Pelabuhan Cinta CEO Arrogant

Pelabuhan Cinta CEO Arrogant
Season 2


__ADS_3

Malam hari.


Melodi sedang mengemas pakaian yang akan dia bawa kedalam koper. Dia juga memasukkan beberapa barang-barang yang menurutnya penting untuk dia gunakan saat di Korea nanti.


Akhirnya Melodi sudah selesai mengemas pakaiannya kedalam kopernya. Melodi meletakkan koper yang akan dia bawa besok di dekat nakas.


Melodi turun kebawah untuk makan malam bersama kedua orang tuanya. Sampai di lantai bawah, Melodi langsung menuju ruang makan. Di ruang makan mami dan papinya sudah menunggu.


" Sudah selesai mengemas pakaiannya sayang?" tanya sang papi.


" Sudah Pih"


Tiara melayani suami dan anaknya. Setelah itu mereka mulai menyantap makanan yang ada di hadapan mereka. Melodi makan dengan lahap, karena 2 hari ke depan dia tidak bisa menyantap makanan buatan sang mami.


Selesai makan malam, seperti biasa Melodi dan kedua orang tuanya mengobrol di ruang keluarga. Karena Keynan hanya punya waktu di malam hari untuk keluarga kecilnya.


" Gimana sekolah kamu sayang?" tanya Keynan pada sang putri.


" Seperti biasa Pih, aman dan terkendali" jawab Melodi.


" Sama kek hubungan kamu sama Kenzo kan" kata sang mami.


" Iya Mih" kata Melodi sambil tersenyum.


" Tapi Kenzo jarang main kesini ya Pih?" tanya Tiara pada suaminya.


" Kenzo lagi sibuk pemotretan Mih" jawab Melodi.


" Cie..anak mami sudah hafal agenda Kenzo" ledek sang mami.


" Tentu saja, aku kan pacarnya" kata Melodi.


Keynan bahagia melihat putri dan istrinya, momen seperti inilah yang tidak ingin Keynan lewatkan. Tapi apalah daya, karena tuntutan pekerjaan kadang dia harus kehilangan momen ini.


Kediaman Vandy.


Kenzo sedang menikmati waktu santainya bersama kedua orang tua dan adiknya. Kenzo merebahkan tubuhnya di atas sofa dengan berbantal paha sang mommy.


" Akhir-akhir ini Abang kok manja banget sih sama mommy?" tanya Vandy.


" Kenapa?, daddy cemburu?" tanya balik Kenzo.


" Tentu saja, daddy kan juga pengen di manja sama mommy" kata Vandy.


" Daddy udah nggak pantas untuk bermanja-manja sama mommy" kata Kenzo.


" Siapa bilang, justru di saat seperti ini daddy harus selalu dimanja"


" Sudah-sudah, kalian berdua itu bikin mommy pusing tau nggak"


" Tu denger, mommy sampe pusing karena tingkah Abang" kata Vandy.


" Bukannya tingkah daddy" kata Kenzo tak mau kalah.


Anggun memijit kepalanya yang pusing melihat tingkah suami dan putranya itu.


" Mommy" panggil Kiran.


" Hmmm"


" Apa nanti Kiran boleh main ke Everland?" tanya Kiran.


" Tentu saja boleh"


" Asik, terima kasih mommy" ucap Kiran.


" Apa adek mau bertemu sama Oppa-Oppa yang ada di drama yang sering mommy tonton?" tanya Anggun.


" Mau mommy, emang bisa?"


" Tentu saja bisa" jawab Anggun.


" Jangan ajarin princess untuk suka sama Oppa-Oppa gaje itu sayang" kata Vandy.


" Nggak apa-apa, melihat Oppa-Oppa itu menyehatkan untuk mata mas" kata Anggun.


" Ck..mana bisa mereka menyehatkan, yang ada penyakitan" kata Vandy.

__ADS_1


" Daddy lebih tampan dari Oppa-Oppa itu mommy" kata Kenzo.


" Tu dengerin apa kata putra kamu sayang" kata Vandy.


" Abang bilang gitu karena dia juga tidak suka sama Oppa-Oppa" kata Anggun.


" Pokoknya aku nggak ngizinin kamu untuk ketemu sama Oppa-Oppa gaje kamu itu" kata Vandy sambil berlalu pergi.


" Ngambek nih, Mas.." panggil Anggun.


" Makanya, mommy harus bisa jaga perasaan daddy" kata Kenzo sambil berlalu pergi ke kamarnya.


" Lah, kenapa mereka jadi merajuk begitu" kesal Anggun.


Sampai di kamarnya Kenzo membaringkan tubuhnya di atas kasur empuk miliknya. Dia menatap langit-langit kamarnya. Kenzo mengambil ponselnya di atas nakas. Kemudian dia mengirim chat ke grup.


Isi chat.


Kenzo: " Assalamualaikum, sepada"


Gian: " Wa'alaikum salam, udah malam masih aja jualan sepeda Lo"


Kenzo: " Eh Munaroh, sapa yang jualan sepeda๐Ÿ˜’"


Gian: " Itu tadi, bilang sepada"


Kenzo: " Iya sepada bukan sepeda๐Ÿ˜"


Gian: " Cie anak sultan kesel๐Ÿคญ"


Tristan: " Eh, udah rame aja ni"


Gian: " Darimana Lo baru nungil"


Tristan: " Gosok gigi sama cuci muka"


Gian: " Eleh sok bersih๐Ÿ˜’"


Tristan: " Gue emang selalu bersih, Lo nggak tau?"


Gian: " Kagak"


Tristan: " Itu muji atau ngeledek ๐Ÿ˜ฉ๐Ÿ˜ฉ"


Kenzo: " keduanya Tian"


Gian: " Pantas Dira mau terima cinta ni bocah๐Ÿ˜"


Tristan: " Dia yang nembak gue duluan ya, bukan gue๐Ÿ˜Ž"


Gian: " Eleh di tembak duluan aja bangga ๐Ÿ™„"


Kenzo: " Tau, padahal di tembak duluan itu nggak gentle ๐Ÿ˜"


Tristan: " Bilang aja kalian berdua iri sama gue, ingat iri tanda tak mampu ๐Ÿ˜‚"


Kenzo: " Ck.. senang banget Katemi"


Gian: " Iya, padahal kemarin sempat nangis karena Dira ngobrol sama cowok lain๐Ÿคง"


Kenzo: " Sampe kepalanya mengeluarkan asap karena esmosi melanda jiwa๐Ÿ˜ค"


Tristan: " Nggak asik Lo berdua, beraninya main keroyok ๐Ÿ˜’"


Gian: " Woy.. Mama gue belum berangkat sudah meresahkan ๐Ÿ˜ซ"


Kenzo: " Mommy gue malah mulai aktif, sampe Daddy gue ngambek๐Ÿ™ƒ"


Tristan: " Apa bedanya sama mami gue๐Ÿ˜‡"


Gian: " Semua kacau gegara Oppa-Oppa"


Kenzo: " Di indo opa-opa malah nggak laku, di Korea Oppa-Oppa laris manis coy๐Ÿ˜†"


Gian: " Iya, larisnya ngalahin tas Hermes ๐Ÿ˜‚"


Tristan: " Bahkan bokap kita kalah pamor ๐Ÿ˜…"

__ADS_1


Kenzo: " Tidur dulu ya guys udah malam, ntar di culik Oma-Oma ๐Ÿ˜‚"


Gian: " Betul itu, Oma-Oma lebih meresahkan dari Oppa-Oppa ๐Ÿ˜†"


Tristan: " Tidur woy"


Gian: " Ni juga mau bobok manja Munaroh ๐Ÿ˜ด"


Akhirnya chat yang tidak berfaedah itu selesai juga. Kenzo menyimpan ponselnya kembali di atas nakas. Kemudian dia mematikan lampu kamarnya dan mengganti dengan lampu tidur.


Kenzo mulai memejamkan matanya, tak berselang lama, Kenzo pun terlelap.


Pagi hari.


Kenzo sudah bersiap untuk berangkat ke bandara. Setelah memastikan tidak ada yang tinggal, Kenzo turun kebawah dengan membawa kopernya. Sampai di bawah Kenzo bertemu sama daddy dan adiknya, tapi dia tidak melihat keberadaan sang mommy.


" Mommy mana Dad?" tanya Kenzo pada daddy- nya.


" Di kamar" jawab sang daddy.


Tak berapa lama terdengar bunyi langkah kaki, Sontak Vandy dan kedua anaknya melihat kearah tangga. Tampaklah sosok cantik yang sedang menuruni tangga.


Vandy terpesona melihat istrinya itu. Semakin hari istrinya itu semakin cantik di matanya. Tidak hanya Vandy, kedua anaknya juga terpesona sama kecantikan sang mommy.


" Cantik" kata itu lolos dari mulut Vandy.


" Terima kasih" ucap Anggun.


" Mommy cantik sekali" puji kedua anaknya.


" Terima kasih kesayangan mommy, kalian berdua juga tampan dan cantik" puji balik Anggun.


" Kok aku nggak di puji juga" protes Vandy.


" Daddy juga sangat tampan" puji Anggun sambil mencium pipi sang suami.


Rasa kesal Vandy langsung hilang seketika, karena mendapatkan kecupan dari sang istri. Walaupun itu hanya di pipi.


" Yuk berangkat" ajak Anggun.


" Aldi sama yang lain belum datang sayang" kata Vandy.


" Oh iya, hampir saja aku melupakan mereka" kata Anggun.


Tak berselang lama, Aldi dan keluarga kecilnya sudah datang. Begitu juga dengan Gio dan keluarga kecilnya.


" Sudah siap berangkat?" tanya Vandy.


" Siap!"


Mereka semua naik ke dalam mobil. Karena Vandy tidak akan pulang, jadi mereka pergi ke bandara di antara sama Kang Tito. Setelah semuanya masuk ke dalam mobil. Tito melajukan mobilnya meninggalkan kediaman tuannya.


To be continue..


Anggun.



Vandy.



Aldi.



Sinta.



Sisil.



Gio.


__ADS_1


Visual Nyokap sama Bokap mereka dulu ya guys๐Ÿ˜‰๐Ÿ˜‰.


Happy Reading ๐Ÿ˜š๐Ÿ˜š


__ADS_2