
Kiran bingung melihat mommy, Oma, dan Opa nya memeluk paman kecilnya. Maka dari itu dia pun ikut memeluk mereka. Walaupun tangan kecilnya tidak bisa merangkul mereka semua.
Anggun melirik siapa pemilik tangan kecil yang memeluknya itu. Kemudian dia tersenyum pada putri kecilnya itu.
" Adek ngapain?" tanya Anggun.
" Peluk mommy" jawab Kiran.
Wiguna dan Kiara cepat-cepat menghapus air matanya, begitu juga dengan Aska. Mereka tidak ingin Kiran melihat mereka sedang menangis.
Kiran yang melihat mata Oma, Opa dan paman kecilnya merah pun bertanya.
" Oma kenapa?, kok matanya merah?. Opa sama paman kecil juga?" tanya Kiran.
" Tadi mata Oma, Opa sama paman kecil kemasukan debu sayang" kata Kiara sang Oma.
" Debu?, mungkin Bibik lupa membersihkan ruangan ini Oma" kata Kiran.
Semua orang yang ada disana tersenyum mendengar ucapan Kiran. Aska sangat bersyukur memiliki keluarga yang sekarang. Keluarga yang selalu menyayangi nya, walaupun dia bukan anak kandung.
" Oma, Opa, sama Paman kecil nginap disini kan?" tanya Kenzo.
" Iya sayang, kami nginap disini" kata Kiara.
" Asik, nanti paman tidur di kamar abang ya" pintu Kenzo.
" Hhmmm"
" Nanti malam Kiran mau tidur sama Oma dan Opa boleh Nggak?" kata Kiran.
" Tentu saja boleh sayang" jawab Kiara.
" Makasih Oma" ucap Kiran.
" Sama-sama sayang"
Sore menjelang malam mereka isi dengan bercengkerama bersama. Kadang juga mereka mendengarkan Kiran bercerita yang membuat mereka tertawa.
Sore menjelang malam, Anggun menyiapkan makanan untuk keluarganya di bantu sama Bik Mirna. Beberapa hidangan sudah ditata di atas meja.
Setelah semuanya selesai Anggun pun memanggil semuanya untuk makan malam. Karena papa mertuanya ada disini, kursi yang biasa di tempati Vandy sekarang di duduki oleh Wiguna. Karena sekarang jabatan papa mertuanya lebih tinggi dari Vandy.
Anggun melayani semua keluarganya. Vandy bersyukur dan juga bangga punya istri seperti Anggun. Istrinya rela menjadi ibu rumah tangga, mengurus dia dan kedua anak mereka.
Mereka semua pun mulai menyantap hidangan yang ada di depan mereka. Semua keluarga Anggun makan dengan lahapnya. Mereka menikmati makan malamnya dengan hikmat.
Selesai makan, mereka semua mengistirahatkan perut mereka sebentar. Setelah itu mereka semua pergi kekamar masing-masing untuk beristirahat.
Kenzo tidur dengan paman kecilnya, sedangkan Kiran tidur sama Oma dan Opanya. Vandy tidur tentu saja dengan istri tercintanya. Vandy mana bisa tidur tampa ratu singanya itu, begitu juga dengan Anggun, dia tidak bisa tidur tanpa bayi besarnya itu.
Vandy membaringkan tubuhnya di samping sang istri. Vandy membelai lembut rambut istrinya, dan sesekali mencium pucuk kepala sang istri.
" Sayang "
" Hhmm"
" Apa kamu mau bekerja lagi?" tanya Vandy.
__ADS_1
Bukannya menjawab pertanyaan suaminya, Anggun malah balik nanya. " Kenapa Mas bertanya seperti itu?"
" Mas merasa egois dan salah sayang?"
" Egois dan salah gimana maksud Mas?"
" Ya Mas tau kadang kamu merasa bosan di rumah. Mas juga tau kamu punya impian dan cita-cita juga, tapi karena mengurus aku dan anak-anak kamu jadi tidak bisa mewujudkan impian dan cita-cita kamu. Kalau kamu ingin bekerja kembali, Mas tidak akan melarang kamu sayang"
Anggun tersenyum mendengar ucapan suaminya itu. " Emang Mas tau cita-cita dan impian aku?"
" Tentu saja tau sayang"
" Apa?"
" Kamu ingin menjadi pebisnis yang sukses"
" Benar, tapi itu dulu sebelum aku bertemu dengan kamu"
" Maksud kamu sayang, Mas nggak ngerti"
" Dulu impian dan cita-cita aku memang ingin menjadi pebisnis terkenal. Tapi setelah menikah dengan kamu impian dan cita-cita aku tidak itu lagi"
" Terus apa?"
" Aku ingin menjadi istri serta ibu yang baik untuk suami dan anak-anak aku, serta mempunyai keluarga yang bahagia, dan aku juga ingin hidup menua bersama kamu Mas. Apa menurut kamu cita-cita dan impian aku sudah terwujud?, kalau belum maukah kamu membatu aku mewujudkannya Mas"
Vandy tak kuasa menahan air matanya, Vandy pun memeluk istrinya itu. Dia pikir impian dan cita-cita istrinya masih ingin jadi pebisnis terkenal.
" Kamu sudah mewujudkannya sayang. Kamu sudah menjadi istri serta ibu yang baik untuk aku dan juga anak-anak kita. Aku tidak bisa berjanji untuk bisa menua bersama kamu, karena masalah umur itu rahasia Allah. Tapi aku berjanji akan menghabiskan sisa umur aku bersama kamu"
" Makasih Mas"
" Sama-sama Mas. Aku senang dan bahagia karena bisa merawat kedua anakku, dan juga bayi besarku"
" Love you sayang"
" Love you more hubby "
Vandy mengecup kening dan bibir istrinya sekilas. " Sekarang ratu singa tidur ya"
" Hhhmm"
Vandy mematikan lampu kamarnya, dan menggantinya dengan lampu kamar. Anggun tidur didalam pelukan suaminya, begitu juga dengan Vandy. Tak berapa lama mereka pun sampai di alam mimpi.
Pagi Hari.
Anggun terbangun karena suara berisik dari luar, tepatnya di lantai bawah. Anggun bangkit dari tidurnya, kemudian dia pergi kebawah untuk melihat sumber berisik itu.
Sesampainya di lantai bawah, tepatnya di ruang makan Anggun melihat semua keluarganya sudah berkumpul disana, kecuali dia dan sang suami.
Semua orang di sana menatap Anggun dengan wajah yang tidak dapat di artikan.
Kenapa semua orang menatap aku seperti itu.
Anggun melihat penampilan dari atas sampai bawah. Dia baru sadar kalau dia masih memakai baju tidur. Tidak ada yang salah dengan baju tidurnya, Tapi kenapa semua orang mentapnya begitu.
" Mommy buruan, Kiran sama abang udah telat ni, karena nunggu mommy dan daddy turun" kata Kiran sambil mengerucutkan bibirnya.
__ADS_1
" Ini masih pagi sayang, jadi mana mungkin kamu terlambat"
" Ini udah jam 7 pagi mommy" kata Kenzo.
" Apa!, j-jam 7"
" Iya, lihat aja kalau mommy nggak percaya"
Sontak Anggun melirik jam dinding yang ada di ruang makan. " Astagfirullah, Mas Vandy" kata Anggun sambil bergegas menuju kamarnya.
" Mommy!" panggil Kiran.
" Sudah-sudah sekarang kita sarapan duluan, nanti mommy dan daddy kalian sarapannya belakangan. Kiran berangkat sekolahnya di antar sama Opa ya" kata Kiara.
" Baik Oma"
Mereka semua pun sarapan bersama, karena sudah telat kesekolah Kiran, Kenzo dan Aska memutuskan sarapan sama roti dan juga segelas susu coklat.
Selesai sarapan Aska berpamitan sama mama dan papanya. Kiara mengantarkan suami, putra dan kedua cucunya kedepan rumah.
" Ma, Pa, aku berangkat dulu ya"
" Abang juga barangkat Oma, Opa"
Aska dan Kenzo mencium tangan Kiara dan juga Wiguna secara bergantian.
" Assalamualaikum " ucap Kenzo dan Aska.
" Wa'alaikum salam, hati-hati di jalan" pesan Kiara.
Setelah motor Kenzo dan Aska melaju. Wiguna pun pamit sama istrinya untuk mengantarkan Kiran kesekolahnya.
" Oma, Kiran berangkat dulu ya" kata Kiran sambil mencium tangan sang Oma.
" Iya sayang, cucu Oma yang rajin ya belajarnya" pesan Kiara sebelum Kiran masuk kedalam mobil.
" Pasti Oma"
" Ma, papa berangkat dulu ya"
Kiara pun mencium punggung tangan suaminya. " Hati-hati ya Pa"
" Assalamualaikum " ucap Kiran dan Wiguna.
" Wa'alaikum salam"
Wiguna pun melajukan mobilnya meninggalkan kediaman putrinya. Setelah mobil suaminya sudah jauh dari pandangannya, Kiara pun masuk kedalam rumah.
Vandy sudah rapi dengan pakaian kantornya, mereka berdua turun kebawah untuk sarapan bersama. Sampai di ruang makan Vandy dan Anggun tidak mendapati seorang pun di sana.
" Anak, adek sama papa kalian sudah berangkat" kata Kiara yang baru datang setelah mengantarkan suami, anak dan cucunya.
" Maaf Ma" kata Vandy.
Ya hanya kata itu yang mampu di ucapkan sama Vandy sekarang. Gara-gara dia telat bangun dia tidak bisa sarapan dan juga mengantarkan anaknya kesekolah.
To be continue..
__ADS_1
Happy Reading 😚😚