Pelabuhan Cinta CEO Arrogant

Pelabuhan Cinta CEO Arrogant
Season 2


__ADS_3

Pagi hari.


Anggun bangun dari tidurnya, dilihatnya putri kecilnya yang masih terlelap. Seketika Anggun tersenyum melihat sosok yang sedang tertidur nyenyak di atas sofa.


Anggun mencoba bangun dari tidurnya, kemudian dia berjalan menghampiri sang suami. Anggun menarik selimut hingga dada sang suami, setelah itu Anggun pergi kekamar mandi, karena dia kebelet pipis.


Selesai dari kamar mandi, Anggun membuka kain gorden pembatasnya. Saat gorden terbuka Anggun melihat Sinta juga sudah bangun.


" Loe baru bangun Sin?" tanya Anggun.


" Iya Nggun" jawab Sinta.


" Kanyaknya tadi subuh suami kita begadang" kata Anggun.


" Iya, makanya gue biarkan saja Aldi tidur sampai sekarang" kata Sinta.


" Orangtua loe kapan kesini?" tanya Anggun.


" Nanti jam 9, sekalian bawa Gian juga" kata Sinta.


Anggun duduk disofa dengan membawa buah ditangannya. Dia bingung mau ngapain, anak sama suaminya masih tertidur. Sedangkan Kenzo belum datang.


Anggun mengupas buah apel yang dia bawa tadi. Dengan lihai tangan Anggun mengupas kulit apel itu. Saat Anggun sedang asik mengupas apel, tiba-tiba terdengar suara pintu diketuk.


Tok


Tok


Tok


Anggun menghentikan aktivitas mengupas apelnya. Kemudian dia berjalan kearah pintu, sampai didepan pintu, Anggun menarik handel pintunya.


Ceklek.


" Assalamualaikum mommy" .


" Wa'alaikum salam sayang"


Kenzo masuk bersama Oma dan Opanya. Wiguna melihat Vandy masih tidur. Wiguna berniat membangunkan Vandy, tapi dicegah sama putrinya.


" Mas Vandy baru bisa tidur Pa, subuh tadi dia begadang menjaga Kiran sendiri" kata Anggun.


Wiguna duduk diseberang sofa. Kenzo menghampiri box Kiran. Kenzo melihat adek kecilnya membukakan mata. Kenzo tersenyum pada adiknya.


" Mommy, adek sudah bangun" kata Kenzo.


" Biarkan saja dulu sayang, mommy mau sarapan dulu" kata Anggun.


Kiara mengambilkan bubur ayam untuk Anggun, tak lupa Kiara mengajak Sinta untuk sarapan bersama. Sinta dan Anggun pun sarapan dengan bubur ayam yang di bawa mama Anggun tadi.


Selesai sarapan, Anggun mengambil Kiran dari box nya. " Abang, tolong mommy, buka gordennya Nak"


" Siap mommy"


Kenzo membuka kain gorden jendelanya, sinar matahari pun masuk kedalam ruangan itu. Anggun membawa baby Kiran untuk berjemur.


" Mommy, apa dedek tidak kepanasan?" tanya Kenzo.


" Tidak, sinar matahari pagi bagus untuk dedek Kiran" jawab Anggun.


" Apa waktu kecil abang juga sering berjemur?"


" Tentu saja" kata Anggun.


Setelah 5 menit berjemur, Anggun memandikan baby Kiran. Kenzo mengekori dari belakang. Anggun sangat telaten memandikan baby nya.


Selesai mandi, baby Kiran diberi minyak telon dan juga bedak khusus bayi. Setelah semua selesai Anggun menyusui baby Kiran. Selesai menyusui Kiran, Anggun membaringkan Kiran di atas bednya.


Kenzo mengajak adeknya bermain. Sesekali dia juga mencium pipi Kiran. Anggun membiarkan Kenzo bermain dengan adiknya. Anggun duduk bergabung bersama mama dan papanya.


" Mas bangun"

__ADS_1


" Mmmm.. 5 menit lagi sayang"


" Sekarang Mas"


Vandy mengucek-gucek matanya. Saat matanya terbuka, Vandy melihat mertuanya sudah ada disana.


" Mama sudah lama nyampe nya?" tanya Vandy.


" Lumayan Van" jawab Kiara.


" Kamu cuma nyapa mama aja Van, papa nggak" protes Wiguna.


" Eh!, ada papa juga ternyata. Maaf Pa, aku nggak liat tadi"


" Alasan aja kamu, badan papa gede gini masa iya kamu nggak liat"


" Ngambek nih ceritanya " kata Vandy.


" Ck.. bocah ini, mending sekarang kamu mandi, biar pikiran kamu itu terbuka" kata Wiguna.


" Baiklah papa mertua, menantu mu ini mau pamit mandi dulu" kata Vandy.


Vandy melangkahkan kakinya menuju kamar mandi untuk segera membersihkan dirinya. Tapi sebelum itu dia mau menyapa dan mencium putri kecilnya.


" Jangan sentuh cucu papa, kalau kamu belum mandi" kata Wiguna


" Kenapa?" tanya Vandy.


" Banyak kumannya, cepat mandi sana!, kamu udah bau ileran Van" kata Wiguna.


" Enak aja bau ileran. Walaupun aku belum mandi aku tetap wangi Pah. Kalau papa nggak percaya, coba aja cium" kata Vandy.


" Ogah, buruan mandi sana!"


" Siap papa mertua"


Vandy pun masuk kedalam kamar mandi untuk segera membersihkan dirinya. Sampai dikamar mandi, Vandy segera memulai acara mandinya.


Setelah 10 menit mandi, Vandy pun keluar dari kamar mandi. Badannya terasa segar habis mandi. Vandy berjalan menghampiri putrinya.


" Daddy jangan lama-lama cium dedeknya" kata Kenzo.


" Kenapa?"


" Nanti pipi adek bisa kempes" jawab Kenzo.


Dikira ban kali wajah adeknya.


" Abang sudah sarapan?" tanya Vandy.


" Belum" jawab Kenzo.


" Sarapan dulu, nanti kalau sudah selesai sarapan, baru lanjut lagi main sama dedeknya" kata Vandy.


Vandy mengajak Aldi untuk sarapan bersama. Vandy mengambilkan nasi serta lauk untuk putranya itu.


" Tolong sekalian ambilkan Van" pinta Aldi.


" Loe punya tangan, ambil sendiri" kata Vandy sambil menyerahkan sedok nasi pada Aldi.


" Ya elah pelit amat loe jadi teman" kata Aldi.


" Biarin, gue mau makan dulu. Jadi jangan ganggu" kata Vandy.


" Ken jangan contoh sifat daddy nya ya" kata Aldi.


" Emang sifat daddy gimana?" tanya Kenzo.


" Pelit, masa dia nggak mau bantu Om ngambilin nasi" kata Aldi.


" Om Aldi kan sudah besar, jadi harus bisa ambil nasi sendiri" kata Kenzo.

__ADS_1


Vandy pun tertawa mendengar ucapan anaknya. " Sukurin loe, mau cuci otak anak gue, tau nya loe sendiri yang kena" ledek Vandy.


" Ck.. daddy sama anak sama aja" kata Aldi.


" Sama-sama tampankan" kata Vandy.


" Iya, kalau dilihat dari lubang hidung" kata Aldi.


" Sudah-sudah, cepat habiskan sarapan kalian berdua. Setelah itu pergi kekantor" kata Anggun.


" Sekarangkan weekend sayang" kata Vandy.


" Oh iya, cepat habiskan sarapannya" kata Anggun.


Mereka bertiga pun cepat menghabiskan sarapannya tanpa ada yang bersuara. Kalau singa betina sudah bicara, maka tidak ada satu orang pun yang bisa membantahnya.


Selesai sarapan Vandy dan Aldi duduk bergabung bersama Wiguna. Mereka bertiga mengobrol santai. Sedangkan para istri sedang bermain dengan Kenzo, baby Kiran dan juga baby Daffin.


" Van bulan depan tuan Mike mau berkunjung ke perusahaan kita" kata Aldi.


" Bagus dong, nanti kita bawa dia melihat-lihat perusahaan kita" kata Vandy.


" Siap bos" kata Aldi.


Saat mereka sedang asik mengobrol, tiba-tiba ada yang megetuk pintu.


Tok


Tok


Tok


Karena posisi Vandy dekat dari pintu masuk, maka Vandy lah yang membukakan pintu untuk tamunya.


Ceklek


" Assalamualaikum " ucap Mama Sinta.


" Wa'alaikum salam, mari masuk Om, tante" kata Vandy.


Rahman dan istrinya masuk kedalam. Aldi menyalami dan mencium punggung tangan mertuanya. Wiguna juga berjabat tangan dengan sahabatnya itu.


" Aku permisi mau melihat cucuku dulu" kata Rahman.


" Silakan" kata Wiguna.


Rahman dan istrinya menghampiri cucu mereka. Anggun melihat kedua orangtua sahabatnya datang, langsung bersalaman dan mencium punggung tangan mereka.


" Masya Allah, tampannya cucuku" puji mama Sinta.


" Iya Ma, mirip sama papanya" kata Rahman.


" Papa salah, coba lihat baik-baik. Dia itu mirip aku Pah" protes Sinta.


" Iya.. iya dia mirip sama kamu" kata Rahman.


" Siapa nama cucu mama Sin?" tanya mama Sinta.


" Daffin Putra Hermansyah. Panggilannya Daffin" kata Sinta.


" Nama yang bagus"


" Sicantik ini siapa namanya?" tanya Rahman ke Anggun.


" Kiran kakek" jawab Anggun.


" Nama yang cantik seperti orangnya" puji Rahman.


" Terima kasih Kek"


Setelah puas melihat cucunya, Rahman bergabung bersama Wiguna dan yang lainnya. Para suami itu pun menghabiskan waktu dengan mengobrol.

__ADS_1


To be continue..


Happy Reading.. 😚😚


__ADS_2