Pelabuhan Cinta CEO Arrogant

Pelabuhan Cinta CEO Arrogant
Season 2


__ADS_3

Vandy merasa laju mobil sangat lambat. Sedangkan istrinya harus segera mendapatkan pertolongan.


" Bisa lebih cepat lagi nggak?!"


" I-ini sudah sangat cepat tuan"


" Cepat kau bilang!, ini seperti jalan siput!"


" Dad, tenanglah. Sebentar lagi kita akan sampai"


" Hhmm"


Kenzo tau daddy-nya sangat khawatir dengan kondisi sang mommy, begitu juga dengan dirinya. Tapi kalau laju mobilnya di tambah lagi, bisa-bisa mobil mengalami kecelakaan.


Mereka pun sampai di depan rumah sakit. Vandy bergegas membawa sang istri kedalam rumah sakit.


" Dokter!, suster!"


" Ada apa Pak?"


" Tolong istri saya, dia tertembak"


Suster itu segera mengambil Brankar, kemudian tubuh Anggun di letakkan di sana. suster dan dokter mendorong Brankar menuju ruang ICU. Diikuti sama Vandy dan juga kedua anaknya.


Sampai diruang ICU Vandy dan kedua anaknya dilarang masuk ke dalam.


" Bapak tidak boleh masuk, silakan tunggu di luar"


" Kenapa saya nggak boleh masuk!, dulu waktu istri saya mau melahirkan saya juga ikut menemani"


Karena setau Vandy dulu dulu dii diperbolehkan saja masuk saat menemani isterinya melahirkan. Tapi sekarang kenapa dia dilarang masuk oleh suster itu.


" Dad, ini ruang ICU. Jadi tidak sama dengan ruang persalinan" terang Kenzo.


" Emang apa bedanya"


Ya ampun Dad, kenapa di saat seperti ini daddy -nya bersikap seperti orang bodoh.


" Sus, silakan tutup pintunya" kata Kenzo sambil manarik tubuh Daddy-nya menjauh dari sana.


" Bang!, kenapa kamu narik Daddy?!"


" Daddy akan menggangu kinerja dokter"


" Daddy mau menemani mommy kamu di sana!"


" Berhenti bersikap bodoh Dad!. Aku tau daddy khawatir sama mommy, aku dan adek juga khawatir. Tapi tolong jangan seperti ini, apa Daddy tidak kasihan sama Abang dan juga adek"


Seketika Vandy tersadar, putri kecilnya membutuhkan dirinya sekarang. Dia pasti sangat ketakutan.


Apa dia melihat sisi iblis daddy-nya?, Vandy bermonolog.


Vandy menghampiri putri kesayangannya itu. Dia memeluk putrinya itu. " Maafkan daddy tidak bisa menjaga Mommy"


Kiran menggelengkan kepalanya. " itu bukan salah Daddy, jadi jangan bersedih"


Vandy menatap putri kecilnya itu. Dia yakin putrinya itu ingin menangis. " Kalau adek ingin menangis, menangis lah sayang. Jangan di tahan"


Kiran memeluk daddy-nya. Tangis yang tadi dia tahan, akhirnya tumpah juga. Vandy mengelus kepala putri kecilnya, dan sesekali mengecup pucuk kepala putri kecilnya itu.


" Mommy akan baik-baik saja kan Daddy?" tanya gadis kecil itu.


" Pasti sayang, adek terus berdoa untuk mommy ya"


" Iya daddy"


Vandy membawa kedua anaknya duduk di kursi yang ada di sana. Tak berselang lama Aldi dan yang lainnya juga sudah sampai di ruang ICU. Aldi dan Gio langsung menghampiri Vandy.


" Lo yang sabar, gue yakin Anggun pasti selamat" kata Aldi.


" Anggun itu wanita yang kuat, Van" kata Gio.


" Iya Van, kita percaya Anggun pasti akan selamat"

__ADS_1


" Thank's semuanya"


Mereka semua yang ada di sana berdoa untuk kesembuhan Anggun. Gian dan Tristan juga memberikan support untuk sahabatnya itu, tak terkecuali Melodi sang kekasih.


" Bagaimana wanita itu?" tanya Vandy.


" Tenang, dia dan ayahnya sudah kita amankan" kata Aldi.


" Bagus, gue pengen dia juga merasakan apa yang di rasakan sama istri gue. Satu lagi, bikin harga saham perusahaan Fulton merosot, kapan perlu bikin perusahaannya bangkrut" kata Vandy.


" Siap bos"


" Om Aldi" panggil Kiran.


" Ya sayang"


" Bisa bicara sebentar?" tanya Kiran.


" Bisa, Kiran mau bicara apa?" tanya balik Aldi.


" Kiran pengen ngomong berdua aja sama Om"


" Emang adek mau ngomong apa sama Om Aldi?" tanya Vandy.


" Rahasia. Yuk Om" ajak Kiran sambil bangkit dari duduknya.


" Gue izin dulu ya Van" kata Aldi.


" Hhmmm"


Kiran berjalan lebih dulu dari Aldi. Setelah berpamitan dengan Vandy, Aldi mengikuti langkah kaki Kiran menjauh dari Vandy dan yang lainnya.


" Adek dan Om Aldi mau kemana Dad?" tanya Kenzo.


" Nggak tau, sepertinya adek kamu sedang merencanakan sesuatu"


" Rencana apa maksud daddy?"


Setelah dirasa cukup jauh, Kiran menghentikan langkahnya. Karena Kiran berhenti, otomatis Aldi juga menghentikan langkahnya.


" Sekarang kita udah jauh dari mereka semua. Kiran mau bilang apa?" tanya Aldi.


" Kiran pengen nemuin wanita yang udah mencelakakan mommy"


" Apa!, untuk apa Kiran mau menemui wanita itu?"


" Tentu saja mau menuntut balas"


Aldi kaget mendengar jawaban dari gadis kecil yang ada dihadapannya itu. Mata gadis kecil itu memancarkan aura membunuh seperti yang dimiliki Vandy.


Gila!, Kiran dan Kenzo benar-benar memiliki aura singa jantan itu. Benar-benar berbahaya, tapi sejak kapan Kiran memiliki aura membunuh seperti ini.


" Om"


" Ah, iya"


" Apa Om mau mengajak Kiran bertemu dengan wanita jahat itu?" tanya Kiran lagi.


" Bukannya Om tidak mau, tapi nanti Daddy Kiran pasti akan marah sama Om"


" Tidak akan, kalau Om tidak memberi tau Daddy"


Bocah ini memang licik seperti mommy dan Daddy-nya.


" Bagaimana Om?"


" Om pikirkan dulu ya"


" Kiran beri waktu 3 menit untuk Om berpikir"


" Apa!, mana bisa begitu"


" Tentu saja bisa"

__ADS_1


" Ck.. kamu dan daddy mu sama-sama menyebalkan"


" Terima kasih pujiannya"


" Bocah ini"


" Waktu Om tinggal 2 menit lagi"


" Huft, baiklah Om akan membawa kamu bertemu dengan wanita itu"


" Pilihan Om sangat bagus. jadi kapan kita akan melihat wanita jahat itu?"


" Nanti malam"


" Ok, janji ya Om"


" Janji. Sekarang kita kembali ketempat Daddy kamu dan yang lainnya"


" Hhhmm"


Kiran dan Aldi kembali ke tempat Vandy dan yang lainnya. Karena kalau mereka masih mengobrol, bisa-bisa Vandy menyusul mereka.


" Ngomongin apa anak gue sama lo?" tanya Vandy pada Aldi.


" Nggak ada"


" Jangan bohong sama gue"


" Gue nggak bohong"


" Awas kalau Lo merahasiakan sesuatu dari gue. Gue telan idup-idup Lo"


" Lo nggak akan bisa nelan gue idup-idup"


" Kenapa?"


" Karena tubuh gue banyak racunnya"


Saat Aldi dan Vandy sedang berdebat, pintu ruangan ICU terbuka. Vandy dan yang lain langsung menoleh kearah pintu ruangan ICU.


" Keluarga korban"


" Saya suaminya Dok" kata Vandy sambil bergegas menghampiri sang dokter.


" Kami sudah berhasil mengeluarkan peluru yang bersarang di dalam perut istri anda. Dan kami sangat takjub istri anda bisa dengan cepat melewati masa kritisnya"


" Maksud dokter?" tanya Vandy.


" Istri anda sudah melewati masa kritis, dan sebentar lagi akan di pindahkan keruang rawat inap"


" Alhamdulillah" ucap mereka semua.


" Terima kasih dokter" ucap Vandy.


" Sama-sama tuan, ini sudah menjadi tugas kami"


" Apa saya sudah boleh melihat istri saya Dok?"


" Boleh, tapi setelah kami pindahkan keruang rawat ya Pak"


" Baik dokter"


Vandy tidak henti-hentinya mengucap syukur, karena istrinya bisa melewati masa kritisnya. Begitu juga dengan kedua anaknya. Para sahabat Anggun juga bahagia karena sahabatnya selamat dari marabahaya.


To be continue..


Untung Anggun nggak dead. Kalau dead, bisa ngamuk para Reader terzayang 🤭🤭


Maaf ya guys, up-nya agak sorean, soalnya tadi kerjaan Author menumpuk. Dan ini baru bisa beristirahat. Gomawo karena kalian semua masih mau menunggu kelanjutan cerita ini.


Saranghaeee 😘😘


Happy Reading 😉😉

__ADS_1


__ADS_2