
Deeeeerrr
Bagai tersambar petir Winda dan karyawan butik saat mendengar ucapan pak Hendra. Siapa yang tidak kenal dengan keluarga Wiguna, keluarga yang paling disegani dan ditakuti di Asia.
Kesombongan yang tadi diperlihatkan Winda lenyap seketika dan berganti dengan rasa penyesalan dan malu yang teramat besar.
" Nona muda saya mohon maafkan saya ucap Winda sambil bersimpuh dikaki Anggun."
Anggun yang melihat Winda bersimpuh dikaki nya pun tersenyum kecut.
" Untuk apa kamu besimpuh dikaki saya, bukan kah tadi saya sudah memperingatkan anda ucap Anggun."
" Tapi saya benar-benar nggak tau kalau nona adalah putri dari pak Wiguna ucap Winda."
" Oh.. jadi karena saya anak pak Wiguna kamu baik kepada saya, kalau seandainya saya bukan anak pak Wiguna kamu akan tetap merendahkan saya atau orang lain begitu..?!."
Winda pun terdiam mendengar ucapan Anggun.
" Pak tolong tutup segera butik ini dan saya tidak ingin melihat butik ini berdiri dimana pun ucap Anggun."
" Baik nona ucap pak Hendra."
Winda pun tidak dapat berbuat apa-apa lagi, karena dia tau apa akibatnya kalau berurusan dengan keluarga Wiguna, karena keluarga Wiguna tak akan mengusik orang lain terlebih dahulu.
"Buat kamu ucap Anggun sambil menunjuk ke salah satu karyawan butik, jangan menghina orang hanya karena penampilannya, mau orang itu kaya atau miskin kamu harus tetap melayani pembeli itu dengan baik. Bukan malah menghina mereka, karena dimata tuhan status kita itu sama ucap Anggun."
Karyawan itu pun hanya diam dan didalam hatinya dia membenarkan semua ucapan Anggun tadi, sebagai karyawan sebuah butik dia memang lah harus selalu ramah kepada setiap pembeli.
" Nona saya mohon jangan Blacklist butik saya, maafkan saya nona ucap Winda."
" Kalau anda menghina saya sudah pasti saya memaafkan kan anda tetapi yang anda hina orangtua saya, dan saya nggak akan pernah bisa memaafkan orang yang sudah menghina orangtua saya ucap Anggun."
" Saya mohon nona kalau butik saya diblacklist bagaimana dengan nasib anak saya yang masih kecil ucap Winda."
Anggun yang mendengar anak kecil pun merasa tidak tega juga, bagaimana pun dia juga mempunyai seorang adik yang masih kecil.
Huuuh.. Anggun membuang nafasnya dengan kasar.
" Baiklah saya akan memberikan anda satu kesempatan lagi, saya harap anda tidak akan mengecewakan saya, dan rubalah cara melayani pembeli ucap Anggun."
Winda yang mendengar ucapan Anggun pun terharu dan tersenyum bahagia, Winda tidak menyangka kalau Anggun akan memberikannya kesempatan.
"Ternyata putri dari pak Wiguna mempunyai hati yang sangat baik gumam pak Hendra."
" Terimakasih banyak nona, saya janji akan berubah, dan saya tidak akan pernah melupakan kebaikan nona ucap Winda."
Sinta dan Sisil yang mendengar ucapan Anggun pun turut merasa senang karena mereka mempunyai teman yang berhati tulus.
__ADS_1
" Terimakasih pak Hendra sudah mau capek-capek datang kesini dan saya harap papa jangan sampai tau masalah ini ya pak ucap Anggun sambil mengulurkan tangannya."
" Tidak masalah nona, saya justru senang bisa membantu nona, dan saya juga tidak akan membicarakan masalah ini kepada pak Wiguna ucap Hendra sambil menjabat tangan Anggun."
Pak Hendra pun berpamitan kepada Anggun dan teman-temannya untuk kembali kekantornya karena pekerjaannya belum selesai saat dia tinggalkan tadi.
" Yuk guys kita pulang ucap Anggun kepada kedua sahabatnya."
Mereka bertiga pun pergi meninggalkan butik,tapi sebelum Anggun sampai didepan pintu butik, suara Winda membuat mereka menghentikan langkah mereka.
" Nona Anggun tunggu ucap Winda."
Sesampai didekat Anggun, Winda memberikan tiga buah paper bag kepada Anggun dan kedua sahabatnya.
" Ini apa ya mbak tanya Anggun."
" Ini gaun yang baru nyampe tadi saya harap bisa cocok buat nona Anggun dan kedua temannya, dan saya berharap nona tidak menolak pemberian saya ucap Winda."
Anggun pun melihat isi paper bag nya, ternyata benar, isinya gaun yang sangat indah.
" Terimakasih yah mbak, tapi nggak enak kalau mbak ngasih gaun indah ini secara cuma-cuma kepada kita ucap Anggun."
" Saya ikhlas nona, lagian hadiah itu tidak sebanding dengan kebaikan yang nona berikan untuk saya ucap Winda."
Anggun pun senang mendengar ucapan tulus Winda, tapi dia juga nggak mau membawa gaun itu secara cuma-cuma. Anggun pun memanggil salah satu karyawan butik.
Karyawan yang dipanggil Anggun pun ragu-ragu untuk kesana, karena dia takut dipecat.
Anggun yang melihat karyawan itu ragu-ragu pun tersenyum.
"Sini mbak nggak usah takut ucap Anggun."
Karyawan itu pun memberanikan diri untuk pergi ketempat Anggun.
" Bisa bantu saya totalkan harga tiga gaun ini dan tolong tuliskan nomor rekeningnya juga ucap Anggun."
" Bisa no.. nona ucap karyawan itu gugup."
Karyawan itu pun menghitung dan mentotalkan semua harga nya. Setelah itu dia memberikan bill nya kepada Anggun.
" Terimakasih ya mbak ucap Anggun."
" Sama-sama nona ucap karyawan butik."
Anggun pun mentransfer bayarannya kerekening yang sudah ditulis sama karyawan tadi.
" Nona, saya memberikan itu sebagai hadiah kenapa nona membayar nya ucap Winda."
__ADS_1
" Nggak apa-apa mbak, lagian barang ini baru datangkan, anggap aja itu rejeki buat anak mbak, kalau gitu saya permisi pulang dulu ya mbak ucap Anggun."
" Terimakasih banyak nona semoga tuhan selalu melindungi nona ucap Winda."
Anggun yang mendengar ucapan Winda pun tersenyum dan berlalu meninggalkan butik itu.
Ditempat lain
Ketiga cowok tampan sedang gelisah karena kekasih mereka belum juga pulang.
" Mereka pergi beli gaun nya lama banget sih ucap Vandy."
" Makanya gue nggak mau nemenin mereka belanja ucap Aldi."
" beda banget sama kita, belanja cuma butuh waktu 20 menit aja ucap Gio."
"Gimana kalau kita nyusul mereka aja ucap Vandy."
" Yuk ucap Gio dan Aldi."
Mereka bertiga pun pergi menyusul kekasih mereka, saat mereka membuka pintu, ternyata kekasih mereka sudah berada didepan mereka.
" Kalian mau kemana tanya Sisil."
" Mau pergi menyusul kalian tadi jawab Gio."
Karena kekasih mereka sudah pulang, ketiga cowok itu pun masuk kembali kedalam. mereka pun duduk disofa.
" Dapat nggak gaunnya sayang tanya Vandy ke Anggun."
" Dapat dong Bunny jawab Anggun."
" Nggak sabar deh pengen liat kalian pakai gaun yang kalian beli ucap Aldi."
" Lo liat gaun punya Sinta aja, nggak usah liat gaun Anggun ucap Vandy."
" Eh Paijo mana bisa begitu, kalau Anggun pergi keacara pesrta besok, bukan cuma gue aja yang liat, tapi semua orang. Kecuali kalau Anggun lo umpetin baru orang nggak bisa liat ucap Aldi panjanh lebar."
" Benar juga, Sayang gaunnya nggak yang terbuka banget kan tanya Vandy."
Anggun yang mendengar ucapan Vandy pun kaget, Anggun juga nggak tau gaun nya terbuka atau nggak, karena dia belum sempat melihat seperti apa gaunnya itu.
" Nggak kok Bunny jawab Anggun asal."
" Mudah-mudahan nggak terbuka banget gaunnya gumam Anggun dalam hati."
Author udah UP 2 bab ya hari ini, jadi mohon dukungan dari kalian semua untuk Author. Tinggalkan jejak sayang kalian buat Author dengan cara Like, Komen dan Vote ya... 🙏🙏🙏
__ADS_1
HAPPY READING GUYS... 😉😉😉