Pelabuhan Cinta CEO Arrogant

Pelabuhan Cinta CEO Arrogant
Perpisahan Yang Mengharukan 2


__ADS_3

Akhirnya Sinta sampai juga didepan rumah Anggun.


"Assalamualaikum Nggun" ucap Sinta.


Wa'alaikumsalam" jawab Anggun dan mamanya.


"Yuk masuk dulu Sin" ucap Anggun.


"Malam tante" sapa Sinta sambil mencium tangan mama Anggun.


"Malam, silahkan duduk Sin, tante tinggal sebentar ya?"


"Iya tante" ucap Sinta.


"Aska mana nggun, kok gue nggak liat dari tadi?" tanya Sinta.


"Aska udah tidur, sedih gue nggak bisa pamitan sama dia?" jawab Anggun.


Mama Anggun pun datang membawa minuman dan cemilan.


"Silahkan diminum Sin" ucap mama Anggun.


"Maaf udah ngeropotin tante" ucap Sinta.


"Tante nggak repot kok Sin" ucap mama Anggun.


Tiba-tiba terdengar suara Aska manggil nama Anggun.


"Kakak" panggil Aska.


" Hai boy, kamu udah bangun" ucap Anggun sambil menghampiri adeknya.


" Hhmmm" jawab Aska dengan suara khas bangun tidurnya.


Anggun pun mengajak Aska duduk


"Hy boy sapa Sinta"


"Hy kak" ucap Aska sambil mencium tangan Sinta.


"Habis bangun tidur ya boy?" tanya Sinta.


"Iya, kakak udah lama datangnya?" tanya Aska.


"Kakak baru aja datang?" jawab Sinta.


"Om kemana Nggun?" tanya Sinta.


Belum sempat Anggun menjawab tanya Sinta terdengar suara dari luar.


"Assalamualaikum" ucap Papa Anggun.


"Wa'alaikumsalam" jawab Anggun, Sinta dan Aska.


"Ada tamu rupanya" ucap Papa Anggun.


"Baru pulang Om" ucap Sinta sambil mencium tangan Papa Anggun.


"Iya Sin, banyak kerjaan tadi, anak Om malah nggak mau bantu Papanya" ucap Papa Anggun sambil melirik ke anak nya.


"Bukan nggak mau bantu pah, tapi belum siap aja ngurus perusahaan sebesar itu" ucap Anggun.


"Gimana kabar orangtua kamu nak?" tanya papa Anggun pada Sinta.


"Alhamdulillah sehat Om" jawab Sinta.


Setelah lama berbincang-bincang, Anggun pun minta ijin sama papa dan mamanya.


"Pah, mah, Anggun pamit dulu ya"


Aska yang melihat Anggun membawa koper.


"Kakak mau pergi kemana?" tanya Aska dengan mata sudah berkaca-kaca.


Anggun yang mendengar suara adeknya pun menghampiri Aska.


"Kakak mau tinggal di Apartemen sayang" jawab Anggun.


"Aska pun menangis, kakak nggak boleh pergi, kakak nggak boleh tinggalin Aska" ucap Aska sambil terisak.


"Kakak nggak bakal tinggalin Aska jauh kok, kapan pun Aska pengen ketemu kakak, Aska bisa datang ke Apartemen kakak" ucap Anggun.


"Iya Sayang nantik kalau Adek kangen sama kakak kita pergi ketempat kakak" ucap papa Anggun ikut membujuk Aska.


"Janji ya pah" ucap Aska yang sudah mulai tenang.


"Janji sayang" ucap Papa Anggun.


"Kakak pamit dulu ya dek, besok kakak ajak kemall ya" ucap Anggun.


"Ok Kak, kakak hati-hati dijalan ya sama kak Sinta" ucap Aska.

__ADS_1


"Pasti dek" ucap Anggun.


Anggun dan Sinta pun mencium tangan kedua orangtua Anggun.


"Assalamualaikum mah, pah, adek kita pergi dulu"


"Wa'alaikumsalam, hati-hati dijalan" ucap mama, papa, dan adek Anggun.


"Siap Mah, bye bye" ucap Anggun sambil melambaikan tangan.


Mobil Sinta sudah melaju meninggalkan Istana keluarga Wiguna. Sekarang mereka menuju kediaman Sisil.


Hanya butuh waktu 10 menit dari rumah Anggun menuju Rumah Sisil, akhirnya mereka sampai dirumah Sisil.


"Assalamualaikum" ucap Anggun dan Sinta.


"Wa'alaikumsalam" ucap mama Sisil.


"Eh ada nak Anggun, silahkan masuk Sisil udah nunggu dari tadi" ucap mama Sisil.


"Ya udah kita langsung berangkat aja deh tante takut ntar kemalaman" ucap Sinta.


"Nggak mau minum dulu" ucap mama Sisil.


"Makasih deh tante, lain waktu aja" ucap Anggun.


"Ya udah mah, kita berangkat dulu ya,


Assalamualaikum" ucap mereka bertiga.


"Wa'alaikumsalam, hati-hati dijalan" jawab mama Sisil.


"Siap mah, dah mama" ucap Sisil.


mobilpun melaju meninggalkan rumah Sisil,


didalam mobil.


"Besok kita beli bahan masak yuk" ajak Sinta.


"Boleh, sekalian gue mau ngajak Aska main" ucap Anggun.


"Ok, bearti habis dari kantor kita langsung jemput Aska" ucap Sinta.


πŸƒ"Dirumah Vandy"πŸƒ


"Mah, apa mama udah ketemu sama kakak?" ucap Vanya adek Vandy.


"Sampai kapan kakak nggak akan mau pulang?" tanya Vanya.


"Mama juga nggak tau nak, mungkin kakakmu butuh waktu",


"Tapi sampai kapan mah, ini udah lama kakak nggak pulang-pulang?"


"Ya mama juga nggak tau, kakak kamu itu kan sama kayak papah, sama-sama keras kepala"


"Iya juga ya mah, besok temenin Vanya kemall dong mah"


"Emang kamu mau beli apa lagi?"


"Vanya boring dirumah terus mah".


"Kamu ajak temen-temen kamu dong"


"Malas mah, Vanya ajak kakak aja kali ya mah"


"Ya sudah kamu hubungi kakak kamu aja"


"Coba Vanya chat kakak dulu ya mah"


Chat duo kurang akur.


Vanya: Assalamualaikum kak,


1 menit


2 menit


3 menit


Vandy belum juga membalas pesan Vanya adeknya,


Vanya: Kakak, masih hidup nggak sih😑😑


Vandy: apaan sih ganggu orang lagi tidur aja 😴😴


Vanya: eleh alasan, kakak mana ada pernah tidur cepat, lagian nih baru jam 8 😏😏


Vandy: ya udah, ada apa hubungi kakak?


Vanya: besok temenin Vanya kemall yah,.. 😌😌😌

__ADS_1


Vandy: ada mau nya ternyata 😩😩


Vanya: nggak usah lebay, ingat sama umur πŸ˜’πŸ˜’


Vandy: yak elah dek masih muda dan tampan gini pun 😎😎


Vanya: ya deh, masih muda, besok mau kan, please.. πŸ™πŸ™


Vandy: kenapa nggak pergi sama mama aja dek


Vanya: aku pengennya sama kakak πŸ˜‡πŸ˜‡


Vandy: ya deh, besok kakak jemput


Vanya: nah gitu dong, ya udah sana-sana tidurπŸ˜ͺπŸ˜ͺ


Vandy: dasar adek durhaka kamu 😈😈


(Author: lucu juga kali yak, punya adek kek Vanya, tapi sayang nya author nggak punya Adek.. 😩😩😩).


Akhirnya Anggun dan kedua sahabatnya sampai di Apartemen,


merekapun masuk kekamar masing-masing.


Anggun menyimpan pakaian kedalam lemari yang ada didalam kamarnya, setelah semua nya beres Anggun pun membersihkan diri, karena sudah waktu jam tidur,


Waktu berjalan dengan cepat, dan pagi pun telah datang. Anggun yang sudah bangun pagi-pagi sekali sudah menyiapkan sarapan buat kedua sahabatnya.


Selesai membuat sarapan Anggun pun pergi mandi. Butuh waktu 20 menit buat Anggun menyelesaikan mandinya.


" Mau pakai paju apa ya"ucap Anggun sambil melihat-lihat baju yang bakal dia pakai.


Setelah berpakaian rapi, Anggun memakai makeup tipis, dan memoles bibir nya dengan lipstik.


"Beres deh " ucap Anggun.


Sinta dan Sisil yang juga sudah siap dengan pakaian kantor mereka.


"Anggun kamu cantik banget" ucap Sisil yang melihat Anggun keluar dari kamarnya.


"Kamu juga cantik Sil" balas Anggun.


"Jadi cuma Sisil nih yang cantik" ucap Sinta yang pura-pura ngambek.


πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚mereka pun tertawa bersama,


ya udah yuk sarapan, ntar kita telat lagi kekantor nya, merekapun sarapan dengan diselingi canda dan tawa.


Di tempat lain.


"Al, ntar lo gantiin gue rapat sama klien yang dari Singapura" ucap Vandy"


"Emang lo mau kemana?" tanya Aldi


"Gue mau temenin Vanya kemall"


"Tumben lo mau nemenin cewek kemall?


"Ya mau gimana lagi, diakan adek gue. Apalagi liat wajah dia yang memelas gitu, nggak tega gue"


"Lo nggak ada niat mau nemuin papah lo?"


"Gue belum punya keberanian buat ketemu dia Al.


"Iya sih, apa lo masih menunggu Kia",


"Gue nggak tau Al, rasa itu udah mulai menghilang buat dia"


"Apa lo udah menemukan pengganti Kia?"


"Gue belum bisa pastiin sih Al gimana perasaan gue ke dia, yang pasti dia bisa gantiin posisi Kia dihati gue"


"Apakah cewek itu Anggun"


"Kok lo tau sih?"


" πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚ Van..Van orang lain aja bisa tau kalau lo demen ama tu cewek, apalagi gue"


"Tapi gue belum begitu mengenal dia, dan belum begitu banyak tau tentang dia"


"Gue yakin Anggun itu cewek baik-baik"


"Gue harap juga begitu"


to be continue


Aku udah UP lagi nih?, jangan lupa Like dan Vote nya ya readers, biar aku semangat nulisnya... πŸ˜‰πŸ˜‰


Terimakasih Sebelumnya πŸ™πŸ™πŸ™


HAPPY READING GUYS.. πŸ˜‰πŸ˜‰

__ADS_1


__ADS_2