Pelabuhan Cinta CEO Arrogant

Pelabuhan Cinta CEO Arrogant
Season 2


__ADS_3

Semua siswi cewek yang ada di lapangan itu masih shock, karena cowok tertampan di sekolah mereka sudah tidak jomlo lagi. Mereka merasakan patah hati berjamaah.


Gian dan Tristan menghampiri Kenzo dan juga Melodi. Begitu juga dengan Keyra dan Dira.


" Akhirnya jadian juga" kata Gian.


" Selamat ya untuk kalian berdua" ucap Keyra dan Dira.


" Makasih Key, Dira" ucap Melodi.


" Lo harus bayar pajak jadian sama kita-kita" kata Tristan.


" Kenapa pas di gue harus bayar pajak. Pas di lo kagak" protes Kenzo.


" Karena gue jadiannya cuma sepihak. Sedangkan lo, kedua belah pihak" kata Tristan.


" Ya udah aku aja yang traktir kalian" kata Melodi.


" Jangan!" kata Kenzo.


" Lo apa-apaan sih Ken, Melodi kan mau traktir kita" kata Gian.


" Gue aja yang traktir" kata Kenzo.


" Enggak, ntar lo prank kita doang" kata Gian.


" Kagak, serius gue" kata Kenzo.


" Ok, ntar sepulang sekolah lo traktir kita di cafe yy" kata Gian dan Tristan.


" Kamvret ni si Gian, dia sengaja pilih cafe yang paling bagus dan mahal lagi" batin Kenzo.


" Tu kan lo nggak lo nggak jawab" kata Tristan.


" Iya, ntar kita ke sana" kata Kenzo pasrah.


Mereka berenam pun kembali ke kelas, karena bel sekolah sebentar lagi berbunyi. Begitu juga dengan Semua siswi cewek yang ada di lapangan itu masih shock, karena cowok tertampan di sekolah mereka sudah tidak jomlo lagi. Mereka merasakan patah hati berjamaah.


Gian dan Tristan menghampiri Kenzo dan juga Melodi. Begitu juga dengan Keyra dan Dira.


" Akhirnya jadian juga" kata Gian.


" Selamat ya untuk kalian berdua" ucap Keyra dan Dira.


" Makasih Key, Dira" ucap Melodi.


" Lo harus bayar pajak jadian sama kita-kita" kata Tristan.


" Kenapa pas di gue harus bayar pajak. Pas di lo kagak" protes Kenzo.


" Karena gue jadiannya cuma sepihak. Sedangkan lo, kedua belah pihak" kata Tristan.


" Ya udah aku aja yang traktir kalian" kata Melodi.


" Jangan!" kata Kenzo.


" Lo apa-apaan sih Ken, Melodi kan mau traktir kita" kata Gian.


" Gue aja yang traktir" kata Kenzo.


" Enggak, ntar lo prank kita doang" kata Gian.


" Kagak, serius gue" kata Kenzo.


" Ok, ntar sepulang sekolah lo traktir kita di cafe yy" kata Gian dan Tristan.


Kamvret ni si Gian, dia sengaja milih cafe yang paling mahal. Apa dia mau bikin gue bangkrut.


" Tu kan lo nggak lo nggak jawab" kata Tristan.

__ADS_1


" Iya, ntar kita ke sana" kata Kenzo pasrah.


Mereka berenam pun kembali ke kelas, karena bel sekolah sebentar lagi berbunyi. Begitu juga dengan siswa lain. Walaupun Kenzo sudah membuat mereka patah hati, tapi mereka tetap mengidolakan Kenzo.


Sepanjang jalan menuju kelas, Dira bergelayut manja di tangan Tristan. Susah payah Tristan melepaskan tangan Dira, tapi tidak bisa. Tangan Dira seperti tentakel gurita, menempel kuat di tangannya.


Kenzo dan Gian susah payah menahan tawa mereka melihat ekspresi Tristan yang seperti alergi di dekati Dira.


" Pepet terus Dira" kata Gian.


" Jangan kasih kendor" kata Kenzo.


" Dira kek nya nafsuan banget sama si Tian" kata Gian.


" Asal nggak ke blas-blasan aja " kata Kenzo.


" Gimana mau ke blas-blasan, Tian kek alergi gitu" kata Keyra.


" Sekarang alergi, ntar lagi juga bucin dia" kata Melodi.


" Kek Kenzo ya Mel" kata Gian.


" Kok gue" protes Kenzo.


" Ya, emang siapa lagi" kata Gian.


" Daripada kalian ribut berdua, mending kalian bantu gue lepas dari gurita ini" kata Tristan.


" Sorry kita lagi sibuk" kata Kenzo dan Gian berbarengan.


Kenzo dan Gian mempercepat langkah mereka menuju kelas. Melodi dan Keyra hanya menggelengkan kepala mereka melihat tingkah Kenzo dan Gian.


Kenzo duduk di kursi, hari ini dia lega karena saran yang diberikan daddy nya sukses. Dia juga tak menyangka kalau Melodi juga mempunyai perasaan yang sama dengannya.


Bel sekolah pun berbunyi, itu tandanya jam pelajaran berikutnya akan segera di mulai. Semua murid duduk di kursi mereka masing-masing, dan menunggu kedatangan guru mereka.


Guru pun masuk kedalam kelas. Tapi guru merasa aneh karena para murid cewek seperti tidak bersemangat mengikuti pelajaran.


" Iya Buk, mereka sakit berjamaah" kata Gian.


Guru itu tersenyum sambil menggelengkan kepalanya mendengar jawaban dari Gian tadi.


" Baiklah, kita mulai belajarnya" kata sang guru.


Semua murid fokus mendengarkan guru mereka. Murid cewek pun melupakan kesedihan mereka untuk sementara waktu.


Setelah 1 jam akhirnya proses belajar mengajar pun selesai. Semua murid pun senang, terutama siswi cewek. Ya mereka ingin cepat pulang, dan menangis masal di kamar mereka masing-masing.


Seperti janji Kenzo tadi, kalau dia akan membayar pajak jadian yang dibuat Tristan tadi. Kenzo tidak tau kalau pajak seperti itu juga ada.


Mereka sudah sampai di parkiran. Kenzo cs berangkat dengan motor mereka masing-masing. Sedangkan Keyra dan Dira ikut sama mobil Melodi.


Melodi melajukan mobilnya menuju cafe yy, diikuti sama Kenzo cs di belakang. Ya mereka bertiga seperti mengawal mobil milik Presiden.


Setelah menempuh perjalanan selama 15 menit mereka pun sampai di cafe yy. Melodi memarkirkan mobilnya di tempat khusus roda empat. Sedangkan Kenzo cs memarkirkan motor mereka di khusus roda dua.


Mereka pun masuk kedalam cafe. Melodi memilih tempat duduk yang ada di luar, karena tempatnya bagus dan di kelilingi taman bunga.


Mereka duduk saling berhadapan satu sama lain. Ya mereka seperti 3 pasang kekasih yang sedang berkencan.


Para pelayan pun memberikan buku menu pada mereka.


" Tolong bawakan kita menu favorit di cafe ini ya mbak" kata Gian.


Pelayan agak ragu, karena melihat mereka hanya anak SMA. Gian mengerti tatapan ragu sang pelayan.


" Tenang saja mbak, kita punya uang kok untuk bayar makanan di sini" kata Gian.


" Tapi harga makanan di sini sangat mahal. Apa kalian yakin mampu membayar nya" kata pelayan itu.

__ADS_1


Kenzo kesal mendengar ucapan pelayan itu. Kenzo mengambil Black card yang ada di dompetnya.


" Apa dengan kartu ini bisa membayar semua menu yang di pesan teman saya" kata Kenzo sambil memberikan black card nya.


Pelayan itu kaget melihat kartu yang di berikan Kenzo. Ya tidak sembarang orang bisa memiliki black card itu.


Siapa anak muda ini sebenarnya.


" Apa masih kurang mbak?" tanya Kenzo.


" N-nggak kok " jawab pelayan itu.


" Lain kali jangan melihat orang dari casingnya aja mbak. Walaupun kami hanya memakai seragam sekolah, belum tentu kami tidak mampu membayar makanan di sini" kata Kenzo.


" Maaf kan saya " kata pelayan itu.


" Berhubung saya orang baik, maka kali ini saya akan maafkan mbak" kata Kenzo.


" Terima kasih"


Pelayan itu pun pamit untuk mengambilkan pesanan yang mereka pesan tadi. Sepeninggal pelayanan itu Kenzo mendapatkan tatapan aneh dari Keyra dan juga Dira.


Ya Keyra dan Dira belum tau siapa Kenzo sebenarnya. Mereka hanya tau kalau Kenzo seorang model, walaupun dia model terkenal belum tentu bisa memiliki black card.


" Kenapa kalian natap gue kek gitu?" tanya Kenzo.


" Kamu dapat dari mana black card itu?" tanya Dira.


" Itu bukan black card palsu kan?" tanya Keyra.


Melodi, Gian dan Tristan hanya tersenyum mendengar pertanyaan Dira dan juga Keyra.


" Apa black card gue kek palsu ya?" tanya balik Kenzo.


" Ya siapa tau" jawab Keyra.


" Lo tenang aja, black card gue itu asli kok" kata Kenzo.


" Pertanyaan aku belum kamu jawab Ken" kata Dira.


" Pertanyaan yang mana?" tanya balik Kenzo.


" Kamu dapat darimana black card itu?"


" Dari bokap gue lah" jawab Kenzo.


" Bokap"


" Hhhmm"


" Emang bokap kamu kerja dimana?, sehingga kamu bisa punya black card . Maaf sebelumnya bukan maksud aku untuk meremehkan kamu" kata Dira.


" Santai aja Dira. Kalau gue kasih tau ntar lo shock " kata Kenzo.


" Cih.. ngeselin banget sih kamu" kesal Dira.


" Mel, siapa bokap Kenzo?" tanya Dira pada Melodi.


" Rivandy Putra Dwipangga" jawab Melodi.


" Apa!" kaget Dira dan Keyra.


" Tadi udah gue bilang ntar lo shock" kata Kenzo.


" Oh God, ini mah the real sultan" kata Dira dan Keyra.


Kenzo dan yang lain hanya tersenyum melihat ekspresi Dira dan juga Keyra.


To be continue.

__ADS_1


Happy Reading 😚😚


__ADS_2