Pelabuhan Cinta CEO Arrogant

Pelabuhan Cinta CEO Arrogant
Season 2


__ADS_3

Selesai olahraga, Kenzo cs mengganti pakaian mereka dengan seragam sekolah kembali. Begitu juga dengan Melodi cs dan murid yang lain.


Setelah mengganti seragam Kenzo cs menunggu kekasih mereka di depan perpustakaan.


" Cewek ganti pakaian aja lama banget" kata Gian.


" Mungkin mereka dandan dulu" kata Tristan.


" Emang Dira suka dandan?" tanya Kenzo.


" Nggak tau juga sih, soalnya aku nggak pernah tanya" kata Tristan.


Ketiga cewek cantik itu sudah selesai mengganti pakaian mereka. Mereka bertiga berjalan menghampiri ketiga cowok tampan itu.


" Yuk ke kelas" ajak Melodi setelah sampai dekat kekasihnya.


Mereka berenam pun berjalan beriringan menuju kelas mereka. Sesampainya di kelas, mereka langsung menuju tempat duduk masing-masing.


" Tian" panggil Dira.


" Hhmm"


" Pulang sekolah nanti jalan yuk?"


" Kalau ntar siang nggak bisa, soalnya aku ada pemotretan"


" Kapan sih kita punya waktu berdua saja"


" Sabar, ntar kalau aku nggak ada pemotretan kita bisa jalan, ya"


Dira tersenyum, kemudian menganggukkan kepalanya.


" Anak pinter" kata Tristan sambil mengacak rambut Dira.


" Jangan di gituin, ntar rambut aku kusut" kesal Dira.


" Gemesin banget sih kalau lagi kesal kek gini" kata Tristan sambil mencubit pipi sang kekasih.


" Kalau mau mesra-mesraan di luar kelas, sana" kata Gian.


" Jadi orang jangan julid" kata Tristan.


" Ck.. dasar bocah, berani Lo bilang gue julid" kata Gian.


" Ya beranilah masa kagak"


" Sudah-sudah, sesama julid jangan menghina" kata Kenzo.


" Wah.. Lo udah mulai meresahkan ya Ken" kata Gian.


" Bukan meresahkan, tapi menggairahkan kan" kata Kenzo.


" Ck.. enek yang ada gue" kata Gian.


Guru pun masuk kedalam kelas, semua murid menghentikan obrolan mereka. Tak terkecuali Kenzo cs, mereka menghentikan sejenak perdebatan mereka. Karena jam pelajaran akan segera di mulai.


Detik demi detik, menit demi menit sudah berlalu. Para murid sudah mulai tidak berkonsentrasi belajar, karena perut mereka sudah tidak bisa di ajak kompromi.


" Yank" panggil Kenzo.


" Hhmm"


" Laper"


" Sama"


" Izin ke toilet yuk" kata Kenzo.


" Ngapain?" tanya Melodi.


" Pura-pura kebelet pipis yank, habis itu kita ke kantin"


" Wah.. kamu udah ngajarin aku bohong ya yank" kata Melodi.


" Sekali-kali jadi murid bandel nggak apa lah yank" kata Kenzo.

__ADS_1


" Ya udah, kamu duluan yang izin" kata Melodi.


" Kamu duluan deh yank, aku mau ngajak Gian sama Tristan dulu" kata Kenzo sambil menyerahkan kertas pada Gian.


Gian membaca kertas yang di berikan Kenzo padanya. Gian melirik Kenzo, seperkian Kemudian dia menganggukkan kepalanya tanda setuju.


" Honey, kamu laper nggak?" tanya Gian pada Keyra.


" Banget" kata Keyra dengan nada manja.


" Kantin yuk" kata Gian.


" Kita kan lagi belajar honey"


" Kamu izin ke toilet sama buk guru, setelah itu kita baru ke kantin" kata Gian.


" Apa nggak masalah kita pergi ke kantin dalam jam pelajaran?" tanya Keyra.


" Masalah sih, tapi aku udah nggak konsen belajarnya"


" Iya juga sih, terus yang lain gimana?"


" Kenzo dan Melodi ikut, tinggal Tristan sama Dira yang belum" kata Gian.


Melodi dan Keyra bangkit dari duduk mereka. Ya mereka berdua akan minta izin ke toilet.


" Permisi Buk, kami mau ke toilet" kata Melodi.


" Boleh, tapi bergantian ya"


" Saya udah nggak tahan Buk" kata Keyra.


" Ya sudah"


Melodi dan Keyra pun segera keluar dari kelas. Setelah Melodi dan Keyra keluar, Gian memberikan kertas yang di berikan Kenzo tadi pada Tristan.


Tristan melirik Gian, kemudian dia menganggukkan kepalanya tanda setuju.


" Mau ikut kita ke kantin nggak?" tanya Tristan pada Dira.


Tristan dan Dira bangun dari duduk mereka. kemudian mereka berjalan ke depan kelas.


" Permisi Buk, saya mu mengantarkan Dira ke UKS" kata Tristan.


" Emang Dira kenapa?" tanya Buk guru.


" Sakit perut Buk" jawab Tristan.


" Biar siswi cewek saja yang mengantarkan" saran buk guru.


" Saya sama Tristan saja Buk" kata Dira.


" Ya sudah"


Tristan dan Dira keluar dari kelas. Mereka berdua langsung menyusul Keyra dan Melodi ke kantin sekolah.


Setelah Tristan dan Dira keluar, sekarang tiba giliran Kenzo dan Gian. Mereka berdua beranjak dari duduknya, mereka berjalan ke depan kelas.


" Permisi Buk, kami izin ke toilet" kata Kenzo.


" Silakan, tapi jangan lama-lama" kata buk guru.


" Baik Buk"


Kenzo dan Gian pun keluar dari kelas mereka. Gian heran, kenapa Buk guru cepat memberikan izin pada dia dan Kenzo. Mereka berdua langsung menuju kantin sekolah.


" Lo merasa aneh nggak sih Ken?" tanya Gian pada Kenzo.


" Maksud lo?" tanya balik Kenzo.


" Buk guru tadi, kok dia cepat banget kasih kita berdua izin, tanpa di tanya-tanya gitu"


" Bagus dong, jadi kita bisa cepat menyusul yang lain ke kantin"


" Iya sih"

__ADS_1


" Udah nggak usah dipikirkan" kata Kenzo.


Kenzo dan Gian sampai juga di kantin. Di tempat biasa mereka duduk, Tristan dan yang lain sudah menunggu ke datangan mereka berdua.


" Cepat juga kalian nyusul" kata Tristan.


" Iya, entah kenapa gurunya nggak banyak tanya sama gue dan Kenzo" kata Gian.


" Mungkin Kenzo kedipin matanya sama buk guru" kata Tristan.


" Enak aja Lo, buk guru tau gue tampan, makanya dia nggak banyak nanya" kata Kenzo.


"Ide Lo emang gokil Ian" kata Tristan.


" Ini bukan ide gue, tapi ide Kenzo" kata Gian.


" Apa!. Serius Lo ini ide si Roma?" tanya Tristan.


" Serius, Lo nggak percaya banget Ama gue" kata Gian.


" Ya, biasanya yang punya ide yang nggak bener kan Lo" kata Tristan.


" Sembarangan lo, gue udah tobat. Ini idenya anak sultan yang sudah mulai aktif" kata Gian.


" Ternyata lo nggak sepolos yang gue kira" kata Tristan pada Kenzo.


" Gue memang polos Tian, saking polosnya masih segel gue sampe sekarang" kata Kenzo.


" Apa hubungannya polos sama masih segel, pea!" kata Gian sambil menoyor kepala Kenzo.


" Wah..wah.. Lo udah berani nyentuh kepala gue ya" kata Kenzo.


" Mamp*s Lo, diterkam sama baby singa" kata Tristan.


" Astagfirullah, emang tadi itu kepala?" tanya Gian tanpa dosa.


" Kagak kelapa" kata Kenzo.


" Sudah-sudah, kita kesini mau makan. Bukan mau mendengar perdebatan gaje kalian" kata Melodi.


" Iya, kalian bertiga itu bikin selera makan kita hilang saja" kata Keyra.


" Kok aku juga kena honey" protes Gian.


" Sssstt" kata Keyra sambil menempelkan jari telunjuknya dibibir Gian.


Ya Allah, kuatkan lah iman hamba menahan godaan yang ada di depan mata ini.


" Hati-hati Key, ntar kamu bisa membangunkan yang seharusnya tidak bangun" kata Tristan.


Pletak..


" Jangan mengotori otak polos kekasih gue" kata Gian sambil memukul lengan Tristan dengan botol saos.


" Emang apa maksud omongan Tristan tadi honey?" tanya Keyra pada Gian.


" Nggak usah di dengar, dia lagi kerasukan jin iprit tadi" kata Gian.


" Napa nggak jin botol aja sekalian" kesal Tristan.


" Stop!, gue mau makan. Jadi jangan berisik" kata Kenzo.


Akhirnya Gian dan Tristan menghentikan perdebatan yang tidak berfaedah itu. Mereka pun mulai menyantap makanan yang sudah di pesan sama kekasih mereka tadi, sebelum Kenzo dan Gian datang.


To be continue..


Hai Readers tersayang, kemarin banyak yang nanya.


Q: " Author kok up nya cuma satu, biasanya dua?"


A: " Author juga pengennya up seperti biasa, tapi keadaan Author yang belum fit sepenuhnya, jadi maaf belum bisa up seperti biasa"


Mohon doa dan pengertiannya ya kezayangan Feby semua.. Saranghaeeeee 😘😘


Happy Reading 😚😚

__ADS_1


__ADS_2