
Kang Asep pun pergi membelikan pesanan nona muda nya itu. Setelah kang Asep pergi, Anggun pun kembali berkumpul dengan keluarga dan sahabatnya.
Vandy tersenyum bahagia melihat keluarga dan sahabatnya begitu lahap memakan makanan yang ada disana. Bearti acara barbeque malam ini sukses.
" Sayang, kang Asep nya masih lama?"
" Nggak kok Mas, udah pengen banget ya"
" Iya sayang"
" Sabar ya"
" Hhhmm"
Tak berapa lama kang Asep datang dengan membawa martabak telor pesanan Vandy tadi.
" Nona ni martabak telor nya" kata Asep sambil memberikan kantong kresek.
" Makasih ya Kang" ucap Anggun
" Sama-sama nona, kalau gitu saya permisi dulu" kata Asep
Anggun pun memindahkan martabak telor nya kepiring, setelah itu Anggun memberikan martabak telornya pada suami nya.
" Ini Mas"
" Makasih sayang"
Vandy pun mulai menyantap martabak telornya. Vandy begitu lahap memakan martabak telor nya. Anggun tersenyum melihat suaminya.
" Makannya pelan-pelan aja Mas, nggak ada mau yang minta kok" kata Anggun
" Hehehe, iya sayang"
Akhirnya semua hidangan yang ada dimeja habis tak bersisa. Selesai makan mereka pindah duduk kegazebo yang ada ditaman itu. Dekorasi Gazebo dirumah Vandy emang beda ditempat lain. Gazebo disana sangat mewah dan elegan.
Setelah mereka pindah kegazebo, semua pelayan pun, membereskan meja dan tempat pembakaran daging tadi. Kinerja para pelayanan Anggun sangat cepat. Tak berapa lama taman itu sudah bersih, hanya tinggal membuka tenda dan itu akan mereka kerjakan besok pagi.
" Karena semua nya sudah berkumpul disini, jadi aku ingin menyampaikan kabar gembira pada kalian semua. Istri aku sekarang sedang mengandung anak kedua kami" kata Vandy
" Alhamdulillah, selamat sayang" ucap Kiara
" Makasih Ma" kata Anggun
" Selamat mantu " kata Diana
" Makasih mama mertua" kata Anggun
__ADS_1
Semua keluarga dan sahabat mengucapkan selamat kepada Anggun. Mereka juga tak hentinya mengucap rasa syukur mereka pada tuhan.
" Ken akan jadi abang" kata Kenzo
Semua orang pun tertawa, karena mereka semua tau kalau Kenzo ingin sekali dipanggil abang.
" Mulai sekarang kalian berdua harus panggil aku abang" kata Kenzo
" Nggak mau" kata Gian dan Tristan barengan
" Kalian berdua mau jadi adek durhaka dan masuk neraka" kata Kenzo
" Tentu saja tidak!" kata Gian
" Kalau masuk neraka Gian saja Tian nggak mau" kata Tristan
" Kalau nggak mau panggil aku abang"
" Baik abang Ken" kata Tristan
" Tian adek yang baik" puji Kenzo
Orangtua hanya jadi menonton dan pendengar yang baik disana. Mereka tidak akan ikut campur dalam perdebatan anak-anak mereka.
" Kenapa kau memanggil dia abang" kata Gian pada Tristan
" Kau ini susah sekali diajak kerja sama" kata Gian
" Apa kau belum mau memanggil ku abang?" tanya Kenzo ke Gian
" Baiklah aku mau" kata Gian pasrah
" Pintar" kata Kenzo sambil tersenyum penuh kemenangan
Semua orang disana tersenyum melihat tingkah ketiga anak kecil itu. Para orangtua pun pamit untuk beristirahat. begitu juga dengan pengantin baru Vanya dan Marko.
" Tanam nya yang banyak ya Ko" kata Aldi
" Jangan kasih kendor" kata Gio
" Jangan bikin adek gue kelelahan" kata Vandy
Anggun memukul lengan suaminya.
" Aww, sayang kok kamu mukul Mas sih" kata Vandy
" Kamu itu ya selalu saja merusak momen romantis nya orang" kata Anggun
__ADS_1
" Mas cuma bilangin sayang"
" Nggak usah ikut campur urusan Vanya, dia itu udah punya suami"
" Iya nggak lagi"
Para istri pun pamit untuk menidurkan anak-anak dulu. karena sudah waktu jam tidur mereka. Sekarang tinggal suami-suami tampan itu.
" Makanya lo jangan bikin kesal istri lo" kata Aldi
" Ntar disuruh tidur diluar baru tau rasa" kata Gio
" Kalian kok pada keroyok gue sih" kata Vandy
" Biar lo cepat sadar, lagian lo sensi amat sama si Marko" kata Aldi
" Iya, lo punya dendam apa sama dia?" tanya Gio
" Gue nggak punya dendam apa-apa" jawab Vandy
" Bohong" kata Aldi
" Nggak ada untung nya gue bohong" kata Vandy
" Benar juga" kata Aldi
" Kita bahas yang lain aja. Loe nggak mau nambah anak lagi Al" tanya Vandy
" Mau dong Van, ini juga lagi nabung terus" jawab Aldi
" Bagus itu, kalau lo Yo?" tanya Vandy
" Gue belum kepikiran Van, soalnya gue takut istri gue nanti kesakitan lagi saat melahirkan" jawab Gio
" Payah lo, terus tega buang bibit kecambah lo" kata Aldi
" Benar itu, walaupun gue belum pernah melihat bagaimana istri gue berjuang untuk melahirkan anak gue dulu, tapi gue juga tidak rela bibit unggul gue terbuang sia-sia" kata Vandy
" Iya gimana sih lo, bibit dibuang-buang" kata Aldi
" Iya deh, gue nggak akan buang lagi" kata Gio
" Nah gitu dong"
Mereka pun mengobrol sampai lupa waktu. Setelah tengah malam mereka pun menyudahi obrolan mereka dan pergi beristirahat. Malam ini para sahabat Vandy memutuskan untuk menginap dirumah Vandy.
To be continue
__ADS_1
Happy Reading Guys.. 😉😉