Pelabuhan Cinta CEO Arrogant

Pelabuhan Cinta CEO Arrogant
Season 2


__ADS_3

Pagi hari.


Melodi masih setia bergelung di dalam selimutnya, dia sangat malas bangun hari ini. Mungkin karena sekarang hari Minggu, di tambah cuaca juga mendukung. Ya pagi ini kota Jakarta di guyur hujan.


Di meja makan mami dan papinya sedang menunggu putri kesayangan mereka itu.


" Tumben Melodi belum turun juga" kata sang mami.


" Biarkan saja Mih, lagipula dia juga libur sekolah" kata sang papi.


" Walaupun hari libur, tetap aja nggak boleh malas-malasan Pih"


Karena Melodi belum juga turun, mami dan papi Melodi memutuskan untuk sarapan. Kalau masih menunggu sang putri tidur turun, keburu makanannya dingin.


Jam 10 pagi Melodi baru bangun dari tidurnya. Melodi melirik jam weker digital yang ada di atas nakasnya, Melodi bangun dari tidurnya. Kemudian dia langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Selesai mandi dan berpakaian, Melodi turun kebawah untuk sarapan. Ralat sarapan menjelang makan siang yang tepatnya.


" Pagi Mih, Pih" sapa Melodi saat melewati ruang keluarga.


" Pagi, Mami pikir putri tidur nggak akan bangun-bangun" ledek sang mami.


" Tadi alarm darurat berbunyi, makanya bisa bangun" kata Melodi.


Melodi berjalan menuju ruang makan. Sesampainya di meja makan, Melodi melihat tidak ada makanan di sana. Yang ada cuma roti tawar.


" Mami tega banget sih?, masa cuma ninggalin roti doang"


Melodi duduk di salah kursi yang ada di sana. Melodi mengambil roti tawar itu dan mengoleskan selai kesukaannya ke roti tawar itu.


" Eh, ada non Melodi" kaget di Bibik


" Bik ada mie instan nggak?"


" Ada non"


Melodi segera meletakkan roti yang sudah di olesi selai tadi. Dia bergegas pergi ke dapur untuk membuat mie rebus. Lumayan buat pengganjal perutnya pagi ini.


Sesampainya di dapur, Melodi langsung mengobrak abrik lemari tempat penyimpanan mie instan. Setelah ketemu Melodi langsung meracik bumbu untuk mie instannya itu.


Berasa kek anak kos gue, masak mie instan kek gini.


Melodi mulai mempraktekkan bakat memasaknya. Dengan telaten tangan Melodi mengaduk mie instan yang sudah separuh jadi itu.


Aroma wangi dari mie yang di buat Melodi sudah tercium sama hidung. Tak butuh waktu lama, mie instan buatan chef Melodi pun sudah jadi.


" This is it " ucap Melodi sambil menirukan gaya salah satu chef terkenal.


Melodi membawa mie buatannya ke ruang makan. Mencium aromanya aja sudah membuat air liur menetes. Sudah pasti mie buatan Melodi sangat enak.


Melodi mulai menyantap mie buatannya itu. Suapan demi suapan berhasil masuk kedalam mulut Melodi. Semangkok mie tadi pun sudah berpindah kedalam perut Melodi.


Selesai makan, Melodi pergi keruang tamu. Mumpung libur, Melodi akan mengabiskan waktu bersama kedua orang tuanya. Melodi duduk di samping papinya.


" Sudah selesai makannya?" tanya sang papi.


" Alhamdulillah sudah Pih"


" Oh iya, gimana acara pesta semalam?" tanya sang mami.


" Lancar, dan mami tau putri walikota itu menembak salah satu model terkenal di kota ini" kata Melodi antusias.


" Mati dong model itu" canda sang papi.


" Nggak dong Pih, kan nggak di tembak pake pistol" kata Melodi.


" Kamu gimana sih sayang. Dimana-mana, kalau orang nembak itu ya pake pistol lah" kata sang papi.


" Ih papi, pokoknya ini tembaknya nggak pake pistol, jangan protes lagi"

__ADS_1


" Ok..ok, terus?"


" Cowoknya itu nggak bisa jawab, jadi putri walikota itu mengambil tindakan sendiri dengan mengumumkan cowok itu sebagai pacarnya"


" Wah..hebat dong dia"


" Hebat darimana, itu memaksa" kata mami Melodi.


" Kalau kamu gimana sayang?, apa ada cowok yang kamu suka?" tanya sang papi.


" Ada si Pih, tapi dia tidak menyukai aku" kata Melodi lirih.


" Ck.. cowok bodoh mana itu yang berani nolak putri cantik mami" kata mami Melodi.


" Dia nggak bodoh mami, cuma buta aja" kata Melodi.


" Benar, mungkin dia cowok buta" kata sang mami.


" Apa cowok itu tau kalau kamu suka sama dia?" tanya sang papi.


" Enggak!, karena aku nggak pernah bilang" jawab Melodi.


" Seharusnya kamu bilang sama dia" saran sang mami.


" Malulah Mih, masa iya cewek yang bilang duluan" kata Melodi sambil mengerucutkan bibirnya.


" Kenapa harus malu, sekarang nggak jaman lagi siapa yang nembak duluan" kata sang mami.


Masa iya aku yang nembak duluan


" Kamu dengar nggak, apa yang mami bilang tadi?"


" Dengar, tapi aku nggak mau ngikutin saran mami" kata Melodi sambil berlalu pergi meninggalkan mami dan papinya.


" Mel, kamu mau kemana?" tanya sang mami.


" Ke taman" jawab Melodi.


" Biarkan saja, lagi pula mami kasih sarannya kek gitu"


" Daripada dia keduluan terus sama yang lain"


Keynan hanya menggelengkan kepalanya mendengarkan ucapan sang istri. Keynan berharap putrinya itu bisa mendapatkan cintanya. Kalau boleh sih dia ingin Melodi berjodoh dengan anak Vandy.


Kediaman Vandy.


Kenzo sedang bersantai di gazebo yang ada di taman. Niat hati ingin menghampiri Melodi, tapi apa mau di kata, tadi pagi hujan turun tanpa izin dulu.


" Bang" panggil Kiran.


" Hhmm"


" Di panggil sama mommy"


" Ngapain?"


" Mana adek tau"


Kenzo beranjak dari duduknya, kemudian menemui maminya. Diikuti sama Kiran dari belakang.


" Mom" panggil Kenzo setelah sampai di tempat sang mommy.


" Tolong jaga adek sebentar, mommy sama Daddy mau pergi keluar sebentar" kata Anggun.


" Hhhmm"


" Daddy sama mommy berangkat dulu ya" kata Vandy.


" Hati-hati di jalan" kata Kenzo dan Keyra.

__ADS_1


" Iya sayang, Assalamualaikum"


" Wa'alaikum salam" jawab Kenzo dan Kiran.


Vandy melajukan mobilnya meninggalkan kediamannya. Setelah mobil Daddy sudah tak terlihat lagi, Kenzo dan Kiran masuk kedalam rumah.


" Bang"


" Hhmm"


" Ke rumah Affin yuk?"


" Yuk, Abang juga bosan di rumah"


Sebelum pergi, Kenzo berpamitan sama Bik Mirna. Jadi nanti mereka tidak susah mencari keberadaan mereka. Setelah itu Kenzo meminjam motor matic milik Om Tito.


Kiran duduk di belakang abangnya, setelah memastikan sang adik duduk dengan benar, barulah Kenzo melajukan motornya menuju rumah Gian.


Tak berapa lama mereka pun sampai di pintu gerbang rumah Gian. Satpam membukakan pintu untuk Kenzo.


" Makasih Pak"


" Sama-sama Aden"


Kenzo melajukan kembali motornya kedalam. Kenzo memarkirkan motornya di sebelah motor sport Gian. Mereka pun masuk kedalam rumah Gian.


" Assalamualaikum"


" Wa'alaikum salam, mari masuk Den, non" kata Bik Jum.


" Kiran" panggil Daffin sambil berlari menghampiri Kiran.


" Eh, mau di bawa kemana adek gue" kata Kenzo sambil menahan tangan adeknya.


" Main, Abang Ken main sama Abang Ian aja" kata Daffin.


Kiran dan Daffin pergi ke ruang bermain. Tak berselang lama Gian pun datang.


" Roma, Ani kangen" kata Gian sambil berlari sambil merentangkan tangannya menghampiri Kenzo.


" Lo kata gue biskuit" kata Kenzo.


" Cih.. nggak asik lo" kata Gian.


" Lo yang nggak asik, masa wajah tampan begini Lo samain sama biskuit" protes Kenzo.


" Eh Kokom!, Roma itu penyanyi dungdat" kata Gian.


" Oh"


" Tumben anak sultan datang ke gubuk gue"


" Lo nggak bersyukur banget, masa rumah bagus kek gini lo bilang gubuk"


" Ya itu istilahnya Ken " geram Gian.


" Main game yuk" ajak Kenzo sambil berlalu pergi menuju ruang keluarga.


" Ck..ck.. dia kate ni istana dia kali ya, main nyelonong aja" kata Gian sambil menggelengkan kepalanya.


Gian mengikuti Kenzo ke ruang keluarga. Ya mereka akan bermain playstation, untuk mengusir kejenuhan.


To be continue.


Hai readers, untuk kalian kemarin yang bertanya nama lapak Aska, ni Author kasih tau.



Jangan lupa kasih rate bintang 5 ya😉😉Semoga kalian suka🙏🙏

__ADS_1


Happy Reading 😚😚


__ADS_2