
Setelah tidak ada pergerakan dari Anggun lagi, penjahat itu pun mengangkat tubuh Anggun dan memasukannya kedalam mobil. Mobil itupun berlalu pergi meninggalkan hotel Dwipangga.
Ditaman hotel.
Vandy dan para sahabatnya masih asyik mengobrol. Mereka belum menyadari kalau Anggun sudah diculik.
Sudah 10 menit Anggun pergi ketoilet dan sampai sekarang belum juga kembali, Vandy pun mulai panik.
" Anggun ketoilet nya lama banget sih ucap Vandy."
" Iya nih, nggak seperti biasa nya Anggun betah berlama-lama ditoilet ucap Sinta."
" Gue samperin Anggun dulu ucap Vandy sambil berlalu menuju toilet."
Sesampai ditoilet Vandy menunggu Anggun didepan pintu masuk toilet. Sudah 5 menit waktu berjalan namun Vandy belum juga melihat Anggun keluar.
Tanpa menunggu lama Vandy pun masuk kedalam toilet dan memanggil nama Anggun.
" Sayang kamu masih lama tanya Vandy."
Namun tidak ada jawaban dari Anggun. Vandy pun memberanikan diri membuka pintu.
" Ya Allah ini baru pertama kali hamba membuka pintu toilet wanita, ampunilah hamba ya Allah gumam Vandy."
Setelah pintu terbuka, ternyata tidak ada orang didalam toilet, Vandy pun mencari kepintu lain, dan sampai dipintu terakhir hasilnya tetap nihil.
" Kemana kamu sayang jangan bikin aku khawatir ucap Vandy."
Vandy pun bergegas pergi dari toilet dan memberitahukan kepada teman-temannya kalau Anggun nggak ada ditoilet.
Sesampai ditaman hotel dengan nafas yang masih terengah-engah.
" Ba..bantu gue cari Anggun ucap Vandy terbata-bata."
" Lo ngomong apaan sih van ucap Aldi."
" Bantu gue cari Anggun ucap Vandy."
" Kalian main petak umpet tanya Aldi."
" Aldi brengsek gue nggak lagi becanda, cepatan kalian bantu gue cari Anggun jawab Vandy emosi."
" Maksud lo Anggun hilang tanya Gio."
"Iya, dia nggak ada ditoilet."
" Kita harus cepat cari, gue takut terjadi sesuatu sama Anggun ucap Sinta."
Mereka pun berpencar untuk mencari Anggun.
Ditempat lain.
Dona yang mendapatkan telpon dari orang suruhannya, kalau mereka berhasil membawa target kegudang tua.
" Lo kenapa don kayak senang banget tanya Luna."
" Tentu saja gue senang, karena orang suruhan gue berhasil menculik cewek jal*ng itu jawab Dona sambil tersenyum bahagia."
" Waah hebat banget mereka, terus kapan lo mau nemuin dia?."
" Besok, sekalian gue mau buat pertunjukan kecil ucap Dona tersenyum licik."
Digudang Tua.
Anggun yang baru sadar dari pengaruh obat bius, dan mendapati dirinya ditempat yang asing dengan tangan terikat.
" Dimana ini, kenapa tangan gue diikat bengini gumam Anggun."
Tak berapa lama masuklah tiga orang cowok berbadan besar dengan tangan dipenuhi banyak tato.
" Ternyata lo udah bangun ucap salah satu penjahat."
" Siapa kalian tanya Anggun."
" Kami itu adalah penjahat jawab salah satu lelaki yang badannya paling besar."
" Siapa yang menyuruh kalian melakukan ini tanya Anggun lagi."
" Kau tidak perlu tau cantik, yang penting sekarang kami harus menjaga lo supaya kami bisa mendapatkan uang jawab bos penjahat."
Anggun yang mendengar ucapan bos penjahat itu pun tersenyum licik, sebuah ide cemerlang langsung muncul dikepalanya.
" Gue yakin orang yang menyuruh kalian untuk menculik gue itu tidak kaya ucap Anggun."
" Darimana kamu tau kalau dia nggak kaya."
" Gue fikir kalian penculik yang pinter, tapi ternyata kalian begitu bod*h ucap Anggun."
" Kau..!!, berani sekali bilang kami bod*h."
" Memang kenyataan nya kalian itu memang bod*h."
" Apa maksud lo."
" Kalian tau siapa nama pebisnis terkaya di Asia tanya Anggun."
" Tentu saja kami tau, dan kami salah satu penggemar pak Wiguna jawab bos penjahat."
Anggun pun tersenyum mendengar jawaban dari bos mereka." Sudah gue duga mereka itu penjahat amatiran gumam Anggun."
" Kenapa lo senyam-senyum begitu ucap bos penjahat."
__ADS_1
" Nama kalian siapa tanya Anggun."
Bos penjahat pun tertawa mendengar pertanyaan Anggun.
" Kau itu sungguh cewek aneh, kau itu sedang diculik bukan lagi disekolah jawab bos penjahat."
" Justru itu gue mau tau nama kalian, ucap Anggun."
Bos penjahat itu pun menyebutkan namanya dan nama para bawahannya.
" Gue Marko, dan mereka Aryo sama Ardian ucap Marko bos penjahat."
" Nama kalian bagus-bagus dan itu tidak cocok buat nama penjahat ucap Anggun."
" Kita memang bukan penjahat yang profesional ucap Ardian."
" Bodoh, kenapa lo kasih tau sama cewek itu ucap Aryo."
Anggun pun tersenyum mendengar ucapan Ardian.
" Gue bakal kasih uang tiga kali lipat dari yang dikasih sama orang yang menyuruh kalian, bahkan gue bakal ngasih pekerjaan yang layak buat kalian ucap Anggun."
Marko pun tertawa mendengar ucapan Anggun.
" Emang kau siapa tanya Marko."
" Gue Anggun Ariana Wiguna putri satu-satunya Arga Wiguna ucap Anggun."
Tawa Marko pun tambah pecah😂😂😂
" Kau jangan bercanda ucap Marko."
"Gue nggak bercanda, gue akan buktiin kata-kata gue ucap Anggun lantang."
Marko yang melihat Anggun begitu lantang berbicara kepadanya pun sedikit melunak.
" Kalau lo bohong gimana ucap Marko."
" Kalau gue bohong, gue bersedia menjadi budak kalian ucap Anggun."
Marko yang melihat kesungguhan Anggun pun mencoba untuk percaya dengan ucapan Anggun.
" Apa benar kamu putri Tuan Wiguna tanya Aryo."
" Iya, bisa tolong lepasin ikatannya nggak, gue janji nggak bakal kabur ucap Anggun."
Aryo pun melihat kearah Marko sebagai tanda meminta izin, Marko yang melihat Aryo pun mengangguk kan kepala tanda setuju.
Aryo pun berjalan mendekati Anggun dan melepaskan tali ikatan Anggun.
" Makasih kak ucap Anggun."
Deg
Setelah ikatan Anggun terlepas Anggun pun meregangkan otot-otot tangan nya.
Marko yang melihat Anggun sedang meregangkan otot tangannya pun tersenyum.
" Kak Marko ada air minum nggak tanya Anggun."
Marko yang mendengar Anggun memanggilnya kakak pun seketika pipinya memerah.
"Gue bukan kakak lo, lagian lo itu tawanan kami jadi duduk yang manis aja disitu ucap Marko."
"Ck... dasar pelit ucap Anggun sambil memanyunkan kan bibirnya."
Marko yang melihat Anggun memanyunkan bibir nya pun menjadi gemas.
"Nih ucap Marko sambil memberikan sebotol air mineral pada Anggun."
" Eh.. kaget Anggun, nih buat aku."
" Ya udah kalau nggak mau ucap Marko."
Dengan cepat Anggun mengambil air mineral yang diberikan Marko dan meminumnya.
Setelah rasa haus nya hilang Anggun pun menyusun rencana untuk membalas orang yang sudah berani menyuruh penjahat untuk menculiknya. " Untung cuma penjahat amatiran gumam Anggun sambil terkekeh."
"Siapa nama lo tadi tanya Marko."
" Nama aku Anggun Ariana Wiguna, kak marko bisa panggil aku Anggun jawab Anggun sambil tersenyum."
" Gila cantik banget nih cewek apalagi kalau tersenyum gitu gumam Marko dalam hati."
"Aku boleh minta tolong nggak sama kalian tanya Anggun kepada ketiga cowok tampan yang ada didepannya."
"Bantuan apa Anggun tanya Aryo."
" Gini kak, aku pengen tau siapa orang yang sudah menyuruh kalian buat menculik aku."
" Oh besok orang itu akan datang kesini ucap Aryo."
"Bagus, tolong besok kalian pura-pura mengikat Aku lagi ucap Anggun."
" Kenapa diikat lagi tanya Marko."
" Iya kak lagiankan cuma pura-pura bukan beneran jawab Anggun."
" Habis itu kamu mau ngapain dia tanya Aryo."
" Anggun mau ngasih dia pelajaran ucap Anggun."
__ADS_1
Marko dan kedua bawahannya begidik ngerih melihat ekspresi wajah Anggun.
Dihotel Dwipangga.
Vandy yang dan para sahabatnya sedang sibuk mencari Anggun.
"Gimana kalian sudah menemukan Anggun tanya Vandy pada Aldi"
" Belum jawab Aldi."
Tiba-tiba HP Vandy berbunyi.
Vandy melihat HP nya, telihat nomor baru dilayar HP nya.
" Hallo."
Terdengar suara lembut dari seberang sana.
" Sayang, kamu dimana, kamu bikin kita khawatir tau nggak ucap Vandy."
" Maaf ya Bunny udah membuat kamu dan yang lain khawatir ucap Anggun."
" Aku nggak maafin sebelum kamu ada disini sayang, dan ini nomor siapa?."
" Ini nomor orang yang bantu aku ucap Anggun bohong."
" Bantu kamu, emang kamu kenapa sayang jangan bikin aku tambah khawatir."
" Aku sekarang nggak apa-apa Bunny, tadi aku diculik."
" Diculik...!!!."
Sontak Anggun menjauhkan HP dari kupingnya karena mendengar teriakan Vandy.
" Iya, nanti kalau kita udah ketemu aku ceritain sekarang Bunny dan yang lain tidur ya."
" Gimana aku bisa tidur, sedangkan aku nggak tau keadaan kamu disana sayang."
" Bunny, aku beneran nggak apa-apa, besok aku send lokasi nya dan Bunny tolong bawa beberapa polisi ya."
" Kenapa harus besok sayang, kenapa nggak sekarang aja."
" Nggak, kalau aku bilang besok ya besok kalau Bunny nggak mau jangan harap bisa menikah sama aku."
" Iya deh sayang jawab Vandy lesu."
" Nah gitu dong, selamat istirahat Bunny love you."
" Kamu juga, love you more sayang."
Pangilan selesai.
" Anggun dimana van tanya Aldi."
" Nggak tau Al, tadi dia nggak bilang jawab Vandy."
" Nggak tau gimana?."
" Dia nggak bilang sama gue ada dimana, dia cuma bilang tadi dia diculik."
" Diculik...!!."
" Haaiis lo kenapa teriak gitu sih ucap Vandy sambil menutup kedua kupingnya."
" Hehe biar kayak di film-film gitu van, kan kalau kaget mereka teriak-triak begitu ucap Aldi cengengesan."
" Hu...dasar korban sinetron lo ucap Vandy sambil menoyor kepala Aldi."
" Sialan lo van."
Sinta, Sisil dan Gio yang baru datang pun heran melihat tingkah konyol Vandy dan Aldi.
"Apa kalian udah nemuin Anggun tanya Sinta."
" Udah Honey jawab Aldi."
" Terus Anggun nya dimana tanya Sisil."
" Gue juga nggak tau, tapi besok Anggun send lokasi dia jawab Vandy."
" Maksud lo apa van tanya Sinta."
" Besok Anggun bakal ceritain sama kita, dan sekarang dia baik-baik aja jawab Vandy."
" Ya udah sekarang kita istirahat dihotel aja biar ucap Gio."
Mereka pun membubarkan diri untuk pergi beristirahat.
Setelah menelpon Vandy, Anggun pun memberikan HP Marko.
"Kamu tidur dikasur itu aja, biar kita yang tidur disini ucap Marko."
" Makasih kak Marko ucap Anggun."
Marko, Aryo, dan Adrian pun tidur diatas tikar dan Anggun tidur di atas kasur.
" Walaupun nggak seempuk kasur dikamar gue, tapi nggak masalah, besok waktu nya membalas kan apa yang sudah mereka lakukan ke gue ucap Anggun tersenyum licik."
To be continue...
Udah 1500 kata lebih nih Author nulis nya, tinggakan jejak sayang kalian buat Author, dengan cara Like, Komen dan Vote nya yah....😉😉
__ADS_1
HAPPY READING... 😉😉