siap belum"


Ceklek


" Udah dong mom"


" Yuk kita tunggu daddy dibawah"


" Yuk"


Anggun menggandeng tangan Kenzo. Mereka berdua berjalan menuruni tangga. Sampai dibawah mereka langsung menuju ruang makan. Tak berapa lama Vandy pun sudah ikut bergabung bersama istri dan anaknya.

__ADS_1


Selesai sarapan, seperti biasa Anggun mengantarkan suami dan putranya sampai kedepan rumah. Saat mereka keluar, satu motor berwarna hitam sudah terparkir didepan pintu utama.


Kenzo sangat senang, karena hari ini dia berangkat kesekolahnya pake motor. Kenzo mendekat kemotor gede yang berwarna hitam itu, Kenzo mengelus motor gede itu.


" Daddy ini motor siapa?" tanya Kenzo


" Motor daddy, sayang "


Anggun kaget mendengar ucapan suaminya. Karena dia tidak pernah melihat ada motor digarasi, dan lagi Anggun juga tidak pernah melihat suaminya memakai motor.


" Sejak kapan kamu punya motor Mas?"


" Sudah lama sayang"


" Tapi kok aku nggak pernah lihat ada motor digarasi"


" Kemarin emang nggak ada sayang. Ini semalam pas kamu udah tidur, Mas minta tolong sama pak Diman untuk membawakan beberapa motor Mas kesini. Karena Mas udah janji sama Kenzo"


" Pantas aja. Kapan-kapan kita jalan-jalan pake motor ya"


" Iya sayang. Kita berangkat dulu ya, adek baik-baik jangan rewel" kata Vandy sambil mengelus perut sang istri.


Anggun bersalaman, kemudian mencium punggung tangan suaminya. Vandy mengecup kening sang istri. Vandy memakai helem, dan sarung tangan. Kemudian dia membantu putranya memekai helem.


Anggun terpesona melihat ketampanan suaminya. Anggun baru pertama kali melihat suaminya berpakaian ala bad boy, dan itu sangat tampan menurut Anggu.


" Mas berangkat dulu ya sayang.Assalamualaikum"


" Wa'alaikum salam, hati-hati dijalan Mas"


Vandy melajukan motornya, meninggalkan kediamannya. Setelah suaminya sudah tak terlihat lagi barulah Anggun masuk kedalam rumah.


Vandy melajukan motornya dengan kecepatan rendah. Vandy ingin Kenzo menikmati pemandangan yang ada dari atas motor.


" Abang suka naik motor?" tanya Vandy


" Suka daddy, naik motor lebih seru dari pada mobil"


" Abang kirain daddy nggak bisa bawa motor"


" Itu karena daddy sudah lama tidak memakai motor. Nanti sore kita pergi ke alun-alun kota pake motor"


" Sama mommy juga "


" Iya sayang, daddy juga belum pernah ngajak mommy jalan-jalan pake motor"


" Yeeyy, janji ya"


" Iya sayang, daddy janji"


Tak terasa merekan pun sampai sekolah Kenzo. Vandy menuju ke parkiran untuk memarkirkan mobilnya. Vandy membuka helem yang menutup kepalanya.


Semua guru wanita terpesona melihat ketampanan Vandy, apalagi dengan pakaian yang Vandy kenakan, bikin hati cewek-cewek tambah meleleh.


Laura senang karena hari ini dia bisa melihat Vandy lagi. Laura mengambil rantang yang sudah dia bawa dari rumah tadi. Laura berjalan menghampiri Vandy dan Kenzo.


" Selamat pagi Kenzo, tuan" sapa Laura


" Pagi buk guru" balas Kenzo


Vandy tidak menghiraukan Laura yang ada didekatnya. Vandy hanya fokus pada anaknya.


Kok dia cuek banget sih!, tapi gue nggak boleh nyerah.


" Tuan, ini untuk tuan, ini saya yang memasaknya sendiri" kata Laura sambil menyerahkan rantang yang dia bawa tadi pada Vandy.


" Terima kasih Buk, tapi maaf saya tidak bisa terima"


" Kenapa?" tanya Vandy

__ADS_1


" Saya sudah sarapan tadi dirumah" jawab Vandy


" Tapi ini khusus saya buatkan untuk tuan"


Vandy mengeyitkan alisnya. Vandy benar-benar tidak mengerti maksud ucapan guru Kenzo.


" Saya tidak pernah minta anda untuk memasakan saya" kata Vandy


" Iya tuan, ini keingin saya sendiri. Jadi terima ya"


Karena Vandy tidak mau membuang-buang waktu lagi disana. Karena terpaksa dan merasa tidak tega, akhirnya Vandy pun menerima rantang itu.


" Abang, daddy pergi dulu ya. Abang baik-baik belajar nya"


" Siap daddy"


" Jangan lupa dimakan ya tuan"


Vandy tidak menjawab ucapan guru Kenzo. Vandy melajukan motornya meninggalkan sekolah Kenzo.


Setelah 10 menit menempuh perjalanan, Vandy pun sampai dikantornya. Vandy melajukan motornya menuju parkiran khusus roda dua.


Semua karyawan terpesona melihat sosok yang membawa motor barusan. Mereka penasaran siapakah orang yang membawa motor gede itu.


Sampai diparkiran Vandy memarkirkan motornya. Setelah itu Vandy membuka helem yang menutupi kepalanya. Sebelum pergi dari parkiran, Vandy melihat penampilannya dulu melalui kaca spion.


Vandy berjalan menuju lobi kantornya dengan membawa rantang dan juga helem ditangannya.


Para karyawan kaget melihat CEO mereka membawa rantang. Mereka juga tidak menyangka, ternyata yang membawa motor tadi adalah ceo mereka.


" Ya ampun pak Vandy tampan sekali pakai pakaian seperti itu" puji karyawan A


" Iya, terlihat lebih maco" kata karyawan B


" Wah gaya bad boy banget" kata karyawan C


" Pengen deh dibonceng sama pak Vandy" kata karyawan A lagi


" Mimpi aja lo" kata karyawan B


Banyak lagi pujian yang Vandy dengar, tapi dia tidak menghiraukannya. Vandy berjalan menghampiri meja resepsionis.


Ternyata pak Vandy sangat tampan. Ya gusti, mimpi apa aku semalam, karena pagi-pagi sudah disamperin sama pangeran tampan.


" Kalian sudah sarapan?" tanya Vandy ke karyawannya


" Be-belum Pak" jawab salah satu karyawannya


" Nih untuk kalian" kata Vandy sambil menyerahkan rantang yang diberikan guru Kenzo tadi


" I-ini untuk kami Pak?" tanya karyawan resepsionis


" Hhhhmm"


" Te-terima kasih Pak"


Vandy hanya menganggukkan kepalanya. Vandy pun pergi meninggalkan tempat resepsionis, menuju lift khusus CEO.


Karyawan resepsionis tadi masih tidak percaya dengan apa yang terjadi. CEO yang terkenal dingin dan datar itu, mau berbicara dengan karyawan seperti mereka.


Hal yang langka, karena selama mereka kerja diperusahaan itu. Mereka belum pernah berbicara sedekat tadi dengan CEO perusahaan itu.


To be continue..


Bad Daddy



Jangan lupa, like, komen, dan votenya.

__ADS_1


Happy Reading Guys.. 😉😉


__ADS_2