
Kiran mengeyitkan alisnya mendengar ucapan anak laki-laki yang ada di hadapannya itu. Dia tidak pernah mengenal orang itu, tapi kenapa dia bilang bertemu lagi.
" Maaf, dan makasih" ucap Kiran sambil berlalu pergi meninggalkan anak laki-laki yang dia tabrak tadi.
" Jangan harap kamu bisa pergi lagi anak kecil"
Anak laki-laki itu berjalan mengikuti Kiran di belakang. Ya dia seperti bodyguard Kiran sekarang. Tapi tidak masalah, yang penting dia bisa bersama dengan anak kecil itu.
Mata Kiran berbinar melihat boneka Pikachu yang ada di depan matanya. Boneka kesukaannya itu berjajar rapi di atas rak-rak toko yang ada di sana.
Kiran mengambil boneka Pikachu yang agak kecil. Dia melihat harga yang tertera di boneka kesukaannya itu. Seketika wajah Kiran berubah sendu, pasalnya dia tidak membawa uang lebih.
" Apa kamu mau boneka itu adek kecil?"
Kiran menoleh kearah suara anak laki-laki itu.
" Tidak" jawab Kiran sambil berlalu pergi.
" Eits mau kemana?" kata anak laki-laki itu sambil menahan tangan Kiran.
Kiran menatap tajam kearah anak laki-laki itu. Sedangkan yang ditatap hanya cuek bebek. Karena dia sudah sering melihat tatapan seperti itu.
" Lepaskan tangan saya"
" Jangan galak-galak, nanti cantiknya hilang"
" Ck..apa kau tidak ada kerjaan lain, sehingga kau mengikuti ku terus"
" Saya tidak perlu bekerja, karena uang keluarga saya sangat banyak dan tidak akan pernah habis"
Ck..tapi uangmu tidak sebanyak uang mommy dan daddy ku.
Kiran berusaha melepaskan tangannya dari anak lelaki itu. Tidak butuh waktu lama untuk dia bisa lepas dari anak lelaki yang aneh itu. Dia berhasil melepaskan tangannya dari genggaman anak laki-laki itu.
" Apa kamu tidak mengingatku anak kecil?"
" Tidak, lagipula kau bukan hal yang penting yang harus ku ingat"
Wah..tajam juga mulut gadis kecil ini. Tapi itulah yang membuat aku semakin tertarik padanya, dan ingin lebih mengenalnya lagi.
" Baiklah kalau begitu mari kita berkenalan" kata anak laki-laki itu, sambil mengulurkan tangannya.
Kiran hanya melirik tangan itu sekilas, setelah itu dia berlalu pergi meninggalkan anak laki-laki itu. Walaupun dia ingin sekali membeli boneka Pikachu itu, tapi daripada nanti dia bertemu anak laki-laki yang aneh itu lagi, lebih baik dia batal memiliki boneka Pikachu itu.
Anak laki-laki itu tersenyum menatap kepergian Kiran. Setelah itu berapa laki-laki berjas hitam masuk kedalam toko permainan itu. Mereka langsung menghampiri anak lelaki itu.
" Tuan muda"
" Ambil semua boneka bewarna kuning itu " tunjuk anak laki-laki itu kearah boneka Pikachu yang ada di rak itu.
" Semuanya tuan muda?"
" Hhmm"
Para bodyguard itu langsung meminta pelayan toko untuk membungkus semua boneka Pikachu itu.
__ADS_1
" Apa tuan muda menyukai gadis kecil tadi?" tanya bodyguard itu pada temannya.
" Sepertinya begitu" jawab teman bodyguard itu.
Para bodyguard itu meminta pelayan toko untuk mengemas semua boneka bewarna kuning itu.
" Maaf tuan, bagaimana kalau kami kirim ke alamat tuan saja. Karena kalau membawa dengan paper bag, pasti akan susah" kata pelayan toko itu.
Para bodyguard itu berpikir sejenak. " Baiklah, kalian antarkan ke alamat ini" kata salah satu bodyguard itu, sambil memberikan secarik kertas.
Setelah memborong dan membayar semua boneka itu. Anak laki-laki itu pergi meninggalkan toko itu. Diikuti sama para bodyguardnya di belakang.
Kiran merasa lega karena anak laki-laki itu tidak mengikutinya lagi. Gadis kecil itu duduk untuk beristirahat sejenak. Dia menatap sekelilingnya, Kiran baru menyadari kalau dia sekarang sudah berada jauh dari toko tempat mommy dan Omanya belanja tadi.
" Aku harus segera kembali ke toko tempat mommy dan Oma berada, kalau tidak mereka pasti akan cemas"
Kiran segera pergi menuju toko tempat mommy dan Omanya berada. Utungnya dia masih mengingat dimana toko itu berada. Baru akan memasuki toko itu dia melihat anak laki-laki yang sangat dia kenal. Kiran langsung menghampiri anak laki-laki itu.
" Affin" panggil Kiran.
Sang empunya nama yang mendengar namanya di panggil sontak menoleh ke belakang.
" Kiran"
Daffin langsung merentangkan tangannya. Kiran langsung berhamburan kedalam pelukan Daffin. Lelaki yang beberapa hari ini tidak bisa dia temui.
" Princess sama siapa ke sini?" tanya Daffin sambil melihat sekelilingnya.
" Sama Mommy dan Oma"
" Izin sama mommy dulu"
" Hhmm" kata Daffin sambil menganggukkan kepalanya.
Sinta baru selesai membeli sepatu untuk putra bungsunya itu. Tapi dia dikagetkan sama kehadiran putri sahabatnya.
" Eh, ada Kiran"
" Tante" sapa Kiran sambil mencium tangan Sinta.
" Princess sama siapa kesini?" tanya Sinta.
" Sama mommy dan juga Omanya" jawab Daffin.
" Mama nggak nanya sama kamu Dek" kata Sinta sambil mencubit pipi putranya itu.
" Mama jangan di cubit, sakit tau?!" kata Daffin sambil mengerucutkan bibirnya.
" Eleh! di cubit gitu aja kamu bilang sakit, lembek banget kamu. Yuk princess kita ketempat mommy" ajak Sinta, sambil menggandeng tangan Kiran.
Mereka masuk kedalam toko yang menjual perlengkapan untuk hantaran pernikahan dan juga pertunangan.
" Anggun" panggil Sinta setelah masuk kedalam toko itu.
" Eh, Sin" kaget Anggun sambil memeluk sahabatnya yang sudah beberapa hari tidak bertemu dengannya. Tak lupa mereka ber-cipika cipiki.
__ADS_1
" Gimana liburannya?" tanya Anggun setelah melepaskan pelukannya.
" Kurang happy Nggun, karena nggak ada Gian bersama kami"
" Ada Nak Sinta " kata Kiara mama Anggun.
" Tante" balas Sinta sambil mencium tangan mama dari sahabatnya itu. " Belanja hantaran untuk siapa Tante?"
" Untuk Aska, Sin"
" Ingat mau nikah juga tu anak?"
" Iya Sin"
" Calonnya yang pernah di ajak ke rumah itu bukan Tante?"
" Iya Sin, sama gadis yang waktu itu"
" Cocok Tante, dan kelihatannya cewek itu juga pintar dan sopan"
" Ia Sin. Tante pernah berpikir Aska tidak akan mendapatkan kekasih, karena sikapnya yang dingin sama orang lain"
" Tapi sekarang gunung es itu sudah mencair Tante" kata Sinta.
Ketiga wanita cantik beda usia itu tertawa bersama. Ya mereka sangat ingat, betapa alerginya dia bersentuhan dengan wanita lain selain keluarganya.
" Oh iya, setelah ini lo mau kemana?" tanya Anggun pada sahabatnya itu.
" Pulang, soalnya gue sudah selesai belanja"
" Gimana kalau kita makan dulu sebelum pulang" usul Anggun.
" Boleh, udah lama juga kita nggak makan bareng"
" Kalau gitu mama bayar belanjaan kita dulu. Sin, Tante ke kasir dulu ya" kata Kiara mama Anggun.
" Ia Ma"
" Ia Tante"
Kiara pergi menuju kasir, sedangkan kedua ibu wanita cantik itu menunggu di luar toko. Kiran dan Daffin dengan setia mengikuti di belakang. Daffin selalu menggandeng tangan Kiran, dia seperti takut kehilangan Kiran.
" Habis dari sini kita ke rumah aku ya" kata Daffin.
" Hhmm"
Sinta dan Anggun tersenyum melihat interaksi antara Kiran dan juga Daffin.
" Sepertinya anak gue akan jadi the next bucin berikutnya deh" kata Sinta.
" Sepertinya begitu"
Tak berselang lama mama Anggun keluar dari toko itu. Seperti yang di bilang Anggun tadi mereka akan bersama di salah satu restoran yang terkenal di mall itu.
To be continue.
__ADS_1
Happy Reading 😚😚