Pelabuhan Cinta CEO Arrogant

Pelabuhan Cinta CEO Arrogant
Season 2


__ADS_3

Setelah selesai mengerjakan tugas kelompok. Melodi pamit pulang pada Cantika, sedangkan Kenzo cs pergi ketempat pemotretan. Ya mereka ada pemotretan hari ini.


" Kamu pulang sama apa?" tanya Kenzo.


" Sama bus" jawab Melodi.


" Oh" Kenzo hanya berohria.


Kenzo dan kedua sahabatnya pun melajukan motornya meninggalkan Melodi.


" Dasar beruang madu!, muka datar!. Masa cewek secantik gue di tinggal begitu aja. Tawarin pulang kek, atau nggak antarin sampe halte, ini malah main pergi aja" gerutu Melodi.


Melodi berjalan kaki menuju halte. Sepanjang jalan Melodi menendang apa saja yang ada di depannya. Mulut Melodi tidak berhenti berkomat-kamit.


" Cewek sendirian aja nih" goda salah satu preman.


Melodi tidak menghiraukan ucapan para preman itu, dia terus saja berjalan. Dengan mulut tidak berhenti menyumpahi Kenzo.


Sang preman pun kesal karena Melodi mengacuhkannya. Preman itu pun menarik tangan Melodi dengan kasar.


" Apa-apaan ni?!" hardik Melodi.


" Diam!, kalau tidak kami akan menyakiti mu" kata sang ketua preman.


" Lepaskan, kalau tidak kalian akan menyesal" ancam Melodi.


" Kau mengancam kami"


" Tidak, hanya memperingatkan"


" Ck.. emang kau bisa apa gadis kecil" kata sang preman.


" Aku bisa membunuh kalian?!"


Seketika tawa para preman itu pun pecah.


" Kau bercanda" kata preman itu.


" Tidak, kalau tidak percaya kalian bisa coba" tantang Melodi.


" Baiklah kalau itu mau mu, dan aku harap kau tidak akan menyesal" kata sang preman.


" Kata-kata itu kalian simpan saja untuk diri kalian sendiri" kata Melodi sedikit mengejek.


Salah satu preman itu mengayunkan tinjunya ke wajah Melodi, tapi dengan sigap Melodi menahan dengan tangannya. Kemudian Melodi memelintir tangan preman itu kebelakang.


" Aarrrgggkkk!"


Preman itu berteriak karena menahan sakit. Ketua preman itu kaget melihat tangan anak buahnya di pelintir oleh Melodi.


" Lepas!" teriak preman itu.


Melodi melepaskan dengan mendorong tubuh preman itu. " Masih mau melawan" kata Melodi.


Ketua dan dua orang anak buahnya itu maju. Mereka langsung menyerang Melodi dengan pukulan yang bertubi-tubi. Tapi sayangnya pukulan itu tidak ada yang mengenai Melodi satu pun.


Melodi menendang perut dan juga pusaka milik ketua preman itu. Ketua dan kedua anak buahnya itu tersungkur karena tendangan Melodi yang cukup kuat pada perut dan juga pusaka mereka.

__ADS_1


" Bangun!" teriak Melodi.


ketua dan dua anak buahnya itu tidak sanggup untuk bangun lagi. Tendangan yang di berikan Melodi tadi sanggup melukai aset berharga mereka.


" Ck.. ternyata cuma segitu kemampuan kalian!, membuang waktuku saja" kata Melodi berlalu pergi meninggalkan preman yang sudah tidak berdaya itu.


Ya Melodi memang bisa beladiri, dia juga pemengang sabuk hitam. Jadi mengalahkan 4 orang preman tadi sangatlah mudah untuknya.


Melodi duduk di kursi yang ada di halte. Sambil menunggu bus datang, dia bermain game yang ada di ponselnya.


Bus yang ditunggu pun datang, Melodi menyimpan ponselnya kembali kedalam saku roknya, kemudian dia naik keatas bus. Setelah Melodi naik, bus pun melaju meninggalkan halte.


Melodi pun sampai di rumah utama. Melodi langsung masuk kedalam rumahnya. Melodi berjalan menaiki tangga menuju kamarnya.


Melodi sudah tidak sabar ingin merendamkan tubunya di dalam bathtub dengan busa yang berlimpah dengan aroma terapi.


Sampai di kamarnya Melodi langsung menuju kamar mandi, untuk membersihkan dirinya dari keringat dan juga kuman yang menempel di tubuhnya, akibat melawan preman tadi.


***


Kenzo cs sedang melakukan pemotretan. Hanya suara kamera yang terdengar di ruangan itu. Telah berbagai macam pose juga mereka lakukan.


" Bagus anak-anak" puji sang fotografer, setelah melakukan sesi terakhir.


" Makasih Om"


Kenzo dan kedua sahabatnya mengganti pakaian mereka kembali, dengan seragam sekolah yang mereka pakai tadi.


" Apa Melodi sudah pulang ya" kata Gian.


" Apa Melodi tidak apa-apa, karena kita tinggal sendiri" kata Tristan.


" Nggak apa-apa, lagi pula dia bukan anak kecil lagi" kata Kenzo.


" Ya juga sih" kata Tristan.


Selesai mengganti pakaian mereka pergi keruangan Rangga. Ya, tadi Rangga meminta mereka bertiga untuk datang menemuinya, setelah pemotretan mereka selesai.


Mereka bertiga masuk kedalam lift. Lift pun naik kelantai 20. Ya ruangan Ranggan berada di lantai 20.


Ting


Pintu lift terbuka, Kenzo cs langsung menuju ruangan Rangga. Tanpa mengetuk pintu mereka bertiga langsung masuk kedalam ruangan Rangga.


" Kalian datang"


" Hhmm"


" Silakan duduk"


Kenzo cs pun duduk di sofa yang ada di ruangan itu. Rangga bangkit dari duduknya dan ikut bergabung duduk di sofa bersama ketiga model kesayangannya itu.


" Apa kalian sudah makan" kata Rangga.


" Nggak usah basa-basi deh Om, langsung keintinya aja" kata Kenzo.


" Ck.. bocah ini selalu saja datar" kesal Rangga.

__ADS_1


" Kenapa Om memanggil kami kesini?" tanya Kenzo.


" Besok kalian harus berangkat keparis"


" Apa!" teriak mereka bertiga.


" Aduh kalian ini, kenapa berteriak"


" Jangan bercanda Om" kata Gian.


" Om serius"


" Ada salah satu perusahaan yang meminta kalian untuk jadi model produk mereka"


" Tapi kenapa harus besok?, kami kan sekolah" kata Kenzo.


" Benar Om, dan lagi pasti orangtua kami tidak akan mengizikan kami pergi" kata Tristan.


" Kalau masalah orangtua kalian biar Om yang tangani" kata Rangga.


" Ya udah terserah Om aja. Kalau nggak ada lagi kami pergi dulu" kata Kenzo sambil beranjak dari tempat duduknya.


" Kalian nggak mau ngobrol dulu sama Om"


" Kami lagi sibuk, tidak seperti Om yang banyak waktu untuk bersantai" kata Kenzo.


" Ck...kau ini. Ya sudah, kalian bertiga hati-hati"


Kenzo cs tidak mendengarkan ucapan Rangga lagi, karena mereka sudah berada di luar. Mereka bertiga pun langsung berjalan menuju lift.


Mereka bertiga pun sampai di lobi. Kenzo cs berjalan dengan coolnya. Mereka bertiga selalu membuat para karyawan wanita menjerit histeria karena ketampanan mereka.


Mereka sampai di parkiran. Kenzo memakai helmnya, begitu juga dengan Gian dan Tristan. Mereka bertiga pun melajukan motor mereka meninggalkan perusahaan itu.


Kenzo pun sampai dirumah utama. Dia memasukan motornya ke garasi. Kenzo masuk kedalam rumah.


" Assalamualaikum"


" Wa'alaikum salam" jawab Bik Mirna.


" Mommy sama adek belum pulang Bik"


" Belum Den"


" Abang kekamar dulu ya Bik"


" Iya Den"


Kenzo pun menaiki tangga menuju kamarnya. Sampai di kamarnya, Kenzo langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Karena tubuhnya sudah lengket karena keringat.


Setelah 15 menit, barulah Kenzo keluar dari kamar mandi. Kenzo berjalan menuju walk in closetnya untuk mengambil pakaiannya. Selesai mengganti pakaian, Kenzo langsung membaringkan tubuhnya di atas kasur king sizenya.


Nyaman itulah yang dirasakan Kenzo, ketika tubuhnya mendarat sempurna di atas kasur empuknya. Kenzo memejamkan matanya, mungkin karena lelah, Kenzo pun terlelap.


To be continue..


Happy Reading.. 😚😚

__ADS_1


__ADS_2