Pelabuhan Cinta CEO Arrogant

Pelabuhan Cinta CEO Arrogant
Season 2


__ADS_3

Keenam remaja cowok itu di bawah keruang kesehatan untuk di obati. Mereka tidak menyangka akan di kalahkan oleh seorang anak kecil.


Kiran kewalahan menghadapi para penonton yang ingin memberikan selamat padanya. Tapi disisi lain dia merasa senang dan bahagia, karena dia bisa mengalahkan remaja yang sombong tadi.


" Pamor kamu kalah sama adek, Bang" kata Vandy pada sang putra.


" Adek memang pantas mendapatkannya" kata Kenzo sambil melirik adiknya.


" Setelah semua masalah selesai, nanti kita akan bahas soal pertunangan kamu dengan Melodi" kata Vandy.


" Apa nggak bisa langsung menikah saja Dad?"


" Nanti kita coba bicarakan dengan orang tua Melodi"


" Hhhmm"


Akhirnya Kiran bisa bernafas lega, karena satu persatu orangnya sudah mulai pergi. Anggun tersenyum melihat putri kesayangannya itu. Dia memberikan sebotol air mineral pada putrinya.


" Minum dulu Dek"


" Makasih mommy"


Kiran meneguk air mineral itu sampai habis. Setelah itu dia membuang botolnya kedalam tong sampah.


" Adek lapar nggak?" tanya Anggun.


" Lapar mommy"


" Nanti kita cari makan, sekarang kita pamitan sama guru dan sekalian melihat kakak-kakak yang cedera tadi" kata Anggun.


" Ok Mommy"


Anggun menghampiri suami serta para sahabatnya.


" Mas"


" Hhmm"


" Putri kita lapar" kata Anggun.


" Adek apa mommy-nya yang lapar?" tanya Vandy.


" Dua-duanya"


" Ya udah, kita pamitan dulu sama guru Abang dan juga adek"


Mereka semua langsung menemui guru yang ada di sana. Setelah selesai berpamitan, mereka pergi keruang kesehatan untuk melihat keenam remaja cowok yang cedera tadi.


Mereka sampai di ruang kesehatan. Keenam remaja itu sedang terbaring dengan selang infus di tangan mereka masing-masing. Para remaja itu kaget melihat Kiran dan keluarganya ada di sana.


" Kenapa kalian datang kesini?" tanya ayah salah seorang remaja itu.


" Kami datang untuk melihat keadaan putra anda" kata Vandy.


" Untuk melihat keadaan atau ingin menertawakan keadaannya"


" Terserah anda mau berpikiran apa. Tapi yang jelas niat putri saya baik, mau melihat keadaan putra kalian semua"

__ADS_1


" Ck.. jika bukan karena putri mu itu, putra kami tidak akan seperti ini?"


" Kalah menang dalam pertandingan itu sudah biasa. Lagipula putra anda yang lebih dulu menantang putri saya"


" Seharusnya putri kalian tidak melawan mereka dengan serius"


" Memang putri saya tidak serius melawan putra anda. Kalau dia serius, saya pastikan putra anda tidak akan selamat"


Gleg.


Ayah remaja itu susah payah menelan ludahnya. Dia memang melihat sendiri aura yang membunuh yang di keluarkan oleh putri kecil Vandy itu. Dia memang seharusnya bersyukur karena Kiran tidak membunuh putranya.


" Ayo sayang kita pergi, sepertinya percuma kita melihat keadaan mereka. Bukannya berterima kasih, mereka malah menyalakan kamu"


Vandy membawa putrinya keluar dari ruangan itu, kemudian diikuti oleh yang lainnya. Dia tidak ingin berlama-lama di sana, bisa-bisa dia kalap dan membunuh ayah anak tadi.


" Pengen gue hajar bapak tadi" kata Aldi.


" Jangan, ntar dia ikut terbaring juga di sana" kata Gio.


" Itu ciri-ciri manusia yang tidak tau berterima kasih dan juga bersyukur " kata Vandy.


" Betul, orang seperti itu tidak akan lama hidupnya di dunia" kata Aldi.


" Apa hubungannya?" tanya Gio.


" Ada, karena omongannya tadi bikin orang emosi, terus dia kalap dan membunuh bapak itu" tutur Aldi.


" Iya juga ya, seperti Vandy tadi "


" Hampir kalap kan lo tadi" kata Gio.


" Hhmm"


Setelah semua urusan mereka selesai. Vandy dan rombongannya pergi meninggalkan tempat pelatihan itu. Mereka akan makan-makan untuk merayakan keberhasilan putri kesayangannya.


Semua orang masuk kedalam mobil, kecuali Kenzo cs dan pasangannya. Karena mereka akan naik motor dan mengawal mobil dari belakang.


Aldi melajukan mobilnya meninggalkan tempat pelatihan taekwondo itu. Kenzo cs mengikuti dari belakang.


" Berasa lagi kawal mobil presiden gue" kata Gian.


" Iya, tapi lebih seru lagi kalau ada bunyi sirine" kata Tristan.


" Kita beli aja" usul Gian.


" Jangan aneh-aneh kalian berdua" kata Kenzo.


" Ayolah Roma, biar berasa kita kawal orang nomor satu di Asia" kata Gian.


" Kagak. Lagian itu memancing orang banyak, gue nggak suka" kata Kenzo.


" Benar kata Roma, Ian. Lagipula kita bertiga juga sudah menjadi pusat perhatian orang-orang" kata Tristan.


Ketiga cewek cantik itu hanya bisa menghela nafas mendengar perdebatan para kekasih mereka.


Mobil mewah itu berhenti di salah satu restoran terkenal di kota itu. Setelah Aldi memarkirkan mobilnya, barulah mereka keluar dari mobil. Kenzo cs memarkirkan motor mereka di tempat khusus roda dua.

__ADS_1


Vandy dan rombongannya memasuki restoran itu. Kenzo cs dan pasangannya, masuk belakangan, karena dia tidak ingin orang-orang tau kalau dia putra dari orang berpengaruh di Asia itu.


Seperti biasa mereka selalu jadi pusat perhatian orang-orang. Vandy dan rombongannya mencari tempat duduk yang kosong.


" Bukankah itu tuan Vandy dan keluarganya?"


" Dia semakin tampan saja"


" Tuan Aldi dan Gio juga masih tampan"


" Nona Anggun juga masih cantik seperti biasa, walaupun sudah punya dua anak"


" Mereka semua memang pasangan yang serasi"


Vandy dan rombongannya hanya tersenyum mendengar pujian yang keluar dari mulut ibu-ibu itu. Mereka terus berjalan menuju kursi di pojok kanan yang masih kosong.


" Abang sama yang lain kemana Mom?" tanya Vandy.


" Mungkin masih di luar Dad"


" Kenapa masih di luar? apa mereka tidak mau makan?"


" Kamu seperti tidak tau aja Mas. Putra kamu itu kan nggak mau orang-orang tau identitasnya"


" Huh, anak itu. Ya sudah sekarang kita pesan makanannya"


Kenzo cs dan pasangannya baru memasuki restoran itu. Sama seperti Daddy-nya tadi, mereka juga jadi pusat perhatian. Bagaimana tidak, para pengunjung itu mengenal ketiga cowok tampan itu.


" Omo..Omo... itukan model tampan yang terkenal itu"


" Minta tanda tangan dan foto dulu yuk"


Ibu-ibu dan remaja putri yang melihat Kenzo cs langsung beranjak dari kursi. Mereka menghampiri ketiga cowok tampan itu, tak lupa ponsel dan juga buku.


" Boleh minta fotonya nggak Kak"


" Iya Kak, minta foto dan tanda tangannya dong?"


" Baiklah, tapi antre ya" kata Tristan.


" Siap Kak"


Ibu-ibu dan remaja itu langsung mengatur barisan. Mereka tidak ada yang berebut atau main dorong-dorong. Karena kalau mereka melakukan itu, ketiga cowok tampan itu tidak akan mau berfoto sama memberikan tanda tangannya.


Satu persatu ibu-ibu dan remaja putri itu meninggal ketiga cowok tampan itu. Karena mereka sudah dapat foto dan juga tanda tangan ketiga cowok tampan itu.


Melodi cs ikut senang dan juga bahagia melihat keberhasilan ketiga cowok tampan itu. Walaupun mereka sudah jadi model terkenal, tapi mereka tidak sombong. Semua fans mereka rangkul, tanpa pilih kasih.


Akhirnya sesi foto-fotonya selesai juga. Kenzo cs bisa bernafas lega, karena mereka bisa makan dengan tenang, tanpa ada gangguan dari fans mereka.


To be continue.


Author mengucapkan Gomawo untuk kalian yang sudah kasih hadiah dan juga vote untuk karya Author yang receh ini 😘😘.


Bentar lagi akan masuk ke konflik Kenzo ya guys 😉😉


Happy Reading 😚😚

__ADS_1


__ADS_2