Pelabuhan Cinta CEO Arrogant

Pelabuhan Cinta CEO Arrogant
Welcome to the world baby boy


__ADS_3

Wiguna menggendong tubuh anaknya kedalam salah satu ruang rawat dirumah sakit itu. Wiguna membaringkan tubuh Anggun dengan hati-hati di atas bed yang ada diruangan itu.


Dokter memeriksa keadaan Anggun dan baby nya.


" Bagaimana keadaan mereka Dok?" tanya Kiara


" Ibu dan calon bayi nya baik-baik saja Buk. Nona hanya shock mendengar keadaan suaminya tadi" jawab sang Dokter


" Kapan dia akan siuman Dok?" tanya Diana mertua Anggun


" Sebentar lagi nona akan siuman. Kalau begitu saya pamit dulu, saya mau melihat pasien lain" ucap sang Dokter


" Baik Dok, terimakasih atas bantuannya" kata Wiguna


" Sama-sama Pak, itu sudah menjadi tugas saya" ucap Dokter


Dokter pun keluar dari ruangan itu. Sepeninggal Dokter, mereka semua duduk disofa yang ada disana.


" Al, bisa kamu ceritakan bagaimana kejadiannya?" tanya Dwipangga


" Bisa Om" jawab Aldi


Aldi mulai menceritakan dari awal sampai akhir kejadian yang menimpa mereka berdua. Wiguna dan yang lain menjadi pendengar yang baik.


" Begitulah Om kejadiannya" tutur Aldi


" Bearti ini memang murni kecelakaan" ucap Wiguna


" Ya begitulah Om, mungkin karena hujan deras dan kondisi jalan juga licin" jelas Aldi


" Kami bersyukur kamu selamat, walaupun Vandy masih kecil kemungkinan untuk bertahan" ucap Diana sedih


" Maafkan Aldi tante" ucap Aldi


" Kenapa kamu minta maaf?" tanya Diana


" Karena Aldi tidak bisa menyelamatkan Vandy" jawab Aldi sambil tertunduk sedih


Diana tersenyum mendengar ucapan Aldi. " Ini bukan salah kamu Al, ini sudah takdir Vandy" kata Diana


" Iya Al, sekarang kita hanya perlu berdoa semoga Vandy cepat bangun dari koma nya" kata Kiara.

__ADS_1


Saat mereka sedang asik mengobrol, tiba-tiba Anggun siuman. Anggun membuka matanya, dia melihat ruangan serba putih itu. Anggun tau itu bukan dikamarnya. Seketika dia teringat akan kejadian beberapa jam yang lalu.


Anggun menangis. " Ma" panggil Anggun


Sontak mereka semua menoleh kearah suara. Kiara bergegas menghampiri putrinya, karena Anggun kesusahan untuk bangun.


" Sayang, kamu mau kemana?" tanya Kiara


" Aku mau ketempat suami aku, Ma" jawab Anggun


" Tapi kamu masih lemah sayang, ntar aja kita pergi melihat nya, sekarang kamu istirahat dulu" bujuk Kiara


" Aku mau nya sekarang Ma, suami aku sedang membutuhkan aku" kata Anggun sedih


" Sayang jangan menangis? kasihan calon bayi kamu" kata Kiara


Wiguna berjalan menghampiri putri dan istrinya. "Biarkan Anggun menemui suaminya Ma, mungkin dengan bertemu istrinya Vandy bisa bangun dari komanya" kata Wiguna


Wiguna dan istri membantu Anggun untuk turun dari bednya. Anggun naik keatas kursi roda yang sudah diambilkan sama papa mertuanya.


Mereka semua pergi keruangan Vandy, dengan Anggun duduk dikursi roda dan didorong oleh papanya, karena Anggun masih lemah.


Sampai didepan pintu ruangan ICU, mereka tidak boleh masuk semuanya. Karena itu bisa mengganggu pasien. Jadi mereka harus masuk bergantian.


Anggun berjalan perlahan menghampiri bed suaminya. Anggun membelai rambut, dan mengelus pipi sang suami. Anggun menciumi seluruh wajah suaminya berharap suaminya akan segera bangun.


Beberapa kali Anggun menciumi seluruh wajah suaminya namun suaminya tidak juga menunjukkan tanda-tanda untuk bangun.


" Mas bangun. Kamu bilang mau nemenin aku saat lahiran, tapi kamu masih tidur?!. Ayo buka mata kamu Mas, hiks... hiks.. hiss" Anggun tidak bisa menahan air mata nya lagi.


" Kamu bilang kita akan membesarkan baby nya bersama-sama, tapi nyata nya apa kamu malah betah tidur diruangan ini!". Kalau kamu masih tetap tidur dan tidak mau bangun, aku akan cari suami lagi. Suami yang lebih tampan dari kamu!" isak Anggun


Anggun sengaja bicara seperti itu, berharap ada respon dari suaminya, tapi usaha nya sia-sia, Vandy masih nyaman dengan tidurnya.


" Mas aku mo.., belum sempat Anggun melanjutkan ucapannya tiba-tiba perutnya meraskan sakit yang teramat. " Awww, perut aku sakit banget" rintih Anggun


Anggun melihat ada cairan dikakinya. " A-apa kamu udah mau keluar, sayang" ucap Anggun sambil memegang perutnya. Anggun berusaha menahan rasa sakit diperutnya.


" Mama!" teriak Anggun


Kiara bergegas masuk kedalam keruangan Vandy, karena mendengar teriakan Anggun tadi.

__ADS_1


" Anggun". Kiara segera menghampiri putrinya.


" Ma perut Anggun sakit banget"


" Astagfirullah, ketuban kamu sudah pecah sayang, tunggu sebentar mama panggil papa dulu"


Kiara berlari keluar. " Pa, panggil Dokter cepat, Anggun mau melahirkan" ucap Tiara


" Ba-baik Ma"


Wiguna bergegas memanggil Dokter, Tak berselang lama Wiguna kembali dengan membawa Dokter. Anggun langsung dibawa keruang persalinan.


Sampai diruang persalinan, Kiara mendampingi putrinya, memberikan semangat untuk putrinya itu. Sementara yang lain menunggu dengan harap-harap cemas.


Diruang persalinan Anggun sedang berjuang melahirkan buah cintanya.


" Baiklah Ibuk Anggun, bersiaplah untuk mengejan. Tarik napas dalam-dalam, dan dorong"


" Urrrrrrgghhhhh!!" Anggun mengejan sekuat tenaga. Wajahnya memerah dan mengeryit. Sementara keringat mulai mengalir diwajahnya.


" Kamu pasti bisa sayang" ucap Kiara menyemangati putri nya.


Anggun mengejan lagi. " Urrrrrgghhhh" dan terdengarlah tangis sang bayi.


Oek... oek.. oek


" Alhamdulillah, selamat sayang" ucap Kiara


" Selamat ya Buk, bayi nya laki-laki dan sangat tampan" ucap sang Dokter.


" Terimakasih Dokter" kata Anggun


Bayi Anggun dibawa suster untuk dibersihkan. Setelah dibersihkan Dokter pun memberikan bayi nya pada Anggun. Anggun meminta papa nya untuk mengadzan kan anaknya.


Wiguna mengadzan kan ditelinga sebelah kanan cucu nya dan mengiqomah kan ditelinga sebelah kiri. Wiguna memberikan cucunya kepada putri nya.


Anggun tersenyum bahagia melihat bayinya. Rasa sakit yang dia rasakan tadi hilang sudah. Anggun memandangi wajah putra nya itu. Rambutnya yang hitam, bulu mata yang lentik, hidungnya yang mancung, bibirnya yang merah dan tipis.


Welcome to the world baby boy


__ADS_1


To be continue


Happy Reading Guys... 😉😉😉


__ADS_2