Pelabuhan Cinta CEO Arrogant

Pelabuhan Cinta CEO Arrogant
Season 2


__ADS_3

Teeeeettt


Bel berbunyi, menandakan waktu istirahat telah selesai. Semua murid pun kembali masuk kekelas mereka masing-masing. Tak terkecuali Kenzo cs.


Setelah sekian menit menunggu, akhirnya guru mereka pun datang.


" Selamat siang anak-anak"


" Siang Buk"


" Siang ini kita berlajar kesenian, mari ikut Ibuk keruang seni"


Guru kesenian pun keluar lebih dulu, diikuti murid-muridnya dari belakang. Mereka berjalan menyusuri koridor sekolah. Tak berapa lama mereka pun sampai di ruang seni.


Didalam ruangan seni, mata murid-murid itu di manjakan sama berbagai macam alat musik. semua siswa itu takjub melihat ruang seni itu. Ya ruangannya sangat luas, adem.


Mata mereka juga di manjakan sama berbagai macam alat musik. Jangan salah, harga satu alat musik itu saja harganya sangat fantastis.Jadi tidak salah kalau biaya sekolah di sini sangat mahal.


Mereka tidak sabar ingin memainkan salah satu alat musik yang ada disana. Tapi mereka juga harus hati-hati memainkan alat musik itu.


" Apa kalian sudah pernah memainkan salah satu alat musik di sini?" tanya buk guru.


" Pernah Buk"


" Bagus, jadi kalian tidak akan kesulitan jika memainkannya nanti"


" Iya Buk"


" Sekarang kalian boleh pilih alat musik yang kalian inginkan dan buatlah kelompok. Tiap kelompok masing-masing mempunyai 4 atau 5 orang saja, tidak boleh lebih. Tidak ada yang berebutan, mengerti"


" Mengerti Buk"


Semua murid pun mulai mengambil alat musik yang akan mereka mainkan. Kenzo dan Gian mengambil gitar, Gian mengambil drum. Setelah mendapatkan alat musiknya, mereka mulai mencobanya.


Melodi kesusahan mencari kelompok, karena tidak ada yang mau mengajak dia. Kenzo yang yang melihat Melodi seperti orang kebingungan pun menarik tangan Melodi.


" Hei!" teriak Melodi.


Sontak teman sekelas pun menoleh kearah mereka. Kenzo tidak menghiraukan teriakan Melodi, dia terus membawa Melodi ketempat duduknya.


" Lo masuk kelompok kita aja" kata Kenzo setelah mereka sampai di tempat Gian dan Tristan.


" Benar, daripada kamu sendirian" kata Gian.


Melodi melirik tangannya yang masih di genggam sama Kenzo. Kenzo pun mengikuti arah pandangan Melodi.


" Ah, sorry " ucap Kenzo sambil melepaskan tangannya.


Hening.


Kenzo dan Melodi sama-sama canggung. Mereka berdua tidak tau harus bicara apa. Gian dan Kenzo saling lirik, kemudian mereka tersenyum.


" Ehem!, sepertinya kita jadi obat nyamuk ni Tian" kata Gian pada Tristan.


" Iya, berasa kek obat nyamuk Hit gue" kata Tristan.


" Kenapa nggak baygon aja " kata Kenzo dan Melodi berbarengan.


" Cie.. cie kompak ni ye" ledek Gian dan juga Tristan.


" Fokus sama alat musik kalian " kata Kenzo.


" Siap bos" kata Tristan.


Melodi duduk di antara Kenzo dan Gian. Mereka mulai memainkan alat musik yang mereka pilih tadi.


" Perhatian anak-anak" kata guru seni tadi.


Semua murid pun menghentikan kegiatan mereka. Kemudian fokus mendengarkan ucapan Buk guru.

__ADS_1


" Apa kalian sudah punya kelompok masing-masing"


" Sudah Buk"


" Bagus, sekarang kalian berdiskusi dengan grup kalian tentang lagu yang akan kalian bawakan"


" Baik buk" mereka semua.


" Ada yang ingin kalian tanyakan?"


" Buk" panggil Cantika.


" Ya silakan Cantika"


" Boleh saya pindah ke team Kenzo?" tanya Cantika.


" Kalau masalah itu Ibuk tidak bisa memutuskan, kamu tanya sendiri sama Kenzo dan teamnya"


" Ken, boleh aku gabung dengan kelompok kamu?"


" Sorry, kelompok gue sudah lengkap" tolak Kenzo.


" Bukankah kalian cuma bertiga " kata Cantika, pura-pura nggak melihat Melodi.


" Lo nggak liat ada orang di samping gue" kata Kenzo.


Sialan!, kenapa cewek sialan ini selalu bisa mendapatkan simpati Kenzo.


" Cantika, silakan kembali ke kelompok kamu" titah Buk guru.


Mau nggak mau Cantika pun kembali ke kelompoknya. Tapi dia tidak akan menyerah begitu saja untuk mendapatkan Kenzo. Cantika juga akan membuat perhitungan sama cewek dekil itu.


" Baiklah, sekarang kalian pilih lagu yang akan kalian nyanyikan. Dan bagi team yang penampilannya bagus, akan berkesempatan tampil di acara amal nanti"


Para murid pun sangat antusias, mereka berdiskusi satu sama lain untuk memilih lagu yang akan mereka nyanyikan. Tak terkecuali team Kenzo.


" Ni gue lagi mikir Ian" jawab Kenzo.


" Gimana kalau lagu kesempurnaan cinta by Rizky Febian" usul Melodi.


" Boleh juga" kata Gian.


" Kalian berdua yang nyanyi " kata Tristan.


" Itu nyanyi solo bukan duet Mumun" kata Gian.


" Nggak ada salahnya kita coba " kata Kenzo


" Tu denger, Kenzo aja setuju" kata Tristan.


" Gimana menurut lo?" tanya Kenzo pada Melodi.


" Eh!, kamu nanya sama aku?" tanya balik Melodi.


" Iya, emang siapa lagi" kata Kenzo.


Ck.. dia nanya nggak manggil nama, cuma bilang lo..lo aja. Dasar beruang madu, batin Melodi.


" Kok malah bengong sih" kata Kenzo.


" Ah, iya kita coba aja " kata Melodi.


" Nama grup kita apa nih?" tanya Tristan.


" Apa ya" kata Gian.


" Emang harus ya "


" Harus dong Jamal " kata Gian pada Kenzo.

__ADS_1


" Ntar di pikirkan lagi, sekarang kita latihan dulu" kata Kenzo


Mereka pun mulai memainkan alat musik yang sudah mereka ambil tadi. Mereka akan membuat lagu ini lebih beda dari yang aslinya. Mereka berempat sangat antusias.


Teeeeettt..


Bel pun berbunyi, itu menandakan jam pelajaran telah usai.


" Perhatian semuanya " kata Buk Indah.


Ya guru seni itu namanya Indah. Semua murid pun menghentikan kegiatan mereka.


" Apa kalian sudah mendapatkan lagu yang akan kalian nyanyikan?"


" Sudah Buk"


" Berhubung jam pelajaran kita sudah usai, jadi Ibuk ingin kalian mempersiapkan penampilan kalian minggu besok. Dan Ibuk harap hasilnya memuaskan"


" Baik Buk"


" Baiklah hari ini kita cukupkan sampai di sini. Selamat siang anak-anak"


" Siang Buk"


Indah pun pergi dari ruang seni, begitu juga dengan para siswa dan siswi, tapi tidak dengan Kenzo cs dan Melodi.


" Apa kita perlu latihan lagi?" tanya Tristan.


" Nggak perlu, penampilan kita udah kece kok" kata Gian.


" Menurut gue, kita kurang power" kata Kenzo.


" Aku juga ngerasa gitu " kata Melodi.


" Gimana kalau besok kita latihan lagi" usul Kenzo.


" Setuju " jawab Gian, Tristan dan Melodi.


" Ok, besok jam istirahat kita latihan lagi, sekarang kita pulang" kata Kenzo.


" Bukan pulang, tapi kerja " kata Gian dan Tristan.


" Ah iya kerja" kata Kenzo.


" Wah hebat ya kalian bertiga" puji Melodi.


" Maksud lo?" tanya Kenzo.


" Ya, masih sekolah kalian sudah bekerja"


" Karena kalau nggak bekerja, kami nggak bisa makan" kata Kenzo sambil pergi meninggalkan Melodi.


" Ken, tungguin kita" kata Gian sambil mengejar Kenzo.


" Kita duluan ya Mel" kata Tristan.


" Silakan "


Tristan pun mengejar kedua sahabatnya. Tak butuh waktu lama Tristan pun sudah bisa mengejar kedua sahabatnya itu.


" Kita langsung ketempat pemotretan nih?" tanya Gian.


" Hhmm"


Mereka bertiga pergi kekelas untuk mengambil tas mereka. Setelah itu mereka pergi keparkiran untuk mengambil motor mereka. Sesampainya di parkiran mereka pun langsung melajukan motor mereka menuju tempat pemotretan.


To be continue..


Happy Reading😚😚

__ADS_1


__ADS_2