
Setelah menelpon pihak rumah sakit, tak berapa lama mobil ambulans pun datang, tubuh Vandy pun diangkat dan dimasukkan kedalam mobil ambulans.
" Gue ikut naik mobil ambulans, lo bawa mobil gue dan ikutin dari belakang ucap Aldi".
Gio menganggukkan kepalanya tanda setuju dengan ucapan Aldi. Mereka pun berangkat menuju rumah sakit.
Mobil ambulans pun sampai didepan rumah sakit, dengan cepat tim medis membawa Vandy keruang IGD.
Setelah Vandy dibawa kedalam ruang IGD, Gio pun sampai. Mereka pun menunggu Vandy didepan ruang IGD.
" Sebenarnya Vandy kenapa sih Al tanya Gio".
" Gue juga nggak tau, mungkin dia tertekan, banyak fikiran, entalah gue juga nggak bisa menerka-nerka, sekarang kita tunggu dokter aja jawab Aldi".
Didalam ruang IGD.
Dokter pun mulai memeriksa Vandy, mulai dari memeriksa denyut nadi, dan bagian tubuh yang lain dan semuanya normal.
Huuuuhhhh dokter pun menghela nafasnya. Suster pun merasa heran karena baru pertama kali dia melihat dokter Brian frustrasi menghadapi pasien, karena semua orang tau kehebatan dokter muda yang satu ini.
" Kenapa dok, apa nyawa pasien tidak bisa tertolong tanya suster tersebut".
" Pasien ini masih sehat sus, bahkan lebih sehat ucap dokter brian".
"Kalau memang sehat kenapa dokter seperti frustrasi gitu".
" Gimana saya nggak frustrasi, pasien tidur kok dibawa kerumah sakit".
" Huh..!! tidur, maksud dokter dia cuma tidur bukan sakit ucap suster kaget".
" Buang-buang waktu saya saja ucap dokter Brian".
Dokter Brian pun keluar dari ruangan IGD. Aldi dan Gio yang melihat dokter sudah keluar dengan cepat menghampiri sang dokter.
" Gimana teman saya dok, sakitnya nggak parahkan tanya Aldi".
" Teman kalian tidak sakit, bahkan sangat sehat jawab sang dokter".
" Sehat..! anda jangan becanda dong dok ucap Aldi yang mulai emosi".
" Sabar Al, kita dengarin dulu apa kata dokternya ucap Gio sambil menenangkan Aldi".
" Saya tidak bercanda, seharusnya saya yang marah sama kalian karena sudah berani mempermainkan saya ucap Brian".
" Maksud dokter tanya Gio".
" Teman kalian itu cuma tidur bukannya sakit ucap Brian".
" Apa tiduuur....!!! teriak Aldi dan Gio".
" Iya, apa kalian nggak memeriksa nadi nya sebelum kalian bawa kesini tanya Brian".
" Nggak si dok, soalnya tadi kita panik karena dia nggak mau bangun-bangun padahal badannya udah kita goyang-goyangin ucap Gio".
" Pantas saja jadi seperti ini".
Vandy yang mendengar suara keributan pun mencoba membuka matanya dengan perlahan.
" Siapa sih pagi-pagi udah berisik didepan kamar gue kesal Vandy. Eh tunggu ini dimana, ini bukan kamar gue, apa gue diculik, bukan ini seperti dirumah sakit siapa yang sakit apakah Anggun, nggak mungkin, terus kenapa gue bisa ada disini? tanya Vandy pada diri nya".
Vandy mencoba mengingat-ngingat kejadian semalam, tetapi tidak bisa. "Cuma dua orang yang tau akan hal ini gumam Vandy".
" Aldi..!!!, Gio...!! ".
Aldi dan Gio yang mendengar suara Vandy pun pamit pada dokter untuk menemui sahabatnya.
" Permisi dok kita mau kedalam dulu, maaf sudah merepotkan dokter ucap Aldi".
Mereka pun berlalu dan masuk keruang IGD untuk melihat Vandy. Sesampai mereka didalam, Vandy sudah memberikan tatapan tajam pada Aldi dan Gio.
" Kalian jelaskan sama gue, kenapa pas gue bangun sudah berada disini tanya Vandy".
" I.. itu apa nama nya ucap Aldi gugup".
" Ngomong yang benar dan jelas ucap Vandy".
" Kita fikir lo udah sekarat tadi ucap Gio".
" Waaah benar-benar teman laknat kalian berdua, kalian nyumpahin gue cepat mati, huuh..!! ".
" Ya nggak gitu juga, habis lo kita bangunin nggak bangun-bangun ucap Gio".
__ADS_1
" Betul itu, lagian itu bukan salah kita, itu salah lo ucap Aldi".
" Salah gue, kenapa bisa jadi salah gue tanya Vandy".
" Ya bisalah siapa suruh tidur kayak keb* jawab Aldi".
" Waah berani lo bilang gue kayak keb*, mau gue potong gaji lo tanya Vandy".
" Parah lo van, masa main potong gaji gue seenaknya, lagian kita bawa lo kesini karena kita khawatir sama jawab Aldi".
" Ok kali ini gue maafin kalian ucap Vandy".
" Alhamdulillah selamat gaji gue gumam Aldi dalam hati".
" Terus gimana sekarang, apa lo mau pergi kekantor tanya Gio".
" Nggak deh, gue mau balik ke Apartemen aja, lagian gue belum bisa ketemu sama Anggun jawab Vandy".
" Ya udah kita mau kekantor dulu, kalau lo butuh sesuatu telpon kita ucap Aldi".
Mereka pun berpisah dirumah sakit, Vandy balik ke Apartemen, sedangkan Gio dan Aldi pergi kekantor.
Ditempat lain.
Anggun dan kedua sahabatnya sudah sampai dikantor. Mereka pun memulai perkerjaan mereka.
"Nggun jadi ntar mau nemuin Vandy tanya Sinta".
" Jadi sin, gue nggak mau dia diemin gue jawab Anggun."
" Bagus deh kalau gitu ucap Sinta".
Anggun hanya membelas dengan senyum ucapan Sinta, dan kembali fokus pada kerjaannya.
Akhirnya Aldi dan Gio sampai di kantor. Aldi pun memarkirkan mobilnya ditempat khusus parkir CEO.
" Al, apa kita kasih tau Anggun kalau Vandy nggak masuk kerja".
" Ntar gue kasih tau Sinta biar nanti dia yang kasih tau sama Anggun ucap Aldi".
Sesampai nya Aldi diruang kerja, dia pun mengirim pesan kepada Sinta.
Chat Aldi dan Sinta
Sinta: " Wa'alaikum salam Bee, lagi kerja".
Aldi: " Anggun masuk kerja nggak Honey".
Sinta: " Masuk, kenapa emang nya Bee".
Aldi: " Tolong bilangin sama Anggun kalau Vandy lagi sakit".
Sinta: " Ntar aku bilangin, apa kita suruh Anggun ketempat Vandy? ".
Aldi: " Ide bagus, bilangnya sekarang aja yah".
Sinta: " Ok Bee, met beraktifitas aja buat kamu Bee".
Aldi: "Makasih Honey, kamu juga yah love you.. 😘😘".
Sinta pun nggak membalas chat Aldi lagi, karena kalau dia balas lagi, bisa-bisa Aldi nggak jadi kerja.
" Nggun".
"Hmmmn".
" Aldi bilang Vandy nggak kekantor hari ini ucap Sinta".
" Loh kenapa emang nya sin".
" Vandy lagi sakit nggun, jadi dia nggak masuk".
Anggun yang mendengar ucapan Sinta pun menghentikan pekerjaannya.
" Apa lo bilang tadi Vandy sakit?".
" Iya nggun, Vandy sakit".
Anggun pun mematikan komputer, dan mengambil tas nya.
" Gue mau ketempat Vandy dulu ucap Anggun".
__ADS_1
" Ok, kerjaan lo biar kita yang handle ucap Sinta".
Dengan langkah cepat Anggun pergi dari ruangan kerjanya. Sesampai dibawah Anggun menstop taxi dan pergi menuju Apartemen Vandy.
" Kenapa laju taxi nya terasa lambat sih gumam Anggun".
Akhirnya Anggun pun sampai di Apartemen Vandy, Anggun pun turun dari taxi dari memberikan uang selembar 100 ribu kepada supir taxi.
" Aduh mbak nggak ada kembalian nya ucap supir taxi".
" Ya udah ambil aja bang ucap Anggun sambil berlalu meningkalkan supir taxi".
Sesampai nya didepan pintu Apartemen Vandy, Anggun pun memencet bel.
Ting nong
Vandy yang mendengar bunyi bel Apartemen nya, dengan malas berjalan membukakan pintu.
Ceklek
Pintu Apartemen pun terbuka. Setelah pintu terbuka nampak lah sosok cewek cantik berdiri didepan pintu.
Anggun tersenyum melihat ekspresi Vandy.
" Boleh aku masuk Bunny".
Vandy yang masih nggak percaya melihat Anggun berada didepan mata nya sehingga dia nggak menjawab.
Anggun yang melihat Vandy cuma diam pun merasa sedih.
" Sebegitu kecewa nya kah kamu sama aku Bunny, sorry sudah mengganggu waktu kamu ucap Anggun sambil berlalu meninggalkan Vandy".
Vandy pun tersadar karena ucapan Anggun tadi, dengan cepat Vandy mengejar Anggun.
Sebelum Anggun masuk kedalam lift, Vandy sudah lebih dulu menarik Anggun dan membawa kedalam pelukannya.
" Maafkan aku sayang, bukan maksud aku buat mengabaikan kamu, tadi aku cuma kaget karena tiba-tiba kamu sudah ada didepan aku dan itu seperti mimpi ucap Vandy sambil mencium pucuk kepala Anggun".
Anggun yang mendengar ucapan Vandy pun tersenyum dan membalas pelukan Vandy.
" Kamu kok bisa disini sayang, apa kamu nggak pergi kerja?".
" Aku pergi kerja kok Bunny, terus Sinta bilang kamu lagi sakit, jadi aku langsung kesini".
" Kita masuk dulu yah".
Mereka pun masuk kedalam Apartemen.
" Sebenarnya Bunny sakit apa tanya Anggun sambil duduk disofa".
" Aku cuma pusing aja kok sayang, kamu mau minum apa tanya Vandy".
" Apa aja Bunny jawab Anggun".
Vandy pun mengambilkan Air mineral dalam kulkas.
" Nih minum dulu ucap Vandy".
" Makasih Bunny".
Anggun pun meminum air mineral yang dikasih Vandy tadi.
Vandy yang melihat Anggun minum Air mineral pun tersenyum.
" Bunny maafin aku yah soal yang kemarin".
" Kamu nggak salah kok sayang, justru aku yang harus nya minta maaf karena udah bikin kamu nangis ucap Vandy".
Anggun senang karena Vandy udah nggak bersikap dingin lagi padanya. Anggun pun memeluk Vandy.
Vandy yang mendapat pelukan tiba-tiba dari Anggun pun kaget sekaligus bahagia, Vandy pun membalas pelukan dari kekasihnya.
" I love you ucap Anggun ditelinga Vandy".
" Love you more sayang".
To be continue.
Jangan lupa dukungan nya buat Author ya guys biar Author lebih semangat lagi nulis nya. Tinggalkan jejak Sayang kalian buat Author dengan cara Like, Komen dan Vote.
Terimakasih sebelumnya 🙏🙏🙏
__ADS_1
HAPPY READING GUYS... 😉😉😉